Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Kondisi Keuangan Guru Honorer di Jawa Barat dan Implikasinya pada Penggunaan Pinjaman Online Nabhani, Irfan; Nabhani, Mikail Omar; Fitri, Liani Asmarani
Jurnal Algoritma Vol 21 No 1 (2024): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/algoritma/v.21-1.1630

Abstract

This article aims to provide a descriptive analysis regarding the conditions of honorary teachers in West Java in financial management. This is important because honorary teachers are one of the spearheads of education at the primary and secondary levels whose welfare needs attention. This research also carries out discussions and proposes a research framework concept on the factors that influence this behavior, including their decisions when taking online loans. The survey was conducted online on 68 honorary teachers who are members of the association for further descriptive analysis. The survey results show that the majority of honorary teachers have incomes that are below living standards so their position will be vulnerable to penetration by online loans, especially illegal ones. This research proposes a further research concept on the financial behavior of regional honorary teachers by including the variables of financial literacy, inclusiveness, efficiency and innovation, risk and customer protection, security and confidentiality of personal data, as well as the legality of the loan.
Perancangan Peningkatan Kualitas Jasa Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Fotografi Nabhani, Irfan; Ahmad Dzulfikar, Bilal; Aulawi, Hilmi
Jurnal Kalibrasi Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.22-1.1450

Abstract

The research is aimed at improving the quality of services at UMKM in the photography industry. The creative industries, including the photography subsector, have experienced rapid growth in Indonesia. Therefore, it is important to improve the quality of services in this industry increasing competitiveness and customer satisfaction. The research uses the Quality Function Deployment and Service Quality methods to analyze and understand customer needs, QFD is used as a tool to identify attributes that need to be improved and prioritize improvement. Service Quality is used to measure the gap between expectations and performance in delivering services to customers. The level of customer satisfaction with the quality of X Photgraphy's service has not yet been met, as evidenced by the content of the questionnaire replies distributed to respondents using the Servqual method. Three attributes of service quality that need to be prioritized in order to make improvements based on the classification results are as follows: timely completion of photo results, employees dealing with customer questions and requests in a friendly and clear manner, and comfortable, safe and attractive premises. Action to improve service quality based on the need to minimize dissatisfaction with improvement priority attributes by making improvements including changing company management rules, reducing over orders, adding employees for specific positions, improving the implementation of sops, and adding concepts.
Analisis Kemampuan, Motivasi, dan Kesempatan Dalam Meningkatkan Personal Branding Dosen Pada Fakultas Ekonomi Universitas Garut Sopianti, Rineta Arta Mevia; Susilawati, Wati; Nabhani, Irfan
Journal Of Entrepreneurship and Strategic Management Vol. 3 No. 02 (2024): Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jesm.v3i02.418

Abstract

Pendidikan diyakini menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satunya adalah perguruan tinggi, merupakan lembaga pendidikan tingkat tinggi harus memperhitungkan aspek kualitas pendidikan yang fokus pada pengembangan karakter, keilmuan, dan keahlian yang mapan. Dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, dosen memiliki banyak peran dan tanggung jawab salah satu yang menjadi penyebabnya dipengaruhi oleh Personal branding yang mana selain menjadi citra positif bagi dosen berdampak juga terhadap branding perguruan tinggi itu sendiri. Selama proses berjalannya yang dilakukan secara internal atau eksternal oleh dosen tidak terlepas dari faktor lain yang dipengaruhi juga oleh Kemampuan, Motivasi dan Kesempatan pada dosen di setiap perguruan tinggi. Salah satu perguruan tinggi terbaik di garut yaitu Universitas Garut memiliki Personal branding yang baik sehingga banyak calon mahasiswa yang berminat untuk melanjutkan pendidikannya ke Universitas Garut. Fakultas yang paling banyak mahasiswa di setiap tahunnya adalah fakultas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Pengaruh Kemampuan (Ability), Motivasi (motivation), dan Kesempatan (Opportunity) terhadap Personal branding Dosen Pada Fakultas Ekonomi Universitas Garut. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Data primer diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 49 responden dengan menggunakan metode penentuan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Teknik analisis data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan PLS-SEM. Hasil analisis menunjukan bahwa Kemampuan (Ability) dan Kesempatan (Opportunity) memiliki Pengaruh signifikan terhadap Personal Branding Dosen Pada Fakultas Ekonomi Universitas Garut sedangkan Motivasi (Motivation) tidak memiliki Pengaruh signifikan terhadap Personal Branding Dosen Pada Fakultas Ekonomi Universitas Garut.
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Terhadap Peningkatan Manajemen Mutu Pendidikan dan Daya Saing Al Mashduqi Boarding School Garut Nurani, Nispi Gustia; Hermina, Tinneke; Nabhani, Irfan
Journal Of Entrepreneurship and Strategic Management Vol. 3 No. 02 (2024): Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jesm.v3i02.419

Abstract

Implementasi penjaminan mutu pendidikan merupakan langkah kunci dalam membangun budaya mutu di sekolah. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan salah satu sistem yang dikembangkan oleh pemerintah untuk memastikan kualitas pendidikan di setiap satuan Pendidikan. Dengan implementasi SPMI yang efektif dan berkelanjutan, diharapkan setiap satuan pendidikan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan yang diselenggarakan, sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi peserta didik dan masyarakat secara keseluruhan. SPMI fokus pada pengembangan kualitas internal pendidikan di satuan pendidikan tersebut. Ini berarti lebih menekankan pada peningkatan mutu dari dalam, dengan mengoptimalkan proses-proses pendidikan yang ada. Meskipun pemerintah mungkin memberikan kerangka kerja dan pedoman umum,Dengan tema penelitian "Implementasi SPMI di Al Mashduqi Boarding School Garut," fokus penelitian akan terpusat pada proses implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di sekolah tersebut. Hal ini mencakup pemahaman tentang bagaimana SPMI dirancang, diimplementasikan, dan dievaluasi dalam konteks Al Mashduqi Boarding School Garut. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Al Mashduqi Boarding School Garut. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk memperoleh informasi tentang bagaimana SPMI diimplementasikan di Al Mashduqi Boarding School Garut. Observasi dapat dilakukan langsung di sekolah untuk melihat praktik-praktik yang dilakukan, wawancara dengan staf sekolah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memahami perspektif mereka, dan analisis dokumen seperti kebijakan sekolah, laporan evaluasi, atau dokumen SPMI yang ada. Berdasarkan hasil penelitian tentang implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Al Mashduqi Boarding School Garut, analisis dapat dilakukan dalam lima aspek yang telah disebutkan, yaitu : 1. Aspek Input dengan analisis : Kurangnya kesesuaian indikator mutu dengan SNP dapat menghambat kemampuan sekolah untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja mereka secara efektif sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan. 2. Aspek proses dengan analisis sasaran yang tidak cukup ambisius atau tidak realistis dapat menghambat kemajuan sekolah dalam mencapai standar mutu yang diinginkan. 3 Aspek Output dengan analisa terpenuhinya sasaran-sasaran ini menunjukkan kemajuan dalam menjalankan SPMI dan upaya sekolah dalam memenuhi standar nasional Pendidikan. 4. Aspek Outcome dengan analisis Peningkatan ini merupakan hasil dari upaya implementasi SPMI yang berhasil, yang menunjukkan dampak positif dari sistem penjaminan mutu internal terhadap operasional sekolah. 5. Aspek Impact dengan analisis dampak positif ini mencakup berbagai aspek, termasuk prestasi akademik siswa, lingkungan sekolah yang kondusif untuk pembelajaran, serta komitmen terhadap peningkatan mutu yang berkelanjutan. Dengan menganalisis implementasi SPMI di Al Mashduqi Boarding School Garut dalam lima aspek tersebut, dapat diperoleh wawasan yang mendalam tentang keberhasilan, tantangan, dan potensi perbaikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Keputusan Pembelian Smartphone Iphone pada Konsumen Generasi Z di Kabupaten Garut Hikmatulloh, Dede; Nabhani, Irfan; Firdaus, Oktri Mohammad
Journal Of Entrepreneurship and Strategic Management Vol. 3 No. 02 (2024): Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jesm.v3i02.420

Abstract

Kabupaten Garut terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Menurut data dari Garutkab.go.id, Demografi Generasi Z adalah yang terbesar di daerah ini. Keputusan Generasi Z untuk membeli iPhone di Kabupaten Garut yaitu efek dari gaya hidup, citra merek, dan kelompok kelompok referensi. Penurunan harga saham Apple dan pendapatan dikarenakan munculnya iPhone refurbished, iPhone high definition copy & iPhone internasional mempengaruhi kualitas iPhone di pasaran. Keputusan pembelian smartphone iPhone oleh Generasi Z baik itu unit bekas internasional, refurbished, atau resmi sering kali dipilih demi memenuhi gaya hidup mereka tanpa mempertimbangkan harga, kualitas dan isu-isu negatif yang mempengaruhi citra merek iPhone. Sementara itu, Generasi Z belum mampu membeli smartphone iPhone. Diantisipasi bahwa metodologi deskriptif dan asosiatif penelitian ini akan mengklarifikasi dan mengevaluasi kejadian yang diperiksa dengan cermat. Metodologi dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan basis menganalisis populasi dan sampel pada setiap variabel. Random Sampling merupakan prosedur pengambilan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui distribusi kuesioner melalui penggunaan Google Form, Google Spreadsheet, dan e-mail dengan skala likert. Penelitian ini melibatkan Generasi Z yang menggunakan iPhone sebagai populasi. Seratus responden adalah bagian dari populasi yang ditetapkan menggunakan metode sampel non-probabilitas. Aplikasi pengolahan data statistik seperti SEM-PLS dan SmartPLS 4 akan digunakan untuk teknik analisis data yang akan digunakan.
Studi Komparatif atas Pemanfaatan Generative Artificial Intelligence dalam Perkuliahan Akuntansi Riandoko, Riko; Hartono, Sony; Haniyah, Rizqi; Nabhani, Irfan
Balance Vocation Accounting Journal Vol 8, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/bvaj.v8i2.12752

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan generatif (Generative AI) beberapa tahun terakhir ini sangat pesat dan berpengaruh signifikan di berbagai lini kehidupan, tidak terkecuali dalam dunia akademik. Penelitian ini menggarisbawahi potensi Generative AI sebagai alat pembelajaran Akuntansi, aspek yang belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan respon yang dihasilkan oleh empat Generative AI (ChatGPT, Claude, Copilot, dan Gemini) dalam menjawab soal ujian mata kuliah Pengantar Akuntansi. Data diambil dengan memasukkan delapan soal Akuntansi dengan topik yang berbeda ke dalam setiap AI, lalu hasilnya dinilai dan dilakukan analisis menggunakan metode statistik deskriptif, uji-t, dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Claude memiliki nilai rata-rata tertinggi (87,5), diikuti oleh ChatGPT (77,1) dan Copilot (76,9), sementara Gemini mencatat nilai terendah (33,8). Uji-t dan ANOVA mengkonfirmasi adanya perbedaan signifikan antara performa masing-masing AI, dengan Claude terbukti paling unggul dengan rata. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak ada AI yang mampu memberikan jawaban sempurna pada semua soal akuntansi, sehingga penggunaannya harus tetap dievaluasi oleh individu. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pendidikan akuntansi, dengan menyarankan penggunaan AI sebagai alat bantu belajar yang efektif, meskipun tetap diperlukan pengawasan untuk menjaga kualitas dan keaslian hasil akademik.
Implementation of Religious Moderation Values in East Priangan Higher Education Nabhani, Irfan; Ainissyifa, Hilda; Nasrullah, Yufi Mohammad; Fatonah, Nurul
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 6, No 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i1.24700

Abstract

The notions of extremism and radicalism have penetrated the world of education; Public Higher Education is more vulnerable to radical movements due to the perspective that tends to see religious issues in black and white. Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam—PAI), taught to students as a primary subject, is an opportunity to shape students' attitudes toward religious moderation as the next generation. East Priangan has a historical burden (heritage) that Indonesia has ever faced; East Priangan is the basis of the Darul Islam Movement, which has the Indonesian Islamic Army (DI/TII) led by SM. Kartosuryo. The study aimed to describe and analyze the implementation of religious moderation values for higher education students in East Priangan, including the University of Garut, the Indonesian Institute of Education, and the Garut Institute of Technology. This study uses a qualitative approach. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results showed that the efforts of PAI lecturers in building students' attitudes of religious moderation through understanding the methodology of Islamic teaching, the substance of the PAI curriculum was directed at moderate character, the role models and attitudes of PAI lecturers, there were discussion rooms, Qur’anic learning programs, mentoring and coaching of student activity units, and evaluation. Building a philosophy of religious moderation is an effort for students to respect religious diversity and build student collective awareness at universities in East Priangan.
Cultivating Tolerance in East Priangan: Religious Moderation in the Eastern Universities of West Java, Indonesia Ainissyifa, Hilda; Nabhani, Irfan; Nasrullah, Yufi Mohammad; Fatonah, Nurul; Nazib, Fiqra Muhamad
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol. 32 No. 1 (2024)
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ws.32.1.20659

Abstract

Religious moderation has become increasingly relevant in diverse and pluralistic societies, particularly within academic settings where varying interpretations of religious teachings often emerge. This study highlights the growing need to explore and understand religious attitudes among students in the context of their social, cultural, and political influences. The study investigates students' perceptions and views regarding religious moderation by delving into critical issues such as the relationship between Pancasila and religion, the idea of a caliphate state, respect for state symbols, and attitudes toward violence. A quantitative survey approach involved 463 students selected through stratified random sampling from various study programs and semester levels. Data were collected using a structured questionnaire to assess students' perspectives on these controversial topics. The findings reveal a comprehensive picture of religious attitudes among students, emphasizing the importance of fostering religious moderation within academic environments. These results underline the necessity for effective educational strategies to promote understanding and respect for diverse beliefs while minimizing conflict. The study is significant for policymakers, educators, and practitioners because it offers insights into the dynamics of religious attitudes in higher education. Addressing religious moderation's complexities, these findings contribute to developing strategies that can support harmonious coexistence in pluralistic academic communities.
Cultivating Tolerance in East Priangan: Religious Moderation in the Eastern Universities of West Java, Indonesia Ainissyifa, Hilda; Nabhani, Irfan; Nasrullah, Yufi Mohammad; Fatonah, Nurul; Nazib, Fiqra Muhamad
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol. 32 No. 1 (2024)
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ws.32.1.20659

Abstract

Religious moderation has become increasingly relevant in diverse and pluralistic societies, particularly within academic settings where varying interpretations of religious teachings often emerge. This study highlights the growing need to explore and understand religious attitudes among students in the context of their social, cultural, and political influences. The study investigates students' perceptions and views regarding religious moderation by delving into critical issues such as the relationship between Pancasila and religion, the idea of a caliphate state, respect for state symbols, and attitudes toward violence. A quantitative survey approach involved 463 students selected through stratified random sampling from various study programs and semester levels. Data were collected using a structured questionnaire to assess students' perspectives on these controversial topics. The findings reveal a comprehensive picture of religious attitudes among students, emphasizing the importance of fostering religious moderation within academic environments. These results underline the necessity for effective educational strategies to promote understanding and respect for diverse beliefs while minimizing conflict. The study is significant for policymakers, educators, and practitioners because it offers insights into the dynamics of religious attitudes in higher education. By addressing the complexities of religious moderation, these findings contribute to developing strategies that can support harmonious coexistence in pluralistic academic communities.
Strategy for Improving Work Readiness Vocational High School Graduate Holisoh, Iis; Nabhani, Irfan; Aulawi, Hilmi
Jurnal Wacana Ekonomi Vol 23 No 1 (2023): Jurnal Wacana Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwe.v23i1.2977

Abstract

This article aims to examine the strategies that SMK Insan Mandiri Garut should implement to increase graduates who are ready to work. The method used in this research is a qualitative method, namely a special examination that is different in nature and generally uses a top-down examination. From the results it is known that the Insan Mandiri Garut Vocational School research has not been successful in its implementation pattern. Based on the results of the SWOT analysis, the position of Insan Mandiri Garut Vocational School is in quadrant 1. This means that Insan Mandiri Garut Vocational School has opportunities and strengths so that existing opportunities can be utilized as well as possible by optimizing the strengths they have. The strategy that should be implemented in this condition is a growth-oriented strategy or known as the S-O strategy which includes: (a) Improving the quality of graduates through various academic achievements, competency certification, learning innovation, and establishing partnerships with more bona fide parties. business world; (b) Increasing the commitment/loyalty of teaching and education staff by ensuring their welfare; (c) Organizing a competency-based education and training model by utilizing developments in information and communication technology; and (d) Increasing the quality and quantity of prospective new student recruitment through promotional activities.