Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

OPTIMIZATION ROUGHNESS LEVEL OF TURNING FROM ALUMINUM SCRAP SMELTING RESULT USING SAND CASTING METHOD Gunawan, Indra; Muarif, M. Awal; Fadilah, Muhammad Arif; Sani, Almadora Anwar; Sampurno, Rachmat Dwi; Apandi, Khairul; Achva, RA. Jihan Ulima; Ayuni, Riski
AUSTENIT Vol. 15 No. 2 (2023): AUSTENIT: October 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/austenit.v15i2.7590

Abstract

The Production Machinery Workshop at the Sriwijaya State Polytechnic are producing a lot of aluminum scrap left over from turning, where this waste is still thrown away. This will cause pollution to the environment and will be detrimental to the Sriwijaya State Polytechnic workshop. Casting is one way to deal with aluminum scrap, scrap be melted and then reshaped into a practical material that can be reused. The use of sand as a printing medium in recycling scrolls is not recommended because it is less effective and efficient in terms of long-term use. After research has been carried out, the resulting aluminum shaving waste can be reused as practical material provided that the shavings must be separated from other waste such as iron and steel. In the optimization process, the best value is obtained at the spindle speed factor of 900 rpm (A1), then the feeding depth at 0.5 mm (B1), and the feeding speed at 0.08 mm/put.  
Analisis Pengaruh Persentase Campuran Resin dan Katalis Terhadap Ketahanan Korosi Pada Pelapisan Material Poros ST 37 Tafrant, Dodi; Rasid, Muhammad; Alimedi, Alimedi; Safei, Safei; Sampurno, Rachmat Dwi
Jurnal INOVATOR Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v7i1.291

Abstract

Secara umum, resin memiliki kegunaan sebagai agen perekat untuk material-material tertentu. Resin sendiri merupakan suatu campuran likuid yang terdiri dari beragam senyawa kompleks seperti alkohol, asam resinat, dan ester resnotannol. Menurut Kuspradini (2016), resin dapat ditemukan secara alami maupun dibuat secara sintetis, dan memiliki sifat-sifat seperti padat, transparan dengan sedikit kekeruhan, berkilauan, mudah terbakar, dan cenderung meleleh saat terpapar panas. Penggunaan resin sering kali digunakan untuk mengatasi proses korosi pada logam dengan menerapkan metode pelapisan. Proses pengeringan resin, terutama dalam campuran dengan katalis, memengaruhi waktu pengerasan dan kemampuan perekat resin pada material logam yang diuji. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi korosi pada material poros dengan menggunakan campuran resin dan katalis dengan perbandingan 1:15 dan 1:20. Proses pengujian korosi dilakukan dengan merendam spesimen uji dalam larutan air garam 3,5% selama 40 hari. Berat spesimen uji sebelum dan sesudah proses korosi akan diukur menggunakan timbangan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran resin dan katalis dengan perbandingan 1:15 menghasilkan tingkat laju korosi yang lebih rendah daripada bahan mentah (row material) dan campuran resin dan katalis dengan perbandingan 1:20. Terjadi penurunan laju korosi sebesar 0,9114 x 10^-6 gr/menit pada campuran dengan perbandingan 1:15, sementara pada campuran resin 1:20, terdapat kecenderungan peningkatan laju korosi.