Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Quality of Life of Hypertensive Patients Undergoing Chronic Disease Management Program during the COVID-19 Pandemic Lolo, Widya Astuty; Citraningtyas, Gayatri; Mpila, Deby Afriani; Wijaya, Heri; Poddar, Sandeep
Kesmas Vol. 17, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic has restricted some common activities for hypertensive patients undergoing the Chronic Disease Management Program/Program Pengelolaan Penyakit Kronis in primary health care, decreasing the quality of life. This study aimed to measure the quality of life of hypertensive patients undergoing the Chronic Disease Management Program at primary health care of Manado City, North Sulawesi Province, Indonesia, during the COVID-19 pandemic and determine the factors influencing hypertension such as sex, age, education, employment status, monthly income and duration of hypertension. This cross-sectional study was carried out on 150 hypertensive patients randomly sampled at primary health care from June to September 2021. The data were analyzed using the Mann-Whitney test. The quality of life of non-complicated hypertensive patients was higher than those with complications. The utility value and the visual analog scale of hypertensive patients with and without complications were 0.808±0.13 and 80.2±8.16 and 0.761±0.17 and 75.1±7.56, respectively. The quality of life of hypertensive patients without complication is better than that of hypertensive patients with complication.
Penyuluhan Tentang Bahan Berbahaya Yang Terkandung Dalam Kosmetika Dan Efek Samping Yang Ditimbulkan Serta Pemilihan Kosmetika Yang Baik Elly Juliana Suoth; Deby Afriani Mpila
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/ew2bkr85

Abstract

Kosmetik saat ini menjadi salah satu produk yang wajib dimiliki oleh siapa pun terlebih oleh perempuan namun saat ini banyak sekali kosmetik yang beredar tanpa ijin serta mengandung bahan aktif yang berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon. Tujuan daripelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dan informasi mengenai adanya produk kosmetik yang beredar mengandung bahan berbahaya serta efek samping yang ditimbulkan jika penggunaan kosmetik berbahaya tersebut dilakukan dalam jangka waktu yang panjang juga informasi mengenai cara mengecek atau memilih produk kosmetik agar supaya terhindar dari kosmetik yang mengandung bahan berbahaya tersebut. Kegiatan ini dilakukan di Kolom 1 dan Kolom 3 Jemaat GMIM ImanuelPinapalangkow Kecamatan Suluun Tareran Kabupaten Minahasa selatan. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan dengan penjelasan materi yang berhubungan kemudian dibuka ruang diskusi agar supaya peserta lebih memahami materi yang disampaikan. Di akhir dari penyampaian materi peserta dibekali cara mengecek notifikasi kosmetik yang terdaftar di BPOM serta cara pembuatan pelembab gel dengan bahan aktif lidah buaya.
Edukasi Expired Date dan Beyond Use Date Sebagai Upaya Meningkatkan Penggunaan Obat yang Aman dan Efektif Deby Afriani Mpila; Elly Juliana Suoth
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/43jcqm29

Abstract

Setiap obat mempunyai batas masa penyimpanan untuk menjamin efektivitas, keamanan dan kualitas obat. Pengetahuan yang benar tentang obat menjadi kebutuhan yang penting bagi masyarakat agar terhindar dari dampak buruk pada kesehatan. Informasi mengenai batas waktu penggunaan obat setelah diproduksi (expired date - ED) maupun setelah kemasan primernya dibuka/dirusak (beyond use date - BUD) dan cara menyimpan obat agar tetap berada dalam keadaan stabil sangat penting untuk diketahui. Penggunaan obat yang melewati batas ED dan BUD berarti menggunakan obat yang stabilitasnya sudah tidak terjamin. Dengan menggunakan obat yang kestabilannya tidak lagi terjamin, artinya menggunakan obat yang efektivitas dan keamanannya sudah menurun. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman Wanita Kaum Ibu (WKI) JemaatGMIM Dulos Kimbitan terkait ED dan BUD, sehingga dapat melakukan pengawasan terhadap obat-obatan yang disimpan di rumah sebagai upaya meningkatkan penggunaan obat yang aman dan efektif. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu metode penyuluhan dalam bentuk ceramah disertai pemberian leaflet, serta simulasi membaca ED dan menghitung BUD beberapa sediaan obat. Evaluasi tingkat pengetahuan dan pemahaman terkait ED dan BUD dilakukan melalui pre-test dan posttestdalam bentuk kuesioner. Para peserta dapat menerima edukasi yang diberikan dengan baik yang dapat dilihat berdasarkan hasil evaluasi, dimana terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta terkait ED dan BUD sebagai upaya meningkatkan penggunaan obat yang aman dan efektif.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Pangi (Pangium edule Reinw) Terhadap Penyembuhan Luka pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Kojongian, Syallommita; Jayanti, Meilani; Mpila, Deby Afriani
Jurnal Lentera Farma Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/59wyhj73

Abstract

Daun pangi (Pangium edule Reinw) secara empiris telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk membantu penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas penyembuhan luka sayat ekstrak etanol daun pangi serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling optimal pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan post test-only control group. Ekstrak daun pangi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sebanyak 15 ekor tikus putih dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok perlakuan ekstrak dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Luka sayat dibuat menggunakan biopsy punch berdiameter 10 mm dan diameter luka diamati selama 14 hari. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk, uji Levene, ANOVA satu arah, dan uji lanjut Post Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p<0,05), dengan penurunan rata-rata diameter luka dari hari ke-0 sebesar 12,20 mm menjadi 1,33 mm pada hari ke-14. Konsentrasi ekstrak 5% dan 10% menunjukkan efektivitas penyembuhan luka yang paling optimal dan sebanding dengan kontrol positif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun pangi efektif dalam mempercepat penyembuhan luka sayat.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN SWAMEDIKASI DI APOTEK WILAYAH KOTA MANADO MENGGUNAKAN PENDEKATAN MYSTERY CUSTOMER Lolo, Widya Astuty; Wiyono, Weny Indayany; Mpila, Deby Afriani; Manawan, Fridly; Tatuh, Heru Andika
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i2.64900

Abstract

Self-medication is an effort by the community to maintain their own health, which can have both positive and negative effects. This study aims to analyse the quality of self-medication services in Manado City using a mystery customer approach. The study was conducted in 96 pharmacies from March to June 2025 using a cross-sectional design. The subjects of this study consisted of pharmacists, pharmacy vocational workers and pharmacy staff. Based on the results of the study, the highest percentages in the demographic data included pharmacy ownership 73.96% (individual), pharmacy location 30,21% (South Manado), time of visit 60,42% (afternoon or evening), disease cases 16,67% (fever), and service providers 46,88% (pharmacy vocational workers). The highest percentages in patient examination and drug information were for whom the drug was intended (57,29%), rational drug use (68,75%), and instructions for use (59,38%). The lowest percentage related to the information provided was on specific medical conditions, one of which was pregnancy (0%). It can be concluded that the quality of self-medication services at pharmacies in the Manado City area varies, mainly depending on the service provider. Keywords: Self-medication, Mystery customer, Patient assessment, Drug selection, Drug information
PENGEMBANGAN KONSEP EARLY WARNING SYSTEM UNTUK STOK MEDISINAL PADA APOTEK Christopel Hamonangan Simanjuntak; Stenly B. Dodie; Stieven N. Rumokoy; Leony A. Wenno; Deby A. Mpila; Yonal Supit
Simtek : jurnal sistem informasi dan teknik komputer Vol. 11 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : STMIK Catur Sakti Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51876/simtek.v11i1.1726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi konsep sistem peringatan dini yang dirancang untuk memantau ketersediaan stok obat pada jaringan apotek yang saling terafiliasi. Sistem ini diharapkan meningkatkan efisiensi pengelolaan stok obat serta memberikan infromasi yang tepat ke user dalam mendapatkan obat di berbagai sarana farmasi yang berafiliasi. Konsep sistem ini bisa digunakan untuk beberapa apotek yang memiliki afiliasi dalam satu sistem. Metodologi penelitian terdiri atas enam tahapan utama. Tahap pertama adalah studi literatur yang mempelajari berbagai sumber terkait pemecahan masalah pengelolaan stok obat, meliputi buku, jurnal, dan manuskrip. Tahap kedua adalah pengumpulan data dan analisis masalah untuk mengidentifikasi kebutuhan sistem serta menentukan solusi yang tepat. Tahap ketiga adalah perumusan konsep berdasarkan data dan analisis yang telah dilakukan. Tahap keempat meliputi perancangan diagram alir dan sequence diagram yang memvisualisasikan proses kerja sistem dan aliran informasi antaraktor. Tahap kelima adalah perancangan topologi jaringan yang menggambarkan struktur komunikasi dan mekanisme pengiriman pesan peringatan. Tahap terakhir adalah evaluasi sistem melalui simulasi skenario untuk menilai kinerja dan keefektifan sistem. Hasil penelitian menghasilkan konsep sistem peringatan dini yang melibatkan empat aktor utama: Admin, Pemilik Sarana Apotek (PSA), Pedagang Besar Farmasi (PBF), dan Apotek/Sarana Farmasi yang berafiliasi. Sistem ini mendeteksi stok obat yang mencapai batas minimum dan secara otomatis mengirimkan pesan peringatan kepada apotek yang berafiliasi. Respon dari apotek-afiliasi diseleksi berdasarkan waktu tanggap tercepat sehingga Admin dan PSA dapat menentukan informasi sumber pasokan yang paling tepat untuk diberikan ke user/pasien.