Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Keputusan Pembelian Smartphone Iphone pada Konsumen Generasi Z di Kabupaten Garut Hikmatulloh, Dede; Nabhani, Irfan; Firdaus, Oktri Mohammad
Journal Of Entrepreneurship and Strategic Management Vol. 3 No. 02 (2024): Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jesm.v3i02.420

Abstract

Kabupaten Garut terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Menurut data dari Garutkab.go.id, Demografi Generasi Z adalah yang terbesar di daerah ini. Keputusan Generasi Z untuk membeli iPhone di Kabupaten Garut yaitu efek dari gaya hidup, citra merek, dan kelompok kelompok referensi. Penurunan harga saham Apple dan pendapatan dikarenakan munculnya iPhone refurbished, iPhone high definition copy & iPhone internasional mempengaruhi kualitas iPhone di pasaran. Keputusan pembelian smartphone iPhone oleh Generasi Z baik itu unit bekas internasional, refurbished, atau resmi sering kali dipilih demi memenuhi gaya hidup mereka tanpa mempertimbangkan harga, kualitas dan isu-isu negatif yang mempengaruhi citra merek iPhone. Sementara itu, Generasi Z belum mampu membeli smartphone iPhone. Diantisipasi bahwa metodologi deskriptif dan asosiatif penelitian ini akan mengklarifikasi dan mengevaluasi kejadian yang diperiksa dengan cermat. Metodologi dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan basis menganalisis populasi dan sampel pada setiap variabel. Random Sampling merupakan prosedur pengambilan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui distribusi kuesioner melalui penggunaan Google Form, Google Spreadsheet, dan e-mail dengan skala likert. Penelitian ini melibatkan Generasi Z yang menggunakan iPhone sebagai populasi. Seratus responden adalah bagian dari populasi yang ditetapkan menggunakan metode sampel non-probabilitas. Aplikasi pengolahan data statistik seperti SEM-PLS dan SmartPLS 4 akan digunakan untuk teknik analisis data yang akan digunakan.
Studi Komparatif atas Pemanfaatan Generative Artificial Intelligence dalam Perkuliahan Akuntansi Riandoko, Riko; Hartono, Sony; Haniyah, Rizqi; Nabhani, Irfan
Balance Vocation Accounting Journal Vol 8, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/bvaj.v8i2.12752

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan generatif (Generative AI) beberapa tahun terakhir ini sangat pesat dan berpengaruh signifikan di berbagai lini kehidupan, tidak terkecuali dalam dunia akademik. Penelitian ini menggarisbawahi potensi Generative AI sebagai alat pembelajaran Akuntansi, aspek yang belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan respon yang dihasilkan oleh empat Generative AI (ChatGPT, Claude, Copilot, dan Gemini) dalam menjawab soal ujian mata kuliah Pengantar Akuntansi. Data diambil dengan memasukkan delapan soal Akuntansi dengan topik yang berbeda ke dalam setiap AI, lalu hasilnya dinilai dan dilakukan analisis menggunakan metode statistik deskriptif, uji-t, dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Claude memiliki nilai rata-rata tertinggi (87,5), diikuti oleh ChatGPT (77,1) dan Copilot (76,9), sementara Gemini mencatat nilai terendah (33,8). Uji-t dan ANOVA mengkonfirmasi adanya perbedaan signifikan antara performa masing-masing AI, dengan Claude terbukti paling unggul dengan rata. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak ada AI yang mampu memberikan jawaban sempurna pada semua soal akuntansi, sehingga penggunaannya harus tetap dievaluasi oleh individu. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pendidikan akuntansi, dengan menyarankan penggunaan AI sebagai alat bantu belajar yang efektif, meskipun tetap diperlukan pengawasan untuk menjaga kualitas dan keaslian hasil akademik.
Implementation of Religious Moderation Values in East Priangan Higher Education Nabhani, Irfan; Ainissyifa, Hilda; Nasrullah, Yufi Mohammad; Fatonah, Nurul
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 6, No 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i1.24700

Abstract

The notions of extremism and radicalism have penetrated the world of education; Public Higher Education is more vulnerable to radical movements due to the perspective that tends to see religious issues in black and white. Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam—PAI), taught to students as a primary subject, is an opportunity to shape students' attitudes toward religious moderation as the next generation. East Priangan has a historical burden (heritage) that Indonesia has ever faced; East Priangan is the basis of the Darul Islam Movement, which has the Indonesian Islamic Army (DI/TII) led by SM. Kartosuryo. The study aimed to describe and analyze the implementation of religious moderation values for higher education students in East Priangan, including the University of Garut, the Indonesian Institute of Education, and the Garut Institute of Technology. This study uses a qualitative approach. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results showed that the efforts of PAI lecturers in building students' attitudes of religious moderation through understanding the methodology of Islamic teaching, the substance of the PAI curriculum was directed at moderate character, the role models and attitudes of PAI lecturers, there were discussion rooms, Qur’anic learning programs, mentoring and coaching of student activity units, and evaluation. Building a philosophy of religious moderation is an effort for students to respect religious diversity and build student collective awareness at universities in East Priangan.
Cultivating Tolerance in East Priangan: Religious Moderation in the Eastern Universities of West Java, Indonesia Ainissyifa, Hilda; Nabhani, Irfan; Nasrullah, Yufi Mohammad; Fatonah, Nurul; Nazib, Fiqra Muhamad
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol. 32 No. 1 (2024)
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ws.32.1.20659

Abstract

Religious moderation has become increasingly relevant in diverse and pluralistic societies, particularly within academic settings where varying interpretations of religious teachings often emerge. This study highlights the growing need to explore and understand religious attitudes among students in the context of their social, cultural, and political influences. The study investigates students' perceptions and views regarding religious moderation by delving into critical issues such as the relationship between Pancasila and religion, the idea of a caliphate state, respect for state symbols, and attitudes toward violence. A quantitative survey approach involved 463 students selected through stratified random sampling from various study programs and semester levels. Data were collected using a structured questionnaire to assess students' perspectives on these controversial topics. The findings reveal a comprehensive picture of religious attitudes among students, emphasizing the importance of fostering religious moderation within academic environments. These results underline the necessity for effective educational strategies to promote understanding and respect for diverse beliefs while minimizing conflict. The study is significant for policymakers, educators, and practitioners because it offers insights into the dynamics of religious attitudes in higher education. Addressing religious moderation's complexities, these findings contribute to developing strategies that can support harmonious coexistence in pluralistic academic communities.
Cultivating Tolerance in East Priangan: Religious Moderation in the Eastern Universities of West Java, Indonesia Ainissyifa, Hilda; Nabhani, Irfan; Nasrullah, Yufi Mohammad; Fatonah, Nurul; Nazib, Fiqra Muhamad
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol. 32 No. 1 (2024)
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ws.32.1.20659

Abstract

Religious moderation has become increasingly relevant in diverse and pluralistic societies, particularly within academic settings where varying interpretations of religious teachings often emerge. This study highlights the growing need to explore and understand religious attitudes among students in the context of their social, cultural, and political influences. The study investigates students' perceptions and views regarding religious moderation by delving into critical issues such as the relationship between Pancasila and religion, the idea of a caliphate state, respect for state symbols, and attitudes toward violence. A quantitative survey approach involved 463 students selected through stratified random sampling from various study programs and semester levels. Data were collected using a structured questionnaire to assess students' perspectives on these controversial topics. The findings reveal a comprehensive picture of religious attitudes among students, emphasizing the importance of fostering religious moderation within academic environments. These results underline the necessity for effective educational strategies to promote understanding and respect for diverse beliefs while minimizing conflict. The study is significant for policymakers, educators, and practitioners because it offers insights into the dynamics of religious attitudes in higher education. By addressing the complexities of religious moderation, these findings contribute to developing strategies that can support harmonious coexistence in pluralistic academic communities.
Strategy for Improving Work Readiness Vocational High School Graduate Holisoh, Iis; Nabhani, Irfan; Aulawi, Hilmi
Jurnal Wacana Ekonomi Vol 23 No 1 (2023): Jurnal Wacana Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwe.v23i1.2977

Abstract

This article aims to examine the strategies that SMK Insan Mandiri Garut should implement to increase graduates who are ready to work. The method used in this research is a qualitative method, namely a special examination that is different in nature and generally uses a top-down examination. From the results it is known that the Insan Mandiri Garut Vocational School research has not been successful in its implementation pattern. Based on the results of the SWOT analysis, the position of Insan Mandiri Garut Vocational School is in quadrant 1. This means that Insan Mandiri Garut Vocational School has opportunities and strengths so that existing opportunities can be utilized as well as possible by optimizing the strengths they have. The strategy that should be implemented in this condition is a growth-oriented strategy or known as the S-O strategy which includes: (a) Improving the quality of graduates through various academic achievements, competency certification, learning innovation, and establishing partnerships with more bona fide parties. business world; (b) Increasing the commitment/loyalty of teaching and education staff by ensuring their welfare; (c) Organizing a competency-based education and training model by utilizing developments in information and communication technology; and (d) Increasing the quality and quantity of prospective new student recruitment through promotional activities.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian Kembali (Repurchase) Pada Pedagang Makanan Kaki Lima di Kabupaten Garut Sahara, Vida Ayu; Nabhani, Irfan; Yuwon, Minto
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 3 No. 4 (2025): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v3i4.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor harga, citra pedagang, lokasi, lingkungan fisik, dan persepsi nilai gizi terhadap keputusan pembelian kembali pada pedagang makanan kaki lima di Kabupaten Garut. Maraknya aktivitas konsumsi masyarakat terhadap makanan kaki lima mendorong pentingnya pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen dalam melakukan pembelian ulang. Pendekatang yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 150 responden yang merupakan konsumen makanan kaki lima di berbagai titik wilayah Kabupaten Garut. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga, citra pedagang, lingkungan fisik, dan persepsi nilai gizi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian kembali sedangkan Lokasi tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian kembali. Di antara kelima faktor tersebut, citra pedagang dan persepsi nilai gizi memiliki pengaruh dominan terhadap keputusan konsumen untuk membeli kembali makanan dari pedagang kaki lima.  Temuan ini memberikan implikasi penting bagi para pelaku usaha makanan kaki lima untuk memperhatikan strategi harga, meningkatkan citra usaha, memilih lokasi strategis, menjaga lingkungan fisik tempat berjualan, serta memberikan informasi yang baik terkait nilai agizi makanan guna meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian Kembali (Repurchase) Pada Pedagang Makanan Kaki Lima di Kabupaten Garut Sahara, Vida Ayu; Nabhani, Irfan; Yuwon, Minto
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 3 No. 4 (2025): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v3i4.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor harga, citra pedagang, lokasi, lingkungan fisik, dan persepsi nilai gizi terhadap keputusan pembelian kembali pada pedagang makanan kaki lima di Kabupaten Garut. Maraknya aktivitas konsumsi masyarakat terhadap makanan kaki lima mendorong pentingnya pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen dalam melakukan pembelian ulang. Pendekatang yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 150 responden yang merupakan konsumen makanan kaki lima di berbagai titik wilayah Kabupaten Garut. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga, citra pedagang, lingkungan fisik, dan persepsi nilai gizi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian kembali sedangkan Lokasi tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian kembali. Di antara kelima faktor tersebut, citra pedagang dan persepsi nilai gizi memiliki pengaruh dominan terhadap keputusan konsumen untuk membeli kembali makanan dari pedagang kaki lima.  Temuan ini memberikan implikasi penting bagi para pelaku usaha makanan kaki lima untuk memperhatikan strategi harga, meningkatkan citra usaha, memilih lokasi strategis, menjaga lingkungan fisik tempat berjualan, serta memberikan informasi yang baik terkait nilai agizi makanan guna meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen.
Implementation of Religious Moderation Values in East Priangan Higher Education Nabhani, Irfan; Ainissyifa, Hilda; Nasrullah, Yufi Mohammad; Fatonah, Nurul
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i1.24700

Abstract

The notions of extremism and radicalism have penetrated the world of education; Public Higher Education is more vulnerable to radical movements due to the perspective that tends to see religious issues in black and white. Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam—PAI), taught to students as a primary subject, is an opportunity to shape students' attitudes toward religious moderation as the next generation. East Priangan has a historical burden (heritage) that Indonesia has ever faced; East Priangan is the basis of the Darul Islam Movement, which has the Indonesian Islamic Army (DI/TII) led by SM. Kartosuryo. The study aimed to describe and analyze the implementation of religious moderation values for higher education students in East Priangan, including the University of Garut, the Indonesian Institute of Education, and the Garut Institute of Technology. This study uses a qualitative approach. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results showed that the efforts of PAI lecturers in building students' attitudes of religious moderation through understanding the methodology of Islamic teaching, the substance of the PAI curriculum was directed at moderate character, the role models and attitudes of PAI lecturers, there were discussion rooms, Qur’anic learning programs, mentoring and coaching of student activity units, and evaluation. Building a philosophy of religious moderation is an effort for students to respect religious diversity and build student collective awareness at universities in East Priangan.
Efektifitas Benchmarking Terhadap Knowledge Gap (Study Pada PT. Changshin Reksa Jaya) Susanto, Riki Aji; Nabhani, Irfan; Suseno, Novie Susanti
Journal of Entrepreneurship and Strategic Management Vol. 3 No. 01 (2024): Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jesm.v3i01.313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana konsep benchmarking terhadap knowledge gap pada PT. Changshin Reksa Jaya untuk menghasilkan optimalisasi karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan dan faktor apa saja yang menjadi kendala dalam penerapan benchmarking terhadap knowledge gap di PT. Changshin Reksa Jaya. Saat ini PT. Changshin reksa jaya menunjukkan belum adanya pengukuran yang jelas knowledge gap yang belum optimal dalam memaksimalkan benchmarking. Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, Adapun langkah-langkahnya adalah reduksi data dan penyajian data peneliti menetapkan sumber data meliputi 35 informan, peristiwa, lokasi, dan dokumen. Sedangkan, untuk dapat memperoleh data secara holistic dan integrative, pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik yaitu wawancara mendalam, observasi partisipan, studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian PT. Changsin sudah menerapkan brenchmarking dan penerapan knowledge management kurang lebih selama 10 tahun, namun sejauh ini PT Changsin memang belum optimal dan belum memilliki wadah dan tempat untuk berbagi pengetahuan antara satu individu dan individu lainnya, seperti fasilitas, ruang meeting untuk diskusi tatap muka adapun hambatan ataupun kendala dalam penerapan benchmarking terhadap knowledge gap yang terjadi karena kurangnya keinginan untuk berbagi, rendahnya minat baca. Dokumen administrasi (panduan) belum berjalan dengan baik, kendala penerapan benchmarking terhadap knowledge gap yang sering terjadi diantaranya kurangnya kepercayaan baik antara pegawai kepada sesama pegawai maupun antara pegawai dengan pimpinan, perbedaan budaya, bahasa, dan referensi, status dan penghargaan terhadap pemilik pengetahuan, kurangnya kapasitas menyerap dari penerima. Untuk memantau proses perkambangan knowledge gap managemen harus melakukan review dan mengirim perwakilanya untuk mengembangkan pengentahuanya untuk menjaga penerapan knowledge management tetap berjalan diberikan penanggung jawab ditiap departemen untuk meningkatkan kualitas dan nilai dari pengetahuan dan agar orang yang pensiun pengetahuannya tidak ikut pergi.