Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Efektifitas Benchmarking Terhadap Knowledge Gap (Study Pada PT. Changshin Reksa Jaya) Susanto, Riki Aji; Nabhani, Irfan; Suseno, Novie Susanti
Journal of Entrepreneurship and Strategic Management Vol. 3 No. 01 (2024): Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jesm.v3i01.313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana konsep benchmarking terhadap knowledge gap pada PT. Changshin Reksa Jaya untuk menghasilkan optimalisasi karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan dan faktor apa saja yang menjadi kendala dalam penerapan benchmarking terhadap knowledge gap di PT. Changshin Reksa Jaya. Saat ini PT. Changshin reksa jaya menunjukkan belum adanya pengukuran yang jelas knowledge gap yang belum optimal dalam memaksimalkan benchmarking. Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, Adapun langkah-langkahnya adalah reduksi data dan penyajian data peneliti menetapkan sumber data meliputi 35 informan, peristiwa, lokasi, dan dokumen. Sedangkan, untuk dapat memperoleh data secara holistic dan integrative, pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik yaitu wawancara mendalam, observasi partisipan, studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian PT. Changsin sudah menerapkan brenchmarking dan penerapan knowledge management kurang lebih selama 10 tahun, namun sejauh ini PT Changsin memang belum optimal dan belum memilliki wadah dan tempat untuk berbagi pengetahuan antara satu individu dan individu lainnya, seperti fasilitas, ruang meeting untuk diskusi tatap muka adapun hambatan ataupun kendala dalam penerapan benchmarking terhadap knowledge gap yang terjadi karena kurangnya keinginan untuk berbagi, rendahnya minat baca. Dokumen administrasi (panduan) belum berjalan dengan baik, kendala penerapan benchmarking terhadap knowledge gap yang sering terjadi diantaranya kurangnya kepercayaan baik antara pegawai kepada sesama pegawai maupun antara pegawai dengan pimpinan, perbedaan budaya, bahasa, dan referensi, status dan penghargaan terhadap pemilik pengetahuan, kurangnya kapasitas menyerap dari penerima. Untuk memantau proses perkambangan knowledge gap managemen harus melakukan review dan mengirim perwakilanya untuk mengembangkan pengentahuanya untuk menjaga penerapan knowledge management tetap berjalan diberikan penanggung jawab ditiap departemen untuk meningkatkan kualitas dan nilai dari pengetahuan dan agar orang yang pensiun pengetahuannya tidak ikut pergi.
Penerimaan Warganet Terhadap Berita Dari Influencer vs Media Massa (Analisis Penerimaan Pembaca Terhadap Berita yang Dibuat Influencer vs Media Massa di Media Sosial) Ghani, Hakim Abdul; Nabhani, Irfan; Septiani, Hera Laxmi Devi
Journal of Entrepreneurship and Strategic Management Vol. 3 No. 01 (2024): Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jesm.v3i01.318

Abstract

Kehadiran media sosial mengubah banyak hal. Salah satunya adalah 'Ruang Berita'. Saat ini terdapat fenomena netizen yang lebih memilih mengonsumsi berita dari akun influencer di media sosial, dibandingkan media massa dalam platform yang sama. Faktanya, media massa mempunyai kredibilitas untuk melakukan hal tersebut. Di tingkat lokal, hal ini setidaknya terlihat dari perbandingan yang sangat jauh, antara jumlah pengikut akun influencer dengan jumlah pengikut media massa di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tersebut. Untuk membuktikan benar atau tidaknya, kecenderungan netizen lebih memilih mengonsumsi berita dari influencer dibandingkan media massa di media sosial, dan mencari tahu apa saja faktor pendorong yang menyebabkannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Peneliti melontarkan beberapa pertanyaan kepada warganet yang diambil berdasarkan klasifikasi tertentu. Hasil survei tersebut kemudian didukung dengan pernyataan beberapa ahli di bidangnya yang relevan dengan topik yang diteliti. Hasilnya, warganet diketahui lebih memilih mengonsumsi berita di akun influencer dibandingkan media massa di media sosial. Ada beberapa faktor yang menjadi pemicunya. Diantaranya karena influencer dinilai lebih up to date dibandingkan media massa, dalam hal penyebaran berita di media sosial. Hal ini membuat influencer lebih digandrungi oleh netizen, dibandingkan media massa. Namun di sisi lain, fenomena ini juga menyisakan banyak pertanyaan yang perlu dijawab. Sebab, bagaimana influencer bisa menjadi primadona warganet dalam pemberitaan, padahal mereka tidak berkompeten dalam memproduksi dan mendistribusikan berita.
Analisis Kemampuan, Motivasi, dan Kesempatan Dalam Meningkatkan Personal Branding Dosen Pada Fakultas Ekonomi Universitas Garut Sopianti, Rineta Arta Mevia; Susilawati, Wati; Nabhani, Irfan
Journal of Entrepreneurship and Strategic Management Vol. 3 No. 02 (2024): Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jesm.v3i02.418

Abstract

Pendidikan diyakini menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satunya adalah perguruan tinggi, merupakan lembaga pendidikan tingkat tinggi harus memperhitungkan aspek kualitas pendidikan yang fokus pada pengembangan karakter, keilmuan, dan keahlian yang mapan. Dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, dosen memiliki banyak peran dan tanggung jawab salah satu yang menjadi penyebabnya dipengaruhi oleh Personal branding yang mana selain menjadi citra positif bagi dosen berdampak juga terhadap branding perguruan tinggi itu sendiri. Selama proses berjalannya yang dilakukan secara internal atau eksternal oleh dosen tidak terlepas dari faktor lain yang dipengaruhi juga oleh Kemampuan, Motivasi dan Kesempatan pada dosen di setiap perguruan tinggi. Salah satu perguruan tinggi terbaik di garut yaitu Universitas Garut memiliki Personal branding yang baik sehingga banyak calon mahasiswa yang berminat untuk melanjutkan pendidikannya ke Universitas Garut. Fakultas yang paling banyak mahasiswa di setiap tahunnya adalah fakultas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Pengaruh Kemampuan (Ability), Motivasi (motivation), dan Kesempatan (Opportunity) terhadap Personal branding Dosen Pada Fakultas Ekonomi Universitas Garut. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Data primer diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 49 responden dengan menggunakan metode penentuan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Teknik analisis data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan PLS-SEM. Hasil analisis menunjukan bahwa Kemampuan (Ability) dan Kesempatan (Opportunity) memiliki Pengaruh signifikan terhadap Personal Branding Dosen Pada Fakultas Ekonomi Universitas Garut sedangkan Motivasi (Motivation) tidak memiliki Pengaruh signifikan terhadap Personal Branding Dosen Pada Fakultas Ekonomi Universitas Garut.
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Terhadap Peningkatan Manajemen Mutu Pendidikan dan Daya Saing Al Mashduqi Boarding School Garut Nurani, Nispi Gustia; Hermina, Tinneke; Nabhani, Irfan
Journal of Entrepreneurship and Strategic Management Vol. 3 No. 02 (2024): Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jesm.v3i02.419

Abstract

Implementasi penjaminan mutu pendidikan merupakan langkah kunci dalam membangun budaya mutu di sekolah. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan salah satu sistem yang dikembangkan oleh pemerintah untuk memastikan kualitas pendidikan di setiap satuan Pendidikan. Dengan implementasi SPMI yang efektif dan berkelanjutan, diharapkan setiap satuan pendidikan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan yang diselenggarakan, sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi peserta didik dan masyarakat secara keseluruhan. SPMI fokus pada pengembangan kualitas internal pendidikan di satuan pendidikan tersebut. Ini berarti lebih menekankan pada peningkatan mutu dari dalam, dengan mengoptimalkan proses-proses pendidikan yang ada. Meskipun pemerintah mungkin memberikan kerangka kerja dan pedoman umum,Dengan tema penelitian "Implementasi SPMI di Al Mashduqi Boarding School Garut," fokus penelitian akan terpusat pada proses implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di sekolah tersebut. Hal ini mencakup pemahaman tentang bagaimana SPMI dirancang, diimplementasikan, dan dievaluasi dalam konteks Al Mashduqi Boarding School Garut. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Al Mashduqi Boarding School Garut. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk memperoleh informasi tentang bagaimana SPMI diimplementasikan di Al Mashduqi Boarding School Garut. Observasi dapat dilakukan langsung di sekolah untuk melihat praktik-praktik yang dilakukan, wawancara dengan staf sekolah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memahami perspektif mereka, dan analisis dokumen seperti kebijakan sekolah, laporan evaluasi, atau dokumen SPMI yang ada. Berdasarkan hasil penelitian tentang implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Al Mashduqi Boarding School Garut, analisis dapat dilakukan dalam lima aspek yang telah disebutkan, yaitu : 1. Aspek Input dengan analisis : Kurangnya kesesuaian indikator mutu dengan SNP dapat menghambat kemampuan sekolah untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja mereka secara efektif sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan. 2. Aspek proses dengan analisis sasaran yang tidak cukup ambisius atau tidak realistis dapat menghambat kemajuan sekolah dalam mencapai standar mutu yang diinginkan. 3 Aspek Output dengan analisa terpenuhinya sasaran-sasaran ini menunjukkan kemajuan dalam menjalankan SPMI dan upaya sekolah dalam memenuhi standar nasional Pendidikan. 4. Aspek Outcome dengan analisis Peningkatan ini merupakan hasil dari upaya implementasi SPMI yang berhasil, yang menunjukkan dampak positif dari sistem penjaminan mutu internal terhadap operasional sekolah. 5. Aspek Impact dengan analisis dampak positif ini mencakup berbagai aspek, termasuk prestasi akademik siswa, lingkungan sekolah yang kondusif untuk pembelajaran, serta komitmen terhadap peningkatan mutu yang berkelanjutan. Dengan menganalisis implementasi SPMI di Al Mashduqi Boarding School Garut dalam lima aspek tersebut, dapat diperoleh wawasan yang mendalam tentang keberhasilan, tantangan, dan potensi perbaikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Keputusan Pembelian Smartphone Iphone pada Konsumen Generasi Z di Kabupaten Garut Hikmatulloh, Dede; Nabhani, Irfan; Firdaus, Oktri Mohammad
Journal of Entrepreneurship and Strategic Management Vol. 3 No. 02 (2024): Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jesm.v3i02.420

Abstract

Kabupaten Garut terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Menurut data dari Garutkab.go.id, Demografi Generasi Z adalah yang terbesar di daerah ini. Keputusan Generasi Z untuk membeli iPhone di Kabupaten Garut yaitu efek dari gaya hidup, citra merek, dan kelompok kelompok referensi. Penurunan harga saham Apple dan pendapatan dikarenakan munculnya iPhone refurbished, iPhone high definition copy & iPhone internasional mempengaruhi kualitas iPhone di pasaran. Keputusan pembelian smartphone iPhone oleh Generasi Z baik itu unit bekas internasional, refurbished, atau resmi sering kali dipilih demi memenuhi gaya hidup mereka tanpa mempertimbangkan harga, kualitas dan isu-isu negatif yang mempengaruhi citra merek iPhone. Sementara itu, Generasi Z belum mampu membeli smartphone iPhone. Diantisipasi bahwa metodologi deskriptif dan asosiatif penelitian ini akan mengklarifikasi dan mengevaluasi kejadian yang diperiksa dengan cermat. Metodologi dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan basis menganalisis populasi dan sampel pada setiap variabel. Random Sampling merupakan prosedur pengambilan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui distribusi kuesioner melalui penggunaan Google Form, Google Spreadsheet, dan e-mail dengan skala likert. Penelitian ini melibatkan Generasi Z yang menggunakan iPhone sebagai populasi. Seratus responden adalah bagian dari populasi yang ditetapkan menggunakan metode sampel non-probabilitas. Aplikasi pengolahan data statistik seperti SEM-PLS dan SmartPLS 4 akan digunakan untuk teknik analisis data yang akan digunakan.
THE EFFECTIVENESS OF BULLYING PREVENTION EDUCATION ON IMPROVING STUDENTS' UNDERSTANDING AT SDN 1 NEGLASARI Nabhani, Irfan; Hadita, Akmala; ., Anton; Amelia, Wanda; Tryananda, Muthiara; Faazan, Nazma Barqia; Ubaidillah, Muhammad Fatih; Nandar, Deka Ali
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 6 No 4 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment (November)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v6i4.1124

Abstract

ABSTRACT Bullying is an intentional and repetitive aggressive behavior, whether verbal, physical, or social, that negatively impacts the victim’s psychological condition. This study aimed to evaluate the effectiveness of bullying prevention education in improving students’ understanding at SDN 1 Neglasari. The research employed a descriptive quantitative approach with 59 respondents from fifth and sixth grade. Data were collected through pre-tests, post-tests, and written accounts of personal or peers’ experiences related to bullying. The results showed an increase in students’ understanding from 71.86% to 89.10%, with the highest improvement in verbal and physical bullying. Students’ written experiences revealed that verbal bullying was the most frequently encountered (39%), followed by physical and social bullying, while 44% of students reported never experiencing bullying. Bullying prevention education proved effective in enhancing students’ understanding and serves as a preventive effort to create a safe and child-friendly school environment. ABSTRAK Perundungan merupakan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus dan bersifat agresif, mulai dari verbal, fisik, maupun sosial, yang berdampak negatif pada kondisi psikologis korban. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi pencegahan bullying dalam meningkatkan pemahaman siswa SDN 1 Neglasari. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan 59 responden kelas lima dan enam. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, serta penulisan pengalaman pribadi atau teman terkait bullying. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dari 71,86% menjadi 89,10%, dengan peningkatan tertinggi pada bullying verbal dan fisik. Pengalaman tertulis siswa mengungkapkan bullying verbal paling sering dialami (39%), diikuti fisik dan sosial, sementara 44% siswa tidak pernah mengalami bullying. Edukasi pencegahan bullying terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa dan menjadi upaya pencegahan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
The Impact of Mobile Internet Adoption by Cocoa Farmers: A Case Study in Southern East Java, Indonesia Nabhani, Irfan; Daryanto, Arief; Machfud, Machfud; Rifin, Amzul
International Research Journal of Business Studies Vol. 8 No. 2 (2015): August - November 2015
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21632/irjbs.8.2.97-106

Abstract

The objective of this paper is to examine the impact of mobile internet adoption by cocoa farmers into their business performance. The main factors examined in this study are creativity and innovativeness. The study sample consists of 193cocoa farmers with 24% smart phone penetrationin thirteen cocoa farmer centers in southern East Java. Data were analyzed by employing Structural Equation Modeling (SEM). The findings revealed that the business performance is significantly impacted by creativity and innovativeness. Creativity and innovativeness was measured by new product development, new process, and new marketing way; while business performance was measured by sales increase, profitability improvement and market share. This research has a limitation that the generalizability of the findings is limited to the geographical scope of the sample. Based on findings, as the practical implications of this study, to give a meaningful broadband to the farmers, all stake holders need to build a conducive broadband ecosystem for the farmer by providing better access to device, user friendly applications, and better broadband customer experience.
Pengaruh Employer Branding, Nilai Sosial Organisasi, dan Career Development Terhadap Retensi Talenta Muda dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi di Yayasan Yuk Peduli Rifai Herdiana, Nurwan; Nabhani, Irfan; Minto, Minto
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 8 No. 5 (2026): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v8i5.11794

Abstract

Research on young talent retention has become an important issue in human resource management, particularly in non-profit organizations that often face limitations in providing financial compensation. Therefore, organizations need to understand non-financial factors that influence job satisfaction and employees’ decisions to remain in the organization. This study aims to analyze the influence of employer branding, organizational social values, and career development on young talent retention with job satisfaction as a mediating variable at Yayasan Yuk Peduli. The study employed a quantitative approach using a survey method involving 100 respondents who represent young talents in the organization. Data were analyzed using Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (SEM-PLS). The results indicate that employer branding, organizational social values, and career development have a positive and significant effect on job satisfaction. However, these variables do not have a significant direct effect on talent retention, and job satisfaction does not mediate the relationship between the independent variables and retention. These findings suggest that organizational factors play a greater role in shaping job satisfaction than in encouraging long-term retention. Therefore, non-profit organizations need to develop more comprehensive talent management strategies to strengthen employee loyalty and commitment.