Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENDAMPINGAN PERENCANAAN PEKERJAAN JALAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN JAYENGAN KECAMATAN SERENGAN KOTA SURAKARTA Teguh Yuono; Erni Mulyandari
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 01 (2021): Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v1i01.1224

Abstract

Kelurahan Jayengan merupakan salah satu kelurahan di wilayah Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kelurahan tersebut memiliki tingkat kepadatan 136,31 orang/Ha. Seiring dengan bertambahnya kepadatan penduduk maka pembangunan infrastruktur juga harus ditingkatkan. Pembangunan yang dimaksud salah satunya adalah pembangunan jalan lingkungan. Pembangunan jalan di beberapa titik lokasi Kelurahan Jayengan dianggap perlu karena kondisi eksisting jalan telah banyak yang rusak dan ketika hujan menyebabkan genangan yang secara tidak langsung membuat pengguna jalan menjadi tidak nyaman. Selain itu kontruksi jalan yang ada dianggap tidak memenuhi standar yang berlaku sehingga perlu adanya pendampingan dalam proses perencanaan jalan lingkungan guna meminimalisir kegagalan fungsional. Tahapan yang dilakukan pada pendampingan kali ini meliputi tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Pada kegiatan persiapan dilakukan diskusi dan koordinasi dengan perangkat kelurahan terkait guna memberikan masukan yang bersifat membangun untuk kegiatan ini sedangkan pada tahap pelaksanaan dilakukan pengukuran sampai dengan penggambaran detail desain guna memperkirakan besarnya anggaran biaya untuk pekerjaan jalan lingkungan di Kelurahan Jayengan. Berdasarkan hasil pendampingan dapat diketahui bahwa besarnya dana untuk pekerjaan jalan lingkungan di Kelurahan Jayengan adalah sebesar Rp 157.100.000,00. Hasil analisa biaya tersebut untuk selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
PENDAMPINGAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN PELEBARAN JEMBATAN BIBIS LUHUR RW 022 NUSUKAN BANJARSARI SURAKARTA Reki Arbianto; Teguh Yuono; Tri Hartanto; Rasyiid Lathiif Amhudo; Gunarso Gunarso
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2021): Juli 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v1i02.1448

Abstract

Bibis Luhur merupakan salah satu kampung di kelurahan Nusukan, kecamatan Banjarsari, kota Surakarta. Kampung Bibis Luhur terdapat sebuah jembatan tepatnya di RW 022 yang menghubungkan antar RW. Kondisi jembatan sekarang ini dirasakan sudah sempit karena pertumbuhan jumlah kendaraan dan lalu lintas harian yang melaluinya. Oleh sebab itu dengan dorongan dari masyarakat warga RW 022 maka jembatan ini akan diperlebar, untuk menunjang aktifitas warga sekitar. Tahapan yang dilakukan pada pendampingan kali ini dibagi menjadi 2 tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Pada kegiatan persiapan dilakukan diskusi dan koordinasi dengan perangkat kampung Bibis Luhur RW 022 dan warga sekitar guna memberikan masukan yang bersifat membangun untuk kegiatan ini sedangkan pada tahap pelaksanaan dilakukan pengukuran sampai dengan penggambaran detail desain guna memperkirakan besarnya anggaran biaya untuk pekerjaan pembangunan pelebaran jembatan Bibis Luhur RW 022, Kel. Nusukan, Kec. Banjarsari Surakarta. Berdasarkan hasil pendampingan dihasilkan gambar struktur dan Rencana Anggaran Biaya untuk pembangunan pelebaran jembatan Bibis Luhur RW 022, Kel. Nusukan, Kecamatan Surakarta adalah sebesar Rp 20.300.000,00. Hasil detail desain dan analisa biaya tersebut untuk selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
EVALUASI KINERJA SISTEM IRIGASI WADUK CENGKLIK TEGUH YUONO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi semua makhluk hidup. Ketersediaan air dalam kualitas yang baik dan kuantitas yang memadai merupakan hal yang mutlak diperlukan. . Pada musim penghujan, debit air yang sangat besar menjadi penyebab bencana banjir; sedangkan pada musim kemarau, debit air yang kecil menjadi penyebab kekeringan. Belajar dari kondisi alam seperti ini, manusia berusaha mencari cara untuk mengatur ketersediaan air, salah satunya adalah dengan membangun waduk. Agar waduk dapat selalu memberikan layanan yang  sesuai dengan yang direncanakan maka dibutuhkan pemeliharaan yang baik pada setiap aspek. Salah satu waduk yang berfungsi sebagai penampung air untuk keperluan  irigasi adalah waduk Cengklik yang berada di Kabupaten Boyolali Propinsi  Jawa Tengah. Umur waduk sekarang ini telah mencapai 89 tahun. Walaupun volume tampungannyu berkurang karena adanya sedimentasi tapi menurut pemeriksaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa laju sedimen waduk relatif kecil. Pengelolaan lahan  di kawasan DAS Waduk Cengklik yang baik, membantu mengurangi masuknya sedimen ke waduk sehingga tidak menjadi kendala operasional waduk.
PENGATURAN PEMANFAATAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN JALAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN TEGUH YUONO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan nasional ditujukan guna meningkatkan taraf kehidupan masyarakat secara adil dan merata. Untuk mewujudkannya maka pemanfaatan  kekayaan sumber daya alam yang dimiliki negara harus dilakukan secara bijaksana dan berkelanjutan. Salah satu prasarana utama adalah diperlukannya pembangunan jalan, karena fungsinya yang vital yaitu sebagai penghubung  antar wilayah yang  pada akhirnya perekonomian dapat bergerak ke arah yang lebih baik. Pembukaan jalan baru juga dimaksudkan memperpendek dan mempercepat jarak perjalan. Pelebaran jalan, pengembangan jalan dan pembangunan jalan baru membutuhkan lahan yang tidak sedikit, diperlukan pengaturan lahan sehingga tidak mengganggu ekosistem dan keseimbangan alam. Pengunaan lahan untuk pengembangan atau pembuatan jalan baru yang merupakan fasilitas layanan umum untuk masyarakat dalam meningkatkan perekonomian dan transportasi juga harus dilakukan dengan mentaati pengaturan tata ruang wilayah yang ada, sehingga menghindarkan alih fungsi lahan  yang kurang tepat misal alih fungsi lahan dari yang produktif/lahan pertaniaan lestari dan kawasan lindung menjadi jalan.
EVALUASI KUAT TEKAN JALAN BETON YANG POLA PEMBANGUNANNYA DENGAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TEGUH YUONO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 21 No. 25 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan jalan berguna bagi masyarakat untuk menghubungkan antar wilayah, mempermudah pengiriman hasil-hasil produksi ke pasar, meningkatkan jasa pelayanan sosial, kesehatan dan pendidikan. Kerusakan jalan yang terjadi dapat mengganggu terlaksana fungsi pelayanan jalan dan menimbulkan kerugian bagi pengguna jalan seperti: waktu tempuh lebih lama, kenyamanan terganggu, kecelakaan dan lain sebagainya. Salah satu pola pembangunan dilaksanakan dengan pemberdayaan masyarakat, dimana dengan partisipatif dari masyarakat diharapkan hasil pekerjaan pembangunan menjadi lebih baik dan efisien. Pada kenyataannya ditemukan jalan yang sudah mengalami kerusakan sebelum umur layan habis. Untuk itu diperlukan identifikasi kerusakan jalan beton yang telah dibangun sehingga didapatkan solusi yang tepat untuk perbaikannya.Tahapan penelitian ini meliputi : penentuan dimensi jalan beton dan dimensi slab beton dengan pengukuran, identifikasi kerusakan jalan dengan observasi langsung di lokasi, dilanjutkanevaluasi kualitas perkerasan beton dengan hammer test. Hasil penelitian menemukan 10 tipe kerusakan jalan beton, meliputi : penurunan atau patahan (settlement atau faulting), pelat terbagi (divided slab), retak sudut (corner cracking), retak memanjang (longitudinal cracking), retak melintang (transversal craking), kerusakan penutup sambungan (joint seal damage), gompal sambungan (spalling joint), lepasnya agregat (scaling), agregat licin (polished aggregate), pemompaan (pumping). Hasil hammer test menyatakan bahwa kuat tekan perkerasan beton rata-rata yang dihasilkan bermutu rendah, yaitu 123,10 kg/cm2. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan  bahwa salah satu faktor penyebab kerusakan jalan beton yaitu kualitas beton yang rendah.
KAJIAN PENGGUNAAN DATA HUJAN SATELIT TRMM UNTUK PERENCANAAN TALANG AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI NGARUM Teguh Yuono; Erni Mulyandari
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v26i1.1243

Abstract

Perencanaan talang air umumnya berada di daerah pinggiran yang aksesnya sulit dijangkau belum lagi jika dilihat dari sulitnya memperoleh data sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan besarnya perencanaan dimensi talang air dengan menggunakan data hujan manual dan data hujan satelit (TRMM). Hal tersebut berguna ketika nanti perencanaan tidak tersedia data hujan manual. Tahap pertama diawali dengan melakukan uji kepanggahan data hujan manual kemudian mendownload data hujan satelit. Data hujan satelit sengaja tidak dilakukan validasi. Data hujan harian memiliki korelasi 0,22 sedangkan untuk data hujan setengah bulanan memiliki korelasi 0,59 sehingga dipilih analisis dengan menggunakan data hujan satelit setengah bulanan. Kemudian dicari besarnya kebutuhan air irigasi dan didapat nilai korelasi antar keduanya adalah 0,93 yang berarti hubungan antar keduanya adalah sangat kuat. Talang air yang direncanakan diambil dengan dimensi paling kecil karena besarnya debit yang dibutuhkan hanya berkisar 0,10 m3/d yaitu b= 0,5 m dan h = 0,5 m. Berdasarkan dimensi talang air tersebut besarnya anggaran biaya yang dibutuhkan adalah sekitar Rp 35,934,545.52.
EVALUASI DAN PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PERKOTAAN : Studi Kasus Jalan Kapten Mulyadi Kabupaten Karanganyar Vicky Yoga Arisma; Erni Mulyandari; Teguh Yuono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v27i1.1645

Abstract

Permasalahan yang ada pada Jalan Kapten Mulyadi yaitu munculnya genangan air ketika hujan turun. Hal tersebut terjadi akibat perubahan tata guna lahan dan kondisi eksisting saluran drainase yang ada tidak berfungsi secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya genangan, menghitung kapasitas saluran drainase eksisting, dan merencanakan ulang dimensi saluran drainase di lokasi tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yaitu dengan melakukan survei terlebih dahulu di lokasi penelitian kemudian menganalisis data yang diperoleh dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa penampang saluran drainase eksisting kurang memadai atau terlalu kecil sehingga perlu dilakukan perencanaan ulang agar saluran mampu menampung debit limpasan air hujan dan air dari perumahan sekitar sehingga tidak menimbulkan terjadinya genangan ataupun banjir. Adapun hasil perencanaan dimensi saluran drainase yang baru dengan menggunakan debit banjir kala ulang 25 tahun adalah sebagai berikut, nilai tinggi muka air dari dasar saluran (y) = 0,25 m; lebar saluran (b) = 0,50 m; dan tinggi saluran (H) = 0,45 m.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS MASYARAKAT KAMPUNG BIBISLUHUR KOTA SURAKARTA Teguh Yuono; Reki Arbianto
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 9: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i9.1275

Abstract

Kampung Bibisluhur RW 022 merupakan bagian wilayah Kelurahan Nusukan Kota Surakarta, dengan kondisi geografis yang yang naik dan turun seperti perbukitan. Kemiskinan merupakan masalah utama yang dihadapi oleh warga masyarakat Kampung Bibisluhur terlebih di masa pandemi Covid-19. Kondisi infrastruktur permukiman berupa jalan lingkungan dan saluran drainase sebagian besar mengalami kerusakan, dikarenakan usianya sudah tua. Bidang permukiman/perumahan masih ada warga masyarakat yang menempati rumah tidak layak huni. Pemerintah Kota Surakarta mendorong penyelesaian persoalan di lakukan secara partisipatif oleh seluruh warga Rukun Warga dengan menyusun Rencana Strategis Masyarakat (Renstramas) jangka waktu 5 tahun. Sumber masalah dipetakan dalam lima hal mendasar yaitu: pendidikan, kesehatan, ekonomi, permukiman dan infrastruktur. Renstramas yang tersusun diharapkan pelaksanaan pembangunan dapat berkelanjutan sehingga percepatan penanggulangan kemiskinan dapat diwujudkan. Tahapan yang dilakukan dalam pendampingan meliputi tahap pertama identifikasi persoalan dengan diskusi, tahap kedua pengukuran lapangan dan observasi, tahap ketiga penyusunan dokumen. Hasil pendampingan dapat diketahui bahwa besarnya rencana anggaran biaya untuk pekerjaan jalan lingkungan sebesar Rp 803.500.000,-, untuk pekerjaan saluran drainase sebesar Rp 287.754.000,- Sedangkan untuk perbaikan 43 unit rumah tidak layak huni sebesar Rp 1.230.000.000,- Hasil analisa biaya tersebut untuk selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan pekerjaan.
ANALISIS PEMANFAATAN PASIR PANTAI SADRANAN SEBAGAI BAHAN TAMBAH CAMPURAN (AC-BC) TERHADAP SIFAT MARSHALL Aldo Rafianto; Teguh Yuwono; Sumina
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v27i2.2158

Abstract

Indonesia adalah negara berkembang yang sedang berevolusi menjadi negara maju. Indonesia memiliki jumlah penduduk terbanyak ke-empat di dunia. Pasir Pantai merupakan salah satu jenis agregat alami yang belum banyak dimanfaatkan secara maksimal dalam lingkup konstruksi, Yogyakarta adalah salah satu daerah yang memiliki banyak pantai salah satunya adalah Pantai Sadranan, peneliti melakukan pengkajian secara teknis di laboratorium terhadap pasir pantai sebagai bahan tambah campuran AC-BC. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Perkerasan Jalan Raya, Teknik Sipil Universitas Tunas Pembangunan Surakarta dengan menggunakan variasi kadar aspal sebesar 4%, 5% dan 6% dan variasi prosentase campuran pasir pantai sebesar 0%, 15%, 30%, dan 45% dari berat total agregat halus. Setelah sampel selesai dibuat, kemudian dilakukan pengujian sifat Marshall untuk mengetahui Stabilitas, VIM, VMA, VFB dan dilakukan perhitungan aspek ekonomis Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pasir pantai terhadap campuran AC-BC dengan penggunaan Kadar Aspal Optimum (KAO) senilai 5% dan Proporsi Pasir Pantai Optimum (PPPO) senilai 15% . Penggunaan (KAO 5%) dan (PPPO 15%) mempengaruhi Sifat Marshall, dan Aspek Ekonomis, yaitu mempunyai nilai stabilitas tertinggi serta penurunan harga yang cukup efisien. Sifat Marshall yang didapatkan adalah sebagai berikut, Stabilitas = 1739,86 kg, VIM = 4,33 %, VMA = 16,87 %, dan VFB = 74,80. Aspek Ekonomis yang didapatkan yaitu terjadi penurunan anggaran, dibuktikan dengan AHSP yang menggunakan tambahan pasir pantai sebesar 15% diperoleh harga senilai Rp 1.424.006,76/m3 sedangkan AHSP dengan pasir sungai diperoleh harga senilai Rp 1.470.899,43/m3. Maka penggunaan pasir menyebabkan penurunan anggaran senilai Rp 46.892,67/m3 atau 0,032% dari harga menggunakan pasir sungai
ANALISIS PEMANFAATAN PASIR PANTAI SADRANAN SEBAGAI BAHAN TAMBAH CAMPURAN (AC-BC) TERHADAP SIFAT MARSHALL Aldo Rafianto; Teguh Yuwono; Sumina
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v27i2.2158

Abstract

Indonesia adalah negara berkembang yang sedang berevolusi menjadi negara maju. Indonesia memiliki jumlah penduduk terbanyak ke-empat di dunia. Pasir Pantai merupakan salah satu jenis agregat alami yang belum banyak dimanfaatkan secara maksimal dalam lingkup konstruksi, Yogyakarta adalah salah satu daerah yang memiliki banyak pantai salah satunya adalah Pantai Sadranan, peneliti melakukan pengkajian secara teknis di laboratorium terhadap pasir pantai sebagai bahan tambah campuran AC-BC. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Perkerasan Jalan Raya, Teknik Sipil Universitas Tunas Pembangunan Surakarta dengan menggunakan variasi kadar aspal sebesar 4%, 5% dan 6% dan variasi prosentase campuran pasir pantai sebesar 0%, 15%, 30%, dan 45% dari berat total agregat halus. Setelah sampel selesai dibuat, kemudian dilakukan pengujian sifat Marshall untuk mengetahui Stabilitas, VIM, VMA, VFB dan dilakukan perhitungan aspek ekonomis Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pasir pantai terhadap campuran AC-BC dengan penggunaan Kadar Aspal Optimum (KAO) senilai 5% dan Proporsi Pasir Pantai Optimum (PPPO) senilai 15% . Penggunaan (KAO 5%) dan (PPPO 15%) mempengaruhi Sifat Marshall, dan Aspek Ekonomis, yaitu mempunyai nilai stabilitas tertinggi serta penurunan harga yang cukup efisien. Sifat Marshall yang didapatkan adalah sebagai berikut, Stabilitas = 1739,86 kg, VIM = 4,33 %, VMA = 16,87 %, dan VFB = 74,80. Aspek Ekonomis yang didapatkan yaitu terjadi penurunan anggaran, dibuktikan dengan AHSP yang menggunakan tambahan pasir pantai sebesar 15% diperoleh harga senilai Rp 1.424.006,76/m3 sedangkan AHSP dengan pasir sungai diperoleh harga senilai Rp 1.470.899,43/m3. Maka penggunaan pasir menyebabkan penurunan anggaran senilai Rp 46.892,67/m3 atau 0,032% dari harga menggunakan pasir sungai