Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

INTEGRASI SKRINING GANGGUAN KESEHATAN MENTAL IBU PASCAPERSALINAN DALAM KURIKULUM KEBIDANAN Harahap, Ana Pujianti; Makmun, indriyani; Amini, Aulia; Rospiah, Evi Diliana; Cahyaningtyas, Dwi Kartika; Amilia, Rizkia; Pamungkas, Catur Esty
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36792

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Gangguan kesehatan mental pada ibu pascapersalinan merupakan masalah penting yang perlu dideteksi sejak dini, namun integrasinya dalam kurikulum kebidanan masih terbatas. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen kebidanan dalam mengintegrasikan skrining kesehatan mental ibu pascapersalinan ke dalam mata kuliah Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui, sehingga mahasiswa mampu melakukan deteksi dini sesuai kompetensi bidan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi melalui presentasi, ceramah interaktif, dan sesi tanya jawab, serta workshop berbasis simulasi pasien dan kerja kelompok. Mitra kegiatan terdiri dari 10 dosen dan 1 laboran kebidanan yang diadakan pada bulan November tahun 2025. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterampilan praktik dan partisipasi aktif dalam diskusi, serta umpan balik akhir mengenai kesiapan mengajarkan skrining kepada mahasiswa. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan keterampilan praktik peserta sebesar 85% dan peningkatan pemahaman konsep skrining sebesar 90%, diikuti kesiapan seluruh peserta untuk mengimplementasikan materi dalam pembelajaran. Pengabdian ini membuktikan efektivitas metode sosialisasi dan workshop dalam membekali dosen kebidanan dengan kompetensi skrining kesehatan mental ibu pascapersalinan secara sistematis.Kata kunci: Integrasi; Kesehatan Mental; Pascapersalinan; Skrining. ABSTRACTMental health disorders in postpartum mothers are a significant issue that needs early detection, but their integration into the midwifery curriculum is still limited. This service aims to improve the understanding and skills of midwifery lecturers in integrating postpartum maternal mental health screening into the Postpartum and Breastfeeding Midwifery Care course, so that students are able to perform early detection according to the competencies of midwives. The implementation methods include socialisation through presentations, interactive lectures, and question-and-answer sessions, as well as simulation-based patient workshops and group work. The activity partners consist of 10 lecturers and 1 midwifery laboratory technician, and the event will be held in November 2025. Evaluation was conducted thru observation of practical skills and active participation in discussions, as well as final feedback on the students' readiness to teach screening. The service results showed an 85% increase in participants' practical skills and a 90% increase in their understanding of screening concepts, followed by all participants' readiness to implement the material in their teaching. This service proves the effectiveness of socialization methods and workshops in equipping midwifery lecturers with the competence to systematically screen postpartum maternal mental health. Keywords: Integration; Mental Health; Postpartum; Screening.
Sosialisasi dan penerapan natural therapy dalam upaya peningkatan asi eksklusif di Poskesdes desa Bagik Polak Barat Dwi Kartika Cahyaningtyas; Evi Diliana Rospia; Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah WD; Silvi Anggraini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.14597

Abstract

Abstrak                                                                                 Usia 0-24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga kerap diistilahkan sebagai periode emas sekaligus periode kritis. Upaya yang dilakukan dalam mengeluarkan ASI pada ibu postpartum terdapat 2 hal yang mempengaruhi yaitu produksi dan pengeluaran. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan natural therapy yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas dengan cara memperbanyak ASI menggunakan natural therapy berupa pijat oksitosin, yang dapat mengatasi pembengkakan pada payudara akibat bendungan ASI dan mengetahui nutrisi yang tepat selama masa nifas agar ibu dan bayi menjadi sehat. Tujuan pengabdian untuk mengedukasi ibu postpartum tentang ASI Eksklusif dan penerapan pijat oksitosin. Metode yang digunakan adalah dengan sosialisasi dan penerapan pijat oksitosin. Berdasarkan hasil pengabdian pengetahuan sebelum diberikan dan setelah diberikan terjadi peningkatan menjadi lebih baik, serta ibu postpartum mampu melakukan pijat oksitosin secara mandiri. Kata kunci: ASI eksklusif; ibu nifas; natural therapy; pijat oksitosin; teknik menyusui AbstractThe age of 0-24 months is a period of rapid growth and development, so it is often termed a golden period as well as a critical period. There are 2 things that affect the efforts made in expressing breast milk in postpartum mothers, namely production and expenditure. This is related to the implementation of natural therapy which aims to increase the knowledge of postpartum mothers by increasing breast milk using natural therapy in the form of oxytocin massage, which can overcome swelling of the breasts due to breast milk dams and knowing proper nutrition during the postpartum period so that mothers and babies become healthy. The purpose of the service is to educate postpartum mothers about exclusive breastfeeding and the application of oxytocin massage. The method used is socialization and application of oxytocin massage. Based on the results of the knowledge service before it was given and after it was given there was an increase for the better, and postpartum mothers were able to do oxytocin massage independently Keywords: exlusive breastfeeding; postpartum; natural therapy; oxytocin massage; breastfeeding technique
Deteksi dini dan edukasi kesejahteraan psikologis remaja generasi Z era digitalisasi Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Aulia Amini; Nurchaerani Nurchaerani; Nova Irmayanti Fratiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25857

Abstract

Remaja saat ini menghadapi lingkungan digital yang semakin kompleks dan bergantung pada media sosial sebagai sarana komunikasi, interaksi sosial, dan eksplorasi identitas. Tujuan pengabdian ini untuk melakukan deteksi dini kesejahteraan psikologis dan edukasi kesejahteraan psikologis remaja generasi Z era digitalisai. Metode pelaksaan pengabdian ini mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi, peserta pengabdian adalah 16 remaja, kegiatan ddalam ini adalah deteksi dini dan edukasi atau penyuluhan terkait kesejahteraan psikologis remaja Gen Z. Hasil deteksi dini didapatkan kesejahteraan psikologis remaja didapatkan mayoritas kategori tinggi berjumlah 12 remaja (75%). Ada perbedaan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan remaja generasi Z pada era digitalisasi, hasil pretest menunjukkan belumada remaja yang menjawab 4 pertanyaan dengan benar, hasil postest menunjukkan 16 remaja menjawab 4 pertanyaan dengan benar setelah diberikan penyuluhan. Kata kunci: pengabdian; deteksi dini; kesejahteraan psikologis; remaja Abstract Teenagers today face an increasingly complex digital environment and depend on social media as a means of communication, social interaction and identity exploration. The aim of this service is to carry out early detection of psychological well-being and education on the psychological well-being of generation Z teenagers in the digital era. The method of implementing this service adopts action research steps which consist of 4 (four) stages, namely: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The service participants are 16 teenagers. The activities in this are early detection and education or counseling related to welfare. psychology of Gen Z teenagers. The results of early detection showed that the majority of teenagers' psychological well-being was in the high category, numbering 12 teenagers (75%). There were differences before and after being given counseling to Generation Z teenagers in the era of digitalization. The pretest results showed that there were no teenagers who answered 4 questions correctly, the posttest results showed that 16 teenagers answered 4 questions correctly after being given the counseling. Keywords: devotion; early detection; psychological well-being; adolescents
Postnatal yoga class (kelas yoga nifas) sebagai upaya peningkatan kesehatan fisik dan psikologis ibu nifas Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Ni Wayan Ari Adiputri; Aulia Amini; Nurchaerani Nurchaerani; Mifanatul Khairah; Nova Irmayanti Fratiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27815

Abstract

Abstrak Postnatal Yoga efektif untuk memperkuat otot-otot uterus, memperlancar peredaran darah, dan menstimulasi neurohormonal sehingga dapat mempercepat involusi uterus , efektif mencegah depresi meningkatkan ketenangan, dan membantu relaksasi. Tujuan pengabdian ini untuk melakukan Postnatal Yoga Class (Kelas Yoga Nifas) Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Fisik Dan Psikologis Ibu Nifas Di Poskesdes Abian Tubuh Baru Kota Mataram. Metode pelaksanaan pengabdian ini mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi, peserta pengabdian adalah 10 ibu nifas, kegiatan pengabdian meliputi: melakukan pemeriksaan fisik (pemeriksaan tekanan darah dan involusi uterus), pengkajian kesehatan psikologis melalui instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), edukasi tentang yoga nifas dan praktik gerakan yoga nifas. Hasil pengabdian , setelah diberikan informasi terkait yoga nifas 10 ibu nifas mengetahui tujuan, manfaat dan dapat melakukan gerakan yoga nifas dengan benar. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik 10 ibu nifas tekanan darah dalam batas normal yaitu 110/60-140/80 mmHg dan involusi uterus berkaitan dengan kontraksi uterus baik sesuai dengan masa nifas. Skrining kesehatan psikologis didapatkan 8 ibu nifas tidak mengarah ke depresi postpartum atau tidak beresiko depresi postpartum, dan 2 ibu nifas mengarah pada kemungkinan depresi atau beresiko mengalami depresi postpartum. Kata kunci: pengabdian; ibu nifas; yoga; kesehatan fisik; kesejahteraan psikologis Abstract Postnatal Yoga is effective in strengthening uterine muscles, improving blood circulation, and stimulating neurohormones so that it can accelerate uterine involution, effectively preventing depression, increasing calm, and helping relaxation. The purpose of this service is to conduct Postnatal Yoga Classes as an effort to improve the physical and psychological well-being of postpartum mothers at the Abian Badan Baru Health Post, Mataram City. The method of implementing this service adopts action research steps which consist of 4 (four) stages, namely: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The service participants are 10 postpartum mothers, service activities include: carrying out physical examinations (blood pressure checks and uterine involution), psychological health assessment using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) instrument, education about postpartum yoga and the practice of postpartum yoga movements. The results of the service, after being given information regarding postpartum yoga, 10 postpartum mothers knew the purpose, benefits and were able to do postpartum yoga movements correctly. Based on the results of physical examinations of 10 postpartum mothers, blood pressure was within normal limits in the range of 110/60-140/80 mmHg and uterine involution was related to good uterine contractions in accordance with the postpartum period. Psychological health screening found that 8 postpartum mothers did not have postpartum depression or were not at risk of postpartum depression, and 2 postpartum mothers showed the possibility of depression or were at risk of postpartum depression. Keywords: devotion; postpartum women; yoga; physical health; psychological wellbeing
SKRINING KESEHATAN MENTAL IBU MELALUI INSTRUMEN EDINBURG POSTNATAL DEPPRESSION SCALE (EPDS) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DEPRESI PASCAPERSALINAN Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Rizkia Amilia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.14593

Abstract

ABSTRAKSkrining depresi deteksi dini dan penatalaksanaan depresi masa hami sampai pascapersalinan. Tujuan pengabdian ini untuk melakukan skrining kesehatan mental ibu melalui instrument edinburg postnatal depression scale (EPDS). Metode pelaksaan pengabdian ini mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Hasil kegiatan pengabdian ini sebelum diberikan informasi terkait kesehatan mental masa nifas sebanyak 10 ibu nifas belum mengetahui pengertian, jenis gangguan kesehatan mental, gejala dan penatalaksanaan gangguan kesehatan mental. Setelah diberikan informasi kesehatan mental sebanyak 10 ibu nifas menjawab dengan benar. Berdasarkan hasil skrining didapatkan 9 ibu nifas dalam kategori tidak depresi dan 1 ibu nifas dalam kategori kategori depresi ringan. Kata kunci: pengabdian; ibu nifas; skrining; kesehatan mental ABSTRACTDepression early detection and management of depression during pregnancy to postpartum. The purpose of this service is to screen mothers' mental health through the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) instrument. This service implementation method adopts action research steps which consist of 4 (four) stages, namely: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The results of this service activity before being given information related to postpartum mental health as many as 10 postpartum mothers did not know the meaning, types of mental health disorders, symptoms and management of mental health disorders. After being given mental health information, 10 postpartum mothers answered correctly. Based on the screening results, 9 postpartum mothers were in the non-depressed category and 1 postpartum mother was in the mild depression category. Keywords: devotion; postpartum; screening; mental health
Anting emas sus emil (atasi stunting melalui edukasi masyarakat khususnya pada kelompok ibu hamil) di desa Aikmel kecamatan Aikmel kabupaten Lombok Timur Cahaya Indah Lestari; Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah WD; Rizkia Amilia; Ni Wayan Ari Adiputri; Baiq Masdariah; Risa Arieska; Evi Diliana Rospia; Indriyani Makmun; Aulia Amini; Dwi Kartika Cahyaningtyas
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24588

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat ini bertempat di daerah bintaro Ampenan, tujuan dari kegiatan ini adalah memperkernalkan prilaku hidup bersih sehingga target sasaran pada program pengabdian ini adalah anak-anak usia 5 tahun dan sekolah dasar dimana usia tersebut adalah usia rentan lalai akan kebersihan diri. Metode penyampaian yang diberikan berupa dongeng PHBS dengan cara bercerita tentang perilaku hidup sehat yang diadaptasi dari beberapa referensi buku cerita. Tingkat keberhasilah dari kegitian ini adalah anak-anak dapat menerapkan perilaku hidup bersih dengan menerapkan cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah berkegitan atau makan, anak-anak juga mampu untuk diajak bekerjasama dalam kegiatan gotong royong yang melibatkan para remaja masjid didaerah bintaro. Waktu yang dihabiskan selama kegiatan ini berlangsung adalah tiga bulan dari persiapan dan termasuk dengan monitring evaluasi kegiatan selama kurang lebih sebulan untuk memastikan kegiatan ini tetap terlaksana. Kata kunci: PHBS; literasi. AbstractThis community service activity takes place in the Bintaro Ampenan area, the aim of this activity is to introduce clean living behavior so that the targets for this service program are children aged 5 years and elementary school where this age is the age that is vulnerable to neglecting personal hygiene. The delivery method given is in the form of PHBS fairy tales by telling stories about healthy living behavior adapted from several story book references. The level of success of this activity is that children are able to adopt clean living behavior by washing their hands with soap before and after doing activities or eating, children are also able to be invited to collaborate in mutual cooperation activities involving mosque teenagers in the Bintaro area. The time spent during this activity was three months of preparation and included monitoring and evaluation of the activity for approximately a month to ensure this activity was still carried out. Keywords: PHBS; literation.
Breastfeeding class dalam meningkatkan asi eksklusif Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Firda Liatanty; Baiq Yulya Sartika Dewi; Pegi Hamistia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32200

Abstract

Abstrak Menyusui sebagai masalah kesehatan masyarakat yang penting dengan implikasi sosial dan ekonomi yang sangat besar. Bayi yang tidak menerima ASI cenderung mengalami kesehatan yang lebih buruk daripada bayi yang menyusu ASI, ibu yang tidak menyusui meningkatkan risiko kesehatan. Tujuan pengabdian ini memperkenalkan Breastfeeding Class Sebagai sehingga meningkatkan pengetahuan tentang ASI Eksklusif ASI Eksklusif. Metode pelaksanaan pengabdian ini mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi, peserta pengabdian adalah 10 ibu menyusui bayi 0-5 bulan, kegiatan pengabdian meliputi: melakukan pemeriksaan tekanan darah, pengkajian efikasi diri menyusui melalui form Breastfeeding Self Efficacy (BSE-SF), edukasi tentang ASI eksklusif dan simulasi gerakan pijat laktasi. Berdasarkan hasil pengabdian mayoritas memiliki anak 1 atau paritas primipara berjumlah 5 (50%), mayoritas Pendidikan sekolah sedang berjumlah 8 (80%), dan mayoritas ibu tidak bekerja berjumlah 9 (90%). Sebelum diberikan penyuluhan rata-rata skor pretest 10 ibu nifas yaitu 63%, dan setelah diberikan penyuluhan hasil postest rata-rata pengetahuan ibu nifas yaitu 82%, menunjukkan ada peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan tentang ASI eksklusif. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan fisik didapatkan tekanan darah 10 ibu dalam batas normal dan Efikasi menyusui melalui intrumen Breastfeeding Self Efficacy Short form (BSE-SF) didapatkan 10 ibu memiliki efikasi meyusui yang tinggi Kata kunci: pengabdian; ibu nifas; efikasi menyusui; breasfeeding self efficacy; menyusui Abstract Breastfeeding is a major public health issue with significant social and economic implications. Infants who are not breastfed tend to experience poorer health outcomes compared to those who are, and mothers who do not breastfeed face increased health risks. The purpose of this service is to introduce Breastfeeding Class as a way to increase knowledge about Exclusive Breastfeeding. The implementation method adopted an action research approach consisting of four stages: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The participants were 10 breastfeeding mothers with infants aged 0–5 months. The activities included blood pressure checks, assessment of breastfeeding self-efficacy using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSE-SF), education on exclusive breastfeeding, and a simulation of lactation massage techniques.Based on the results, the majority of participants were first-time mothers (primiparous), with 5 out of 10 (50%) having one child. Most of the mothers had a moderate level of education (8 participants or 80%) and were unemployed (9 participants or 90%). Before the educational session, the average pretest score among the mothers was 63%. After the session, the average posttest score increased to 82%, indicating an improvement in knowledge about exclusive breastfeeding. Physical health assessments showed that all 10 mothers had normal blood pressure levels. In addition, the results of the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSE-SF) indicated that all 10 mothers had high breastfeeding self-efficacy. Keywords: community service; postpartum; breastfeeding self-efficacy; breastfeeding