Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KEBUN GIZI SEBAGAI MEDIA EDUKASI GIZI GUNA MENDUKUNG PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK USIA DINI DI DESA SUKOREJO Christy Purnama Sari; Muhamad Rasyid Prasetyo; Adini Arifati Akhkami Arifin; Galih Fajar Fadillah; Angga Eka Yuda Wibawa; Anni Nurul Hidayati; Alvin Noor Sahab Rizal
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59244

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak yang mengalami stunting tidak hanya memiliki postur tubuh lebih pendek dari standar usianya, tetapi juga berisiko mengalami keterlambatan perkembangan kognitif dan rendahnya produktivitas ketika dewasa. Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, termasuk salah satu wilayah pedesaan yang masih menghadapi permasalahan ini, meskipun memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Program kebun gizi diinisiasi sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, bersama tim pengabdian masyarakat. Tim pengabdian masyarakat menyediakan pangan bergizi melalui pemanfaatan lahan pekarangan sekaligus meningkatkan kesadaran gizi masyarakat. Metode kegiatan terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pendiseminasian. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat terlibat aktif dalam perawatan tanaman, terbentuk kebun gizi percontohan yang menghasilkan sayuran segar, serta adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Dengan demikian, kebun gizi dapat menjadi strategi efektif dan berkelanjutan dalam pencegahan stunting. Dampak berkelanjutan secara positif apabila mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan posyandu setempat
Personal Guidance for Students with Special Needs through Self-Care Programs Lukman Lukman Harahap; Galih Fajar Fadillah; Anni Nurul Hidayati
ProGCouns: Journal of Professionals in Guidance and Counseling Vol. 7 No. 1 (2026): Progcouns: Journal of Professionals in Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/progcouns.v7i1.96624

Abstract

This study examined the implementation of a self-care development program integrated within a personal guidance framework for students with special needs, focusing specifically on dressing skills. This research uses a qualitative descriptive design. Participants were purposively selected, including one special education assistant teacher, two students with intellectual disabilities, three classroom teachers, and three parents. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and documentation. Data were analyzed using thematic analysis with data triangulation. Findings indicate that the self-care program, which includes role-playing, demonstrations, and assignments, effectively encourages student independence, particularly in dressing. The success of this program depends on collaboration between families and schools, including special education teachers and classroom teachers who act as counselors. Although limited parental time and social stigma pose challenges for inclusive schools, the self-care program has the potential to instill sustainable behavioral reinforcement. Through this research, educational practitioners and policymakers can consider developing a self-care program, and school counselors in special schools can collaborate with special education teachers and classroom teachers to facilitate educational services for children with special needs.
Implementasi metode bermain peran untuk melatih kemampuan komunikasi verbal anak disabilitas intelektual Galih Fajar Fadillah; Dinda Rahma Putri; Angga Eka Yuda Wibawa; Anni Nurul Hidayati
Journal of Profession Education Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Profession Education
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/jpe.v5i1.2421

Abstract

Children with intellectual disabilities often experience significant barriers to verbal communication, including difficulties speaking, understanding messages, and participating in conversations. These problems impact their ability to establish social interactions and express their needs. This research aims to describe how the role-playing method is implemented to train verbal communication skills in children with intellectual disabilities. This study employed a qualitative, descriptive approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of one teacher and four students with mild intellectual disabilities at the junior high school level, selected through purposive sampling. Data validity was established through triangulation techniques. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results demonstrate that the role-playing method was implemented through eight systematic stages: scenario development, instruction, role selection, demonstration, activity implementation, guidance and reinforcement, post-activity discussion, and evaluation. This learning process helped children become more courageous in speaking, imitate simple expressions, and respond to conversation partners more effectively. These findings demonstrate that role-playing can be an appropriate learning approach for children with intellectual disabilities in the context of verbal communication training. Furthermore, this method proved effective in building confidence and encouraging active participation in learning activities.
POLA ASUH ORANG TUA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS YANG BERPRESTASI Anni Nurul Hidayati; Galih Fajar Fadillah; Fatimah Nur ‘ Aini
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 No. 4 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i4.54465

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola asuh orang tua dalam mendukung anak berkebutuhan khusus meraih prestasi, khususnya prestasi non-akademik Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan orang tua anak berkebutuhan khusus yang berprestasi sebagai subjek utama. Didukung dengan subjek pendukung anak berkebutuhan khusus berprestasi, guru pendamping khusus dan tim inklusi sebagai. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang demokratis, suportif, dan adaptif menjadi pola dominan yang diterapkan orang tua, dengan karakter utama berupa komunikasi hangat, pemberian penguatan positif, penetapan struktur harian yang fleksibel, dan kolaborasi intensif dengan sekolah. Orang tua menyediakan fasilitas, waktu, dan pendampingan untuk mengembangkan minat dan bakat anak dalam bidang seni, hafalan Al-Qur’an, dan keterampilan hidup, sekaligus menggunakan strategi negosiasi, reward, dan pembiasaan untuk menghadapi perilaku penolakan atau tantrum. Pola asuh tersebut terbukti berkontribusi pada munculnya berbagai prestasi anak berkebutuhan khusus, seperti keberhasilan dalam lomba mewarnai dan pencapaian wisuda tahfidz, serta peningkatan kemandirian, kepercayaan diri, dan kemampuan regulasi emosi. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga dan sekolah inklusif dalam mengoptimalkan potensi anak berkebutuhan khusus