p-Index From 2021 - 2026
3.585
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PIONIR: Jurnal Pendidikan EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak AWLADY Jurnal Pendidikan Anak JIP: Jurnal Ilmiah PGMI PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Al Ishlah Jurnal Pendidikan QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar Taman Cendekia : Jurnal Pendidikan Ke-SD-an BUAH HATI PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Journal EVALUASI Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Journal AL-MUDARRIS Cakrawala Dini : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Seling: Journal of PGRA Study Program Jurnal PAI Raden Fatah Jurnal Pendidikan Edutama Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini al-Aulad: Journal of Islamic Primary Education JPIB : Jurnal Psikologi Islam dan Budaya KONSELING: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapannya JECED : Journal of Early Childhood Education and Development PROGRES PENDIDIKAN Islamic EduKids: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Tarbiyah Al-Awlad: Jurnal Kependidikan Islam Tingkat Dasar Al-Ittizaan : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan Journal of Early Childhood Education Journal of Education Research Kaunia: Integration and Interconnection of Islam and Science Journal Murabby: Jurnal Pendidikan Islam Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan CHILD KINGDOM : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Suyadi, Suyadi
Program Magister PIAUD, Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Published : 60 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Application of Pop-Up Book Media in Developing Children's Linguistic Intelligence Diani Deka Rusanti; Naimah Naimah; Suyadi Suyadi; Khamim Zarkasih Putro
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 2 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i2.2879

Abstract

Pop-up books are very different from ordinary storybooks. Pop-up books are more modern when the pages are opened, they form three dimensions, and when closed, they become two dimensions so that children become interested in participating in learning activities using pop-up book media, especially in developing children's linguistic intelligence. This study aims to discover that pop-up book media can help develop children's linguistic intelligence. When opened into a three-dimensional image, Media designed to be a 900-shaped book can make children interested, happy, and active in expressing the language. This study uses a qualitative descriptive research with data collection carried out directly at the Primary Kindergarten location. Data collection tools used by researchers using observation, interviews, and documentation. The subjects in this study used 12 students, data analysis techniques used data reduction, data display and data verification. Learning activities with pop-up book media show the results that this activity can develop early childhood linguistic intelligence, which is shown that children are able to answer more complex questions, children are able to communicate orally without embarrassment, children already have an additional vocabulary, and the child can already understand the symbols in preparation for entering the next educational stage, namely calistung, the child can also retell today's activities.
Penggunaan Metode Bercerita Islamiyah dalam Menanamkan Nilai Adab Makan pada Anak Usia Dini Fifi Elvia; Suyadi Suyadi; Desi Farijah; Nasratun Najiha; Tri Rukmana
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.3867

Abstract

Menanamkan nilai adab makan pada anak usia dini merupakan hal yang sangat penting. Penggunaan metode bercerita Islamiyah menjadi salah satu metode dalam menanamkan nilai adab makan pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana penggunaan metode bercerita islamiyah dalam menanamkan nilai adab makan pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan langsung di sekolah yang bersangkutan. Adapun informan dalam penelitian ini adalah anak kelas 1A Kuttab Awal usia 5-6 tahun yang berjumlah 12 orang anak di Kuttab Al-Fatih Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode bercerita islamiyah dalam menanamkan nilai adab makan pada anak usia dini terdiri dari kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Pembuka dilakukan dengan cara mengumpulkan anak dan mengatur tempat duduk anak. Pada kegiatan inti menceritakan kisah islamiyah yaitu adab makan dan minum yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Penutup dilakukan dengan memberikan hikmah dan pesan moral dari kisah yang telah diceritakan.
PROBLEMATIKA MOTIVASI BELAJAR DALAM TEORI OPERANT CONDITIONING PADA PEMBELAJARAN PAI DI SDN NOGOPURO SLEMAN Ahmad Kausar; Suyadi Suyadi
Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/jpdk.v5i2.398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika motivasi belajar dalam teori operant conditioning dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dan untuk mendeskripkan faktor penghambat dari teori operant conditioning dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian kualitatif atau penelitian lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa problematika motivasi belajar dalam teori operant conditioning dalam pembelajaran pendidikan Islam yang terjadi adalah adanya pemberian reward kepada siswa melahirkan rasa puas sehingga motivasi belajarnya menurun, sebaliknya ada beberapa siswa diberikan punisment melahirkan motivasi yang tinggi sehingga nilai yang dihasilkan juga tinggi. Maka dari itu, pemberian reward juga harus dibarengi dengan pendekatan yang lebih dalam untuk menghasilkan motivasi belajar yang kuat. Faktor penghambat dalam teori tersebut adalah adanya pemberian hukuman dan hasil nilai belajar siswa yang kurang diterima. Solusi yang diberikan dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberikan pendekatan personal dan memberikan penjelasan dengan tepat mengenai jawaban yang benar dan begitu pun dengan hasil belajar yang berbeda maka guru memberikan penjelasan akan kebenaran dari jawaban sehingga siswa dapat memahami.
Habituation of Krama Inggil Language in Forming Children's Character and Morals Khoirun Nisa; Suyadi Suyadi; Desika Putri Mardiani
Child Kingdom : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 1 (2023): May
Publisher : LP3M STAI MA'ARIF MAGETAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53961/childom.v1i1.15

Abstract

The purpose of this research is to find out how parents and the environmentapply habituation which aims to shape the character and morals of children in theKencong Hamlet, Jambi Village, Baron District, Nganjuk Regency. By using a casestudy qualitative research method and data collection techniques of observation,interviews and documentation the results of this study are that parents apply kramainggil language from infancy, according to parents besides local wisdom it ismaintained, krama inggil language makes children's personalities more politeconsidering that the Javanese language has rules that must be obeyed. Success inimplementing krama inggil language habituation is also influenced by the conduciveenvironment in which all the people in the hamlet have kinship relations
Invisible Father dan Pembentukan Konsep Diri Anak Usia Dini: Studi Fenomenologi pada Keluarga Berbudaya Patriarkis Madura Vetty Tamrifatus Sholihah; Suyadi Suyadi; Ria Astuti; Tiara Amalia
Journal of Education Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i2.3603

Abstract

Ayah yang hadir secara fisik tetapi absen secara emosional, atau dikenal sebagai invisible father, merupakan fenomena yang belum banyak diteliti pada keluarga utuh berbudaya Madura. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan faktor penyebab invisible father, dimensi yang mempertahankan kondisi tersebut, serta dampaknya terhadap pembentukan konsep diri anak usia dini pada keluarga di Desa Teja Timur, Kabupaten Pamekasan. Pendekatan yang digunakan adalah fenomenologi kualitatif dengan melibatkan empat keluarga sebagai subjek penelitian yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan dewasa, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa invisible father terbentuk dari enam faktor berlapis, yaitu tuntutan pekerjaan, pola kerja yang tidak selaras ritme anak, nilai budaya patriarkis bhuppa’-bhabhu’-ghuru-rato, warisan pola asuh antargenerasi, ketidaknyamanan ekspresi emosi, serta konstruksi peran gender yang tidak seimbang. Kondisi tersebut bertahan melalui empat dimensi yang saling mengunci dan berdampak nyata pada kelima dimensi konsep diri anak secara bersamaan, yaitu konsep diri fisik, psikologis, sosial, emosional, dan prestasi. Kajian ini merekomendasikan program parenting berbasis komunitas yang secara khusus melibatkan
Pengasuhan Single Mother dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Psikososial Anak Usia Dini: A Systematic Literature Review : Single Mother Parenting and Its Impact on Early Childhood Psychosocial Development: A Systematic Literature Review Bintang Shafa Masnaini. Z; Suyadi; Rohinah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4779

Abstract

Global changes in family structure have led to a growing number of single-mother households, raising important concerns regarding parenting practices and early childhood psychosocial development. This study aims to systematically review empirical evidence on single mother parenting and its impact on the psychosocial development of early childhood using a Systematic Literature Review (SLR) approach. Literature research was conducted across Scopus, PubMed, and Google Scholar databases via Publish or Perish, following the PRISMA guidelines. A total of 26 eligible studies were critically analyzed and synthesized. The findings indicate that single mother parenting occurs within complex structural and psychosocial contexts characterized by economic strain, dual caregiving and breadwinning roles, parenting stress, and limited social support as major risk factors. These conditions are associated with increased risks of emotional regulation difficulties, externalizing behaviors, and social adjustment problems in early childhood. However, the review also highlights significant protective factors, including social support, democratic parenting styles, warm mother–child communication, and adaptive coping strategies, which contribute to child and family resilience. Overall, the findings emphasize that the quality of parenting processes plays a more decisive role in shaping children’s psychosocial outcomes than family structure alone. This review contributes to a non-deficit perspective on single mother families and provides empirical insights to inform policy development and intervention programs aimed at strengthening parenting capacity and promoting early childhood well-being. ABSTRAK Perubahan struktur keluarga global ditandai dengan meningkatnya jumlah keluarga single mother, yang membawa implikasi signifikan terhadap pengasuhan dan perkembangan psikososial anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis temuan-temuan empiris terkait pengasuhan single mother serta dampaknya terhadap perkembangan psikososial anak usia dini melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Proses penelusuran literatur dilakukan pada basis data Scopus, PubMed, dan Google Scholar melalui aplikasi Publish or Perish, dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Sebanyak 26 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis dan disintesis secara kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengasuhan single mother berlangsung dalam konteks struktural dan psikososial yang kompleks, ditandai oleh tekanan ekonomi, peran ganda ibu, stres pengasuhan, dan keterbatasan dukungan sosial sebagai faktor risiko utama. Faktor-faktor tersebut berhubungan dengan peningkatan risiko masalah regulasi emosi, perilaku eksternalisasi, dan kesulitan sosial pada anak usia dini. Namun demikian, temuan juga menegaskan adanya faktor protektif yang signifikan, seperti dukungan sosial, pola asuh demokratis, komunikasi ibu–anak yang hangat, serta strategi koping adaptif, yang mampu memperkuat resiliensi anak dan keluarga. Kajian ini menyimpulkan bahwa kualitas proses pengasuhan lebih menentukan perkembangan psikososial anak dibandingkan struktur keluarga itu sendiri. Temuan penelitian ini berkontribusi pada penguatan perspektif non-defisit dalam kajian single mother serta memberikan dasar empiris bagi pengembangan kebijakan dan intervensi yang berorientasi pada penguatan kapasitas pengasuhan dan kesejahteraan anak usia dini.
Peran dan Tantangan Guru Laki-Laki dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Sebuah Kajian Kualitatif Putri Harianti; Suyadi Suyadi; Heldanita Heldanita; ilham Kurniat
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan tantangan guru laki-laki dalam pendidikan anak usia dini (PAUD). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Sembilan narasumber; tiga guru laki-laki, tiga guru perempuan, dan tiga orang tua, serta diperkuat oleh data sekunder dari literatur dan dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru laki-laki memiliki kontribusi penting dalam mendukung perkembangan fisik, sosial, emosional, dan pembentukan identitas gender anak. Kehadiran mereka mampu menyeimbangkan pola pengasuhan, memperkaya pengalaman belajar, dan menghadirkan figur ayah di lingkungan pendidikan. Namun, guru laki-laki juga menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya kesejahteraan, tuntutan ekonomi keluarga, stigma sosial mengenai peran gender, serta posisi sebagai minoritas di lembaga PAUD. Meskipun demikian Guru Lki-laki menunjukkan komitmen tinggi terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan dan perubahan perspektif masyarakat guna meningkatkan keterlibatan laki-laki dalam profesi ini.
Implementasi Model Ekopedagogik pada Pembelajaran Anak Usia Dini Siti Mahmudah; Suyadi Suyadi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8215

Abstract

Pembelajaran pada pendidikan anak usia dini (PAUD) umumnya belum terintegrasi secara sistematis dengan pendekatan ekopedagogik, sehingga kesadaran lingkungan anak belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran ekopedagogik dalam konteks pendidikan anak usia dini di TK Al-Muslihah Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian 15 anak usia dini kelompok B (usia 5–6 tahun) dan satu guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik serta member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ekopedagogik mampu menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna melalui aktivitas langsung berbasis lingkungan, seperti memilah sampah, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan kelas. Temuan menunjukkan adanya perubahan perilaku anak yang ditandai dengan meningkatnya kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, partisipasi aktif dalam kegiatan menjaga lingkungan, serta tumbuhnya sikap tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini menegaskan bahwa model pembelajaran ekopedagogik tidak hanya relevan secara konseptual, tetapi juga efektif dalam membentuk kesadaran dan perilaku ramah lingkungan pada anak usia dini melalui pengalaman belajar yang konkret dan berkelanjutan.
Storytelling Berbasis Beatbox untuk Memperkaya Bahasa Reseptif Anak Usia Dini Fuadul Mustofa; Suyadi Suyadi
Journal of Education Research Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i4.2972

Abstract

Abstract   This study Penelitian ini bertujuan menganalisis peran beatbox dalam mendongeng oleh Kak Al sebagai strategi kreatif untuk memperkaya bahasa reseptif anak. Keterlambatan bicara pada anak usia dini kerap terkait dengan minimnya interaksi sosial akibat paparan teknologi digital. Beatbox, sebagai stimulus auditori kreatif, diyakini mampu meningkatkan perhatian, pemahaman, dan keterlibatan anak saat mendengarkan cerita. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan sesi mendongeng bersama anak usia 4–6 tahun, dengan Kak Al sebagai pendongeng utama. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dan wawancara mendalam, menggunakan lembar observasi serta pedoman wawancara. Analisis dilakukan dengan model Miles–Huberman melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan beatbox mampu menjaga fokus anak, meningkatkan pemahaman kosakata baru, dan menguatkan kesadaran fonologis melalui respons aktif dan emosional. Simpulan penelitian menegaskan beatbox sebagai media inovatif yang mendukung pengembangan bahasa reseptif anak, dengan implikasi praktis pada strategi mendongeng yang menyenangkan dan efektif. aims to explore the role of beatboxing in storytelling by Kak Al in enriching the receptive language skills of early childhood learners. The background of this research stems from the high prevalence of speech delays among children, often linked to limited social interaction due to early exposure to digital technology. Beatboxing, as a creative auditory stimulus, is believed to enhance children's attention, comprehension, and engagement during storytelling sessions. This research employs a qualitative approach using observation and interview techniques, with Kak Al as the primary informant. The findings reveal that beatboxing is effective in maintaining children's focus, strengthening vocabulary comprehension, developing phonological awareness, and stimulating emotional responses and active participation. Furthermore, beatboxing serves as a form of scaffolding that supports holistic language learning. These findings suggest that beatboxing can be an innovative medium in storytelling to foster young children's receptive language development in an engaging and effective manner.   Kata Kunci: dongeng kak al, beatboX, memperkaya bahasa, dan anak usia dini   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran beatbox dalam mendongeng oleh Kak Al dalam memperkaya bahasa reseptif anak usia dini. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh tingginya kasus keterlambatan bicara pada anak yang berkaitan dengan minimnya interaksi sosial akibat paparan teknologi digital sejak dini. Beatbox, sebagai stimulus auditori kreatif, diyakini mampu meningkatkan perhatian, pemahaman, dan keterlibatan anak saat mendengarkan cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap Kak Al sebagai narasumber utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beatbox efektif dalam menjaga fokus anak, memperkuat pemahaman kosakata baru, mengasah kesadaran fonologis, serta membangkitkan respons emosional dan partisipasi aktif. Beatbox juga berperan sebagai bentuk scaffolding yang mendukung pembelajaran bahasa anak secara menyeluruh. Temuan ini memperlihatkan bahwa beatbox dapat menjadi media inovatif dalam mendongeng untuk mengembangkan kemampuan bahasa reseptif anak usia dini secara menyenangkan dan efektif. Keywords: kak al's fairy tale, beatboX, language enrichment, and early childhood
UPAYA MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN LABIRIN Husnul Hafidhoh; Suyadi
I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 02 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/itibar.v6i02.202

Abstract

This study aims to determine the role of labyrinth games in improving cognitive abilities of early childhood on the subject of recognizing geometric shapes, numbers 1-10 and various animals at RA Imama Mijen Semarang. To obtain data in this study using the method of classroom action research (CAR) from data through observation and interviews. This research was conducted in group B RA IMAMA Mijen Semarang with a total of 15 people. The results showed that children's cognitive development increased after the action through the maze game. At the time of pre-action observation the percentage of cognitive development was 35.40%. then it experienced an increase in cycle 1 of 50.16%, and in the implementation of cycle II it experienced a very good increase of 81.34%. steps taken so that children's cognitive development increases: pre-development activities, development activities, and closing activities. Active briefing is carried out during development activities and during closing activities.