Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS YURIDIS PERTIMBANGAN HAKIM ATAS PUTUSAN TERHADAP PERSAMAAN MEREK TERDAFTAR ATASBARANG SEJENIS ANTARA GUDANG GARAM DAN GUDANG BARU (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 427 K/Pdt.Sus-HKI/2022) Khairia, Ira; Rohani, Siti; Karlina, Dina
Tanjungpura Legal Review Vol. 4 No. 1 (2025): Tanjungpura Legal Review
Publisher : Faculty of Law, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tlr.v4i1.81565

Abstract

Sistem pendaftaran merek di Indonesia menggunakan prinsip "˜first to file"™ yang dimana hak atas suatu merek dapat dimiliki oleh pihak yang pertama kali dan lebih dahulu mendaftarkan merek tersebut. Pada penilitian ini penulis membahas mengenai permasalahan pelanggaran merek yang memiliki persamaan pada pokoknya dan adanya unsur itikad tidak baik dalam pendaftaran merek yang diajukan oleh Gudang Baru yang meniru Gudang Garam dan menganalisis bagaimanapertimbangan hakim dalam memutuskan perkara sengketa merek yang memiliki persamaan pada pokoknya antara Gudang Garam dan Gudang Baru dalam Putusan nomor 427 K/Pdt.Sus-HKI/2022.Penilitian ini merupakan penilitian normatif dengan pendekatan penilitian perundang-undangan, pendekatan kasus, dkonseptual. Jenis bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Dalam pengumpulan data digunakan teknik studi kepustakaan yang kemudian diolah dengan menggunakan sistem seleksi bahan hukum dalam teknik pengolahan data.Berdasarkan hasil penilitian yang diperoleh , berdasarkan pertimbangan hakim dapat disimpulkan bahwa akibat hukum penggunaan merek yang terbukti memiliki persamaan pada pokoknya sesuai dengan gugatan yang diajukan Gudang Garam terhadap Gudang Baru dalam putusan nomor 427 K/Pdt.Sus-HKI/2022 yakni bahwa dinyatakan Gudang Garam adalah merek terkenal, sudah mendaftarkan mereknya lebih dahulu terhitung sejak 1979, telah dikenal bertahun-tahun oleh masyarakat luas, dan Gudang Baru terbukti memiliki persamaan pada pokoknya dengan Gudang Garam, mendaftarkan merek nya atas dasar itikad tidak baik untuk membonceng keterkenalan Gudang Garam yang berakibat hukum pada dibatalkannya pendaftaran merek Gudang Baru serta penghentian produksi produk yang menjadi objek dalam sengketa.
PELAKSANAAN KEWAJIBAN PELAKU USAHA TERHADAP PENGGUNA JASA ANGKUTAN MOTOR AIR DI PENYEBERANGAN SUNGAI SEKURA KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS Nuryanti, Aktris; Karlina, Dina; Hartini, Siti
Tanjungpura Legal Review Vol. 4 No. 1 (2025): Tanjungpura Legal Review
Publisher : Faculty of Law, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tlr.v4i1.91203

Abstract

Abstract Motorized boat transportation is a very important means of transport for the people of Sekura, Sambas Regency. However, unfortunately, this transportation is not equipped with safety equipment for both passengers and cargo. This condition is very risky for passengers because the potential for damage due to accidents is very high. This thesis aims to examine how the implementation of the carrier’s obligations to service users in the motorized boat transportation in the Sekura River crossing, Teluk Keramat Subdistrict, Sambas egency, and what efforts can be made by the service users toward the carrier in case of losses experienced. The method used in this research is empirical law with a descriptive-analytical approach, illustrating the actual conditions as they occurred during the study. It involves revealing all issues based on real facts, classifying data and legal materials, and analyzing them qualitatively. Data collection in this research was carried out through literature studies to obtain secondary data and field studies through observations and interviews with informants at the Sekura River crossing. Based on the research findings and discussion, it was discovered that: First, the implementation of obligations by water transportation business operators at the Sekura River crossing, Teluk Keramat District, has not been fully carried out. This is evident as transport owners have not provided safety equipment as required by regulations. The main reason for this is the hig cost of such equipment (e.g., life jackets), and some transport owners also frequently carry passengers beyond the designated capacity. Second, in the event of an accident in river transport, the transport owner provides compensation through insurance. However, it is common for both the transport owner and passengers to resolve issues through mutual discussion. If the loss is caused by the transport operator's fault, they will provide compensation as agreed. However, if the accident is due to the passenger’s fault, the transport operator will not provide compensation. Abstrak Angkutan Motor Air merupakan alat angkut yang sangat penting bagi masyarakat Sekura Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas, namun sayangnya angkutan ini tidak dilengkapi dengan peralatan keselamatan baik untuk penumpang maupun barang yang diangkut. Kondisi ini sangat rawan bagi penumpang karena potensi terjadinya kerugian akibat kecelakaan sangat besar. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kewajiban pengangkut terhadap pengguna jasa angkutan motor air di penyeberangan Sungai Sekura, Kecamtan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas dan bagaimana upaya yang dapat dilakukan pengguna jasa angkutan motor air terhadap pengangkut atas kerugian yang dialaminya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hukum empiris yang bersifat deskriptif analisis, dengan menggambarkan keadaan sebagaimana adanya yang terjadi pada saat penelitian dilaksanakan atau dengan mengungkapkan segala permasalahanya berdasarkan fakta nyata, kemudian mengklasifikasi data dan bahan hukum, mengkaji secara kualitatif. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah dengan cara studi pustaka untuk memperoleh data sekunder dan studi lapangan dengan melakukan observasi serta wawancara dengan informan di penyeberangan Sungai Sekura. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diketahui bahwa pertama, Pelaksanaan kewajiban pelaku usaha angkutan motor air di penyeberangan Sungai Sekura, Kecamatan Teluk Keramat belum sepenuhnya dilaksanakan. Hal ini terbukti dari belum tersedianya alat keselamatan oleh pemilik angkutan sebagaimana yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan. Penyebab utama dari kondisi ini adalah mahalnya biaya alat keselamatan (seperti pelampung), serta beberapa pemilik angkutan juga sering membawa penumpang melebihi kapasitas yang ditentukan. Kedua upaya jika terjadi kecelakaan pada angkutan sungai maka pemilik angkutan akan memberikan ganti rugi melalui asuransi. Namun, tidak jarang juga pemilik angkutan dan penumpang lebih menyelesaikan masalahnya tersebut melaui musyawarah Jika kerugian disebabkan oleh kesalahan pengangkut maka pengangkut akan memberikan ganti rugi yang telah disepakati, namun, jika kecelakaan tersebut disebabkan oleh penumpang, pengangkut tidak akan memberi ganti rugi.
PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PENGGUNA AKUN SPOTIFY PREMIUM SHARING PADA SHOPEE DI INDONESIA Sinaga, Wahyu Nurita Gembala Sari; Widiyastuti, Sri; Karlina, Dina
Tanjungpura Legal Review Vol. 4 No. 1 (2025): Tanjungpura Legal Review
Publisher : Faculty of Law, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tlr.v4i1.88781

Abstract

Praktik sewa menyewa akun Spotify Premium sharing melalui platform e-commerce seperti Shopee telah menjadi fenomena yang cukup umum di Indonesia. Layanan musik digital melalui Shopee dengan harga terjangkau ini belum diiringi dengan kualitas streaming yang memuaskan konsumennya, sehingga harga yang harus dikeluarkan belum sesuai dengan nilai jasa yang diterima konsumen. Hal ini menunjukkan adanya kerugian pihak pengguna akun Spotify, meskipun praktiknya ia tidak melakukan komplain ke Shopee. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peraturan dan menganalisis bentuk perlindungan konsumen yang terlibat dalam praktik pengguna akun spotify Premium sharing dan mengkaji hak-hak konsumen pengguna akun tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris yang mengkaji aturan hukum dan fakta lapangan mengenai perlindungan hukum konsumen pengguna akun spotify premium sharing pada shopee di Indonesia. Data yang diperlukan meliputi data primer yang dikumpulkan melalui penelitian lapangan dengan cara wawancara terstruktur dan kuesioner. Sedangkan data sekunder dilakukan dengan penelitian kepustakaan dengan cara studi dokomen. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengaturan mengenai perlindungan hukum bagi pengguna layanan jasa secara digital belum memadai hal ini karena belum adanya peraturan yang kongkrit mengatur secara tegas mengenai objek jasa digital ini. Hal ini nampak pada peraturan pemerintah nomor 80 tahun 2019 tentang perdagangan sistem elektronik yang secara teknis belum memberikan pedoman jelas mengenai kewajiban PMSE dalam memuat deskripsi barang dan jasa dalam platform digitalnya. Oleh karena itu, bentuk perlindungan hukum pengguna akun spotify premium di shopee Indonesia berupa penyediaan platform pengaduan, artinya jika konsumen telah mengalami kerugian dalam transaksi di platform shopee baru ditindaklanjuti melalui perangkat pengaduan yang disediakan.Kata kunci : Perlindungan Konsumen, Akun Spotify, Shopee, Sewa Menyewa