Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Hubungan Kejadian Hipertensi Pada Dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Suryanti, Dewi; Harokan, Ali; Priyatno, Akhmad Dwi; Handayani, Silvia
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 7 No 1 (2022): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN) (IN PRESS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v7i1.2025

Abstract

Di Indonesia, prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1% pada tahun 2018. Provinsi Jambi memiliki prevalensi hipertensi sebesar 24,6% pada tahun 2019. Dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai bagian dari masyarakat Jambi merupakan kasus penyakit tertinggi pada tahun 2020. Diperkirakan kasus hipertensi pada dosen UIN STS Jambi jauh lebih besar karena hanya 1/3 kasus yang terdeteksi dan sisanya tidak terdeteksi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi frekuensi hipertensi dengan factor umur, jenis kelamin, berat badan, stress, aktifitas fisik dan pola makan pada dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Metode: penelitian ini dilaksanakan dengan metode kuantitatif melalui survey analitik. Untuk mengetahui korelasi antar variable, peneliti menggunakan analisis Cross Sectional dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,029, terlihat antara umur dengan kejadian hipertensi terdapat hubungan yang bermakna. Pada jenis kelamin didapatkan nilai p=0,151 maka, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian hipertensi dengan nilai P Value 0,05, pada variable IMT didapatkan nilai p=0,001 sehingga didapati hubungan yang bermakna antara Indeks Masa Tubuh dengan kejadian hipertensi dengan nilai P Value 0,05, sedangkan tingkat stress didapati nilai p=0,295 sehingga tidak didapati hubungan yang bermakna antara tingkat stress dengan kejadian hipertensi dengan nilai P Value 0,05, tidak ada hubungan antara aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi, tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi. Saran: Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran subjek penelitian dan pimpinan universitas terhadap tingginya risiko prevalensi hipertensi di lingkungan tempat kerja dan factor apa saja yang mempengaruhi kejadian hipertensi.
Analisis Kejadian Penyakit Hipertensi pada Usia Dewasa Muda di Wilayah Kerja UPTD Balai Kesehatan Paru Masyarakat Kota Prabumulih Yulitha, Tryas; Harokan, Ali; Asiani, Gema
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3128

Abstract

Hipertensi pada dewasa muda mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan. Di UPTD BKPM Kota Prabumulih, kasus baru hipertensi meningkat dari 287 orang (2022) menjadi 477 orang (2024), dengan 127 kasus pada kelompok usia dewasa muda. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa muda di wilayah kerja UPTD BKPM Kota Prabumulih. Metode: Penelitian cross-sectional dengan 76 responden dewasa muda (20-44 tahun) dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, GPAQ, PSS-10, FFQ, dan pengukuran antropometri. Analisis bivariat menggunakan Chi-square dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil: Prevalensi hipertensi mencapai 65,8%. Analisis bivariat menunjukkan empat faktor signifikan: riwayat keturunan (p=0,001; OR=6,400), BMI (p=0,000; OR=15,185), konsumsi natrium (p=0,002; OR=5,926), dan konsumsi lemak (p=0,002; OR=7,000). Analisis multivariat mengidentifikasi riwayat keturunan sebagai faktor dominan (OR=0,164; p=0,012). Model prediksi memiliki kemampuan 57,9% dengan probabilitas hipertensi 90,7% untuk individu dengan kombinasi ketiga faktor risiko. Kesimpulan: Prevalensi hipertensi tinggi pada dewasa muda dengan riwayat keturunan, BMI, dan konsumsi lemak sebagai faktor utama. Diperlukan skrining bertarget, modifikasi gaya hidup, dan program pencegahan komprehensif.
Analisis Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien di Instalasi Rawat Jalan RS Mohammad Hoesin Palembang Nirwani, Nirwani; Harokan, Ali; Ekawati, Dianita
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3132

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan indikator penting kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan nasional. RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang mencatat tingkat kepuasan 88,83% namun masih terdapat kekurangan pada fasilitas fisik dan kecepatan pelayanan. Tujuan: Menganalisis hubungan kualitas pelayanan berdasarkan sembilan unsur Permenpan RB No. 14/2017 terhadap kepuasan pasien rawat jalan. Metode: Penelitian cross-sectional pada Juni 2025 dengan 384 pasien rawat jalan dipilih secara accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berdasarkan Permenpan RB No. 14/2017. Analisis menggunakan SPSS dengan uji univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil: Tingkat kepuasan pasien 89,3%, melampaui rata-rata nasional (78,2%). Sembilan variabel menunjukkan hubungan signifikan (p<0,05): pekerjaan, persyaratan administrasi, prosedur layanan, waktu pelayanan, produk layanan, kompetensi petugas, perilaku petugas, penanganan pengaduan, dan sarana prasarana. Analisis multivariat mengidentifikasi perilaku petugas sebagai faktor dominan (OR=32,504; p=0,000), diikuti prosedur layanan (OR=11,739), sarana prasarana (OR=10,012), dan waktu layanan (OR=7,791). Model memiliki kekuatan prediksi 60,1%. Simpulan: Perilaku petugas merupakan faktor dominan kepuasan pasien. Rumah sakit perlu memprioritaskan pelatihan service excellence, optimalisasi prosedur, dan perbaikan fasilitas untuk meningkatkan mutu pelayanan.
Analisis Kepuasan Pelayanan Kesehatan Program Penyakit Tidak Menular (PTM) di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Panggung Kabupaten Muara Enim Tahun 2025 Asti, Yulia; Harokan, Ali; Wahyudi, Arie
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3147

Abstract

Memahami pengalaman dan kepuasan pasien terhadap layanan kesehatan sangat penting untuk memantau dan meningkatkan kualitas perawatan. Penilaian terhadap kepuasan pasien juga memberikan kesempatan bagi pasien untuk berpartisipasi dalam menyesuaikan penyediaan layanan kesehatan sesuai kebutuhan mereka, yang merupakan prinsip inti dari layanan kesehatan yang berpusat pada orang. Berdasarkan hasil uji statistik Multivariat dengan P-Value 0,047 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pelayanan pendaftaran dan kepuasan pelayanan kesehatan program PTM di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Panggung Kabupaten Muara Enim Tahun 2025. Odds Ratio (OR) sebesar 0,431 menunjukkan bahwa responden yang menilai pelayanan pendaftaran kurang baik memiliki peluang 0,431 kali untuk merasa tidak puas terhadap pelayanan kesehatan dibandingkan yang menilai pelayanan pendaftaran baik, sehingga pelayanan pendaftaran menjadi faktor yang paling dominan dalam pelayanan kesehatan di posyandu lansia. Variabel paling dominan terhadap kepuasan pelayanan program PTM di posyandu lansia Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Panggung Kabupaten Muara Enim Tahun 2025 adalah variabel pelayanan Pendaftaran dengan nilai OR 0,431. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pada tahap awal kunjungan lansia (pendaftaran) berperan penting dalam membentuk kepuasan responden terhadap keseluruhan layanan yang diberikan.
Analisis Kejadian Diabetes Melitus Tipe II di Kantor Kepolisian Resor Kabupaten Banyuasin Putri, Nadya Andriani; Wahyudi, Arie; Harokan, Ali
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3184

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, dengan prevalensi yang diproyeksikan mencapai 783 juta pada tahun 2045. Personel kepolisian merupakan kelompok okupasi berisiko tinggi mengalami diabetes akibat stres pekerjaan dan gaya hidup. Di Kantor Kepolisian Kabupaten Banyuasin, kasus diabetes melitus tipe II meningkat dari 56 orang (2022) menjadi 63 orang (2024). Tujuan: Menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe II di kalangan anggota Kepolisian Resor Kabupaten Banyuasin tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan desain case-control dengan 126 responden (63 kasus dan 63 kontrol). Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder laporan kesehatan. Analisis data menggunakan uji Chi Square untuk analisis bivariat dan regresi logistik berganda untuk analisis multivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara usia >45 tahun (OR=289,7; p=0,000), pola tidur kurang (OR=0,25; p=0,000), IMT tidak normal (OR=0,02; p=0,000), hipertensi (OR=3,18; p=0,000), merokok (OR=21,10; p=0,000), dan aktivitas fisik kurang (OR=47,26; p=0,000) dengan kejadian diabetes melitus tipe II. Analisis multivariat mengidentifikasi tiga faktor dominan: usia >45 tahun (OR=530,376), IMT normal sebagai faktor protektif (OR=0,044), dan aktivitas fisik kurang (OR=27,962). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu usia >45 tahun memiliki IMT tidak normal, dan aktivitas fisik kurang merupakan faktor dominan kejadian diabetes melitus tipe II pada anggota kepolisian. Program pencegahan perlu difokuskan pada manajemen berat badan dan peningkatan aktivitas fisik, terutama pada kelompok usia >45 tahun.
Factor analysis of nurses’ satisfaction with educational installation training in hospitals: A cross-sectional study Akli, Nur; Harokan, Ali; Asiani, Gema
Lentera Perawat Vol. 6 No. 3 (2025): July - September
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i3.535

Abstract

Background: Nurse job satisfaction plays an essential role in improving the quality of nursing care and patient safety. Several factors, including leadership, work environment, promotion opportunities, training, educational installation activities, and work tenure, have been shown to influence nurses’ satisfaction. Objective: This study aimed to analyze factors associated with nurses’ satisfaction regarding educational installation training in hospitals. Methods: This research applied a quantitative cross-sectional design. The study population comprised 90 inpatient nurses at  dr. AK Gani Hospital Palembang, selected through total sampling. Data were collected using a validated and reliable structured questionnaire. Data analysis employed chi-square tests for bivariate analysis and multiple logistic regression for multivariate analysis with a 95% confidence level. Results: Bivariate analysis revealed significant factors including work tenure (p=0.000; OR=0.093), leadership (p=0.001; OR=4.984), work environment (p=0.003; OR=4.054), promotion opportunities (p=0.034; OR=2.737), training (p=0.007; OR=3.575), and educational installation activities (p=0.002; OR=4.516). Multivariate analysis identified work tenure as the most dominant factor (OR=412.585), followed by educational installation activities (OR=57.295), training (OR=27.712), work environment (OR=28.014), promotion opportunities (OR=24.429), and leadership (OR=19.420). Conclusion: Nurse satisfaction is significantly influenced by organizational factors and work experience, with work tenure serving as the strongest predictor. Hospitals should strengthen leadership, create supportive work environments, ensure fair promotion opportunities, and provide continuous training and educational installation activities to enhance nurse job satisfaction.
ANALISIS KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK DI PUSKESMAS MARTAPURA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR TAHUN 2024 Dewi, Shinta; Suryani, Lilis; Harokan, Ali
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28192

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit yang mahal untuk diobati, menghabiskan 5-10% anggaran layanan kesehatan di negara-negara industri, dan merupakan salah satu alasan utama anak-anak dirawat di rumah sakit di beberapa negara berpendapatan tinggi. Penelitianni bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian karies gigi pada anak di Puskesmas Martapura Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2024. Metode dalam penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Penelitian telah dilaksanakan di Puskesmas Martapura Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2024, pada tanggal 5 maret - 28 maret 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang berkunjung di Poli Gigi di Puskesmas Martapura Tahun 2023 sebanyak 120 responden, dengan jumlah sampel 120 responden. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Pengumpulan data primer pada penelitian ini menggunakan alat ukur berupa kuisioner Analisis bivariat dengan chi-square diperoleh hasil penelitian ada hubungan konsumsi makan manis (p-value 0,001), sikap (p-value 0,04) dengan kejadian karies gigi pada anak. Tidak ada hubungan jenis kelamin (p-value 1,00), pengetahuan (p-value 0,78), kebiasaan mengosok gigi (p-value 0,26) dan pendidikan ibu (p-value 0,06) dengan kejadian karies gigi pada anak. Analisis multivariate regresi logistik menunjukan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian karies gigi adalah konsumsi makanan manis (p-value 0,001). Kesimpulan ada hubungan konsumsi makan manis dan sikap dengan kejadian karies gigi pada anak di Puskesmas Martapura Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Skabies Pada Narapidana Di Lapas Kelas II A Banyuasin Tahun 2024 Rosani, Elisa; Ekawati, Dianita; Wahyudi, Arie; Harokan, Ali
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i4.16711

Abstract

Penyakit berbasis lingkungan seperti skabies masih menjadi penyebab masalah kesehatan terbesar bagi masyarakat Indonesia khususnya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis faktor risiko kejadian skabies di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024. Desain dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan metode deskriptif dan survei analitik melalui pendekatan cross-sectional dengan teknik non-probability sampling dengan teknik cluster sampling terhadap 93 orang narapidana. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan umur dan sistem pengelolaan air limbah memiliki nilai p value > 0,05, variabel pengetahuan (0,016), penggunaan handuk (0,000), menjemur handuk (0,011), frekuensi mandi (0,005), penggunaan sabun (0,009), penggunaan pakaian bergantian (0,004), kebersihan tempat tidur (0,020), jumlah penggunaan air (0,003) nilai < 0,05. Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara umur dan sistem pengelolaan air limbah dengan kejadian skabies serta ada hubungan antara pengetahuan, penggunaan handuk, menjemur handuk, frekuensi mandi, penggunaan sabun, penggunaan pakaian bergantian, kebersihan tempat tidur dan jumlah penggunaan air dengan kejadian skabies di Lapas Kelas II A Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.
Analisis Kepuasan Pelayanan Kesehatan Program PTM di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Panggung Kabupaten Muara Enim Yulia Asti; Harokan, Ali; Wahyudi, Arie
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3146

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator utama kualitas pelayanan kesehatan. Peningkatan beban penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia menuntut penguatan sistem pelayanan kesehatan primer, khususnya melalui Posyandu lansia. Di UPTD Puskesmas Pulau Panggung Kabupaten Muara Enim, capaian pelayanan PTM mengalami penurunan dari 90% (2022) menjadi 70% (2024), namun evaluasi kepuasan khusus layanan PTM belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepuasan pelayanan kesehatan program PTM di Posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Pulau Panggung Kabupaten Muara Enim. Metode penelitian kuantitatif cross-sectional melibatkan 93 responden pra lansia dan lansia berusia 45-60 tahun yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian: mayoritas responden berusia muda (51,6%) dengan pendidikan rendah (62,4%). Secara keseluruhan, 54,8% responden menyatakan tidak puas terhadap layanan PTM di Posyandu lansia. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara pelayanan pengukuran (p=0,075), pemeriksaan kesehatan (p=0,021), dan penyuluhan/konseling (p=0,042) dengan kepuasan. Analisis multivariat mengidentifikasi pelayanan pendaftaran sebagai faktor dominan (OR=431) dalam kepuasan pelayanan kesehatan program PTM. Kesimpulan: Tingkat kepuasan terhadap pelayanan kesehatan program PTM di Posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Pulau Panggung Kabupaten Muara Enim masih rendah dengan pelayanan pendaftaran menjadi faktor kunci. Diperlukan perbaikan sistem pelayanan pendaftaran untuk meningkatkan kepuasan keseluruhan lansia terhadap program PTM di Posyandu.