Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN LIMBAH GYPSUM SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN PERKERASAN HOT ROLLED SHEET BASE (HRS-BASE): Analysis of the use of Gypsum Waste as A Fine Aggregate in Hot Rolled Sheet Base (HRS-Base) Pavement Mix Sujatmiko, Dwi; Robby, Robby; Elvina, Ina
Spektrum Sipil Vol 9 No 1 (2022): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v9i1.238

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan merupakan nadi bagi mobilitas masyarakat sebagai penunjang transportasi darat, maka dibutuhkan konstruksi jalan yang berkualitas agar memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan. Salah satu jenis perkerasan yang biasa digunakan di Indonesia adalah perkerasan lentur. Limbah gypsum merupakan hasil buangan yang berasal dari tempat produksi gypsum pracetak yang sangat mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu upaya dalam memanfaatkan limbah gypsum ini yaitu dapat digunakan sebagai agregat halus terhadap perkerasan jalan raya. Penelitian ini dilakukan guna memanfaatkan limbah gypsum dalam campuran perkerasan Hot Rolled Sheet Base (HRS-Base), menggunakan metode eksperimantal yang dilakukan di laboratorium untuk menganalisis penggunaan limbah gypsum sebagai agregat halus. Dalam penelitian ini menggunakan variasi kadar aspal 5,5%, 6%, 6,5%, 7% dan 7,5%. Dari hasil pemeriksaan sifat-sifat fisik agregat semuanya memenuhi persyaratan spesifikasi. Dari hasil pengujian Marshall maka dapat ditentukan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) yaitu sebesar 6,05%. Nilai karakteristik Marshall yang didapat dari Kadar Aspal Optimum (KAO) tersebut yaitu stabilitas sebesar 862,5 kg, rongga dalam agregat (VMA) sebesar 17,65%, rongga dalam campuran (VIM) sebesar 3,8%, rongga terisi aspal (VFB) sebesar 78% dan hasil bagi Marshall sebesar 295,5%.
Analisis Hambatan Samping Pada Segmen Jalan Yos Sudarso Akibat Adanya Kegiatan Di Pusat Perbelanjaan Lippo Plaza: Analysis Of Side Friction On Yos Sudarso Road Segment Due To Activities At Lippo Plaza Shopping Center Noviantama, Aldy; Riani, Desi; Robby, Robby
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2025): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v13i1.9313

Abstract

The segment of Jalan Yos Sudarso is designated as a shopping area. The largest shopping center on Jalan Yos Sudarso is Lippo Plaza. Activities at Lippo Plaza are frequented by many residents of Palangka Raya City. This condition affects the level of traffic congestion caused by the significant movement of vehicles to and from Lippo Plaza, which includes traffic volume, side obstacles, and vehicle speed. This study aims to discuss the impact of activities at the Lippo Plaza shopping center on the performance of the road segment on Yos Sudarso Street in Palangka Raya City, including the average daily traffic volume, average side friction, instantaneous vehicle speed, and vehicle maneuvering time at U-turns using the Indonesian Road Capacity Guidelines 2023. From the research results, the peak traffic volume was obtained at 1,346.30 smp/hour in Direction A-A, and 1,503.10 smp/hour in Direction B-B. The peak side friction obtained was 1,852.80 incidents/hour in Direction A-A with a classification of "Very High" and 410.70 incidents/hour in Direction B-B with a classification of "Moderate." The saturation degree values obtained were 0.48 in Direction A-A and 0.49 in Direction B-B, with the service level classification for both directions being "C."
Evaluasi Tarif Pengiriman Buah Kelapa Sawit Berdasarkan Metode Perhitungan BOK (Studi Kasus: Perusahaan Angkutan CV Rizky Kecamatan Seruyan Tengah) Wakary, Elizabeth Christine; Robby, Robby; Desriantomy, Desriantomy
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.5970

Abstract

Produksi kelapa sawit di Kalimantan Tengah menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Transportasi dan pengiriman tandan buah segar (TBS) dari kebun ke pabrik pengolahan merupakan salah satu tahap penting dalam menjaga rantai pasokan. Manajemen BOK truk pengangkut menjadi faktor penentu dalam menjaga ekonomi perusahaan angkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kendaraan serta menganalisis besar BOK yang dikeluarkan perusahaan angkutan. Mengacu kepada data yang diperoleh dan diolah menggunakan metode PCI, maka didapatkan BOK truk pengangkut untuk 60 km pada muatan penuh kecepatan 20 km/jam untuk Truk 1 = Rp. Rp.1.065.888,58. Truk 2 = Rp.1.070.775,10. dan Truk 3 = Rp.1.109,867. Sedangkan pada kondisi muatan kosong dengan kecepatan 35 km/jam dan jarak tempuh 60 km BOK truk 1 = Rp.888.015,20. Truk pengangkut 2 = Rp.891.754,52. Truk Pengangkut 3 = Rp.921.669,12.