Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Resepsi Generasi Sandwich dalam Film Home Sweet Loan (Studi Penerimaan Pesan antar Generasi) Putri, Nabila Rizki; Pradana, Yoka
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu generasi sandwich memicu perdebatan di masyarakat. Sebagian orang mampu memikul peran ganda, sementarasebagian lainnya tidak. Fenomena generasi sandwich salah satunya digambarkan dalam film home sweet loan.Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana generasi X, Y, dan Z menerima pesan dalam film Home Sweet Loan yangmenggambarkan perjuangan generasi sandwich. Dengan metode kualitatif dan wawancara mendalam terhadap 15informan, hasil menunjukkan generasi X cenderung berada pada posisi dominan dan negosiasi, Generasi Y beradapada posisi negosiasi sementara itu, generasi Z paling banyak menempati posisi oposisi. Temuan ini mendukungteori resepsi Stuart Hall, yang menyatakan bahwa interpretasi audiens dipengaruhi oleh pengalaman dan nilai masingmasing.Kata kunci: generasi sandwich, teori resepsi, film home sweet loan
Makna Pernikahan Di Kalangan Generasi Z Yang Mengalami Gamofobia Raissa, Raden Roro Syahda; Pradana, Yoka
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran orang lain dalam hidup. Pentingnya menikah sebagaibentuk pemenuhan kebutuhan sosial, emosional, dan spiritual. Melalui pernikahan, manusia mendapatkanpendamping hidup, dukungan, serta rasa aman dalam menjalani kehidupan. Namun bagaimana jika pernikahan tidakmemberikan rasa aman, melainkan rasa rakut yang disebut Gamofobia. Gamofobia menjadi fenomena baru diIndonesia, Fenomena ini bertolak belakang dengan adanya norma adat berlaku di masyarakat. Penelitian ini bertujuanuntuk menggali makna pernikahan di kalangan Generasi Z yang mengalami Gamofobia melalui metode kualitatifdengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dalam kurun waktu 3 bulan dengan melakukanwawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna pernikahan pada Generasi Z yang Gamofobiatidak lagi dipandang sebagai kewajiban sosial atau milestone kehidupan, melainkan sebagai keputusan personal yangmempertimbangkan kesiapan emosional, dan finansial. Pengalaman buruk, trauma keluarga, serta narasi negatif dimedia sosial yang memperkuat rasa takut dan keraguan terhadap pernikahan. Temuan ini menemukan adanyapergeseran nilai atas pernikahan pada Generasi Z yang mengalami Gamofobia, sehingga penelitian ini dapatmemperkaya literatur mengenai bagaimana bagaimana makna pernikahan dibentuk melalui proses interaksi sosial danpertukaran simbol dalam konteks sosial saat ini.Kata kunci: Makna Pernikahan, Gamofobia, Interaksi Simbolik, Fenomenologi, Generasi Z
Discourse About the News of Makan Bergizi Gratis (MBG) Program on Tiktok Fikri, Miftakhul; Azhar, Dimas Akhsin; Pradana, Yoka
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v5i5.940

Abstract

This study aims to examine how discourse about the Makan Bergizi Gratis (MBG) program is constructed and received by the public through the TikTok platform. MBG is an Indonesian government initiative to improve children's nutrition, widely disseminated by national media on social media. The research employs a qualitative approach using Norman Fairclough’s critical discourse analysis, which includes three dimensions are textual analysis, discursive practice, and social practice. Data were collected through documentation of TikTok content from official media accounts and public comments related to the MBG issue. The findings indicate that national media narratives on TikTok tend to be optimistic and constructive in presenting the MBG program’s success, while public comments reflect disappointment, inequality in distribution, and criticism of the program's implementation. This study concludes that TikTok is not merely an information platform but also a contested arena where governmental narratives are challenged by public voices, showing how social media plays a vital role in shaping public opinion and social legitimacy of public policies.
PESAN DAKWAH K.H. HASAN ABDULLAH SAHAL DALAM LIRIK LAGU KEMBALILAH” Yoka Pradana; Bambang Setyo Utomo
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v11i2.6895

Abstract

ABSTRAK Musik merupakan media komunikasi berisi pesan yang dituangkan dalam teks lirik lagu. Salah satu pesan dituangkan dalam lirik lagu biasanya adalah pesan dakwah. Lagu kembalilah ciptaan K.H. Hasan Abdullah Sahal pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor adalah salah satu lagu yang populer dimasa pandemi covid-19. Lagu ini diciptakan untuk mengajak masyarakat bertaubat kembali pada Allah SWT ditengah wabah covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe interpretif (penafsiran) dengan menganalisis lirik lagu kembalilah, yang terdiri dari empat bait. Menggunakan pendekatan semiotik Ferdinand de Sausure lirik lagu dianalisi dari aspek signifier (tanda) dan signified (petanda). Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa lagu kembalilah bermuatan pesan dakwah tentang informasi nikmat dari Allah SWT yang tidak terhitung, peringatan tentang kufur nikmat, ajakan kembali bertaubat dari kufur nikmat dan peringatan tentang azab dari kufur nikmat. Artikel ini memberikan kontribusi bahwa pesan dakwah dalam karya seni (lirik lagu) kembalilah merupakan pesan dakwah yang bersumber dari Al-quran.
Jaringan Komunikasi Perbincangan Boikot McDonald's Akibat Perang Israel dengan Iran di Twitter/X Miftakhul Fikri; Yoka Pradana
Communicator Sphere Vol. 6 No. 1 (2026): June 2026 (IN PRESS)
Publisher : Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55397/cps.v6i1.158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jaringan komunikasi dalam perbincangan boikot McDonald's pada platform X sebagai respons terhadap isu konflik antara Israel dan Iran. Perkembangan konflik geopolitik global mendorong munculnya diskursus digital yang berkembang cepat melalui media sosial termasuk ajakan boikot terhadap perusahaan global yang diasosiasikan dengan konflik internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Social Network Analysis untuk memetakan mengidentifikasi aktor sentral, kelompok komunikasi dan karakteristik jaringan percakapan digital. Data penelitian diperoleh melalui proses scraping tweet yang mengandung kata kunci #boikotmcd kemudian diolah dalam bentuk node dan edge menggunakan perangkat lunak Gephi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan komunikasi percakapan boikot terbentuk melalui dominasi akun yang berperan sentral seperti akun @convomfs sebagai pusat penyebaran informasi dan penggerak utama diskusi publik. Percakapan juga terbagi ke dalam 905 kelompok kecil yang menunjukkan adanya fragmentasi komunitas digital dan struktur jaringan yang memperlihatkan hubungan yang luas tetapi tidak padat. Temuan ini menegaskan bahwa platform X berfungsi sebagai ruang pembentukan opini publik yang dipengaruhi oleh aktor sentral, pola kelompok percakapan serta kecepatan distribusi informasi dalam merespons isu internasional.
Pelatihan Public Speaking pada Karyawan UMKM Lahantua sebagai Upaya Meningkatkan Pemasaran Produk Yoka Pradana; Rizca Haqqu
Indonesian Journal of Community Services Vol 8, No 1 (2026): May 2026
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.8.1.16-22

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan public speaking pada karyawan UMKM Lahangtua dalam aktivitas pemasaran. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan permasalahan mitra yakni keterbatasan kemampuan dalam public speaking yakni ketidakpercayaan diri, kesulitan menyusun dan mengembangkan materi dan kurang mampu menjawab komplain dari calon dan atau konsumen dalam aktivitas pemasaran produk. Adapun metode yang dilakukan dalam program Pengabdian kepada Masyarakat terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap awal adalah observasi permasalahan mitra dan merumuskan program, tahap pelaksanaan memberikan pelatihan dengan metode ceramah dan role-play, dan evaluasi dengan mengobservasi hasil praktik yang dilakukan peserta pelatihan. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan public speaking pada karyawan UMKM Lahangtua, hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rasa percara diri ketika melakukan praktik public speaking, kemampuan menyusun materi presentasi dengan fokus pada pesan kunci dan mampu menjawab pertanyaan konsumen dengan baik. Meskipun dalam praktik terlihat terdapat peningkatan keterampilan public speaking, terdapat hal yang perlu ditingkatkan dikemudian hari, seperti penggunaan gesture dan kemampuan persuasi konsumen yang terlihat masih terbatas. Diperlukan keberlanjutan pelatihan agar mampu meningkatkan kemampuan public speaking karyawan UMKM Lahangtua secara maksimal.
Digital Literacy of Tourism Awareness Groups in Digital Promotion Activities of Cibuntu Tourism Village, Kuningan Regency Yoka Pradana; Aiza Nabila Arifputri; Rizca Haqqu
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2024): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v12i1.8505

Abstract

Cubuntu tourist village in Kuningan Regency is an outstanding tourist village actively participating in digital promotion. The success of digital tourism promotion is closely related to the digital literacy skills of tourist village managers. This study aims to analyze the digital literacy of the Cibuntu village tourism awareness group (Pokdarwis) in digital promotion activities. The research method used is qualitative with a case study design. Data were obtained from interviews with four members of the Pokdarwis of Cibuntu village in the field of promotional media and observation of the Cibuntu village promotional media. The results showed that the digital literacy of Pokdarwis Cibuntu village has various aspects of digital skills, including information literacy, communication, and collaboration skills, the ability to develop digital content creation, and the ability to secure digital data. Meanwhile, the ability to solve problems using digital technology has not been able to be done, and the ability to create digital content has been done, but not entirely. The contribution of this research shows that the digital literacy skills possessed by the Pokdarwis of Cibuntu village are learned independently through content on social media. The findings are a consideration for tourism village managers in other regions to encourage Pokdarwis members to learn independently about digital promotion activities amid the wealth of information on social media.