Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Postnatal yoga class (kelas yoga nifas) sebagai upaya peningkatan kesehatan fisik dan psikologis ibu nifas Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Ni Wayan Ari Adiputri; Aulia Amini; Nurchaerani Nurchaerani; Mifanatul Khairah; Nova Irmayanti Fratiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27815

Abstract

Abstrak Postnatal Yoga efektif untuk memperkuat otot-otot uterus, memperlancar peredaran darah, dan menstimulasi neurohormonal sehingga dapat mempercepat involusi uterus , efektif mencegah depresi meningkatkan ketenangan, dan membantu relaksasi. Tujuan pengabdian ini untuk melakukan Postnatal Yoga Class (Kelas Yoga Nifas) Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Fisik Dan Psikologis Ibu Nifas Di Poskesdes Abian Tubuh Baru Kota Mataram. Metode pelaksanaan pengabdian ini mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi, peserta pengabdian adalah 10 ibu nifas, kegiatan pengabdian meliputi: melakukan pemeriksaan fisik (pemeriksaan tekanan darah dan involusi uterus), pengkajian kesehatan psikologis melalui instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), edukasi tentang yoga nifas dan praktik gerakan yoga nifas. Hasil pengabdian , setelah diberikan informasi terkait yoga nifas 10 ibu nifas mengetahui tujuan, manfaat dan dapat melakukan gerakan yoga nifas dengan benar. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik 10 ibu nifas tekanan darah dalam batas normal yaitu 110/60-140/80 mmHg dan involusi uterus berkaitan dengan kontraksi uterus baik sesuai dengan masa nifas. Skrining kesehatan psikologis didapatkan 8 ibu nifas tidak mengarah ke depresi postpartum atau tidak beresiko depresi postpartum, dan 2 ibu nifas mengarah pada kemungkinan depresi atau beresiko mengalami depresi postpartum. Kata kunci: pengabdian; ibu nifas; yoga; kesehatan fisik; kesejahteraan psikologis Abstract Postnatal Yoga is effective in strengthening uterine muscles, improving blood circulation, and stimulating neurohormones so that it can accelerate uterine involution, effectively preventing depression, increasing calm, and helping relaxation. The purpose of this service is to conduct Postnatal Yoga Classes as an effort to improve the physical and psychological well-being of postpartum mothers at the Abian Badan Baru Health Post, Mataram City. The method of implementing this service adopts action research steps which consist of 4 (four) stages, namely: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The service participants are 10 postpartum mothers, service activities include: carrying out physical examinations (blood pressure checks and uterine involution), psychological health assessment using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) instrument, education about postpartum yoga and the practice of postpartum yoga movements. The results of the service, after being given information regarding postpartum yoga, 10 postpartum mothers knew the purpose, benefits and were able to do postpartum yoga movements correctly. Based on the results of physical examinations of 10 postpartum mothers, blood pressure was within normal limits in the range of 110/60-140/80 mmHg and uterine involution was related to good uterine contractions in accordance with the postpartum period. Psychological health screening found that 8 postpartum mothers did not have postpartum depression or were not at risk of postpartum depression, and 2 postpartum mothers showed the possibility of depression or were at risk of postpartum depression. Keywords: devotion; postpartum women; yoga; physical health; psychological wellbeing
SKRINING KESEHATAN MENTAL IBU MELALUI INSTRUMEN EDINBURG POSTNATAL DEPPRESSION SCALE (EPDS) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DEPRESI PASCAPERSALINAN Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Rizkia Amilia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.14593

Abstract

ABSTRAKSkrining depresi deteksi dini dan penatalaksanaan depresi masa hami sampai pascapersalinan. Tujuan pengabdian ini untuk melakukan skrining kesehatan mental ibu melalui instrument edinburg postnatal depression scale (EPDS). Metode pelaksaan pengabdian ini mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Hasil kegiatan pengabdian ini sebelum diberikan informasi terkait kesehatan mental masa nifas sebanyak 10 ibu nifas belum mengetahui pengertian, jenis gangguan kesehatan mental, gejala dan penatalaksanaan gangguan kesehatan mental. Setelah diberikan informasi kesehatan mental sebanyak 10 ibu nifas menjawab dengan benar. Berdasarkan hasil skrining didapatkan 9 ibu nifas dalam kategori tidak depresi dan 1 ibu nifas dalam kategori kategori depresi ringan. Kata kunci: pengabdian; ibu nifas; skrining; kesehatan mental ABSTRACTDepression early detection and management of depression during pregnancy to postpartum. The purpose of this service is to screen mothers' mental health through the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) instrument. This service implementation method adopts action research steps which consist of 4 (four) stages, namely: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The results of this service activity before being given information related to postpartum mental health as many as 10 postpartum mothers did not know the meaning, types of mental health disorders, symptoms and management of mental health disorders. After being given mental health information, 10 postpartum mothers answered correctly. Based on the screening results, 9 postpartum mothers were in the non-depressed category and 1 postpartum mother was in the mild depression category. Keywords: devotion; postpartum; screening; mental health
Anting emas sus emil (atasi stunting melalui edukasi masyarakat khususnya pada kelompok ibu hamil) di desa Aikmel kecamatan Aikmel kabupaten Lombok Timur Cahaya Indah Lestari; Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah WD; Rizkia Amilia; Ni Wayan Ari Adiputri; Baiq Masdariah; Risa Arieska; Evi Diliana Rospia; Indriyani Makmun; Aulia Amini; Dwi Kartika Cahyaningtyas
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24588

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat ini bertempat di daerah bintaro Ampenan, tujuan dari kegiatan ini adalah memperkernalkan prilaku hidup bersih sehingga target sasaran pada program pengabdian ini adalah anak-anak usia 5 tahun dan sekolah dasar dimana usia tersebut adalah usia rentan lalai akan kebersihan diri. Metode penyampaian yang diberikan berupa dongeng PHBS dengan cara bercerita tentang perilaku hidup sehat yang diadaptasi dari beberapa referensi buku cerita. Tingkat keberhasilah dari kegitian ini adalah anak-anak dapat menerapkan perilaku hidup bersih dengan menerapkan cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah berkegitan atau makan, anak-anak juga mampu untuk diajak bekerjasama dalam kegiatan gotong royong yang melibatkan para remaja masjid didaerah bintaro. Waktu yang dihabiskan selama kegiatan ini berlangsung adalah tiga bulan dari persiapan dan termasuk dengan monitring evaluasi kegiatan selama kurang lebih sebulan untuk memastikan kegiatan ini tetap terlaksana. Kata kunci: PHBS; literasi. AbstractThis community service activity takes place in the Bintaro Ampenan area, the aim of this activity is to introduce clean living behavior so that the targets for this service program are children aged 5 years and elementary school where this age is the age that is vulnerable to neglecting personal hygiene. The delivery method given is in the form of PHBS fairy tales by telling stories about healthy living behavior adapted from several story book references. The level of success of this activity is that children are able to adopt clean living behavior by washing their hands with soap before and after doing activities or eating, children are also able to be invited to collaborate in mutual cooperation activities involving mosque teenagers in the Bintaro area. The time spent during this activity was three months of preparation and included monitoring and evaluation of the activity for approximately a month to ensure this activity was still carried out. Keywords: PHBS; literation.
Breastfeeding class dalam meningkatkan asi eksklusif Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Firda Liatanty; Baiq Yulya Sartika Dewi; Pegi Hamistia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32200

Abstract

Abstrak Menyusui sebagai masalah kesehatan masyarakat yang penting dengan implikasi sosial dan ekonomi yang sangat besar. Bayi yang tidak menerima ASI cenderung mengalami kesehatan yang lebih buruk daripada bayi yang menyusu ASI, ibu yang tidak menyusui meningkatkan risiko kesehatan. Tujuan pengabdian ini memperkenalkan Breastfeeding Class Sebagai sehingga meningkatkan pengetahuan tentang ASI Eksklusif ASI Eksklusif. Metode pelaksanaan pengabdian ini mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi, peserta pengabdian adalah 10 ibu menyusui bayi 0-5 bulan, kegiatan pengabdian meliputi: melakukan pemeriksaan tekanan darah, pengkajian efikasi diri menyusui melalui form Breastfeeding Self Efficacy (BSE-SF), edukasi tentang ASI eksklusif dan simulasi gerakan pijat laktasi. Berdasarkan hasil pengabdian mayoritas memiliki anak 1 atau paritas primipara berjumlah 5 (50%), mayoritas Pendidikan sekolah sedang berjumlah 8 (80%), dan mayoritas ibu tidak bekerja berjumlah 9 (90%). Sebelum diberikan penyuluhan rata-rata skor pretest 10 ibu nifas yaitu 63%, dan setelah diberikan penyuluhan hasil postest rata-rata pengetahuan ibu nifas yaitu 82%, menunjukkan ada peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan tentang ASI eksklusif. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan fisik didapatkan tekanan darah 10 ibu dalam batas normal dan Efikasi menyusui melalui intrumen Breastfeeding Self Efficacy Short form (BSE-SF) didapatkan 10 ibu memiliki efikasi meyusui yang tinggi Kata kunci: pengabdian; ibu nifas; efikasi menyusui; breasfeeding self efficacy; menyusui Abstract Breastfeeding is a major public health issue with significant social and economic implications. Infants who are not breastfed tend to experience poorer health outcomes compared to those who are, and mothers who do not breastfeed face increased health risks. The purpose of this service is to introduce Breastfeeding Class as a way to increase knowledge about Exclusive Breastfeeding. The implementation method adopted an action research approach consisting of four stages: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The participants were 10 breastfeeding mothers with infants aged 0–5 months. The activities included blood pressure checks, assessment of breastfeeding self-efficacy using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSE-SF), education on exclusive breastfeeding, and a simulation of lactation massage techniques.Based on the results, the majority of participants were first-time mothers (primiparous), with 5 out of 10 (50%) having one child. Most of the mothers had a moderate level of education (8 participants or 80%) and were unemployed (9 participants or 90%). Before the educational session, the average pretest score among the mothers was 63%. After the session, the average posttest score increased to 82%, indicating an improvement in knowledge about exclusive breastfeeding. Physical health assessments showed that all 10 mothers had normal blood pressure levels. In addition, the results of the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSE-SF) indicated that all 10 mothers had high breastfeeding self-efficacy. Keywords: community service; postpartum; breastfeeding self-efficacy; breastfeeding
Sosialisasi Transformasi Kantin Sekolah Sehat di SD ‘Aisyiyah 1 Mataram Aulia Amini; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Evi Diliana Rospia; Muthoharoh Muthoharoh; Biantari Alika Maharani
Journal of Community Development Vol. 5 No. 2 (2024): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i2.268

Abstract

Children's health is the most important aspect in building a strong and high-quality young generation. Good nutrition and healthy eating habits play a central role in the growth and development of children. This community service activity aims to promote the transformation of healthy school canteens at SD 'Aisyiyah 1 Mataram and to introduce the concept of healthy canteens to all parties involved in the education and development of children, including students, teachers, school staff, and parents. The activity begins with identifying needs through an initial survey highlighting the condition of the school canteen and students' eating habits. This includes providing education on the importance of healthy and nutritious food by bringing in nutrition experts for students, teachers, canteen staff, and parents/guardians to enhance understanding of healthy food, balanced diets, and their impact on health. Program evaluation is conducted by measuring changes in knowledge and attitudes through questionnaires distributed before and after the activity. Direct observation is also carried out to see real changes in canteen operations and students' eating habits. The evaluation results show a significant increase in awareness and knowledge about healthy food among students, teachers, and canteen managers. There has been a positive change in the provision of healthy menus in the school canteen. It is hoped that this can become a model for other schools in creating a healthy learning environment that supports the optimal development of children.
Penatalaksanaan Perdarahan Postpartum di Negara Berkembang Cahyaningtyas, Dwi Kartika; Mardiyah WD, Siti; Rospia, Evi Diliana
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 5 No 2 (2021): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v5i2.202

Abstract

Latar Belakang: Kematian berhubungan dengan kehamilan, persalinan ataupun masa nifas. Upaya yang dilakukan dalam menurunkan angka kematian ibu tidak hanya diketahui dari tingginya cakupan, akan tetapi dapat diketahui dari kualitas pelayanan yang lebih menekankan pada kebutuhan kompetensi tenaga kesehatan, kelengkapan obat, peralatan, sarana dan prasarana disemua layanan kesehatan. Berdasarkan organisasi kesehatan dunia menytakan bahwa terjadinya kematian maternal tiap tahun 140.000 atau 1 wanita tiap 4 menit. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui efektivitas dari setiap penatalaksanaan perdarahan postpartum. Metedologi: Delapan tahap untuk scoping tinjauan digunakan dalam ulasan ini. Delapan tahapan meliputi: mengidentifikasi permasalahan kebidanan, prioritas masalah dan pertanyaan penelitian, framework data primer dan sekunder, indentifikasi studi yang relevan, prisma flow diagram, critical appraisal, analisa data ekstraksi data. Hasil: Sebanyak 9 jurnal yang ditemukan, kemudian melakukan analisis tematik dalam bentuk scoping review digunakan untuk mengidentifikasi point-point utama. Kami mengklasifikasikan point-point utama dalam lima tema yang muncul: pemberian carbetocin, pemberian oxytocin, pemberian misoprostol sublingual, pemberian bakri balloon, pemberian tamponade Kondom kateter sebagai penatalaksanaan perdarahan postpartum. Kesimpulan: Efektifitas dari setiap penatalaksanaan perdarahan postpartum mampu menjadikan acuan perbaikan dalam menangani perdarahan postpartum yang hingga saat ini masih menjadi ancaman angka kematian ibu tertinggi di dunia.
Hubungan Paritas dengan Kejadian Preeklampsia Berat di RSUD Panembahan Senopati Bantul Rospia, Evi Diliana; Novidaswati, Anita; Cahyaningtyas, Dwi Kartika
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 5 No 2 (2021): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v5i2.203

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia berhubungan dengan angka mortalitas dan morbiditas neonatal dan maternal yang tinggi, paritas merupakan salah satu factor resiko ibu hamil mengalami preeklampsia. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan paritas dengan kejadian preeklampsia berat di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metedologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode deskriptif korelasional dengan metode pendakatan case control, peneliti menggunakan data sekunder tahun 2020 di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Sampel penelitian ini adalah ibu bersalin, pengambilan teknik simple random sampling didapatkan 160 ibu bersalin yang terbagi kedalam dua kelompok kasus yaitu 80 ibu bersalin mengalami preeklampsia berat pada saat hamil dan 80 ibu bersalin tidak mengalami preeklampsia berat pada saat hamil, kemudian secara retrospektif ditelusuri paritasnya. Analisa data menggunakan Chi Square untuk menguji hubungan paritas dan preeklampisa berat. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan tidak ada hubungan paritas dengan kejadian preeklampsia berat (p>0,005) di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Kesimpulan: Faktor-faktor yang dapat mengalami PEB tidak hanya paritas beresiko, namun paritas tidak beresiko mengalami PEB, hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh umur ibu < 20 tahun atau >35 thun, sosial ekonomi rendah atau faktor lain yang bisa memperberat terjadinya PEB seperti akses pelayanan antenatal care dan dukungan suami atau keluarga pada saat hamil. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber refernsi bagi peneliti lainnya yang akan meneliti tentang preeklampsia berat.