Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Negosiasi Identitas Pada Pasangan Suami Istri Beda Agama Larasati, Maria Jessica; Mahadian, Adi Bayu; Pradana, Yoka
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena pernikahan beda agama di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, hal tersebut menimbulkankomentar pro dan kontra dari masyarakat terkait isu pernikahan beda agama di Indonesia. Sehingga tujuan padapenelitian ini yaitu negosiasi identitas pada pasangan suami istri beda agama dalam upaya mereka mempertahankanhubungan pernikahan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatanfenomenologi. Pengumpulan data telah dilakukan pada Maret 2024 hingga Mei 2024 melalui observasi danwawancara mendalam dengan tiga pasangan informan kunci dan beberapa informan pendukung yang dipilihberdasarkan purposeful sampling. Hasil temuan penelitian memperlihatkan bahwa ketiga pasangan memiliki prosesnegosiasi identitas yang berbeda-beda. Terdapat pasangan melakukan pemahaman pengetahuan identitas yangdidapatkan dari pengalaman berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki agama berbeda termasuk ahli-ahli agama.Pasangan juga telah merasakan kesadaran yang tinggi dan proses penerimaan akan perbedaan agama dalam pernikahanmereka karena adanya pengetahuan yang mereka punya sehingga hal tersebut menjadi pedoman bagi mereka untukmempertahankan pernikahan. Setelah melalui kedua proses tersebut dua dari tiga pasangan dapat berhasil bernegosiasimengenai identitas dan meraih pemahaman yang sama dalam pernikahan mereka. Sedangkan terdapat pasanganmemiliki kondisi yang berbeda karena dari awal mereka tidak memahami agama pasangannya dan hanya berfokuspada diri masing-masing. Kata Kunci-negosiasi identitas, pernikahan beda agama, pasangan suami istri.
Representasi Femininitas Shasa Zhania Di Media Sosial Tiktok Putri, Aprilia Permata; Nugrahani, Rah Utami; Pradana, Yoka
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Femininitas merupakan kata yang identik dengan perempuan, sering kali diartikan sebagai kondisi menjadiperempuan. Media sosial TikTok dengan pengguna yang didominasi oleh perempuan kini menjadi wadahmengekspresikan femininitas cenderung dikonstruksi oleh Influencer. Metode yang digunakan adalah SemiotikaRoland Barthes dengan data primer yaitu lima konten paling popular dan menunjukkan ketiga aspek femininitasBartky yaitu bentuk tubuh, sikap, dan penampilan. Tujuan penelitian adalah untuk memahami dan menganalisis tandatandadan simbol dalam konten Media Sosial TikTok Shasa Zhania yang merepresentasikan femininitas. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa konten Shasa Zhania merepresentasikan ketiga praktik femininitas Bartky. Pada aspekbentuk tubuh, Shasa menunjukkan tubuh ramping dan proporsional. Aspek sikap ditunjukkan melalui ekspresiemosional, keceriaan, keibuan, dan penerimaan terhadap peran gender tradisional. Dalam aspek penampilan, ShasaZhania memperlihatkan proses riasan wajah dan styling rambut yang detail, menciptakan standar kecantikan bagipengikutnya. Lalu aspek hubungan asmara juga konsisten hadir dalam kontennya, mencerminkan materi femininitasdi media sosial melalui keterlibatan pasangan. Penelitian menunjukkan bahwa konten TikTok Shasa Zhaniamenampilkan praktik disiplin tubuh dan objektifikasi perempuan, mengungkap pencapaian femininitas yang disengajadan dikonstruksi sesuai praktik femininitas menurut Bartky. Kata Kunci-femininitas, influencer, Shasa Zhania, norma gender, media sosial, standar kecantikan, representasifemininitas
Analisis Resepsi Konten Tiktok @Eveosesports Pada Penggemar Mobile Legends Akbar, Reivan; Pamungkas, Indra Novianto Adibayu; Pradana, Yoka
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis resepsi respon pengguna Mobile Legends mengenaikonten TikTok E-Sports @evosesports yang kontroversi dengan menggunakan teori Analisis Resepsi Stuart Halluntuk melihat respon khalayak dalam menerima sebuah pesan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metodekualitatif dengan desain studi kasus dan metode pengumpulan data wawancara semi struktur. Pengumpulan datadilakukan dengan mewawancarai informan kunci dan informan ahli yang relevan dengan fenomena dalampenelitian. Paradigma yang digunakan pada penelitian ini adalah paradigma interpretif dengan menggunakantriangulasi sumber data untuk menguji keabsahan data. Hasil dari pada penelitian ini. Hasil penelitianmemunculkan adanya hasil pengguna Mobile Legends yang mengikuti TikTok Evos E-Sports menerima kontenpesan secara utuh (dominant). Informan merasa konten yang disajikan berlandaskan fakta prestasi dan marketingdengan cara psywar yang bisa diterima. Hasil lain menjelaskan adanya (negotiated) karena konten yang disajikanadalah konten berulang namun bisa diterima karena mengangung unsur komedi. Penelitian tidak menghasilkanhasil (opposition) karena informan adalah pengguna Mobile Legends sekaligus penggemar EVOS E-Sports danmemaklumi tingkah laku Evos E-Sports dalam menyajikan konten. Dapat disimpulkan pengguna Mobile Legendsyang mengikuti TikTok @evosesports memiliki kuasa untuk menerima secara utuh pesan yang disajikan maupunmenyesuaikan konten yang diterima dengan menegosiasikan pesan. Hasil ini menunjukan bahwa pengguna MobileLegends yang mengikuti TikTok @evosesports memiliki kuasa untuk memproses pesan yang didapat lewatpenkodean dengan teori analisis resepsi yang dikemukakan Stuart Hall. Kata Kunci-analisis resepsi, e-sports, Mobile Legends, media sosial, TikTok
Analisis Gaya Dan Kompetensi Komunikasi Host Live Tiktok Dalam Aktivitas Pemasaran Interaktif (Studi Kasus Pada Brand @Zafarnaz_Id) Garna, Nazwa Zahranti Medina; Pradana, Yoka
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi besar dalam aktivitas pemasaran, salah satunya melaluifitur live streaming pada platform TikTok. Namun, dalam praktiknya, host live menghadapi tantangan seperti kesulitanmempertahankan jumlah penonton dan terjadinya miskomunikasi dengan konsumen, khususnya terkait perbedaanpersepsi terhadap warna produk yang ditampilkan selama siaran langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisgaya komunikasi dan kompetensi komunikasi host live TikTok dalam aktivitas pemasaran interaktif, dengan studikasus pada brand fashion muslimah @zafarnaz_id. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodestudi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap aktivitas live TikTokbrand tersebut. Jumlah informan dalam penelitian ini terdiri dari 9 orang, yaitu 3 host live (informan kunci), 5konsumen (informan pendukung), dan 1 pakar komunikasi (informan ahli). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hostmenggunakan berbagai gaya komunikasi seperti dominan, dramatik, animated expressive, open, relaxed, friendly,attentive, dan impression leaving dalam membangun interaksi dengan audiens. Sementara itu, kompetensi komunikasihost live mencakup tiga aspek utama, yaitu motivasi (baik positif maupun negatif), pengetahuan (konten danprosedural), serta keterampilan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas pemahaman mengenaipenerapan gaya komunikasi dan kompetensi komunikasi host live dalam konteks pemasaran digital yang bersifatinteraktif, khususnya melalui platform live streaming seperti TikTok.Kata Kunci: Gaya Komunikasi, Kompetensi Komunikasi, Host Live, TikTok, Pemasaran Interaktif, @zafarnaz_id
Analisis Resepsi Generasi Sandwich dalam Film Home Sweet Loan (Studi Penerimaan Pesan antar Generasi) Putri, Nabila Rizki; Pradana, Yoka
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu generasi sandwich memicu perdebatan di masyarakat. Sebagian orang mampu memikul peran ganda, sementarasebagian lainnya tidak. Fenomena generasi sandwich salah satunya digambarkan dalam film home sweet loan.Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana generasi X, Y, dan Z menerima pesan dalam film Home Sweet Loan yangmenggambarkan perjuangan generasi sandwich. Dengan metode kualitatif dan wawancara mendalam terhadap 15informan, hasil menunjukkan generasi X cenderung berada pada posisi dominan dan negosiasi, Generasi Y beradapada posisi negosiasi sementara itu, generasi Z paling banyak menempati posisi oposisi. Temuan ini mendukungteori resepsi Stuart Hall, yang menyatakan bahwa interpretasi audiens dipengaruhi oleh pengalaman dan nilai masingmasing.Kata kunci: generasi sandwich, teori resepsi, film home sweet loan
Makna Pernikahan Di Kalangan Generasi Z Yang Mengalami Gamofobia Raissa, Raden Roro Syahda; Pradana, Yoka
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran orang lain dalam hidup. Pentingnya menikah sebagaibentuk pemenuhan kebutuhan sosial, emosional, dan spiritual. Melalui pernikahan, manusia mendapatkanpendamping hidup, dukungan, serta rasa aman dalam menjalani kehidupan. Namun bagaimana jika pernikahan tidakmemberikan rasa aman, melainkan rasa rakut yang disebut Gamofobia. Gamofobia menjadi fenomena baru diIndonesia, Fenomena ini bertolak belakang dengan adanya norma adat berlaku di masyarakat. Penelitian ini bertujuanuntuk menggali makna pernikahan di kalangan Generasi Z yang mengalami Gamofobia melalui metode kualitatifdengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dalam kurun waktu 3 bulan dengan melakukanwawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna pernikahan pada Generasi Z yang Gamofobiatidak lagi dipandang sebagai kewajiban sosial atau milestone kehidupan, melainkan sebagai keputusan personal yangmempertimbangkan kesiapan emosional, dan finansial. Pengalaman buruk, trauma keluarga, serta narasi negatif dimedia sosial yang memperkuat rasa takut dan keraguan terhadap pernikahan. Temuan ini menemukan adanyapergeseran nilai atas pernikahan pada Generasi Z yang mengalami Gamofobia, sehingga penelitian ini dapatmemperkaya literatur mengenai bagaimana bagaimana makna pernikahan dibentuk melalui proses interaksi sosial danpertukaran simbol dalam konteks sosial saat ini.Kata kunci: Makna Pernikahan, Gamofobia, Interaksi Simbolik, Fenomenologi, Generasi Z
Discourse About the News of Makan Bergizi Gratis (MBG) Program on Tiktok Fikri, Miftakhul; Azhar, Dimas Akhsin; Pradana, Yoka
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v5i5.940

Abstract

This study aims to examine how discourse about the Makan Bergizi Gratis (MBG) program is constructed and received by the public through the TikTok platform. MBG is an Indonesian government initiative to improve children's nutrition, widely disseminated by national media on social media. The research employs a qualitative approach using Norman Fairclough’s critical discourse analysis, which includes three dimensions are textual analysis, discursive practice, and social practice. Data were collected through documentation of TikTok content from official media accounts and public comments related to the MBG issue. The findings indicate that national media narratives on TikTok tend to be optimistic and constructive in presenting the MBG program’s success, while public comments reflect disappointment, inequality in distribution, and criticism of the program's implementation. This study concludes that TikTok is not merely an information platform but also a contested arena where governmental narratives are challenged by public voices, showing how social media plays a vital role in shaping public opinion and social legitimacy of public policies.