Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

THE HERSEY-BLANCHARD SITUATIONAL LEADERSHIP MODEL IN ENHANCING EMPLOYEE PERFORMANCE AT THE CLASS IIA WOMEN'S CORRECTIONAL INSTITUTION IN BANDUNG Adani, Firnas; Nurhadi, Sheravina; Priyatmono, Budi
Journal of Management Small and Medium Enterprises (SMEs) Vol 18 No 1 - May (2025): JOURNAL OF MANAGEMENT (Special Issue) - Correctional Management
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Correctional Institutions (Lapas) encounter several challenges related to organizational complexity, such as high population density, limited human resources, and significant work pressure, all of which impact employee performance. In this context, the application of the Hersey-Blanchard situational leadership model is an important strategy to improve the effectiveness and efficiency of services at the Class IIA Bandung Women's Prison. This study uses a qualitative descriptive approach that aims to analyze adaptive role leadership in managing diverse employees and adjusting leadership styles according to their level of readiness and competence. The results of the study indicate that situational leadership style is able to strengthen work motivation, improve communication, and improve employee performance through an appropriate adjustment approach according to the situation at hand. This model is expected to provide a positive contribution in creating a more productive, adaptive work environment that is able to face organizational challenges effectively. Keywords: Leadership; Employee Performance; Correctional Institutions
Pemenuhan Hak Layanan Kesehatan Narapidana Perempuan, Disabilitas dan Lanjut Usia di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kotabumi Febriansyah, Andrian; Priyatmono, Budi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak layanan kesehatan bagi narapidana perempuan, disabilitas, dan lanjut usia di Rutan Kelas IIB Kotabumi. Fokus utama penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pemenuhan hak kesehatan bagi kelompok rentan ini dan mengevaluasi kebijakan serta implementasi layanan kesehatan yang ada. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan petugas medis, pejabat Rutan, dan narapidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak kesehatan masih terhambat oleh keterbatasan fasilitas, tenaga medis yang kurang memadai, serta overkapasitas Rutan. Selain itu, kurangnya perhatian terhadap kebutuhan khusus kelompok rentan memperburuk akses dan kualitas layanan kesehatan. Rekomendasi penelitian ini mencakup peningkatan fasilitas medis, penambahan tenaga medis terlatih, dan peningkatan kerja sama dengan instansi kesehatan eksternal.
The Enforcement of Progressive Law in Indonesia: In the Treatment of Terrorist Convict Anwar, Umar; Priyatmono, Budi
Jurnal Ilmu Kepolisian Vol 19 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kepolisian Volume 19 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35879/jik.v19i2.657

Abstract

The treatment of terrorist inmates at the Nusakambangan Correctional Institution has not been running optimally. The impact is that there are still many terrorist prisoners who do not recognize Pancasila, the unitary state of the Republic of Indonesia and are unable to reduce their criminal risk. The purpose of his research is to explore the application of Progressive Law in improving the treatment of terrorist inmates in the Nusakambangan Super Maximum Security Correctional Institution (SMAX) in Indonesia. The research method with a Socio-legal approach, by conducting direct research on terrorist inmates in the Nusakambangan SMAX prison, data collection techniques conducted in-depth interviews and observation of the lives of inmates in the Nusakambangan correctional institution. The results of the analysis show that the implementation of personality treatment for terrorist inmates in SMAX Prison is not carried out in a well-directed manner in accordance with the goals of correction. Coaching is only carried out based on the concept that exists in correctional institution officers, community supervisors, at any time presented by Densus 88 Polri and the National Agency for Countering Terrorism. So that the coaching carried out with a progressive legal approach has not been optimally implemented because it emphasizes strict security based on existing regulations without paying attention to the maximum appropriate guidance for terrorist prisoners. It is hoped that the state can pay attention to the pattern of fostering legal awareness by involving all related elements to the maximum so that it can increase the awareness of the law of the nation and the state for terrorist prisoners.
Pemenuhan Hak Narapidana Hukuman Mati Dalam Program Pembinaan Kepribadian Bidang Kerohanian Panjaitan, Monica Astia Theresia; Priyatmono, Budi; Anwar, Umar; Muhammad, Ali
Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan Vol. 5 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/awtjhpsa.v5i1.3122

Abstract

This research is motivated by the psychological condition of death penalty inmates facing severe pressures due to their sentence and uncertainty about execution timing. The main problem concerns how death-row inmates’ rights are fulfilled through spiritual guidance programs and the factors influencing this fulfillment at Gunung Sindur Special Class IIA Correctional Institution. A qualitative case study approach was used, involving in-depth interviews, participant observations, and document analysis. Findings indicate that death-row inmates fulfill their spiritual needs through the search for life meaning, inner peace, social connectedness, spiritual existence, and moral and ethical integrity. Despite psychological pressure, inmates managed to find meaning through religious activities. In conclusion, spiritual programs in the correctional facility positively impact the inmates’ psychological conditions. This research recommends strengthening spiritual development programs more intensively to support the emotional well-being of death-row inmates.
Pemenuhan Hak Narapidana Melalui Program Pendidikan Jenjang Sarjana Pada Kampus Kehidupan Di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Rahman, Ade Awliya; Priyatmono, Budi; Muhammad, Ali
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak narapidana melalui pelaksanaan program pendidikan sarjana “Kampus Kehidupan” di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam implementasinya. Program ini merupakan inovasi pemasyarakatan dalam rangka menjamin hak pendidikan bagi warga binaan, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi yang melibatkan narapidana peserta, petugas pemasyarakatan, serta dosen dari perguruan tinggi mitra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Kampus Kehidupan berhasil mewujudkan pemenuhan hak pendidikan narapidana secara nyata dan berkelanjutan. Program ini sejalan dengan teori keadilan John Rawls, meliputi Prinsip Kebebasan yang Sama, Prinsip Perbedaan, dan Prinsip Kesempatan yang Adil, serta empat dimensi hak atas pendidikan menurut Katarina Tomasevski: Availability, Accessibility, Acceptability, dan Adaptability. Faktor pendukung keberhasilan meliputi dukungan kebijakan pemerintah, kerja sama dengan universitas, pendanaan beasiswa penuh, fasilitas belajar yang layak, serta metode pengajaran adaptif yang disesuaikan dengan kondisi psikologis narapidana. Dampak positif terlihat dari meningkatnya motivasi belajar, perubahan pola pikir ke arah konstruktif, serta kesiapan reintegrasi sosial. Meskipun demikian, hambatan masih ditemukan pada keterbatasan perangkat digital, konektivitas internet yang tidak stabil, serta minimnya referensi fisik maupun digital. Upaya inovatif Lapas dalam menjalin kemitraan dan mencari dukungan CSR menunjukkan adaptabilitas tinggi dalam memastikan hak pendidikan narapidana tetap terpenuhi.
Strategi Pembimbing Kemasyarakatan Mengatasi Kendala Dalam Pelaksanaan Pembimbingan Di Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Timur-Utara Sungkar, Erwinsyah; Priyatmono, Budi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pemberian bimbingan kepada klien pemasyarakatan, peneliti memfokuskan pada peran dari Pembimbing Kemasyarakatan dengan beberapa strateginya untuk mengatasi kendala tersebut. Tujuan dari adanya penelitian ini untuk mengetahui strategi apa yang dilakukan Pembimbing Kemasyarakatan dalam mengatasi kendala pemberian bimbingan.Metode penelitian kualitatif sesuai dengan pandangan yang dikemukakan oleh John W. Creswell yang berfokus pada pemahaman dan eksplorasi suatu gejala atau fenomena. Terkait pada wilayah pada Balai Pemasyarakatan Kelas yang terbilang cukup luas dan klien yang sudah bekerja. Dengan memberikan kesempatan kepada klien untuk menjelaskan kesulitan mereka, pembimbing dapat mengidentifikasi hambatan yang mungkin menghambat klien dalam menghadiri sesi pembimbingan.
Peran Dukungan Motivasi Dari Keluarga Terhadap Partisipasi Narapidana Dalam Pembinaan Kemandirian Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Enim Hermansyah, Hermansyah; Hamzah, Imaduddin; Priyatmono, Budi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Narapidana memiliki hak yang harus dipenuhi oleh negara, salah satunya ialah hak untuk mendapatkan kunjungan dari keluarganya. selain hak, narapidana juga harus melakukan kewajibannya yaitu mengikuti pembinaan kemandirian secara aktif. Motivasi dalam pembinaan dapat muncul apabila kebutuhan dari narapidana tersebut telah terpenuhi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana partisipasi narapidana yang sering mendapatkan kunjungan dari keluarga dalam pelaksanaan program pembinaan kemandirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan data model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi terbesar narapidana dalam pelaksanaan pembinaan kemandirian ialah dukungan dari keluarga yang mana hal tersebut didapatkan dengan cara berkomunikasi dengan keluarga, baik itu bertemu secara langsung maupun tidak. Pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIB Muara Enim dalam pelaksanaannya telah bekerja sama dengan berbagai mitra untuk membantu kegiatan pembinaan kemandirian tersebut. Kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan pembinaan kemandirian terdiri dari kendala internal maupun kendala eksternal.
Analisis Kondisi Psikologis Anak Broken Home Dalam Proses Reintegrasi Pada Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Pusat Hergiman Putri, Helgi Dini; Priyatmono, Budi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses reintegrasi bagi anak melibatkan upaya untuk membawa anak kembali kepada masyarakat atau keluarga setelah mereka mengalami proses hukum yang mempengaruhi psikologis anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi psikologis anak broken home dalam proses reintegrasi serta untuk mengetahui kendala dan hambatan dalam proses reintegrasi. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Pembimbing Kemasyarakatan. Pengambilan subyek penelitian menggunakan teknik studi kasus. Alur teknis analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah model interaktif yaitu pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak berlatar belakang broken home mengalami dua kodisi berbeda yang pertama anak menjadi introvert yaitu anak suka menyendiri, tidak percaya diri, tidak suka pada keramaian, sedangkan kondisi kedua ekstrovert yaitu anak tidak suka menyendiri, lebih menyukai keramaian, sering memberontak dan berperilaku agresif. Namun proses reintegrasi tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari kedua orang tua, keluarga dan lingkungan sekitar.
Pelaksanaan Program Bimbingan Pokmas Lipas Join Kopi Dalam Meningkatkan Keterampilan Klien Di Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Pusat Aryo Haryono, Danang; Priyatmono, Budi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program kemandirian Join Kopi, yang akan dilaksanakan dengan bantuan Pembimbing Kemasyarakatan dari Bapas Kelas I Jakarta Pusat dengan pihak ketiga pokmas lipas. Pokmas lipas adalah Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan adalah sekelompok mitra kerja pemasyarakatan yang sangat peduli dan bersedia untuk mengambil bagian dalam penyelenggaraan pemasyarakatan dalam rangka membentuk warga binaan pemasyatakatan agar berkembang menjadi pribadi yang utuh, mengakui kesalahannya, melakukan perbaikan, dan menahan diri dari mengulangi kejahatan. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan klien agar mereka dapat memulihkan hidup, kehidupannya, dan penghidupannya setelah keluar dari Lapas. Pelaksanaan program ini membutuhkan kolaborasi dengan lingkungan masyarakat dan lingkungan sekitar klien. Dalam penulisan ini peneliti menggunakan tipe atau desain penelitian deskriptif kualitatif agar peneliti dapat gambaran mengenai pelaksanaan program bimbingan pokmas lipas join kopi dalam meningkatkan keterampilan klien di Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Pusat. Data didapatkan dari hasil wawancara, catatan lapangan, dokumentasi, maupun dokumen resmi untuk mendukung pengumpulan informasi yang aktual secara rinci serta syarat dari klien yang mengikuti bimbingan join kopi hanya harus memiliki kemauan dan niat, apabila tidak ada kemauan lebih baik mundur dari kegiatan. Selain dilatih keterampilan meracik kopi, klien juga dilatih public speaking agar memiliki rasa percaya diri.tujuan adanya pokmas lipas join kopi untuk melatih agar klien mempunyai potensi untuk berubah menjadi lebih baik. Berdasarkan analisis dengan menggunakan teori pemberdayaan yakni ACTORS klien sudah memiliki perubahan yang positif dan sudah memiliki tanggung jawab atas perubahannya. Klien sudah bisa membuat latte art, kalibrasi, dan penyeduhan kopi secara manual.
Identifikasi Kebutuhan Kriminogenik Narapidana Kasus Pencurian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Surabaya A, Muhammad Zahniar; Anwar, Umar; Muhammad, Ali; Priyatmono, Budi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.15942

Abstract

Kriminologi menjadi faktor yang mendasari suatu individu melakukan tindak kejahatan dan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat karena melibatkan korban dan pola perilaku yang dapat memunculkan respon dari masyarakat. Untuk mengetahui identifikasi kebutuhan kriminogenik narapidana kasus pencurian, beserta faktor-faktor yang mendasarinya, maka dilakukan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer berupa hasil wawancara dan observasi dengan narasumber dan informan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya, sedangkan data sekunder adalah dokumentasi yang dilakukan penulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari beberapa faktor kriminogenik, dapat disimpulkan bahwa terdapat dua faktor dominan pada narapidana residivus kasus pencurian yaitu faktor manajemen keuangan dan faktor lingkungan atau hubungan social yang terjalin. Namun, dalam ilmu kriminologi banyak teori yang menjelasakan terkait penyebab seseorang melakukan kejahatan, sehingga sulit untuk menentukan penyebab kriminalitas karena bukan hanya dari satu faktor tunggal saja.