Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN (PMIK) DI DPD PORMIKI DKI JAKARTA Jihan Saskia Salsabilla; Witri Zuama Qomarania; Hosizah Hosizah; Tria Saras Pertiwi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3066

Abstract

Abstract: Performance plays an important role in healthcare services, but challenges such as lack of work motivation due to high workloads, time pressure, minimal recognition, limited career development, and lack of supervisor support can reduce motivation and impact the performance of medical recorders.The purpose of this research is to determine the effect of work motivation on the performance of Medical Recorders and Health Information (PMIK) at the DPD PORMIKI DKI Jakarta.The type of research used is quantitative research employing a cross-sectional design.From a total of 2,011 PMIK members, 95 respondents were selected using the quota sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using simple linear regression tests.The results of the analysis using simple linear regression show that there is an influence between the work motivation variable and the performance variable of Medical Recorders and Health Information (PMIK) at DPD PORMIKI DKI Jakarta, with a significance value (P-value) of 0.000 (<0.05), and the obtained regression equation is Y = 9.773 + 0.389X. Keywords: Work Motivation, Performance, Medical Record and Health Information                  Officers (PMIK) Abstrak: Kinerja memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan, namun tantangan seperti kurangnya motivasi kerja akibat beban kerja tinggi, tekanan waktu, minimnya pengakuan, terbatasnya pengembangan karier, serta kurangnya dukungan atasan dapat menurunkan motivasi dan berdampak pada kinerja perekam medis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) di DPD PORMIKI DKI Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Dari total  2.011 anggota PMIK didapatkan 95 responden yang dipilih menggunakan teknik kuota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil analisis dengan regresi linear sederhana, dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh antara variabel motivasi kerja dengan variabel kinerja Perekam Medis dan  Informasi  Kesehatan (PMIK) di DPD PORMIKI DKI Jakarta dengan nilai signifikansi P-value 0,000 (<0.05), dengan persamaan regresi yang didapatkan yaitu Y= 9.773 + 0.389X. Kata kunci: Motivasi Kerja, Kinerja, Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)  
PENGARUH ASPEK TEKNOLOGI DAN PELATIHAN TERHADAP PENGGUNAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK OLEH PROFESIONAL PEMBERI ASUHAN (PPA) DAN PENUNJANG MEDIS DI RS UMUM PATRIA IKKT Tazkyatun Nafs; Tria Saras Pertiwi; Mieke Nurmalasari
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3165

Abstract

Abstract: Electronic Medical Records (EMR) is a computerized recording of patient illnesses and problems. This is stated in PMK No. 24 of 2022 which states that Medical Records need to be organized electronically. However, in its implementation, various problems were found  such as format incompatibility, network system disruptions, unavailability of features that meet user needs, and displays that are not easy to understand. As well as the unavailability of SOPs that serve as guidelines for users, and lack of training in the Use of EMR. This study aims to see the effect of Technology and Training Aspects on the Use of EMR at Patria IKKT General Hospital. The type of research used is quantitative research and uses a cross-sectional design. The population in this study were Professional Care Providers (PPA) and Medical Supporters in outpatient care and the sample in this study was 53 respondents with a total sampling technique. Data collection used a questionnaire with a Likert scale. The data analysis technique used multiple linear analysis tests. The results of the study explain that there is a significant influence on the System Quality variable on the Use of RME with a p-value of 0.002 <0.05, the Information Quality variable has a significant effect on the Use of RME with a p-value of 0.000 <0.05 and the Training variable has a significant effect on the Use of RME with a p-value of 0.018 <0.05. While the Service Quality variable does not have a significant effect on the Use of RME with a p-value of 0.132> 0.05. Keyword: Electronic Medical Records, HOT-Fit, System Quality, Information Quality, Service Quality, Training, System Users Abstrak: Rekam Medis Elektronik (RME) adalah pencatatan penyakit dan permasalahan pasien yang terkomputerisasi. Hal tersebut tertuang dalam PMK No 24 Tahun 2022 yang menyatakan bahwa Rekam Medis perlu diselenggarakan secara elektronik. Namun dalam pelaksanaannya masih kurang optimal, terdapat berbagai permasalahan yang ditemukan seperti ketidaksesuaian format, gangguan sistem jaringan, ketidaksediaan fitur yang memadai kebutuhan pengguna, dan tampilan tidak mudah dipahami. Serta belum tersedianya SOP yang menjadi panduan bagi pengguna, dan kurangnya pelatihan Penggunaan RME. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh dari Aspek Teknologi dan Pelatihan Terhadap Penggunaan RME di RS Umum Patria IKKT. Jenis Penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif dan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Profesional Pemberi Asuhan (PPA) dan Penunjang Medis di rawat jalan dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 53 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Teknik analisis data menggunakan uji analisis linier berganda. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada variabel Kualitas Sistem terhadap Penggunaan RME dengan nilai p–value 0.002 < 0.05, Variabel Kualitas Informasi berpengaruh signifikan terhadap Penggunaan RME dengan nilai p–value 0.000 < 0.05 dan variabel Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap Penggunaan RME dengan nilai p –value 0.018 < 0.05. Sedangkan pada variabel Kualitas Layanan tidak berpengaruh signifikan terhadap Penggunaan RME dengan nilai p–value  0.132 > 0.05.Kata kunci: Rekam Medis Elektronik, HOT-Fit, Kualitas Sistem, Kualitas Informasi, Kualitas Layanan, Pelatihan, Pengguna Sistem
PENGUKURAN BEBAN KERJA PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN PASCA PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI INSTALASI REKAM MEDIS RSUD KABUPATEN TANGERANG Kurnia Tisna Ikaningsih; Tria Saras Pertiwi; Hosizah Hosizah; Nauri Anggita Temesvari
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5874

Abstract

Abstract: Workload is the accumulation of tasks and responsibilities that must be carried out by employees or staff in accordance with the targets set by their supervisors within a specific period of time. The transition from a manual system to an electronic system has the potential to affect the workload of Medical Record and Health Information (MRHI) personnel. This study aims to measure the workload of MRHI staff after the implementation of Electronic Medical Records (EMR) in the Medical Records Department, using job analysis and workload analysis methods based on Regulation of the Ministry of Administrative and Bureaucratic Reform (KEMENPAN RB) No. 1 of 2020. This is a descriptive study with a purposive sampling approach, involving 10 out of 34 MRHI staff with a D3-level education. Data were collected through interviews and direct observation.The results show that the workload for new outpatient registration is 4 minutes, returning outpatients 3 minutes, inpatients 13.4 minutes, and self-registration via APM 5 minutes—requiring 16 staff. Assembling takes 10 minutes per medical record, requiring 2 staff; outpatient coding takes 1 minute and inpatient coding 3.5 minutes per record, requiring 3 coders. Filing and distribution take 6 and 5 minutes per record respectively, requiring 6 staff. Retention and digitization of active and inactive records take 10 minutes per record, requiring 5 staff. Reporting requires 15,240 minutes in total, with 3 reporting staff. Analysis of EMR completeness requires 15 minutes per record, needing 2 expert MRHI staff, while EMR monitoring requires 3 expert MRHI staff. The total workforce required is 35 skilled MRHI personnel and 5 expert MRHI professionals. Keyword: Electronic Medical Records, Workload, Medical Record and Health Information, Job Analysis Abstrak: Beban kerja merupakan akumulasi tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh karyawan atau petugas sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh atasan dalam periode waktu tertentu. Transisi dari sistem manual ke sistem elektronik berpotensi mempengaruhi beban kerja Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) Penelitian ini bertujuan untuk mengukur beban kerja PMIK pasca penerapan RME di Instalasi Rekam Medis menggunakan metode analisis jabatan dan analisis beban kerja sesuai Peraturan KEMENPAN RB No. 1 Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan purposive sampling, melibatkan 10 orang dari total 34 petugas di instalasi rekam medis dengan pendidikan D3 PMIK. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa beban kerja pendaftaran rawat jalan pasien baru 4 menit,pasien lama 3 menit untuk pasien rawat inap 13,4 menit sedangkan APM 5 menit dibutuhkan sebanyak 16 petugas, Beban kerja assembling 10 menit/BRM dibutuhan 2 tenaga assembling, Beban kerja koding pasien rawat jalan 1 menit , koding rawat inap 3,5 menit/BRM di butuhkan 3 tenaga koding, beban kerja filling 6 menit/ BRM dan distribusi 5 Menit/BRM memerlukan 6 petugas, Beban kerja petugas retensi dan alih media berkas rekam medis in akif dan aktif 10 menit/BRM dan dibutuhkan 5 tenaga, Beban kerja pelaporan 15.240 menit kebutuhan tenaga pelaporan 3 petugas , beban kerja analisa kelengkapan rekam medis elektronik 15 menit/RME di butuhkan 2 tenaga PMIK ahli dan monitoring rekam medis elektroni k sebanyak 3 tenaga PMIK ahli, total kebutuhan tenaga PMIK adalah 35 tenaga PMIK terampil dan 5 orang PMIK ahli. Kata Kunci: Rekam Medis Elektronik, Beban Kerja, Perekam Medis dan Informasi Kesehatan, Analisis Jabatan
Membedah Fenomena Dropping Pasien Jiwa: Analisis Niat Keluarga Berdasarkan Theory Of Planned Behavior Di RS Soeharto Heerdjan Dita Manisha Amrina Putri; Husni Abdul Muchlis; Hosizah Markam; Tria Saras Pertiwi
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI) Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Agustus
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v11i2.2243

Abstract

The low family intention to pick up post-treatment mental patients at Soeharto Heerdjan Hospital is characterized by the increasing number of patient dropping cases, indicating that the discharge process does not only depend on medical aspects but also on family psychosocial factors. This study aims to analyze the influence of attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control on family intention to pick up mental patients using a quantitative cross-sectional approach with multiple linear regression. The study population of 430 families of inpatient mental patients was sampled by 81 respondents through accidental/convenience sampling techniques, with primary data from a Likert scale questionnaire 1-4. The results showed the family intention index (56.25), attitude (50.29), subjective norms (51.82), and perceived behavioral control (44.42) in the moderate category; all three variables simultaneously had a significant effect on family intention (p<0.05) with an adjusted R² of 0.730, explaining 73% of the variation in intention. The main obstacles included social support, cost, and time constraints. Suggestions from this study include increasing early education, family counseling, and hospital logistical support to optimize family readiness and intentions in the process of returning mental patients.
ASESMEN KESIAPAN PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI PUSKESMAS AIRGEGAS DAN SUN CLINIC MENGGUNAKAN CALIFORNIA ACADEMY OF FAMILY PHYSICIANS Septia; Hosizah; Tria Saras Pertiwi; Mieke Nurmalasari
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.7131

Abstract

Abstrak: Dalam implementasi Rekam Medis Elektronik, penilain kesiapan sebagai bagian dari pra-implementasi menjadi persyaratan penting untuk mendukung keberhasilan implementasi, Penilaian kesiapan RME perlu diketahui karena untuk mengetahui kesiapan penerapan rekam medis elektronik antara fasilitas kesehatan milik pemerintah (puskesmas) dan swasta (klinik) dengan menggunakan metode California Academy of Family Physicians (CAFP). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 tahun 2022 tentang Rekam Medis menyatakan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan, wajib menerapkan RME dengan prinsip keamanan dan kerahasiaan data dan informasi. Seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan harus menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik sesuai dengan ketentuan diterapkan paling lambat tanggal 31 Desember 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Airgegas dan Sun Clinic Menggunakan California Academy of Family Physician. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pengguna rekam medis elektronik di Puskesmas Airgegas berjumlah 30 orang, dan Sun Clinic yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala interval. Teknik analisis data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Independent T-Test. Nilai rata-rata skor pada kesiapan penerapan RME di Puskesmas Airgegas adalah 55,40, sedangkan median pada kesiapan di Sun Clinic Pangkalpinang adalah 48,33. Hasil penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan antara asesmen kesiapan penerapan rekam medis elektronik di Puskesmas Airgegas dan Sun Clinic Pangkalpinang, dengan nilai (P-value) = 0,000 p-value < α (0.05).