Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengembangan User Experience Website E-Marketing Dengan Metode Goal-Directed Design Pada Usaha Cokelat Cantique Kanaya, Salsabila; Siregar, Herbert; Anisyah, Ani; Kusnendar, Jajang
Digital Transformation Technology Vol. 4 No. 2 (2024): Periode September 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v4i2.5043

Abstract

Strategi pemasaran berbasis website memainkan peran penting dalam meningkatkan daya saing bisnis, terutama dengan menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik dan meningkatkan jumlah pelanggan yang melakukan riset online sebelum membeli. Cokelat Cantique, usaha yang menawarkan produk cokelat karakter, menyadari pentingnya pengalaman pengguna yang positif dalam membangun loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan user experience (UX) website e-marketing Cokelat Cantique dengan menggunakan metode Goal-Directed Design, guna meningkatkan UX dan memperkuat brand. Metode Goal-Directed Design mencakup 6 fase, yaitu research, modelling, requirements definition, framework definition, refinement, dan development support, yang mana pada tahap development support dilakukan validasi ahli UX untuk memastikan bahwa dengan UX sudah sesuai dengan prinsip-prinsip kegunaan dan kenyamanan pengguna dan evaluasi User Experience Questionnaire (UEQ) dan System Usability Scale (SUS) dengan 30 responden. Hasil UEQ menunjukkan bahwa keenam aspek UEQ dari website ini mendapatkan penilaian “Excellent”, dengan nilai rata-rata terendah sebesar 1,68, yaitu pada aspek novelty. Pengujian SUS mencapai skor 81 yang termasuk dalam kategori “Excellent” dan “Acceptable”. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode Goal-Directed Design efektif dalam menciptakan website yang memenuhi kebutuhan pengguna, meskipun perlu adanya perbaikan pada aspek novelty dan kemudahan navigasi.
Pengembangan E-Marketing Menggunakan Model Double Diamond Berbasis Web Untuk Meningkatkan Minat Konsumen di Zenitland Robbani, Zuhal; Siregar, Herbert; Nugroho, Eddy Prasetyo; Kusnendar, Jajang
Digital Transformation Technology Vol. 4 No. 2 (2024): Periode September 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v4i2.5044

Abstract

Zenitland merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang pengembangan properti. Proses bisnisnya berawal dari pemasaran melalui media iklan seperti Google dan Meta. Kemudian, konsumen yang tertarik akan menghubungi pihak Zenitland dan mengunjungi proyek hingga melakukan pembayaran. Setelah diteliti lebih lanjut, ketertarikan konsumen masih rendah sehingga jumlah orang yang survey dan melakukan pembayaran menjadi rendah. Berdasarkan masalah tersebut, peneliti akan mengembangkan website marketing dengan metode Double Diamond. Double Diamond dapat membantu dalam mengeksplorasi masalah dan mengembangkan solusi yang inovatif dengan berfokus pada pengguna. Karena itu, website yang dikembangkan akan memiliki pengalaman pengguna yang baik sehingga konsumen akan nyaman dan tertarik dengan produk yang ditawarkan. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan website, penelitian ini akan diuji menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ). UEQ dapat memberikan penilaian secara menyeluruh dengan cepat pada user experience sebuah produk. Hasil dari pengujian tersebut menunjukkan bahwa website yang dikembangkan dapat diterima dengan baik oleh calon konsumen.
Pengembangan Website Klinik Oxybaric Bintaro Center Menggunakan Metode Lean UX dan Relationship Marketing Adinda Salsabilla; Siregar, Herbert; Wahyudin, Asep; Kusnendar, Jajang
Digital Transformation Technology Vol. 4 No. 2 (2024): Periode September 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v4i2.5072

Abstract

Pemasaran merupakan strategi yang dijalankan oleh suatu bisnis untuk membangun kepercayaan pelanggan dan mempertahankan citra merek di pasar. Klinik Oxybaric Bintaro Center, sebagai penyedia layanan terapi oksigen hiperbarik (HBOT), selama ini mengandalkan strategi pemasaran dari mulut ke mulut serta penggunaan media sosial seperti Facebook dan Instagram secara terbatas, namun pendekatan tersebut belum mampu mengoptimalkan potensi promosi dan pemasaran klinik secara maksimal. Oleh karena itu, klinik berupaya memperluas jangkauan pasar, memperkuat citra merek, dan meningkatkan edukasi terkait HBOT melalui pengembangan website dengan menerapkan metode Lean User Experience (UX) dan strategi pemasaran Relationship Marketing. Metode Lean UX digunakan untuk mempercepat pengembangan website serta memungkinkan penerimaan umpan balik dari pengguna guna mengurangi risiko, sedangkan strategi Relationship Marketing diintegrasikan ke dalam konten dan fitur website untuk meningkatkan keterlibatan pengguna serta mempermudah akses terhadap layanan utama. Evaluasi tingkat kegunaan dilakukan menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS) dan User Experience Questionnaire (UEQ) dengan analisis efektivitas dan optimalisasi berdasarkan pandangan ahli. Hasil pengujian menunjukkan bahwa website memperoleh skor rerata SUS sebesar 82.5 yang termasuk dalam kategori "Excellent" dan "Acceptable", sementara skor UEQ menunjukkan tingkat "Excellent" pada lima skala —Attractiveness, Perspicuity, Efficiency, Dependability, dan Stimulation— serta "Good" pada skala Novelty, yang menunjukkan bahwa website yang dikembangkan telah memenuhi ekspektasi dan kebutuhan pengguna dengan kualitas yang sangat baik.
Mediating Role of Artificial Intelligence in Linking Self-Efficacy and Learner Performance Siregar, Herbert; Munir, Munir; Sobandi, Ade; Riza, Lala Septem; Nusratullo, Samialloi
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN MANUSIA Vol 10 No 2 (2025): Education and Human Development Journal
Publisher : Universitas Nahdatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ehdj.v10i2.7936

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) into education continues to expand, yet its effectiveness in improving learning outcomes requires further examination, particularly with regard to the role of self-efficacy in digital learning in Indonesia. This study extends Bandura’s self-efficacy construct by conceptualizing AI as a latent mediating variable functioning as an adaptive educational mechanism through feedback, personalized resources, and dynamic scaffolding. A quantitative approach was employed via an online survey conducted between February and May 2024, yielding 279 valid responses from secondary and higher education students across several Indonesian provinces. Data were analyzed using SEM-PLS with SmartPLS 3.0. The results show that self-efficacy moderately predicts AI adoption (β = 0.373), AI integration strongly predicts learning behavior and performance (β = 0.649), while the direct pathway from self-efficacy is relatively weak (β = 0.144), with the indirect pathway mediated by AI substantially stronger (mediation effect = 0.242). Theoretically, these findings enrich Bandura’s framework of self-efficacy in the context of digital learning by highlighting AI as a central mediating construct, while practically they provide implications for adaptive learning strategies, digital education policy, and technology-driven pedagogical innovation.
Aplikasi Android Home Service Sepeda Motor Berbasis Clean Architecture INDRAYADI, RIFQI FAJAR; SIREGAR, HERBERT; HAMBALI, YUDI AHMAD
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 10, No 2 (2025): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v10i2.162-179

Abstract

AbstrakDigitalisasi layanan perawatan kendaraan semakin didorong dengan perkembangan teknologi. Di Indonesia, dengan lebih dari 120 juta sepeda motor terdaftar, terdapat kebutuhan mendesak untuk solusi perawatan yang mudah diakses, namun layanan home service yang berbasis aplikasi untuk roda dua masih terbatas dan perlu dirintis. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan mengembangkan aplikasi home service sepeda motor berbasis Android. Metode Clean Architecture diimplementasikan sebagai pendekatan metodologis dengan mempertimbangkan faktor separation of concern, testability  dan maintainability. Keberhasilan fungsional aplikasi divalidasi melibatkan ahli melalui pengujian Unit dan Black Box yang keduanya mencapai 100%. Kesimpulan akhir penggunaan Clean Architecture menghasilkan sebuah Minimum Viable Product (MVP) yang modular, mudah diuji, dan dapat dipelihara. Selain itu, Clean Architecture menjanjikan rekomendasi strategis untuk pengembangan tahap produksi serta pembuktian konsep yang solid dan fundamental.Kata kunci: Android, clean architecture, home service, perawatan motorAbstractThe digitisation of vehicle maintenance services is increasingly being driven by technological developments. In Indonesia, with more than 120 million registered motorcycles, there is an urgent need for easily accessible maintenance solutions, but app-based home services for two-wheelers are still limited and need to be pioneered. This study aims to address this gap by developing an Android-based motorcycle home service app. The Clean Architecture methodology is implemented as a methodological approach, considering factors such as separation of concerns, testability, and maintainability. The functional success of the app is validated through expert testing, including Unit Testing and Black Box Testing, both of which achieved 100% success rates. The final conclusion of using Clean Architecture resulted in a modular, testable, and maintainable Minimum Viable Product (MVP). Additionally, Clean Architecture offers strategic recommendations for production-stage development and a solid, fundamental proof of concept.Keywords: Android, clean architecture, home service, motorcycle maintenance
Disruption by AI and No-Code Platforms on Traditional IT Business Models: Challenges and Entrepreneurial Opportunities Fausta, Muhamad Sabil; Siregar, Herbert; Angelica, Madelyne
International Journal of Entrepreneurship, Business, and Creative Economy Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Research Synergy Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31098/ijebce.v6i1.3450

Abstract

Disruption brought by Artificial Intelligence (AI) and No-Code/Low-Code (NCLC) platforms has significantly transformed traditional business models in the Information Technology (IT) industry. These technologies are not only reshaping software development methods but also redefining value creation frameworks and entrepreneurial trajectories. This study aims to identify key adaptation challenges and entrepreneurial opportunities resulting from these shifts. Through a systematic literature review of 22 Scopus-indexed publications, the study reveals that IT firms face critical issues including workforce reskilling, shifts in revenue models, and organizational resistance to change. Simultaneously, new opportunities arise in areas such as AI consultancy services, tailored NCLC platform development, and disruptive product innovation. By synthesizing the implications of AI and NCLC disruptions, this paper provides strategic insights for academics and practitioners seeking to navigate and leverage digital transformation in emerging digital markets, with a particular focus on small and medium-sized enterprises (SMEs) across Southeast Asia.
Migrating Monolithic to Microservices: Comparative Performance Testing Evaluation Between Architectures Wahyudin, Asep; Siregar, Herbert; Anisyah, Ani; Kusumawardani, Sekar Madu; Erlangga
Scientific Journal of Informatics Vol. 12 No. 4: November 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sji.v12i4.28499

Abstract

Purpose: Various organizations and industries have migrated their systems from previously adopting monolithic architecture to microservices architecture. One of the advantages of microservices architecture that is desired to be achieved from the migration process is the performance side. Therefore, this research aims to conducted performance testing on the system that was migrated from monolithic to microservices in the previous study. Methods: This research was conducted in several stages, such as designing and implementing software and applications, creating performance testing scenarios, executing scenario testing with load testing, stability testing (soak testing), and stress testing such as load testing, soak testing, and stress testing, and finally analyzing and reporting testing results using performance indicator in terms of response time, throughput, and error rate. Result: The test results showed a significant increase in performance before and after the migration of the monolithic system to microservices. Application response time became faster, more requests could be handled, and the failure rate experienced by the system was smaller. This shows that system performance is better with the implementation of microservices architecture. Novelty: This research presents a novelty in the form of a comparative evaluation of real deployment-based system performance between Laravel monolithic architecture and Golang gRPC-based microservices on the same application, with a seven-stage performance testing approach and the use of in-depth quantitative metrics using Apache JMeter.
The Role of Gamification Mechanisms in CRM Systems in Enhancing Customer Loyalty: A Systematic Literature Review Dioputra, Marvel Ravindra; Siregar, Herbert
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v7i3.2254

Abstract

The advancement of digital technology has prompted organizations to adopt innovative approaches to customer relationship management, notably through the integration of gamification into Customer Relationship Management (CRM) systems. This study analyzes the role of gamification mechanisms within CRM systems and their contribution to enhancing customer loyalty using a Systematic Literature Review (SLR) approach, adhering to PRISMA guidelines. The review focuses on publications retrieved from reputable scientific databases between 2020 and 2025. The literature selection process identified five primary articles demonstrating that gamification mechanisms such as points, rewards, badges, leaderboards, and challenges effectively enhance customer engagement, experience, and satisfaction within CRM systems, thereby reinforcing customer loyalty. However, the effectiveness of gamification is contingent upon the design of the mechanisms, their alignment with user characteristics, and the digital readiness of the organization. This study concludes that gamification is an effective strategy for augmenting CRM functionality to cultivate customer loyalty, provided it is implemented in an integrated and customer-experience-oriented manner.
Analisis Sistematis Dampak E-Commerce Mobile Platform terhadap Profitabilitas UMKM Digital Khairunnisa, Ratu Syahirah; Siregar, Herbert
INFOMATEK Vol 28 No 1 (2026): Juni 2026 (In Progress)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v28i1.41940

Abstract

Digitalisasi merupakan keharusan strategis bagi UMKM untuk mempertahankan resiliensi di pasar digital. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak integrasi platform mobile e-commerce terhadap profitabilitas UMKM digital. Metodologi yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA terhadap 18 studi dari basis data Scopus periode 2019-2025. Temuan menunjukkan adanya ambivalensi dampak; meskipun jangkauan pasar dan volume penjualan meningkat signifikan, hal tersebut tidak berkorelasi linier dengan pertumbuhan laba bersih. Divergensi ini dipicu oleh tingginya biaya komisi platform, inefisiensi logistik, serta keterbatasan manajemen data internal. Selain itu, transparansi harga yang tinggi memicu perang harga ekstrem yang menekan margin keuntungan. Kesimpulannya, efektivitas e-commerce sangat bergantung pada transformasi kapabilitas internal dan strategi diferensiasi produk untuk memitigasi risiko algoritme pasar. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan penetapan harga yang efektif guna menjamin keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Technopreneurship dan Transformasi Digital UMKM: Tinjauan Sistematis Tentang Penerapan AI dalam Pengambilan Keputusan Bisnis Julianti, Amelia Zalfa; Siregar, Herbert
INFOMATEK Vol 28 No 1 (2026): Juni 2026 (In Progress)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v28i1.39288

Abstract

Transformasi digital melalui Artificial Intelligence (AI) telah menjadi kebutuhan mendesak bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing di tengah dinamika pasar global. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis penerapan AI dalam mendukung technopreneurship dan pengambilan keputusan bisnis strategis pada UMKM. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, menganalisis 57 artikel terpilih dari basis data Scopus dan Google Scholar yang diterbitkan hingga tahun 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi AI pada UMKM telah bergeser dari sekadar alat otomatisasi menuju mitra strategis, terutama dengan munculnya Generative AI dan Strategic Intelligence yang mendominasi tren publikasi 2024-2025. Temuan mengungkapkan bahwa model pengambilan keputusan paling efektif adalah simbiosis antara kecerdasan buatan dan intuisi manusia (Human-AI Symbiosis), yang terbukti meningkatkan efisiensi pembiayaan, mempercepat inovasi produk, dan memperkuat ketahanan rantai pasok melalui integrasi Blockchain. Hambatan utama adopsi kini bergeser dari kendala biaya menjadi isu kesiapan data dan kesenjangan keterampilan digital. Dapat disimpulkan bahwa AI membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk mengakses strategi bisnis modern yang sebelumnya sulit dijangkau. Oleh karena itu, pemilik UMKM perlu memprioritaskan dua hal, yaitu membangun organisasi yang siap menggunakan data dan memimpin dengan etika untuk menghindari bias teknologi. Langkah ini juga krusial untuk mendorong terciptanya bisnis berbasis teknologi yang berkelanjutan.