Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Effect of the Unting Debt Game (Anti-Stunting Snake and Ladder) on Increasing Knowledge About Stunting Lestari, Cahaya Indah; Pamungkas, Catur Esty; WD, Siti Mardiyah; Amilia, Rizkia; Adiputri, Ni Wayan Ari; Rospia, Evi Diliana; Makmun, Indriyani; Amini, Aulia; Cahyaningtyas, Dwi Kartika
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 16 No 2 (2024): EMBRIO: Jurnal Kebidanan (NOVEMBER)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v16i2.9572

Abstract

The prevalence of stunting in the world, as collected by WHO in 2020, was 150.8 million (22.2percent). WHO has designated five regions as stunting prevalence, including Indonesia in the Southeast Asian region with a prevalence rate (36.4percent). Adolescents are a group that has the potential to be agents of behavior change. For this reason, adolescents need to be given education to increase knowledge and build awareness of the impact of stunting in the future. This study aims to determine the influence of Uting Debt Media (Snake and Ladder Stunting) in increasing adolescents' knowledge about stunting. This research is quantitative. The type of research used was Quasy Experimental pretest and posttest with the control group. The population in this study is all young women of MTS Jamaluddin Bagik Nyaka Village in August 2024, with a sample of 30 people divided into two groups with 15 members each and using purposive sampling techniques. Data collection was carried out using a questionnaire to determine the level of knowledge of adolescent girls about stunting before and after the intervention. The statistical results of the post-test of the experimental and control groups using the Mann-Whitney techniques showed Asymp. signature. (2-tailed) 0.012 less than 0.050, with the mean rank of the experimental group of 19.00 and the mean rank of the control group of 12.00. So, it can be concluded that there is a significant difference in the results of the post-test of the experimental group and the control group, which affects the increase of knowledge in the experimental group before and after being given treatment to increase adolescent knowledge about stunting
EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI MIKRONUTRIEN PADA IBU HAMIL ANEMIA TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Pamungkas, Catur Esty; makmun, indriyani; Rospia, Evi Diliana; Cahyaningtyas, Dwi Kartika; nurbaety, Baiq; wd, siti mardiyah; Lestari, Cahaya Indah; Listi, Iqro Suryati; Firliani, Firliani
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram Vol 10, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/mj.v10i2.33125

Abstract

Kekurangan zat besi saat hamil menyebabkan cadangan zat besi menipis, sehingga sulit bagi ibu hamil untuk mendapatkan zat besi yang cukup dari cadangan makanan selama kehamilannya. Saat ini upaya suplementasi difokuskan pada penyediaan zat besi, asam folat, yodium, kalsium, dan beberapa formulasi mikronutrien [1] untuk mengatasi ibu hamil anemia. Penelitian ini bertujuan melihat efektivitas suplementasi mikronutrien terhadap peningkatan kadar Hb ibu hamil anemia. Metode penelitian Quasi eksperiment dengan pemberian intervensi dan membandingkan kelompok ibu hamil yang diberikan suplementasi mikronutrien dan kelompok ibu hamil yang diberikan tablet fe asam folat. Hasil kelompok intervensi tablet fe didapatkan peningkatan kadar hemoglobin 0,54 pada ibu hamil anemia. Pada kelompok intervensi mikronutrien didapatkan peningkatan kadar Hb lebih tinggi sebanyak 1,35 dan hubungan yang signifikan pada pemberian suplementasi mikronutrien terhadap peningkatan kadar hb ibu hamil.
Pengaruh Tingkat Pendidikan Ibu Terhadap Kecemasan dan Nyeri Saat Persalinan Erika, Alifiyah Erika Safira; Makmun, Indriyani; Cahyaningtyas, Dwi Kartika
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i1.2025.754

Abstract

Tingkat kecemasan dan nyeri yang dialami ibu selama persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat pendidikan. Pendidikan rendah dikaitkan dengan pemahaman yang terbatas tentang proses persalinan, kemampuan coping yang rendah, serta akses informasi kesehatan yang minim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan ibu terhadap kecemasan dan nyeri saat persalinan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dari database Dimensions dan Scopus dengan rentang publikasi tahun 2015–2024. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi diseleksi dan dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak VOSviewer. Hasil kajian menunjukkan bahwa ibu dengan tingkat pendidikan rendah cenderung mengalami kecemasan dan nyeri persalinan yang lebih tinggi. Faktor-faktor psikososial seperti dukungan pasangan, pemahaman proses persalinan, serta intervensi non-farmakologis seperti terapi relaksasi, mindfulness, dan edukasi psikologis berperan penting dalam mengurangi dampak tersebut. Kajian ini menyimpulkan bahwa pendidikan ibu merupakan determinan penting dalam pengalaman emosional dan fisik selama persalinan. Oleh karena itu, strategi edukatif yang tepat dan pendekatan psikologis yang menyeluruh perlu dikembangkan, khususnya bagi kelompok ibu dengan pendidikan rendah, untuk meningkatkan kesejahteraan ibu selama proses persalinan. Kata kunci: pendidikan ibu, kecemasan, nyeri persalinan, kehamilan, Systematic Literature Review
Hubungan Status Gizi dan Tingkat Hemoglobin terhadap Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester III Mulyati, Nur; Makmun, Indriyani; Cahyaningtyas, Dwi Kartika
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i1.2025.755

Abstract

Anemia pada ibu hamil trimester III merupakan isu kesehatan masyarakat yang kompleks, dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor klinis, gizi, dan sosial. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara status gizi dan tingkat hemoglobin terhadap kejadian anemia pada ibu hamil trimester III melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode kualitatif ini digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menginterpretasikan hasil-hasil penelitian relevan dari database Dimensions dan Scopus dalam rentang 10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa status gizi buruk, termasuk kekurangan energi kronis dan pola diet rendah keragaman, berkorelasi signifikan dengan rendahnya kadar hemoglobin dan peningkatan kejadian anemia. Selain itu, kadar hemoglobin yang rendah tidak hanya menjadi indikator anemia, tetapi juga berkaitan dengan risiko komplikasi obstetri dan mortalitas maternal. Faktor sosial-demografis seperti pendidikan, pendapatan, dan tabu budaya turut memengaruhi status gizi dan anemia. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya integrasi pemetaan risiko gizi dan pendekatan berbasis komunitas dalam layanan kebidanan. Temuan ini berkontribusi dalam pengembangan strategi intervensi yang lebih efektif dan kontekstual untuk menurunkan prevalensi anemia pada ibu hamil trimester III di berbagai latar sosial dan budaya. Kata kunci: Faktor kehamilan, ibu hamil trimester III, risiko tinggi.
PARTICIPATION OF PREGNANT MOTHERS IN THE TRIPLE ELIMINATION PROGRAM FOR HIV, SYPHILIS AND HEPATITIS B DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN MATARAM CITY, 2021 WD, Siti Mardiyah; Pamungkas, Catur Esty; Amini, Aulia; Cahyaningtyas, Dwi Kartika
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v11i01.3089

Abstract

Background: The Covid-19 pandemic that hit almost all countries in the world today has had an impact on various health and non-health sectors, including the island of Lombok. Perinatal transmission from mother to baby is still quite high, as evidenced by 28,314 pregnant women who were tested for HIV in January-September 2012, as many as 812 pregnant women (2.9%) were infected with HIV. The Covid-19 pandemic has made the NTB government respond by issuing various policies to break the chain of transmission and reduce the impact that occurs, namely by locking, so that it has an impact on visits by pregnant women to carry out ANC checks to health services.Purposes: This study aims to explore the participation of pregnant women in the Triple Elimination Program for HIV, Syphilis, and Hepatitis B in the Covid-19 Pandemic in Mataram City.Methods: This study uses a qualitative and quantitative approach with descriptive analytic design with a cross-sectional design to determine the relationship between the independent variable and the dependent variable simultaneously in a single population and at the same time. Data analysis includes univariable analysis to describe the frequency distribution of each variable.Results: In general, the Triple Elimination program has been going well with many pregnant women who have high perceptions of the vulnerability of Triple Elimination, but what needs to be improved is counseling and information about HIV and HIV testing from health workers and support from related agencies so that this program runs optimally. and pregnant women are willing to carry out the Triple Elimination test.Conclusion: This study suggests the need for counseling and education on HIV testing from health workers and support from relevant agencies. Future research can look at the factors that affect the performance of health workers in providing education
Literature Review: Perbedaan Pemberian Oksitosin Profilaksis Secara Intravena dan Intramuskular Terhadap Kejadian Perdarahan Postpartum Cahyaningtyas, Dwi Kartika; Rospia, Evi Diliana; Agustina, Rika
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 4 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v4i1.689

Abstract

Postpartum Haemorrhage is a condition of blood loss of more than 500 cc that occurs within 24 hours after delivery. Postpartum hemorrhage is a significant cause of morbidity and mortality in childbirth. Postpartum Haemorrhage occurs in about 1% to 6% of all deliveries. Uterine atony, the leading cause of primary postpartum hemorrhage, accounts for 70% to 80% of all bleeding. Early prevention in postpartum hemorrhage cases is the usage of uterotonics in the third stage of labor which has become the standard of intervention worldwide. The choice of uterotonic in managing postpartum hemorrhage should be adjusted to the administration and dosage. This Study aims to analyze the difference in prophylactic administration of oxytocin injected in intramuscular and intravenous during postpartum hemorrhage. Data were searched using PICO, articles were selected using PRISMA, and critical appraisal. There is decreased postpartum hemorrhage compared to IM oxytocin administration. Intra Vena oxytocin administration could reduce the incidence of severe postpartum hemorrhage and prevent blood transfusions compared to IM oxytocin administration in the third stage of labor in postpartum hemorrhage. However, there was no significant difference in hemoglobin changes. The side effects caused by intravenous administration are still manageable compared to intramuscular administration. Intravenous oxytocin prevented postpartum hemorrhage in stage III more effectively than intramuscular administration. The side effects that emerged in the two groups of intravenous and intramuscular administration were not significantly different and were still within mild limits. The administration of oxytocin in preventing postpartum hemorrhage in the third stage of labor has become a procedure and recommendation of health organizations.
PEMBERDAYAAN BIDAN DALAM PENGGUNAAN PARTOGRAF UNTUK DETEKSI DINI PENCEGAHAN SECTIO CAESAREA DI PMB AYU ASTUTI KECAMATAN TALIWANG, SUMBAWA BARAT Liantanty, Firda; Amini, Aulia; Makmun, Indriyani; Rospia, Evi Diliana; Cahyaningtyas, Dwi Kartika; Pamungkas, Catur Esty
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35386

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Partograf merupakan alat yang direkomendasikan oleh WHO untuk digunakan secara rutin pada tahap pertama persalinan guna memantau kemajuan persalinan serta mencegah persalinan lama dan komplikasi. Efektivitas partograf telah dibuktikan melalui penelitian yang melibatkan 35.484 wanita. Meskipun sebagian besar bidan telah mengenal partograf, penggunaannya secara konsisten dan real-time masih rendah. Berdasarkan observasi awal dan wawancara di PMB Ayu Astuti menunjukkan bahwa beberapa bidan menganggap partograf hanya sebagai persyaratan administrasi, bukan sebagai alat klinis untuk pengambilan keputusan. Rendahnya pemanfaatan partograf dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan bidan dalam membaca serta mengisi partograf sesuai standar, serta keterbatasan waktu dan tenaga karena bidan praktik mandiri umumnya bekerja sendiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi bidan melalui pemberdayaan dalam penggunaan partograf sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan tindakan sectio caesarea. Metode yang digunakan meliputi pre-test, pelatihan dan penyegaran materi, serta post-test dengan soal yang sama. Kegiatan dilaksanakan pada 18 September 2025. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pengisian partograf dengan rata-rata kenaikan sebesar 20,2%. Mitra menyambut positif kegiatan ini karena membantu memperbarui pengetahuan bidan. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga berdampak pada sikap, pelaksanaan, dan pengambilan keputusan bidan.Kata kunci: Pemberdayaan; Partograf; Pencegahan; Deteksi Dini; Sectio Caesare. ABSTRACTThe partograph is a tool recommended by WHO for routine use in the first stage of labor to monitor the progress of labor and prevent prolonged labor and complications. The effectiveness of the partograph has been demonstrated through a study involving 35,484 women. Although most midwives are familiar with the partograph, its consistent and real-time use remains low. Based on initial observations and interviews at PMB Ayu Astuti, it was shown that some midwives considered the partograph only as an administrative requirement, not as a clinical tool for decision making. The low utilization of partographs is influenced by the lack of knowledge and skills of midwives in reading and filling out partographs according to standards, as well as limited time and energy because independent midwives generally work alone. This community service activity aims to improve the competence of midwives through empowerment in the use of partographs as an effort to detect early and prevent caesarean sections. The methods used included a pre-test, training and refresher courses, and a post-test using the same questions. The activity was conducted on September 18, 2025. Results showed an improvement in partograph filling skills, with an average increase of 20.2%. Partners welcomed this activity because it helped update midwives' knowledge. In addition to improving skills, this activity also impacted midwives' attitudes, practice, and decision-making.Keywords: Empowerment; Partograph; Prevention; Early Detection; Sectio Caesarea.
INTEGRASI SKRINING GANGGUAN KESEHATAN MENTAL IBU PASCAPERSALINAN DALAM KURIKULUM KEBIDANAN Harahap, Ana Pujianti; Makmun, indriyani; Amini, Aulia; Rospiah, Evi Diliana; Cahyaningtyas, Dwi Kartika; Amilia, Rizkia; Pamungkas, Catur Esty
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36792

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Gangguan kesehatan mental pada ibu pascapersalinan merupakan masalah penting yang perlu dideteksi sejak dini, namun integrasinya dalam kurikulum kebidanan masih terbatas. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen kebidanan dalam mengintegrasikan skrining kesehatan mental ibu pascapersalinan ke dalam mata kuliah Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui, sehingga mahasiswa mampu melakukan deteksi dini sesuai kompetensi bidan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi melalui presentasi, ceramah interaktif, dan sesi tanya jawab, serta workshop berbasis simulasi pasien dan kerja kelompok. Mitra kegiatan terdiri dari 10 dosen dan 1 laboran kebidanan yang diadakan pada bulan November tahun 2025. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterampilan praktik dan partisipasi aktif dalam diskusi, serta umpan balik akhir mengenai kesiapan mengajarkan skrining kepada mahasiswa. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan keterampilan praktik peserta sebesar 85% dan peningkatan pemahaman konsep skrining sebesar 90%, diikuti kesiapan seluruh peserta untuk mengimplementasikan materi dalam pembelajaran. Pengabdian ini membuktikan efektivitas metode sosialisasi dan workshop dalam membekali dosen kebidanan dengan kompetensi skrining kesehatan mental ibu pascapersalinan secara sistematis.Kata kunci: Integrasi; Kesehatan Mental; Pascapersalinan; Skrining. ABSTRACTMental health disorders in postpartum mothers are a significant issue that needs early detection, but their integration into the midwifery curriculum is still limited. This service aims to improve the understanding and skills of midwifery lecturers in integrating postpartum maternal mental health screening into the Postpartum and Breastfeeding Midwifery Care course, so that students are able to perform early detection according to the competencies of midwives. The implementation methods include socialisation through presentations, interactive lectures, and question-and-answer sessions, as well as simulation-based patient workshops and group work. The activity partners consist of 10 lecturers and 1 midwifery laboratory technician, and the event will be held in November 2025. Evaluation was conducted thru observation of practical skills and active participation in discussions, as well as final feedback on the students' readiness to teach screening. The service results showed an 85% increase in participants' practical skills and a 90% increase in their understanding of screening concepts, followed by all participants' readiness to implement the material in their teaching. This service proves the effectiveness of socialization methods and workshops in equipping midwifery lecturers with the competence to systematically screen postpartum maternal mental health. Keywords: Integration; Mental Health; Postpartum; Screening.
Sosialisasi dan penerapan natural therapy dalam upaya peningkatan asi eksklusif di Poskesdes desa Bagik Polak Barat Dwi Kartika Cahyaningtyas; Evi Diliana Rospia; Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah WD; Silvi Anggraini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.14597

Abstract

Abstrak                                                                                 Usia 0-24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga kerap diistilahkan sebagai periode emas sekaligus periode kritis. Upaya yang dilakukan dalam mengeluarkan ASI pada ibu postpartum terdapat 2 hal yang mempengaruhi yaitu produksi dan pengeluaran. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan natural therapy yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas dengan cara memperbanyak ASI menggunakan natural therapy berupa pijat oksitosin, yang dapat mengatasi pembengkakan pada payudara akibat bendungan ASI dan mengetahui nutrisi yang tepat selama masa nifas agar ibu dan bayi menjadi sehat. Tujuan pengabdian untuk mengedukasi ibu postpartum tentang ASI Eksklusif dan penerapan pijat oksitosin. Metode yang digunakan adalah dengan sosialisasi dan penerapan pijat oksitosin. Berdasarkan hasil pengabdian pengetahuan sebelum diberikan dan setelah diberikan terjadi peningkatan menjadi lebih baik, serta ibu postpartum mampu melakukan pijat oksitosin secara mandiri. Kata kunci: ASI eksklusif; ibu nifas; natural therapy; pijat oksitosin; teknik menyusui AbstractThe age of 0-24 months is a period of rapid growth and development, so it is often termed a golden period as well as a critical period. There are 2 things that affect the efforts made in expressing breast milk in postpartum mothers, namely production and expenditure. This is related to the implementation of natural therapy which aims to increase the knowledge of postpartum mothers by increasing breast milk using natural therapy in the form of oxytocin massage, which can overcome swelling of the breasts due to breast milk dams and knowing proper nutrition during the postpartum period so that mothers and babies become healthy. The purpose of the service is to educate postpartum mothers about exclusive breastfeeding and the application of oxytocin massage. The method used is socialization and application of oxytocin massage. Based on the results of the knowledge service before it was given and after it was given there was an increase for the better, and postpartum mothers were able to do oxytocin massage independently Keywords: exlusive breastfeeding; postpartum; natural therapy; oxytocin massage; breastfeeding technique
Deteksi dini dan edukasi kesejahteraan psikologis remaja generasi Z era digitalisasi Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Aulia Amini; Nurchaerani Nurchaerani; Nova Irmayanti Fratiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25857

Abstract

Remaja saat ini menghadapi lingkungan digital yang semakin kompleks dan bergantung pada media sosial sebagai sarana komunikasi, interaksi sosial, dan eksplorasi identitas. Tujuan pengabdian ini untuk melakukan deteksi dini kesejahteraan psikologis dan edukasi kesejahteraan psikologis remaja generasi Z era digitalisai. Metode pelaksaan pengabdian ini mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi, peserta pengabdian adalah 16 remaja, kegiatan ddalam ini adalah deteksi dini dan edukasi atau penyuluhan terkait kesejahteraan psikologis remaja Gen Z. Hasil deteksi dini didapatkan kesejahteraan psikologis remaja didapatkan mayoritas kategori tinggi berjumlah 12 remaja (75%). Ada perbedaan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan remaja generasi Z pada era digitalisasi, hasil pretest menunjukkan belumada remaja yang menjawab 4 pertanyaan dengan benar, hasil postest menunjukkan 16 remaja menjawab 4 pertanyaan dengan benar setelah diberikan penyuluhan. Kata kunci: pengabdian; deteksi dini; kesejahteraan psikologis; remaja Abstract Teenagers today face an increasingly complex digital environment and depend on social media as a means of communication, social interaction and identity exploration. The aim of this service is to carry out early detection of psychological well-being and education on the psychological well-being of generation Z teenagers in the digital era. The method of implementing this service adopts action research steps which consist of 4 (four) stages, namely: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The service participants are 16 teenagers. The activities in this are early detection and education or counseling related to welfare. psychology of Gen Z teenagers. The results of early detection showed that the majority of teenagers' psychological well-being was in the high category, numbering 12 teenagers (75%). There were differences before and after being given counseling to Generation Z teenagers in the era of digitalization. The pretest results showed that there were no teenagers who answered 4 questions correctly, the posttest results showed that 16 teenagers answered 4 questions correctly after being given the counseling. Keywords: devotion; early detection; psychological well-being; adolescents