Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Warta Pengabdian

Mitigasi Kecelakaan Kapal di Pelawangan Pantai Pancer Kecamatan Puger Kabupaten Jember Muammar Kadhafi
Warta Pengabdian Vol 13 No 1 (2019): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v13i1.9461

Abstract

Profesi nelayan merupakan profesi yang sangat beresiko karena melakukan aktifitas dilaut yang kondisinya sangat dinamis, ditambah kondisi gelombang laut pantai selatan yang cukup tinggi. Salah satu kecelakaan kapal nelayan di Pantai Puger Jember terjadi pada Juli 2018 yang menyebabkan 9 orang nelayan meninggal dunia. Disisi lain, mayoritas nelayan merupakan kepala keluarga yang harus menafkahi anak, istri dan keluarganya. Ketika kepala keluarga meninggal dunia, maka akan menyebabkan terjadinya masalah-masalah lain sebagai persoalan turunannya seperti kemiskinan dan lain sebagainya. Penyadaran akan pentingnya aspek keselamat kerja dilakukan dalam bentuk kegiatan sosialisasi kepada masyarakat nelayan meliputi presentasi dan diskusi, pembagian alat keselamatan berupa pelampung dan simulasi secara langsung dilapangan guna mengetahui apakah para nelayan menerapkan pengetahuan yang diberikan dengan baik. Kata Kunci: Puger, kecelakaan kapal, keselamatan, nelayan. A fishermen's profession is very risky because they perform activities in the sea, which can be dynamic; additionally, the south coast sea waves can be quite high. A fishing boat accident on Puger Jember Beach occurred in July 2018, and left nine fishermen dead. The majority of fishermen are family heads who have to provide for their children, wives, and families. When the head of the family dies, it will cause other derivative problems such as poverty. Awareness of the importance of work safety aspects is carried out in the form of socialization activities within fishing communities. These activities include presentations and discussions, the distribution of safety equipment in the form of buoys, and simulations directly in the field to find out whether the fishermen properly apply the knowledge provided. Keywords: Puger, boat accident, safety, fisherman.
Pemanfaatan Limbah Produksi Tape Singkong Sebagai Sumber Energi Alternatif Biogas dan Biobriket Untuk Industri Rumah Tangga Muammar Kadhafi
Warta Pengabdian Vol 12 No 2 (2018): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v12i2.7320

Abstract

Bondowoso memiliki industri pengolahan tape, salah satunya adalah home industri tape singkong “Seger Wareg” Maesan Bondowoso. Selain memberi keuntungan secara ekonomi, kegiatan produksi juga menimbulkan masalah berupa limbah kulit singkong. Produksi 200-300 kg tape dapat menghasilkan sekitar 40-60 kg limbah kulit singkong. Kulit singkong dianggap limbah yang tidak berguna oleh sebagian industri tape singkong. Oleh karena itu, bahan ini masih belum banyak dimanfaatkan dan dibuang begitu saja dan umumnya hanya digunakan sebagai pakan ternak, sedangkan kulit singkong dinilai kurang baik sebagai pakan ternak karena mengandung sianida. Kulit singkong memiliki kandungan HCN yang sangat tinggi yaitu sebesar 18,0 – 309,4 ppm untuk per 100 gram kulit singkong (Nur Richana, 2013). HCN atau asam sianida merupakan zat yang bersifat racun baik dalam bentuk bebas maupun kimia, yaitu glikosida, sianogen phaseulonathin, linamarin dan metillinamarin/lotaustrain (Coursey, 1973). Penyelesaian masalah ini dilakukan dalam skema pengabdian kepada masyarakat melalui tahapan memberi sosialisasi tentang pengelolaan sampah, pengolahan limbah dan dampaknya pada lingkungan serta menginisiasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat contoh rekator biogas skala rumah tangga yang nantinya dapat diperbanyak sesuai kebutuhan serta memberikan pengetahuan tentang pembuatan biobriket dari limbah kulit singkong. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain; (a) pemaparan materi pengelolaan limbah kulit singkong, (b) pembagian reaktor biogas dan briket, (c) praktek pembuatan reaktor dan (d) uji nyala api terhadap biogas yang telah terbentuk. Kata Kunci: Singkong, Tape, Biogas, Biobriket