Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penambahan Kompos untuk Memperbaiki Konduktivitas Hidrolik Jenuh Tanah Berpasir dari Kebun Kopi Robusta di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Malang Ifadah, Nisfi Fariatul; Safira, Nabila; Aulia, Siti Salma
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.01.01

Abstract

ABSTRAKDesa Bambang Kecamatan Wajak merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang sedang dikembangkan untuk budidaya kopi. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan tanah pada lahan Kopi Desa Bambang memiliki karakteristik tanah berpasir dengan struktur tanahnya lemah dan mudah meloloskan air, sehingga rawan terhadap limpasan permukaan dan erosi tanah. Adapun pergerakan air di dalam tanah yang diukur dalam kondisi jenuh disebut sebagai konduktivitas hidrolik jenuh (KHJ) tanah. KHJ tanah dipengaruhi oleh sifat tanah seperti kapasitas air tersedia (KAT), porositas tanah dan kandungan bahan organik tanah (BOT).  Penelitian rumah kaca menggunakan metode inkubasi tanah dan rancangan acak lengkap faktorial (RAL-F). Faktor yang digunakan terdiri dari: kedalaman pengambilan contoh tanah (0 -30 cm dan 30 -60 cm); dosis penambahan kompos ( 0 Mg.ha-1 , 10 Mg.ha-1; dan 20 Mg.ha-1). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan diperoleh 30 unit percobaan.  Peubah yang diamati adalah KHJ, KAT, Porositas tanah, dan kandungan BOT pada 11 MSI (minggu setelah implementasi perlakuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penambahan kompos dapat meningkatkan kapasitas air tersedia pada tanah lapisan atas (0-30 cm) dan lapisan bawah (30-60 cm). Perlakuan dosis kompos 20 Mg.ha-1 memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan kapasitas air tersedia tanah dengan nilai KAT masing – masing sebesar 18,71 % (v/v) (tanah lapisan atas) dan 17,13%(v/v) (tanah lapisan bawah). (2) Penambahan kompos dapat menurunkan konduktivitas hidrolik jenuh tanah berpasir. Hasil terbaik pada kedalaman 0 – 30 cm ditunjukkan pada perlakuan penambahan kompos 20 Mg.ha-1 dengan nilai KHJ sebesar 11,03 cm.jam-1. Sedangkan pada tanah lapisan bawah (kedalaman 30 – 60 cm ) ditunjukkan pada perlakuan dosis kompos 20 Mg.ha-1 dengan nilai KHJ sebesar 9,89 cm jam-1. (3) Kapasitas air tersedia, persentase fraksi liat, porositas tanah dan kandungan bahan organik tanah secara bersama-sama memengaruhi konduktivitas hidrolik jenuh (KHJ) tanah. Kandungan bahan organik tanah berpengaruh paling besar terhadap konduktivitas hidrolik jenuh tanah, kemudian disusul oleh pengaruh kapasitas air tersedia, persentase fraksi liat, dan total porositas tanah.
Kombinasi Kompos Dan Tanah Liat Untuk Memperbaiki Kualitas Tanah Berpasir Dari Kebun Kopi Rakyat Di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Malang Latifah, Hanif; Safira, Nabila; Aulia, Siti Salma; Ifadah, Nisfi Fariatul
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.03

Abstract

Desa Bambang, Kecamatan Wajak merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang saat ini tengah dikembangkan untuk budidaya kopi. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa tanah di lahan Kopi Desa Bambang memiliki karakteristik tanah berpasir seperti strukturnya yang lemah dan mudah mengalirkan air. Hal ini menyebabkan tanah menjadi porous dan air mudah keluar. Pergerakan air dalam tanah yang diukur pada kondisi jenuh air disebut dengan konduktivitas hidrolik jenuh (KHS). KHS dipengaruhi oleh berbagai sifat tanah seperti kapasitas air tersedia (KAW) dan bahan organik tanah (BOT). Upaya perbaikan sifat tanah dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya erosi dengan cara menambahkan kompos dan tanah liat ke dalam tanah berpasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penambahan lempung dan kompos dapat meningkatkan kapasitas air tersedia (KAW) tanah. Perlakuan penambahan kompos 20 Mg.ha-1 dan lempung 50% memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan KHS hingga 24,27%v/v atau meningkat 49% dibandingkan kontrol. (2) Penambahan lempung dan kompos terbukti dapat menurunkan kecepatan konduktivitas hidrolik jenuh tanah. Hasil terbaik pada tanah kedalaman 0 – 30 cm terdapat pada perlakuan penambahan kompos 20 Mg.ha-1 dan lempung 50% dengan nilai SHC 5,41 cm jam-1 dengan penurunan sekitar 61% dibanding kontrol. (3) Daya tampung air tersedia, prosentase lempung, porositas tanah dan C organik tanah secara bersama-sama mempengaruhi konduktivitas hidrolik jenuh (SHC) tanah. Kandungan C organik tanah memberikan pengaruh terbesar terhadap konduktivitas hidrolik jenuh tanah, diikuti oleh daya tampung air tersedia, prosentase fraksi lempung, dan porositas tanah total. 
Serasah Kebun Untuk Memperbaiki Kesuburan Tanah Berpasir Di Kebun Kopi Rakyat Tadah Hujan Ifadah, Nisfi Fariatul; Faradilla, Santi; Soemarno, Soemarno; Safira, Nabila; Septiani, Deva Eka
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.01.02

Abstract

Tanah berpasir di perkebunan kopi rakyat memiliki kendala tanah utama berupa rendahnya kandungan C-organik dan rendahnya kapasitas tukar kation (KTK). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian serasah kebun pada tanah berpasir perkebunan kopi rakyat terhadap kandungan C organik dan KTK tanah.Penelitian inkubasi tanah menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan delapan perlakuan dan empat kali ulangan. Faktor pertama adalah sampel tanah (Topsoil dan Subsoil), faktor kedua adalah dosis serasah (0, 5, 10, 20 ton.ha-1). Penelitian dilakukan di rumah kaca selama 16 minggu, pengamatan tanah meliputi pH tanah, kandungan C-organik, KTK tanah, kandungan N total, P tersedia dan K tersedia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian serasah kebun (dosis serasah setara dengan 20 ton.ha-1) pada tanah lempung berpasir dari perkebunan kopi rakyat dapat meningkatkan nilai KTK dan kandungan bahan organik tanah topsoil dan subsoil.