Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGALAMAN DISPAREUNIA PADA PEREMPUAN MENOPAUSE DENGAN PENERAPAN TEORI NEED FOR HELP WIEDENBACH DI RUMAH SAKIT ERNALDI BAHAR SUMATERA SELATAN Miranti, Pesi; Maria, Lisda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.18624

Abstract

Wanita menopause mengalami gejala masa  menopause hampir di seluruh dunia, sekitar 70-80% wanita Eropa, 60% di Amerika, 57% di Malaysia, 18% di Cina dan 10% di Jepang dan Indonesia. Selama masa transisi ke menopause, wanita mungkin mengalami gejala vasomotor, urogenital, psikosomatik dan psikologis, serta dyspareunia. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam tentang pengalaman dispareunia pada perempuan menopause dengan penerapan Teori Need For Help Wiedenbach. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang menggunakan desain Rapid Assessment Procedure (RAP). Desain ini menggunakan beberapa teknik dalam pengumpulan data (observasi, WM, FGD), sebanyak lima orang dengan empat perempuan menopause dyspareunia dan satu orang key informan perawat penanggung jawab program lansia. Penerapan model dilaksanakan untuk mefasilitasi Perempuan menopause dengan Dispareunia untuk mengatasi masalah psikologis ibu karena berkurang gairah hubungan seksual bersama pasangan. Masalah keperawatan yang ditemukan adalah Harga Diri Rendah Situasional, ansietas, gangguan rasa nyaman. Evaluasi yang didapatkan adalah teratasi sebagian, intervensi diteruskan dengan evaluasi berkala terkait edukasi.
ANALISIS PERILAKU PEREMPUAN MENOPAUSE PADA KLIEN KANKER SERVIKS STADIUM LANJUT DENGAN FOKUS PENERAPAN TEORI KEPERAWATAN ADAPTASI ROY DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAIS TAHUN 2023 Maria, Lisda; Septalia, Septalia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26022

Abstract

Latar belakang masalah kanker serviks merupakan pembunuh wanita nomor satu di dunia. Pasien kanker serviks stadium lanjut memiliki beberapa kebutuhan yang berbeda. Model adaptasi Roy diharapkan dapat mengidentifikasi masalah perilaku perempuan menopause dengan kanker serviks stadium lanjut. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana analisis perilaku perempuan menopause pada klien kanker serviks stadium lanjut dengan fokus penerapan teori keperawatan adaptasi Roy diwilayah kerja Puskesmas Lais Tahun 2023. Desain penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan Rapid Assessment Procedure (RAP). Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Lais Kabupaten Musi Banyuasin. Informan dalam penelitian ini adalah perempuan menopause yang berada di wilayah kerja dan perawat Penanggung Jawab Program IVA 1 orang. Peneliti menggunakan wawancara terbuka. Hasil kemudian ditranskripsi untuk dianalisis. Perilaku input melalui stimulus didapatkan saat melakukan pemeriksaan IVA karena adanya program dari Puskesmas melalui kader kesehatan. Pada pasien yang tidak mengikuti program karena langsung memeriksakan diri ke dokter sehingga didapat diagnosis kanker serviks. Fase adaptasi fisiologi pada pasien kanker serviks menunjukkan gejala lanjut yang sudah mengarah pada metaphase dan disfungsi reproduksi. Fase fungsi peran menunjukkan bahwa pasien kanker serviks stadium lanjut sebagian besar sudah tidak mampu melakukan perannya dalam rumah tangga dan perawatan anak. Pada fase interdependensi menunjukkan gangguan dalam berhubungan dengan lingkungan dan keluarga sehingga menimbulkan kecemasan. Pada fase umpan balik sebagian besar responden sudah menerima kondisinya dan masalah terburuk, sebagian lagi masih berhadap sembuh dengan intervensi pengobatan.
STUDI KUALITATIF PERILAKU WANITA PADA FASE MENOPAUSE DENGAN PENERAPAN TEORI SELF CARE DI PUSKESMAS TALANG RATU Maria, Lisda; Sari, Rini Puspita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26026

Abstract

Penuaan dikaitkan dengan banyak tantangan terkait kesehatan yang berbeda bagi wanita seperti menopause dan penyakitnya masalah terkait. Perawatan diri merupakan faktor yang mempunyai dampak potensial terhadap menopause dan konsekuensinya. Perilaku perawatan diri pada wanita menopause belum sepenuhnya dipahami dengan menggunakan teori self care. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorisasi Perilaku Wanita pada fase menopause dengan penerapan Teori Self care di Puskesmas Talang Ratu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Penelitian ini akan dilakukan di Puskesmas Talang Ratu pada bulan Desember 2023. Penelitian ini menggunakan kuesioner wawancara terbuka menggunakan model teori self care dari Orem yang terkait dengan Perilaku saudara Pada Perempuan Menopause.  Analisis data dilanjutkan dengan transkripsi hasil wawancara. Hasil penelitian didapatkan lima bahasan self care. Pada self care wanita menopause menunjukkan wanita menopause merupakan masalah normal. Self care agency pada masa menopause yaitu keluhan hubungan seksual, hot flashes dan tidak berdaya. Masalah self care demands pada penelitian ini wilayah genetalia sering mengalami iritasi bahkan sering mengalami gatal, Lelah, perasaan tidak berdaya Self care deficit seluruh informan menunjukkan tidak terdapat masalah sampai di tahap depresi atau masalah defisit kecemasan lainnya. Nursing agency pada masa menopause, masalah yang paling sering muncul pada wanita menopause yaitu keputihan, hot flashes dan insomnia. Masalah psikologi tidak pernah di temukan untuk di rawat di Puskesmas. Program khusus wanita menopause tidak ada di puskesmas Talang Kayu. Program dilakukan bersama-sama dalam program posbindu PTM.
STUDI ANALISIS KEGIATAN KUNJUNGAN POSYANDU PEREMPUAN MENOPAUSE DENGAN PENERAPAN TEORI CARING SWANSON DI PUSKESMAS AWAL TERUSAN Maria, Lisda; Marsilia, Mutiara
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kunjungan perempuan menopause dengan penerapan teori caring swanson dalam kegiatan posyandu di Puskesmas Awal Terusan. Penelitian ini di desain dengan metode kualitatif. Metode perekrutan partisipan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode sampel bertujuan (purposive sample). Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik sampling “bola salju". Karakteristik partisipan Wanita Usia 48-65 yang telah menopause dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Partisipan kunci merupakan petugas pelaksana program Posyandu. Penelitian dilakukan di Wilayah kerja Puskesmas Desa Awal Terusan Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten OKI Palembang pada bulan Desember 2023. Pengumpulan data   mengunakan catatan obeservasi dan perekam kemudian hasilnya di transkripsi. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa hanya satu orang yang rutin ke posyandu lansia karena informan memiliki keyakinan pada kemampuan perawat dan dokter di Posyandu untuk dapat membantunya mengobati masalah menopause dan masalah kesehatan lainnya. Informan yang tidak rutin dikarenakan kendala pekerjaan, motivasi dan informasi kegiatan.   Posyandu ini tidak  hanya  untuk  lansia  saja  tapi  digunakan  juga  sebagai  kegiatan  dalam  program pencegahan penyakit tidak menular. Namun demikian informasi terkait tentang menopause sendiri tidak menjadi bahasan utama. Keluhan menopause yang disampaikan pada saat kegiatan Posyandu sendiri sifatnya pribadi di ruang konseling dan tidak dalam kegiatan yang bersama-sama. Sikap empati dari petugas itu biasanya bervariasi. Seluruh petugas Posyandu telah memfasilitasi mereka dalam kegiatan Posyandu. Pendidikan kesehatan dalam posyandu lansia  hanya  berfokus  pada  pemberi  konseling  saja  sedangkan  mereka  selaku  peserta Posyandu sifatnya masih lebih banyak pasif.
PERSEPSI PERAWAT TERHADAP PEREMPUAN MENOPAUSE DENGAN CA. MAMMAE DAN PENERAPAN TEORI UNPLEASANT SYMPTOMS TAHUN 2023 Maria, Lisda; Dwi Novriyanti, Meri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26045

Abstract

Kanker payudara, kanker paling umum kedua di kalangan wanita baik di Dunia juga di Indonesia. Saat menerima pengobatan, Anda mungkin mengalami berbagai efek samping fisik, psikologis dan situasional. Persepsi perawatalam merawat keluhan pasien kanker payudara dengan menopause belum dijelaskan dalam teori unpleasant symptoms. Penelitian ini untuk mengetahui mengetahui  secara mendalam terkait persepsi perawat terhadap perempuan menopause dengan ca. mammae dan penerapan teori unpleasant symptoms. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Penelitian dilakukan di RSUD Sungai Lilin Sumatera Selatan pada bulan Desember 2023. Partisipan adalah 5 orang perawat, dengan 1 perawat paling senior sebagai key informan di RSUD Sungai Lilin. Dengan kriteria inklusi dan eksklusi sebagai berikut : Perawat dengan masa kerja di atas 2 tahun, Telah Merawat klien dengan kasus Perempuan Menopause Dengan CA. Mammae, Pendidikan minimal  DIII Keperawatan dan bersedia menjadi responden. Peneliti menggunakan pedoman wawancara terbuka dan alat perekam. Hasil penelitian didapatkan perawat melakukan praktik unpleasant symptoms namun tidak sepenuhnya memehami cara teori bekerja. Persepsi perawat paling sering menunjukkan bahwa pasien memiliki gejala fisik seperti nyeri dan efek kemoterapi serta gejala menopause umumnya. Pada aspek psikologi terdapat perasaan positif dan negative pada saat merawat pasien Ca mamae dengan kondisi menopause. Pada situasional menunjukkan faktor stigma memberikan kontribusi pada perawatan pasien. Disarankan tenaga kesehatan dapat melakukan intervensi perawatan dengan teori  unpleasant symptoms agar dapat meningkatkan rasa nyaman pasien ca. mamae dengan menopause.
PENGARUH EDUKASI BERBASIS BOOKLET TENTANG DIABETES MELLITUS TERHADAP PENGETAHUAN PENDERITA DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS AIR SUGIHAN JALUR 27 Maria, Lisda; Astuti, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27982

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) dalam 3 dekade terakhir prevalensi diabetes tipe 2 telah meningkat secara dramatis di negara-negara dari semua tingkat pendapatan. Sekitar 422 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes. Salah satu penyebab tingginya angka kejadian diabetes mellitus adalah karena kurangnya pengetahuan pasien tentang penyakit diabetes mellitus. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan pasien adalah dengan memberikan edukasi berbasis Booklet.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi berbasis Booklet tentang Diabetes Mellitus terhadap pengetahuan penderita diabetes mellitus di Puskesmas Air Sugihan Jalur 27 Tahun 2024. Metode penelitian menggunakan metode pra eksperimen (Pre Exsperimental designs) dengan pendekatan One Group Pretest Postest. Populasi pada penelitian ini adalah semua penderita diabetes mellitus yang ada di Puskesmas Air Sugihan Jalur 27  terhitung dari bulan Januari-Oktober 2023 sebanyak 140 orang dengan jumlah sampel sebanyak 58 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.  Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh edukasi berbasis Booklet tentang Diabetes Mellitus terhadap pengetahuan penderita diabetes mellitus di Puskesmas Air Sugihan Jalur 27 Tahun 2024 dengan nilai p.value = 0,000. Saran diharapkan petugas kesehatan khususnya perawat di Puskesmas Air Sugihan Jalur 27 sebaiknya lebih menekankan lagi dalam pemberian edukasi kesehatan secara terstruktur kepada pasien DM dengan menggunakan media Booklet sehingga pasien dapat memahami tentang penyakit yang diderita terutama untuk mengontrol kadar gula darah pasien
STUDI KUALITATIF PEREMPUAN MENOPAUSE DENGAN HOT FLASHES MELALUI PENERAPAN MODEL TEORI KATHARINE KOLCABA DI RUMAH SAKIT PELABUHAN PALEMBANG Maria, Lisda; Daslina, Daslina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28699

Abstract

Menjadi tua adalah suatu proses yang merupakan bagian dari kehidupan seseorang dan sudah terjadi sejak konsepsi dalam kandungan yang berlangsung terus sepanjang kehidupan. Adapun siklus hidup reproduksi seorang wanita secara normal yaitu mengalami menarche, masa reproduksi, dan masa menopause. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam tentang persepsi Perempuan Menopause dengan Hot Flashes melalui Penerapan Model Teori Katharine Kolcaba di Rumah Sakit Pelabuhan Palembang. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang menggunakan desain Rapid Assessment Procedure (RAP). Desain ini menggunakan beberapa teknik dalam pengumpulan data (observasi, WM, FGD), sebanyak lima orang dengan empat perempuan menpause hot flashes dan satu orang key informan perawat penanggung jawab program lansia. Indepth interview, Observasi, Focus Group Discussion(FGD) dilakukan berdasarkan pertanyaan yang di ajukan, dengan penerapan Model Teori Katharine Kolcaba  di dapatkan konteks kenyamanan secara : Fisik, Psikospiritual, Lingkungan, social, pada perempuan menopause dengan hot flashes. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan Kenyamanan adalah tujuan sentral dari keperawatan karena melalui rasa nyaman tahap recovery klien akan tercapai.
ANALISIS TERAPI REMINISCENCE DALAM MENGHADAPI FASE MENOPAUSE DENGAN APLIKASI TEORI SELF CARE OREM DI RUMAH SAKIT SITI FATIMAH SUMATERA SELATAN Maria, Lisda; Ningsih, Deasy Kurnia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28700

Abstract

Menopause adalah perdarahan surut (withdrawal bleeding) fisiologik yang terakhir dalamseumur hidup perempuan, perdarahan ini menunjukkan berakhirnya kemampuan bereproduksi. Menopause terdapat dalam fase klimakterium. Klimakterium merupakan suatu periode yang menggambarkan transisi penurunan aktivitas ovarium hingga akhirnya berakhir. Proporsi jumlah perempuan pada setiap tahapan klimakterium (status menopause) berbeda-beda di setiap daerah. Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 275 perempuan Spanyol diketahui 36,2% berada pada fase premenopause, 2,6% berada pada fase menopause, dan 61,3% berada pada fase postmenopause. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam tentang Terapi Reminiscence dalam menghadapi Perempuan pada fase Menopause dengan focus penerapan Aplikasi Teori Self Care Orem di Rumah Sakit Siti Fatimah Sumatera Selatan. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang menggunakan desain Rapid Assessment Procedure (RAP). Desain ini menggunakan beberapa teknik dalam pengumpulan data (observasi, WM, FGD), sebanyak lima orang dengan empat Perempuan pada fase Menopause dan satu orang key informan perawat senior penanggung jawab program kesehatan reproduksi lansia. Terapi Reminiscence  memiliki  hasil perubahan yang signifikan pada  gejala depresi aspek afektif dan  social engagement. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan terapi  Reminiscence  efektif  untuk  menurunkan  gejala depresi pada perempuan menopause.
PENGALAMAN PEREMPUAN MENOPAUSE DALAM MASA KLIMAKTERIUM DENGAN PENERAPAN KONSERVASI LEVINE DI RUMAH SAKIT PUSRI : STUDY FENOMENOLOGI Maria, Lisda; Oktarianti, Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28701

Abstract

Klimakterium adalah waktu ketika siklus haid berhenti dan berkurangnya sekresi hormon esterogen dan progresteron ovarium. Berdasarkan dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017, di negara Indonesia angka presentase wanita umur 30-49 tahun yang mengalami Klimakterium   mencapai 16,1% dengan jumlah 28.767 wanita. Tujuan untuk menganalisis Pengalaman Perempuan Menopause dalam masa Klimakterium dengan penerapan Konservasi Levine di Rumah Sakit Pusri : Study Fenomenology. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang menggunakan desain Rapid Assessment Procedure (RAP). Desain ini menggunakan beberapa teknik dalam pengumpulan data (observasi, WM, FGD), sebanyak lima orang dengan empat Perempuan pada fase klimakterium dan satu orang key informan perawat senior penanggung jawab program kesehatan reproduksi lansia. Pengkajian konservasi energi yang dilakukan pada kasus Perempuan Menopause dalam masa Klimakterium mencakup Gejala panas ( hot flashes), Jantung berdebar debar, Gangguan tidur, Depresi, Mudah tersinggung,berasa takut,gelisah,dan lekas marah, Sakit kepala, Cepat lelah,sulit berkonsentrasi, mudah lupa,kurang tenaga, Berkunang-kunang, Kesemutan, Gangguan libido, Obstipasi, Berat badan bertambah, Nyeri tulang dan otot. Evaluasi pada kasus Pengalaman Perempuan Menopause dalam masa Klimakterium dengan penerapan Konservasi Levine di Rumah Sakit Pusri : Study Fenomenologi sesuai dengan kriteria hasil tujuan keperawatan tercapai. Intervensi dihentikan.
PERSEPSI PEREMPUAN MENOPAUSE DENGAN DISFUNGSI SEKSUAL MELALUI PENERAPAN UNPLEASANT SYMPTOMS DI PUSKESMAS KERTAPATI KOTA PALEMBANG Maria, Lisda; Misparina, Marneni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28702

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi perempuan menopause dengan disfungsi seksual melalui penerapan unpleasant symptoms di Puskesmas Kertapati Kota Palembang. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan penelitian dengan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi phenomenology. Penelitian dilakukan dengan tahap observasi lapangan dengan menggunakan teknik indepth interview (wawancara mendalam) dengan key informan, melakukan analisa data kualitatif berdasarkan dengan temuan lapangan, dan hasil tema-tema penelitian, literasi atau referensi, disusun, dikembangkan, dan dirancang menjadi sebuah instrumen pengkajian persepsi terhadap persepsi perempuan menopause dengan disfungsi seksual yang menerima layanan dengan penereapan teori Unpleasant Symptoms. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa perempuan menopasuse memiliki persepsi yang baik terhadap layanan kesehatan umum yang dilakukan Puskesmas Kertapati Palembang, tetapi tidak mendapatkan pelayanan khusus penerapan teori Unpleasant Sumpotoms sebagai perempuan menopause dengan disfungsi seksual.