Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Komunitas Biota Makrobentik di Perairan Pulau Ternate Maluku Utara WD. Syarni Tala; Abdu Mas’ud; Ningsi Saibi
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 12 No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v12i1.25087

Abstract

Ternate Island waters have high marine biodiversity, including macrobenthic biota. These biota are important components in the food web of aquatic ecosystems, bioturbators of aquatic sediments, and decomposers of organic materials. Macrobenthic biota can also be an indicator of the ecological quality of waters. This study aims to determine the species of macrobenthic biota, community structure including abundance, diversity, evenness, and dominance, as well as environmental factors that affect macrobenthic biota communities in the waters of Ternate Island, North Maluku. This research was conducted in the waters of Tabanga Beach and Kastela Beach, Ternate, North Maluku in March - June 2024. This research is a quantitative research. Sampling of macrobenthic biota using the transect-quadrat method. The results showed that the macrobenthic biota community in the waters of Ternate Island consisted of 85 species, 61 species were found in Tabanga Beach, 29 species were found in Kastela Beach, and 5 species were found in both beaches. Tenguella granulata has the highest abundance in Tabanga Beach and Echinometra mathaei has the highest abundance in Kastela Beach. Tabanga Beach has a high diversity value (H' = 3.39), while Kastela Beach is in the medium category (H' = 2.69). Macrobenthic biota community in these two waters have high evenness and there is no dominating species in the community. The results of macrobenthic biota community analysis in Ternate Island waters indicate that these waters are suitable for macrobenthic biota life.
Peta Sebaran Kutu Putih (Pseudococcidae) di Pulau Ternate, Maluku Utara Ningsi Saibi; WD. Syarni Tala; Magfirah Rasyid
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 13 No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v13i1.27663

Abstract

Kutu putih (Hemiptera: Pseudococcidae) merupakan kelompok serangga hama penting yang bersifat polifag dan mampu menyerang berbagai jenis tanaman budidaya, hortikultura, dan tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Kutu putih berpotensi menyebar dengan cepat antar wilayah melalui peredaran berbagai komoditas pertanian maupun perkebunan, sehingga diperlukan data sebaran spasial yang rinci sebagai dasar perencanaan pengelolaan dan pengendalian. Penelitian ini bertujuan memetakan sebaran kutu putih di Pulau Ternate hingga tingkat kelurahan menggunakan GIS dan menyusun informasi spasialnya sebagai dasar bagi perencanaan pengendalian dan survei lanjutan kutu putih. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survei lapangan dan analisis spasial berbasis Geographic Information System (GIS) untuk memetakan sebaran kutu putih (Pseudococcidae) di Pulau Ternate. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 247 titik sebaran kutu putih yang tersebar di 33 dari 60 kelurahan yang disurvei. Kecamatan Ternate Utara merupakan wilayah dengan intensitas sebaran tertinggi yaitu 129 titik sebaran atau sekitar 52,2% dari seluruh titik yang terdeteksi. Sepuluh dari 14 kelurahan di kecamatan ini ditemukan adanya kutu putih dengan 35 titik (27,1%) terdapat di Kelurahan Sango dan 36 titik (27,9%) di Kelurahan Akehuda dari 129 titik sebaran di kecamatan ini. Kedua kelurahan ini merupakan wilayah dengan kepadatan titik tertinggi di Pulau Ternate. Hasil penelitian ini menunjukkan sebaran kutu putih tidak merata dan terkonsentrasi pada zona pesisir dataran rendah yang didominasi permukiman dan kebun hortikultura. Informasi spasial ini menjadi data dasar penting untuk menyusun prioritas wilayah pengendalian dan merancang survei lanjutan kutu putih pada kelurahan-kelurahan yang berisiko tinggi di Pulau Ternate.