Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemanfaatan Jahe Gajah sebagai Produk Suplemen di Pekon Selapan, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu Zulpakor Oktoba; Afriyani Afriyani; Putu Ristyaning Ayu; Ari Irawan
Warta Pengabdian Andalas Vol 30 No 4 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.30.4.698-707.2023

Abstract

The community engagement team of the Faculty of Medicine, University of Lampung, conducted community services in the Jaya Lestari Pekon Selapan farmer group, Pardasuka District, Pringsewu Regency. The partner's problem is that elephant ginger (Zingiber officinale var. officinarum) still needs to be optimal in its use, limited to being harvested and then sold directly to collectors, and the selling price on the market is low. Farming groups have never used elephant ginger as a product. The activity aims to educate the public that elephant ginger can be utilized and developed to be processed into a product dosage form, which can add economic value by being made into an antioxidant health supplement product in the form of a pulvis preparation (powder). As well as increasing the capacity and welfare of the community through empowering the potential of the village resources. The method for implementing did through focus group discussions (FGD) included conveying theory through lectures, interactive discussion, and accompanying practical demonstrations in making elephant ginger powder products. The results of this activity show the high enthusiasm of farmer groups and women farmer groups (KWT) in producing elephant ginger powder products.
Perbedaan Nilai Leukosit, Mean Platelet Volume dan Hitung Trombosit Pada Stroke Iskemik dengan Stroke Hemoragik Dika Yunisa; Putu Ristyaning Ayu
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah sindrom klinis akibat gangguan otak fokal maupun global dan merupakan penyebab kematian nomer tiga di dunia. Tingginya angka mortalitas diakibatkan kerusakan jaringan yang berhubungan dengan akumulasi leukosit. Trombosit memiliki fungsi penting dalam hemostasis dan Mean Platelet Volume (MPV) merupakan penilaian dari ukuran trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai leukosit total, MPV dan hitung trombosit pada pasien stroke iskemik dengan stroke hemoragik. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di bangsal Saraf dan bagian Rekam Medik RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung, dengan cara meninjau kembali rekam medis pesien yang pernah menjalani rawat inap di bangsal Saraf pada tahun 2015. Teknik pengambilan sampel yakni teknik consecutive sampling. Berdasarkan kriteria inklusi didapatkan 19 pasien stroke iskemik dan 19 pasien stroke hemoragik. Data dianalisis menggunakan uji T independent. Hasil dari penelitian ini didapatkan rerata nilai leukosit pada pasien stroke iskemik lebih rendah dari hemoragik dengan selisih rerata sebesar 4292,64/mm3. Rerata nilai trombosit dan MPV pada pasien stroke iskemik lebih tinggi dari stroke hemoragik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai leukosit total, MPV dan hitung trombosit pada pasien stroke iskemik dengan stroke hemoragik.Kata Kunci: Leukosit, MPV, stroke, trombosit
Hubungan Konsumsi Protein Kedelai serta Konsumsi Serat Makanan dengan Kadar Kolesterol Total pada Pasien Puskesmas Kedaton Bandar Lampung Sartika Safitri; Agustyas Tjiptaningrum; Dian Isti Angraini; Putu Ristyaning Ayu
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kadar kolesterol total merupakan salah satu tanda gangguan metabolisme lipid (dislipidemia). Salah satu konsekuensi utama dislipidemia adalah terjadinya penyakit jantung koroner (PJK). Konsumsi protein kedelai dan serat makanan diyakini memiliki efek hipokolesterolisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsumsi protein kedelai serta konsumsi serat makanan dengan kadar kolesetrol total. Penelitian ini dilakukan pada Desember 2015 sampai Januari 2016 di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Bandar Lampung dengan metode observasional analitik dan pendekatan cross sectional, jumlah sampel sebanyak 40 orang, berusia 18-45 tahun.Pengambilan sampel dengan cara consecutive sampling. Konsumsi protein kedelai dan serat makanan dinilai dengan SQFFQ, kadar kolesterol total puasa diukur dengan metode CHOD-PAP. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson dengan α=0,05. Rerata konsumsi protein kedelai, serat makanan dan kadar kolesterol total subjek penelitian berturut-turut adalah 15,35gram/hari, 7,34gram/hari, dan 178 mg/dL. Koefisien korelasi menunjukkan hubungan negatif kadar kolesetrol total serum dengan konsumsi protein kedelai dan serat makanan (p = 0,043, r = -0,321; p = 0,010, r = -0,402). Terdapat hubungan konsumsi protein kedelai serta konsumsi serat makanan dengan kadar kolesterol total. Semakin tinggi konsumsi protein kedelai dan konsumsi serat makanan maka semakin rendah kadar kolesterol total.Kata Kunci: kadar kolesterol total, protein kedelai, serat makanan
Perbedaan Kadar Hemoglobin Pre dan Post Hemodialisis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Astriani Rahayu; Ade Yonata; Tri Umiana Soleha; Putu Ristyaning Ayu
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) didefinisikan sebagai kerusakan ginjal yang terjadi lebih dari 3 bulan, berupa kelainan struktural atau fungsional, dengan atau tanpa penurunan gromelurus filtration rate (GFR). Pada end-stage renal disease (ESRD), GFR pasien kurang dari 15 ml/menit/1,73 m2 dianjurkan untuk menjalani renal replacement therapy (RRT), seperti hemodialisis, agar dapat bertahan hidup dengan kualitas baik. Anemia merupakan komplikasi yang paling sering terjadi pada pasien CKD, terutama ketika GFR menurun kurang dari 30-40 ml/menit/1,73 m2 dan terjadi pada 80-90% pasien CKD yang menjalanihemodialisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin pre dan post hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2016. Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan pengambilan data cross-sectional yang melibatkan 36 responden pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan data primer, dimana data diambil secara langsung dari pasien yang menjalanihemodialisis. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata kadar hemoglobin pre hemodialisis 9,3 g/dl dan post hemodialisis 10,7 g/dl, dengan 91,7% responden mengalami peningkatan kadar hemoglobin post hemodialisis. Hasil uji statistik T-paired didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) dengan IK 95% tidak melewati nol. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna kadar hemoglobin pre dan post hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik.Kata kunci: chronik kidney disease, hemodialisis, hemoglobin.
Perbedaan Kadar Monosit Pre dan Post Hemodialisis pada Pasien End Stage Renal Disease (ESRD) di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Intanri Kurniati; Ni Made Shanti; Agustyas Tjiptaningrum; Putu Ristyaning Ayu
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

End stage renal disease (ESRD) merupakan gagal ginjal kronik stadium terminal dengan nilai glomerular filtration rate (GFR) < 15 ml/menit/1,73m2. Pasien ESRD perlu penanganan berupa terapi penggantian ginjal, salah satunya dengan metode hemodialisis. Kondisi uremia dan proses hemodialisis dapat berpengaruh terhadap jumlah dan fungsi fagositosis dari monosit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan rerata kadar monosit pre dan post hemodialisis pada pasien ESRD di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada bulan Oktober sampai November dengan melibatkan 36 responden pasien ESRD yang menjalani hemodialisis yang diambil dengan cara consecutive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan nilai minimal dari kadar monosit pre hemodialisis adalah sebesar 179 dan nilai maksimal sebesar 632 dengan rerata sebesar 397. Sedangkan nilai minimal dan maksimal kadar monosit post hemodialisis adalah sebesar 239 dan 1283 dengan rerata sebesar 527,56. Standar deviasi monosit post hemodialisis adalah sebesar 205,98. Simpulan, bahwa terdapat perbedaan rerata kadar monosit pre dan post hemodialsis yang bermakna dengan nilai p=0,000 (p<0,05).Kata kunci: ESRD, hemodialisis, monosit