Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Deep Reinforced Model dan Rules-Based untuk Peringkasan Kalimat Bahasa Indonesia Yuniarti Musa'adah; Yudi Wibisono; Yaya Wihardi
Jurnal Linguistik Komputasional Vol 3 No 2 (2020): Vol. 3, No. 2
Publisher : Indonesia Association of Computational Linguistics (INACL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jlk.v3i2.34

Abstract

The development of technology has an impact on increasing the amount of information released the difficulty of getting information efficiently. This was strengthened by the online media Kapanlagi who claimed to make about 500 news articles per day. Therefore, this study is expected to be able to produce more and provide information in a shorter form so that it requires less time to understand information contained. This study is focused on sentences compression using Deep Reinfoced Model and Rules-Based. Deep Reinforced Model implements the Encoder Decoder algorithm and Long Short Term Memory while Rules-Based is a method for solving problems with rules that are based on knowledge. The data used in this study amounted to 1200 sentences with 3300 tokens. The results obtained from this study are sentence compression using Rules-Based method is produce a better summary seen from the value of Rouge, Rouge-1 of 49.71, Rouge-2 of 33.27, and Rouge-L of 54.33 than the summary produced by Deep Reinfoced Model with a value of Rouge-1 of 14.44, Rouge-2 of 2.82, and Rouge-L of 18.23. In addition, this study also produced a sentences compression dataset that can be used for further study.
PENGEMBANGAN FRAMEWORK MOBILE LEARNING PADA PERTANIAN SAYURAN Erlangga Erlangga; Herbert Siregar; Yaya Wihardi
Jurnal Computech & Bisnis (e-Journal) Vol 13, No 2 (2019): Jurnal Computech & Bisnis
Publisher : STMIK Mardira Indonesia, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1391.864 KB) | DOI: 10.55281/jcb.v13i2.200

Abstract

In vegetable production, farmers face many obstacles, such as the problems related to seeds, pest and disease control, commodity prices, and marketing of produces. There is almost no useful information and technology easily accessible to improve the situation. With the better penetration of the Internet to the villages and the wide availability of inexpensive mobile devices, mobile learning provides a good solution. This study is aimed to create a mobile learning framework that provides information and interactive communication about vegetable production needed by farmers. The method used was instructional design of ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Usability surveys of the proposed prototype to farmers, extension agents (field technical assistants), and researchers, result in 79.4%, 87.3%, and 87% satisfaction testing, respectively, in information needs fulfillment. Summative Testing in the aspect of User Acceptance Testing of validity and reliability indicated that the prototype could be used by farmers. Based on the assessment by experts, 87.3% of them agreed that the mobile learning framework for vegetable farming could provide learning information about vegetable production. Keywords: Mobile Learning, Mobile Learning Framework, Mobile Learning Agriculture, ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation)DOI: http://doi.org/10.5281/zenodo.3631040
Temu Kembali Citra Berbasis Konten Pada Citra Lintas Domain Yaya Wihardi; Herbert Siregar; Ali Mulyawan
Jurnal Computech & Bisnis (e-Journal) Vol 12, No 1 (2018): Jurnal Computech & Bisnis
Publisher : STMIK Mardira Indonesia, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55281/jcb.v12i1.169

Abstract

This research aimed to develop a cross domain content based image retrieval system by using Histogram of Oriented Gradient (HoG) features. To compute visual similarity, we use Gaussian Approximation for Fast Image Similarity (GAFIS), Online Algorithm for Scalable Image Similarity Learning (OASIS), and Hybrid method that combine both of GAFIS and OASIS. The results show that the hybrid method outperforms the others, it is because the methods could extract uniqueness of each image query and image database by utilizing Gaussian parameters from negative-set and combine it with OASIS parameters Keywords : Image Retrieval, CBIR, Gaussian Approximation, OASIS.
KLASIFIKASI KOMENTAR SPAM PADA YOUTUBE MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES, SUPPORT VECTOR MACHINE, DAN K-NEAREST NEIGHBORS . Burhanudin; Yunarti Musa'adah; Yaya Wihardi
JURNAL INFORMATIKA DAN KOMPUTER Vol 3, No 2 (2018): SEPTEMBER - JANUARI 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Teknologi Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.608 KB) | DOI: 10.26798/jiko.v3i2.139

Abstract

Social mediabecome popular in this day. Sharing the daily moments in social media has become a daily routine. People can also discuss about the post in the existing comment field. For example a comment on Youtube video. But the popularity of social media bring some problems with attracting users who spread spam content on comments. In this research, will be discussed about the classification of spam comments on Youtube with several methods tested. The dataset contains 1956 data,that used to train data. The result of model evaluation using cross validation resulted Support Vector Machine method with Linear approach has highest accuracy equal to 91,92%. Expectedby this research can provide solutions as an effort to prevent spam content in social media comment field..
Smart Classroom System (SCS) Berbasis Kamera Untuk Memantau Keadaan Peserta Didik Yaya Wihardi; Enjun Junaeti; Wawan Setiawan; Wahyudin Wahyudin; Erlangga Erlangga
INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS : Journal of Information System Vol 6 No 1 (2021): INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS (Desember 2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51211/isbi.v6i1.1771

Abstract

Sistem pendidikan di abad 21 harus didukung sepenuhnya oleh penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Hal ini mendorong berbagai pihak untuk berlomba-lomba membangun fasilitas pendidikan berbasis TIK. Pada penelitian ini dikembangkan smart classroom system (SCS), yaitu ruang kelas cerdas yang mampu melihat dan mengamati keadaan peserta didik secara visual layaknya manusia. Melalui SCS ini pendidik dapat meningkatkan pencapaian tujuan pembelajaran melalui umpan balik yang diberikan oleh sistem. SCS dikembangkan berdasarkan pendekatan pendeteksian wajah menggunakan sensor kamera berbantuan model deep super resolution untuk meningkatkan kualitas citra. Melalui sistem ini dapat dilakukan proses pencatatan kehadiaran secara otomatis, pemantauan ekspresi wajah, dan deteksi atensi yang dapat digunakan sebagai umpan balik bagi pendidik selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu SCS juga dapat menyimpan data video pembelajaran dalam jumlah yang besar, sehingga di kemudian hari dapat dilakukan analisis big-data untuk menemukan pola-pola aktifitas yang sebelumnya tidak diketahui dan tidak teramati oleh manusia secara manual.
PENGEMBANGAN FRAMEWORK MOBILE CLOUD COMPUTING DALAM MOBILE LEARNING SYSTEM UNTUK MENYEDIAKAN VIDEO LEARNING RESOURCES MATERIAL Erlangga Erlangga; Wahyudin Wahyudin; Yaya Wihardi
INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS : Journal of Information System Vol 6 No 1 (2021): INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS (Desember 2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51211/isbi.v6i1.1755

Abstract

Dalam proses pembelajaran yang menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai sarana utamanya, ketersediaan bahan ajar multimedia sangat dibutuhkan, salah satunya bahan ajar dalam bentuk video. Sementara para pengajar umumnya memiliki keterbatasan dalam menciptakan bahan ajar dalam bentuk video, baik keterbatasan keterampilan maupun sumber daya. Model pemanfaatan bahan ajar seperti Reusable Learning Objects (RLOs), Open Educational Resources (OER), dan Massive Open Online Courses (MOOCs) telah diusulkan oleh para peneliti sebelumnya untuk membantu memperoleh bahan ajar, tetapi model tersebut umumnya menyediakan bahan ajar yang diperoleh dari lembaga-lembaga pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangan framework mobile cloud computing dalam mobile learning system untuk menciptakan sebuah sistem yang dapat membantu pengajar dalam memperoleh bahan ajar video dari situs penyedia video seperti Youtube, Dailymotion, Showme, Vimeo dan lain-lain untuk pembelajaran tingkat dasar, menengah, atas dan perguruan tinggi. Metode yang digunakan ialah Mobile Development Life Cycle (MDLC). Hasil implementasi framework telah terbukti dapat menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan. Para pengajar dari beberapa universitas, Hasil pengujian aplikasi cloud menunjukkan 79,5%, sedangkan hasil pengujian fungsional 75,65% dan pengujian expert 81,5% keseluruhan hasil pengujian menujukan bahwa hasil implementasi framework tersebut dapat menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi mobile learning berbasis cloud ini mampu memberikan manfaat kepada siswa dalam menyediakan video pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pengembangan Framework Smart Mobile Cloud Learning System Untuk Pendidikan Pembelajaran Cerdas Menuju Smart Learning Environment Erlangga Erlangga; Wahyudin Wahyudin; Yaya Wihardi
INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS : Journal of Information System Vol 6 No 2 (2022): INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS (Juni 2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51211/isbi.v6i2.1773

Abstract

Abstrak: Pembelajaran telah berkembang secara signifikan, menciptakan beberapa tantangan bagi sistem pendidikan tradisional. Pergeseran paradigma dalam pendidikan ini sudah dekat dan sejak itu menarik banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir, sebagai upaya untuk menjembatani kesenjangan teknologi di sektor pendidikan. Penelitian ini mencoba untuk mengembangkan framework smart mobile cloud learning system berdasarkan intelligent learning model untuk pendidikan pembelajaran cerdas, berdasarkan desain, pengembangan, dan pengujian sistem pembelajaran berbasis mobile cloud. Sistem ini dapat memberikan pembelajaran cerdas kapan saja-di mana saja yang disesuaikan dengan individu, dan disampaikan melalui perangkat mobile pribadi. Penelitian ini membahas mobile cloud-education – sebuah penelitian mutakhir baru di bidang smart learning system, berdasarkan desain, pengembangan, dan pengujian framework smart mobile cloud learning system. Sistem ini dapat memberikan pembelajaran cerdas kapan saja-di mana saja yang disesuaikan dan disesuaikan dengan individu, dan disampaikan melalui perangkat portabel pribadi. Pengujian awal sistem mengungkapkan efektivitasnya dalam mendukung proses pengajaran dan pembelajaran. Kata kunci: Framework Smart Mobile Cloud Learning System, Intelligent Learning Model, Smart Learning Environment, Mobile Learning, Cloud Learning Abstract: Learning has evolved significantly, creating several challenges for traditional education systems. This paradigm shift in education is imminent and has since attracted much attention in recent years, as an attempt to bridge the technology gap in the education sector. This study tries to develop a smart mobile cloud learning system framework based on intelligent learning models for intelligent learning education, based on the design, development, and testing of mobile cloud-based learning systems. This system can provide intelligent anytime-anywhere learning tailored to the individual, and delivered via personal mobile devices. This study discusses mobile cloud-education – a new cutting-edge research in the field of smart learning systems, based on the design, development, and testing of a smart mobile cloud learning system framework. This system can provide intelligent anytime-anywhere learning that is tailored and tailored to the individual, and delivered via personal portable devices. Initial testing of the system reveals its effectiveness in supporting the teaching and learning process. Keywords: Framework Smart Mobile Cloud Learning System, Intelligent Learning Model, Smart Learning Environment, Mobile Learning, Cloud Learning
The Development of Foodivity Interactive as an Interactive Multimedia to Improve Students’ Understanding of Food Nutrition Topic Sulistinayah Suwaka Putri; Ari Widodo; Yaya Wihardi
Journal of Science Learning Vol 5, No 3 (2022): Journal of Science Learning
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jsl.v5i3.38032

Abstract

The pandemic of COVID-19 has affected the education sector. All school access is restricted, transforming education into distance learning. This encourages educators to explore alternative methods for improving students' understanding. Interactive multimedia is a method of learning media that can promote efficiency, motivation, and student understanding of subjects. This research aims to measure the students' understanding of nutrition by developing festivity interactive as interactive multimedia. A pre-experimental one-group pretest-post-test design was adopted. Developing multimedia using the instructional design process ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement, and Evaluate). The research subject was 53 junior high school students in West Java, more precisely in two locations, Sukabumi and Kuningan. The instrument consisted of an expert judgment rubric, a student questionnaire, and a multiple-choice objective test with pretest and post-test. The V Aiken index shows an average validation of 0.8125, indicating that the media is valid and can be used. Students responded positively to the questionnaire by a percentage of 93.01 percent. Based on the analysis, the N-gain value on students' understanding is 0.35. This indicates increased students’ expert judgments in the moderate improvement category between the pre-and post-tests. The hypothesis test establishes that hypothesis H1 is acceptable, showing a significant difference between pre-and post-tests. These results indicate that using Foodivity Interactive as an Interactive Multimedia can enable students’ understanding of nutrition topics.
Using Rule-based Procedural Content Generation to Generate Students Cognitive and Affective Ability in Game Teaching Enjun Junaeti; Dicky Kurniawan; Yaya Wihardi; Siti Fatimah; Rasim Rasim; Jajang Kusnendar
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 27, No 1 (2022): JPMIPA: Volume 27, Issue 1, 2022
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v27i1.52943

Abstract

Permainan mengajar merupakan sebuah permainan kategori simulasi dimana user bertindak sebagai seorang guru yang mengajar di kelas virtual dengan kondisi yang dibuat semirip mungkin dengan keadaan riil kondisi pembelajaran di kelas. Kenaikan kemampuan kognitif dan afektif siswa yang dipandang sebagai bagian dari indikator dalam menilai performa kemampuan guru dalam mengajar menjadi suatu factor penting dalam pengembangan game teaching. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kondisi kemampuan kognitif dan afektif siswa virtual pada awal simulasi pembelajaran dengan menggunakan metode rule-based procedural content generation. Data awal diperoleh dari kuisioner yang diberikan baik kepada guru maupun kepada siswa untuk memperoleh gambaran kondisi kemampuan kognitif dan afektif siswa diawal pembelajaran. Selanjutnya kondisi kognitif dan afektif siswa yang dibangun diimplementasikan pada suatu game teaching untuk memperbesar tingkat kesamaan kondisi real dan kondisi pada kelas virtual. Game Teaching kemudian diujicobakan kepada mahasiswa Pendidikan untuk diminta tanggapannya melalui Game Experience Questionnaire. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa Game Teaching yang menggunakan Rule-Based Procedural Content Generation memiliki poin penilaian lebih dibandingkan dengan Game Teaching yang tidak menggunakan Rule-Based Procedural Content Generation.
Pengembangan Aplikasi Indeks Pembangunan Desa Berbasis WebGIS dan Evaluasi Penerapan Menggunakan Metode PIECES Sita Kartina Zulkhizah; Novi Sofia Fitriasari; Yaya Wihardi
JATIKOM: Jurnal Aplikasi dan Teori Ilmu Komputer Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jatikom.v1i2.25188

Abstract

Dalam proses pemberdayaan desa di Kabupaten Garut terdapat masalah yang harus diselesaikan yaitu kesulitan dalam penyebaran informasi desa sehingga dalam menentukan wilayah desa yang sesuai dengan potensi desa yang akan diberdayakan sulit. Penelitian ini dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan menerapkan hasil evaluasi menggunakan metode PIECES melalui kuisioner dengan aspek performance, information, economy, control, efficiency dan service terhadap aplikasi IPD yang akan dikembangkan. Aplikasi IPD dibangun dengan fitur pengolahan data mengenai informasi desa yang berfungsi untuk menghitung data indeks desa, dan penyebaran data potensi. Metode perhitungan IPD yang digunakan dalam aplikasi menghasilkan klasifikasi desa ke dalam 3 bagian dengan hasil nilai persentase yaitu 3.6% Desa tertinggal, 90.5% Desa berkembang, dan 5.9% Desa mandiri. Hasil dari perhitungan tersebut kemudian divisualisasikan ke dalam WebGIS dengan fitur informasi wilayah beserta potensi desanya. Penerapan aplikasi IPD kemudian dievaluasi kembali menggunakan metode PIECES untuk mengukur kualitas sistem, sehingga penerapan teknologi informasi dalam proses pemberdayaan ini dapat dimaksimalkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Persentase nilai evaluasi menunjukkan sebelum adanya sistem adalah 40.6% sedangkan setelah penerapan sistem yaitu 74.93%, untuk nilai perbandingan keduanya menghasilkan nilai evaluasi kualitas sistem dengan peningkatan sebesar 34.68%.