Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Anting emas sus emil (atasi stunting melalui edukasi masyarakat khususnya pada kelompok ibu hamil) di desa Aikmel kecamatan Aikmel kabupaten Lombok Timur Cahaya Indah Lestari; Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah WD; Rizkia Amilia; Ni Wayan Ari Adiputri; Baiq Masdariah; Risa Arieska; Evi Diliana Rospia; Indriyani Makmun; Aulia Amini; Dwi Kartika Cahyaningtyas
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24588

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat ini bertempat di daerah bintaro Ampenan, tujuan dari kegiatan ini adalah memperkernalkan prilaku hidup bersih sehingga target sasaran pada program pengabdian ini adalah anak-anak usia 5 tahun dan sekolah dasar dimana usia tersebut adalah usia rentan lalai akan kebersihan diri. Metode penyampaian yang diberikan berupa dongeng PHBS dengan cara bercerita tentang perilaku hidup sehat yang diadaptasi dari beberapa referensi buku cerita. Tingkat keberhasilah dari kegitian ini adalah anak-anak dapat menerapkan perilaku hidup bersih dengan menerapkan cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah berkegitan atau makan, anak-anak juga mampu untuk diajak bekerjasama dalam kegiatan gotong royong yang melibatkan para remaja masjid didaerah bintaro. Waktu yang dihabiskan selama kegiatan ini berlangsung adalah tiga bulan dari persiapan dan termasuk dengan monitring evaluasi kegiatan selama kurang lebih sebulan untuk memastikan kegiatan ini tetap terlaksana. Kata kunci: PHBS; literasi. AbstractThis community service activity takes place in the Bintaro Ampenan area, the aim of this activity is to introduce clean living behavior so that the targets for this service program are children aged 5 years and elementary school where this age is the age that is vulnerable to neglecting personal hygiene. The delivery method given is in the form of PHBS fairy tales by telling stories about healthy living behavior adapted from several story book references. The level of success of this activity is that children are able to adopt clean living behavior by washing their hands with soap before and after doing activities or eating, children are also able to be invited to collaborate in mutual cooperation activities involving mosque teenagers in the Bintaro area. The time spent during this activity was three months of preparation and included monitoring and evaluation of the activity for approximately a month to ensure this activity was still carried out. Keywords: PHBS; literation.
Breastfeeding class dalam meningkatkan asi eksklusif Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Firda Liatanty; Baiq Yulya Sartika Dewi; Pegi Hamistia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32200

Abstract

Abstrak Menyusui sebagai masalah kesehatan masyarakat yang penting dengan implikasi sosial dan ekonomi yang sangat besar. Bayi yang tidak menerima ASI cenderung mengalami kesehatan yang lebih buruk daripada bayi yang menyusu ASI, ibu yang tidak menyusui meningkatkan risiko kesehatan. Tujuan pengabdian ini memperkenalkan Breastfeeding Class Sebagai sehingga meningkatkan pengetahuan tentang ASI Eksklusif ASI Eksklusif. Metode pelaksanaan pengabdian ini mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi, peserta pengabdian adalah 10 ibu menyusui bayi 0-5 bulan, kegiatan pengabdian meliputi: melakukan pemeriksaan tekanan darah, pengkajian efikasi diri menyusui melalui form Breastfeeding Self Efficacy (BSE-SF), edukasi tentang ASI eksklusif dan simulasi gerakan pijat laktasi. Berdasarkan hasil pengabdian mayoritas memiliki anak 1 atau paritas primipara berjumlah 5 (50%), mayoritas Pendidikan sekolah sedang berjumlah 8 (80%), dan mayoritas ibu tidak bekerja berjumlah 9 (90%). Sebelum diberikan penyuluhan rata-rata skor pretest 10 ibu nifas yaitu 63%, dan setelah diberikan penyuluhan hasil postest rata-rata pengetahuan ibu nifas yaitu 82%, menunjukkan ada peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan tentang ASI eksklusif. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan fisik didapatkan tekanan darah 10 ibu dalam batas normal dan Efikasi menyusui melalui intrumen Breastfeeding Self Efficacy Short form (BSE-SF) didapatkan 10 ibu memiliki efikasi meyusui yang tinggi Kata kunci: pengabdian; ibu nifas; efikasi menyusui; breasfeeding self efficacy; menyusui Abstract Breastfeeding is a major public health issue with significant social and economic implications. Infants who are not breastfed tend to experience poorer health outcomes compared to those who are, and mothers who do not breastfeed face increased health risks. The purpose of this service is to introduce Breastfeeding Class as a way to increase knowledge about Exclusive Breastfeeding. The implementation method adopted an action research approach consisting of four stages: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The participants were 10 breastfeeding mothers with infants aged 0–5 months. The activities included blood pressure checks, assessment of breastfeeding self-efficacy using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSE-SF), education on exclusive breastfeeding, and a simulation of lactation massage techniques.Based on the results, the majority of participants were first-time mothers (primiparous), with 5 out of 10 (50%) having one child. Most of the mothers had a moderate level of education (8 participants or 80%) and were unemployed (9 participants or 90%). Before the educational session, the average pretest score among the mothers was 63%. After the session, the average posttest score increased to 82%, indicating an improvement in knowledge about exclusive breastfeeding. Physical health assessments showed that all 10 mothers had normal blood pressure levels. In addition, the results of the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSE-SF) indicated that all 10 mothers had high breastfeeding self-efficacy. Keywords: community service; postpartum; breastfeeding self-efficacy; breastfeeding
Sosialisasi Transformasi Kantin Sekolah Sehat di SD ‘Aisyiyah 1 Mataram Aulia Amini; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Evi Diliana Rospia; Muthoharoh Muthoharoh; Biantari Alika Maharani
Journal of Community Development Vol. 5 No. 2 (2024): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i2.268

Abstract

Children's health is the most important aspect in building a strong and high-quality young generation. Good nutrition and healthy eating habits play a central role in the growth and development of children. This community service activity aims to promote the transformation of healthy school canteens at SD 'Aisyiyah 1 Mataram and to introduce the concept of healthy canteens to all parties involved in the education and development of children, including students, teachers, school staff, and parents. The activity begins with identifying needs through an initial survey highlighting the condition of the school canteen and students' eating habits. This includes providing education on the importance of healthy and nutritious food by bringing in nutrition experts for students, teachers, canteen staff, and parents/guardians to enhance understanding of healthy food, balanced diets, and their impact on health. Program evaluation is conducted by measuring changes in knowledge and attitudes through questionnaires distributed before and after the activity. Direct observation is also carried out to see real changes in canteen operations and students' eating habits. The evaluation results show a significant increase in awareness and knowledge about healthy food among students, teachers, and canteen managers. There has been a positive change in the provision of healthy menus in the school canteen. It is hoped that this can become a model for other schools in creating a healthy learning environment that supports the optimal development of children.
Penatalaksanaan Perdarahan Postpartum di Negara Berkembang Cahyaningtyas, Dwi Kartika; Mardiyah WD, Siti; Rospia, Evi Diliana
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 5 No 2 (2021): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v5i2.202

Abstract

Latar Belakang: Kematian berhubungan dengan kehamilan, persalinan ataupun masa nifas. Upaya yang dilakukan dalam menurunkan angka kematian ibu tidak hanya diketahui dari tingginya cakupan, akan tetapi dapat diketahui dari kualitas pelayanan yang lebih menekankan pada kebutuhan kompetensi tenaga kesehatan, kelengkapan obat, peralatan, sarana dan prasarana disemua layanan kesehatan. Berdasarkan organisasi kesehatan dunia menytakan bahwa terjadinya kematian maternal tiap tahun 140.000 atau 1 wanita tiap 4 menit. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui efektivitas dari setiap penatalaksanaan perdarahan postpartum. Metedologi: Delapan tahap untuk scoping tinjauan digunakan dalam ulasan ini. Delapan tahapan meliputi: mengidentifikasi permasalahan kebidanan, prioritas masalah dan pertanyaan penelitian, framework data primer dan sekunder, indentifikasi studi yang relevan, prisma flow diagram, critical appraisal, analisa data ekstraksi data. Hasil: Sebanyak 9 jurnal yang ditemukan, kemudian melakukan analisis tematik dalam bentuk scoping review digunakan untuk mengidentifikasi point-point utama. Kami mengklasifikasikan point-point utama dalam lima tema yang muncul: pemberian carbetocin, pemberian oxytocin, pemberian misoprostol sublingual, pemberian bakri balloon, pemberian tamponade Kondom kateter sebagai penatalaksanaan perdarahan postpartum. Kesimpulan: Efektifitas dari setiap penatalaksanaan perdarahan postpartum mampu menjadikan acuan perbaikan dalam menangani perdarahan postpartum yang hingga saat ini masih menjadi ancaman angka kematian ibu tertinggi di dunia.
Hubungan Paritas dengan Kejadian Preeklampsia Berat di RSUD Panembahan Senopati Bantul Rospia, Evi Diliana; Novidaswati, Anita; Cahyaningtyas, Dwi Kartika
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 5 No 2 (2021): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v5i2.203

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia berhubungan dengan angka mortalitas dan morbiditas neonatal dan maternal yang tinggi, paritas merupakan salah satu factor resiko ibu hamil mengalami preeklampsia. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan paritas dengan kejadian preeklampsia berat di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metedologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode deskriptif korelasional dengan metode pendakatan case control, peneliti menggunakan data sekunder tahun 2020 di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Sampel penelitian ini adalah ibu bersalin, pengambilan teknik simple random sampling didapatkan 160 ibu bersalin yang terbagi kedalam dua kelompok kasus yaitu 80 ibu bersalin mengalami preeklampsia berat pada saat hamil dan 80 ibu bersalin tidak mengalami preeklampsia berat pada saat hamil, kemudian secara retrospektif ditelusuri paritasnya. Analisa data menggunakan Chi Square untuk menguji hubungan paritas dan preeklampisa berat. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan tidak ada hubungan paritas dengan kejadian preeklampsia berat (p>0,005) di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Kesimpulan: Faktor-faktor yang dapat mengalami PEB tidak hanya paritas beresiko, namun paritas tidak beresiko mengalami PEB, hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh umur ibu < 20 tahun atau >35 thun, sosial ekonomi rendah atau faktor lain yang bisa memperberat terjadinya PEB seperti akses pelayanan antenatal care dan dukungan suami atau keluarga pada saat hamil. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber refernsi bagi peneliti lainnya yang akan meneliti tentang preeklampsia berat.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Breastfeeding Self-Efficacy (BSE) Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Pratiwi Cahya Skania
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1162

Abstract

Breastfeeding self-efficacy (BSE) atau Efikasi diri menyusui merupakan keyakinan ibu terhadap kemampuan diri dalam melaksanakan proses menyusui secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu dengan Breastfeeding self-efficacy (BSE). Metode yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 75 ibu menyusui, sedangkan sampel sebanyak 50 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa variabel pengetahuan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan efikasi diri menyusui, ditunjukkan oleh nilai p sebesar 0,243 (p > 0,05). Sebaliknya, variabel sikap menunjukkan hubungan yang signifikan dengan efikasi diri menyusui, dengan nilai rasio prevalensi (PR) sebesar 1,579. Hal ini mengindikasikan bahwa ibu yang memiliki sikap positif  terhadap laktasi dan pemberian ASI berpeluang sekitar 1,6 kali efikasi diri menyusui tinggi dibandingkan dengan ibu yang memiliki sikap negatif. Nilai p sebesar 0,049 (p < 0,05) memperkuat adanya hubungan bermakna antara sikap ibu dan efikasi diri menyusui. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sikap ibu terhadap proses menyusui berperan penting dalam meningkatkan efikasi diri menyusui, sedangkan tingkat pengetahuan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik
SENYAMAN BUMIL (Skrining dan Edukasi Ketidaknyamanan Ibu Hamil) di Desa Peresak Kecamatan Narmada. Catur Esty Pamungkas; Cahaya Indah Lestari; Aulia Amini; Ni wayan Ari Adiputri; Rizkia Amilia; Indriyani Makmun; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Evi Diliana Rospia; Ana Pujianti Harahap; Syatila Syatila; Nur Hikmah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.40099

Abstract

Abstrak Ketidaknyamanan fisik pada kehamilan trimester III kategori sedang bisa mencapai 77,8% dan ketidaknyamanan psikologis dengan kategori sedang sebanyak 46% ibu hamil trimester III (Wulandari & Wantini, 2021). Ketidaknyamanan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari ibu dan berpotensi menurukan kualitas hidup jika tidak dikelola dengan baik. Skrining dini terhadap kondisi ketidaknyamanan dan masalah Kesehatan lain yang sering dialami selama kehamilan merupakan Upaya penting dalam pelayanan antenatal care (ANC). Skrining dini tidak hanya berfungsi dalam deteksi dini resiko Kesehatan, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk memulai edukasi Kesehatan kepada ibu hamil agar dapat memahami, mencegah, dan mengatasi ketidaknyamanan yang dialami. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk melakukan pemantauan kesehatan ibu hamil dengan skrining ketidaknyamanan selama hamil dan peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang ketidaknyamanan yang bisa dialami selama hamil. Pelaksanaan kegiatan pengabdian akan dibagi menjadi 6 tahapan yaitu sosialisasi, penyampaian materi, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, keberlanjutan program.  Sasaran pada kegiatan ini yaitu ibu hamil sehat yang ada di Desa Peresak sebanyak 10 orang. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 15 ibu hamil di Desa Peresak dengan karakteristik responden terbanyak tidak beresiko yaitu berusia 21 sd 34 tahun sebanyak 10 (66,6%). Kemudian usia kehamilan terbanyak pada trimester 2 sebanyak 8 (53,3%). Hasil skrining Kesehatan ibu hamil unutk indeks masa tubuh (IMT) terbanyak kategori berat badan normal (18,5-24,9 kg/m2) yaitu 9 (60%). Hasil kadar hemoglobin (HB) ibu hamil terbanyak pada kategori normal (≥ 11 gr%) sebanyak 8 (53,3% dan hasil tekanan darah ibu hamil terbanyak pada kategori normal (120/80 mmHg) yaitu 14 orang (93,4%). Hasil pengetahuan pre test terbanyak tentang ketidaknyamanan pada kategori cukup yaitu 6 ibu hamil (40%) dan terendah pada kategori baik sebanyak 4 ibu hamil (26,7%). Pengetahuan post test tentang ketidaknyaman terbanyak pada kategori baik yaitu 11 ibu hamil (73,3%) dan terendah pada pengetahuan dengan kategori 4 ibu hamil (26,7%). Pada kegiatan pengabdian ini didapatkan nilai rata-rata pengetahuan ibu hamil sebelum edukasi atau sosialisasi ketidaknyamanan didapatkan 67,2 dan rata-rata nilai pengetahuan ibu hamil setelah edukasi ketidaknyamanan meningkat menjadi 80,2. Sehingga dapat disimpulkan rata-rata peningkatan nilai pengetahuan ibu hamil sebanyak 13. Mitra sasaran sangat mengapresiasi positif kegiatan pengabdian ini, karena dengan adanya kegiatan pengabdian ini ibu hamil mendapatkan gambaran kesehatan dari skrining kesehatan yang telah dilaksanakan. Kemudian pengetahuan ibu hamil meningkat tentang ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama kehamilan setelah mendapatkan edukasi tentang ketidaknyamanan ibu hamil trimester I, II, dan III. Kata kunci: skrining; ketidaknyamanan; kehamilan. Abstract Moderate physical discomfort during the third trimester of pregnancy can affect up to 77.8% of pregnant women, while moderate psychological discomfort affects 46% of pregnant women in the third trimester (Wulandari & Wantini, 2021). This discomfort can interfere with a mother’s daily activities and potentially reduce her quality of life if not properly managed. Early screening for discomfort and other health issues commonly experienced during pregnancy is a critical component of antenatal care (ANC). Early screening not only aids in the early detection of health risks but also serves as a gateway to initiate health education for pregnant women, enabling them to understand, prevent, and manage the discomfort they experience. Objective: This community service activity aims to monitor the health of pregnant women through screening for discomforts during pregnancy and to enhance their knowledge regarding discomforts that may be experienced during pregnancy. The implementation of this community service activity will be divided into 6 stages, namely socialization, presentation of materials, application of technology, mentoring and evaluation, and program sustainability. The target of this activity is 10 healthy pregnant women in Peresak Village. This community service project involved 15 pregnant women in Peresak Village, with the majority of respondents (10, or 66.6%) falling into the low-risk category—specifically, those aged 21 to 34 years. The most common gestational age was in the second trimester, with 8 (53.3%). The results of the health screening for pregnant women regarding body mass index (BMI) showed that the majority fell into the normal weight category (18.5–24.9 kg/m²), totaling 9 (60%). The most common hemoglobin (Hb) level among pregnant women was in the normal category (≥ 11 g/dL), with 8 (53.3%), and the most common blood pressure was in the normal category (120/80 mmHg), with 14 women (93.4%). The highest number of pre-test knowledge scores regarding discomfort was in the “adequate” category, with 6 pregnant women (40%), and the lowest was in the “good” category, with 4 pregnant women (26.7%). The highest number of post-test knowledge scores regarding discomfort was in the “good” category, with 11 pregnant women (73.3%), and the lowest was in the “good” category, with 4 pregnant women (26.7%). In this community service activity, the average knowledge score of pregnant women before education or awareness-raising on discomfort was 67.2, and the average knowledge score of pregnant women after education on discomfort increased to 80.2. Thus, it can be concluded that the average increase in the knowledge score of pregnant women was 13. The target partners highly appreciated this community service activity, as it provided expectant mothers with an overview of their health based on the health screenings that were conducted. Furthermore, the expectant mothers’ knowledge of potential discomforts during pregnancy increased after receiving education on discomforts experienced during the first, second, and third trimesters. Keywords: creening; discomfort; pregnancy.
Pendampingan sasaran risiko tinggi ibu hamil melalui OSOC (One Student One Client) Indriyani Makmun; Firda Liantanty; Ana Pujianti Harahap; Rizkia Amilia; Nurul Amelia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Evi Diliana Rospia; Pegi Hamistia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.35922

Abstract

Abstrak Kehamilan berisiko tinggi adalah kehamilan di mana ibu dan bayi yang dikandungnya berada pada risiko yang lebih tinggi dari biasanya, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit atau kematian baik sebelum maupun setelah kelahiran. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini untuk membantu ibu hamil dengan risiko tinggi sejak konsepsi hingga persalinan, nifas, BBL, dan KB. Agar kehamilan, persalinan, pendampingan ini dilakukan mulai dari identifikasi, anamnesis, pemantauan, dan deteksi dini masalah. Kegiatan Program Pengabdian Masyarakat Pendampingan Sasaran Risiko Tinggi Ibu Hamil Melalui OSOC (One Student One Client) dilaksanakan pada tanggal 19-21 September 2025 yang berlokasi di kelurahan Monjok Kota Mataram dengan jumlah peserta adalah 15 peserta ibu hamil dengan kehamilan risiko tinggi. Semua peserta diberikan lembar posttest untuk mengukur pengetahuan mereka setelah diberikan intervensi berupa materi. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memahami dari materi yang disampaikan oleh tim mengenai kehamilan risiko tinggi dan menunjukan bahwa nilai tertinggi dari tingkat pengetahuan kehamilan risiko tinggi sebanyak 7 orang (70%) memilik pengetahuan yg baik, pengetahuan cukup 3 orang (30%) dan pengetahuan kurang tidak ada. Simpulan dalam kegiatan ini adalah peserta sangat merasakan manfaat dari kegiatan ini, disamping itu kegiatan ini juga untuk menjembatani informasi terbaru berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi oleh ibu hamil tentang skrining kehamilan risiko tinggi. Kata kunci: pengabdian; kehamilan; OSOC; pendampingan; risiko tinggi. Abstract High-risk pregnancy is a pregnancy in which the mother and her unborn baby are at a higher than usual risk, thereby increasing the likelihood of disease or death both before and after birth (Darwati et al., 2022). The purpose of this community service is to assist pregnant women with high risks from conception through delivery, postpartum, newborn care, and family planning. This pregnancy, delivery, and accompaniment are carried out starting from identification, anamnesis, monitoring, and early detection of problems. The Community Service Program activity for Assisting High-Risk Pregnant Women through OSOC (One Student One Client) was conducted on September 19-21, 2025, located in Monjok Sub-District, Mataram City, with a total of 15 participants who were high-risk pregnant women. All participants were given a post-test sheet to measure their knowledge after being provided interventions in the form of materials. The results of the activity showed that most mothers understood the material delivered by the team regarding high-risk pregnancy, indicating that the highest score for high-risk pregnancy knowledge was achieved by 7 people (70%) who had good knowledge, 3 people (30%) had sufficient knowledge, and none had poor knowledge.  The conclusion of this activity is that the participants greatly felt the benefits of this activity; moreover, this activity also serves to bridge the latest information related to the problems faced by pregnant women regarding high-risk pregnancy screening. Keywords: service; assistance; high risk; pregnancy; OSOC.
PEMBERDAYAAN BIDAN DALAM PENGGUNAAN PARTOGRAF UNTUK DETEKSI DINI PENCEGAHAN SECTIO CAESAREA DI PMB AYU ASTUTI KECAMATAN TALIWANG, SUMBAWA BARAT Firda Liantanty; Aulia Amini; Indriyani Makmun; Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Catur Esty Pamungkas
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35386

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Partograf merupakan alat yang direkomendasikan oleh WHO untuk digunakan secara rutin pada tahap pertama persalinan guna memantau kemajuan persalinan serta mencegah persalinan lama dan komplikasi. Efektivitas partograf telah dibuktikan melalui penelitian yang melibatkan 35.484 wanita. Meskipun sebagian besar bidan telah mengenal partograf, penggunaannya secara konsisten dan real-time masih rendah. Berdasarkan observasi awal dan wawancara di PMB Ayu Astuti menunjukkan bahwa beberapa bidan menganggap partograf hanya sebagai persyaratan administrasi, bukan sebagai alat klinis untuk pengambilan keputusan. Rendahnya pemanfaatan partograf dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan bidan dalam membaca serta mengisi partograf sesuai standar, serta keterbatasan waktu dan tenaga karena bidan praktik mandiri umumnya bekerja sendiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi bidan melalui pemberdayaan dalam penggunaan partograf sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan tindakan sectio caesarea. Metode yang digunakan meliputi pre-test, pelatihan dan penyegaran materi, serta post-test dengan soal yang sama. Kegiatan dilaksanakan pada 18 September 2025. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pengisian partograf dengan rata-rata kenaikan sebesar 20,2%. Mitra menyambut positif kegiatan ini karena membantu memperbarui pengetahuan bidan. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga berdampak pada sikap, pelaksanaan, dan pengambilan keputusan bidan.Kata kunci: Pemberdayaan; Partograf; Pencegahan; Deteksi Dini; Sectio Caesare. ABSTRACTThe partograph is a tool recommended by WHO for routine use in the first stage of labor to monitor the progress of labor and prevent prolonged labor and complications. The effectiveness of the partograph has been demonstrated through a study involving 35,484 women. Although most midwives are familiar with the partograph, its consistent and real-time use remains low. Based on initial observations and interviews at PMB Ayu Astuti, it was shown that some midwives considered the partograph only as an administrative requirement, not as a clinical tool for decision making. The low utilization of partographs is influenced by the lack of knowledge and skills of midwives in reading and filling out partographs according to standards, as well as limited time and energy because independent midwives generally work alone. This community service activity aims to improve the competence of midwives through empowerment in the use of partographs as an effort to detect early and prevent caesarean sections. The methods used included a pre-test, training and refresher courses, and a post-test using the same questions. The activity was conducted on September 18, 2025. Results showed an improvement in partograph filling skills, with an average increase of 20.2%. Partners welcomed this activity because it helped update midwives' knowledge. In addition to improving skills, this activity also impacted midwives' attitudes, practice, and decision-making.Keywords: Empowerment; Partograph; Prevention; Early Detection; Sectio Caesarea.