Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH PERMAINAN BOLA BASKET ANGKA MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN PENGUASAAN KONSEP BILANGAN Reswari, Ardhana
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5 No 2 (2021): (Journal of Childhood Education) September-Februari
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v5i2.642

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh permainan bola basket angka modifikasi terhadap kemampuan penguasaan konsep bilangan pada anak TK Kelompok B di Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pola rancangan Quasi Eksperimental dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di RA Diponegoro dan TK Al-Huda pada anak kelompok B. Data yang diperoleh dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik dengan uji Anova dengan bantuan SPSS 21.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai  sebesar 362,194 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis permainan bola basket angka modifikasi terhadap kemampuan penguasaan konsep bilangan anak dapat diterima. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa permainan bola basket angka modifikasi berpengaruh terhadap kemampuan penguasaan konsep bilangan anak TK Kelompok B.
Analisis Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini dalam Penggunaan Gawai di Era Digitalisasi Reswari, Ardhana; Syakuro, Moh Abdan
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 7 No 2 (2023): JCE (Journal of Childhood Education) September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v7i2.1472

Abstract

Kecanduan dalam penggunaan gawai pada anak usia dini dapat mendorong dan mengganggu laju perkembangan sosial emosional anak. Penelitian ini mencoba mendiskripsikan perkembanagan sosial emosional anak usia dini dalam penggunaan gawai di era digitalisasi. Adapun metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Adapun lokasi penelitian ini terletak di RA An-Najah I Desa Karduluk Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data skunder. Narasumber yang diwawancarai dalam penelitian ini yaitu guru atau kepala sekolah, orang tua, dan siswa RA. Hasil penelitian menunjukkan intensitas penggunaan gawai pada anak usia dini mengalami kecanduan menggunakan gawai untuk selalu digunakan pada setiap harinya. Perkembangan sosial emosional anak didik di RA An-Najah I terbilang baik dan berkembangan karena bentuk emosi yang diketahui dari anak didik mencakup ciri-ciri perkembangan sosial emosional anak usia dini. Adapun dampak penggunaan gawai pada perkembangan sosial emosional anak didik di RA An-Najah I memiliki pengaruh terhadap perkembangan anak yang dimana terdapat hal positif dan negatif bagi perkembangan sosial anak usia dini.
Efektivitas Permainan Outbound Estafet Bendera Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 3-4 Tahun Reswari, Ardhana
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 8 No 1 (2024): JCE (Journal of Childhood Education) Maret - Agustus 2024
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v8i1.1965

Abstract

Perkembangan motorik kasar anak merupakan perkembangan yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup anak karena jika terganggu mengakibatkan terhambatnya gerak anak yang dipengaruhi otot syaraf itu sendiri contohnya berjalan, berlari, berlompat dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh permainan outbond estafet bendera untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar pada anak usia dini di RA Al-Ghufron. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif.  Dalam penelitian ini peneliti menggunakan One Pretest-Posttest Design, design, penelitian ini menggunakan pretest (sebelum diberikan perlakuan) dan posttest (sesudah diberikan perlakuan) sehingga keduanya dapat di bandingkan untuk mengetahui hasilnya. Subjek penelitian adalah anak usia 3-4 tahun berjumlah 12 anak. Teknik dan instrument yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh dari permainan outbond estafet bendera terhadap kemampuan motorik kasar  pada anak usia 3-4 tahun di RA Al-Ghufron Malangan Pademawu Pamekasan, hal ini dibuktikan dengan uji hipotesis didapatkan hasil bahwa nilai P-Value 0,000, dimana 0,000 kurang dari 0,05 (0,000<0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara data pretest dan posttest. Hal ini menunjukkan terdapat efektivitas permainan outbond estafet bendera yang berpengaruh terhadap kemampuan motorik kasar pada anak usia 3-4 tahun di RA Al-Ghufron Malangan-Pademawu Pamekasan.
The Role of Ghuruh Alep In Instilling Islamic Values In Early Childhood: Towards Child-Friendly And Islamic-Oriented Formal Education Moh. Abdan Syakuro; Reswari, Ardhana; Danang Prastyo; Lisa Apriliyana
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini SPECIAL EDITION: ARAKSA I
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.12649

Abstract

Ghuruh Alep, the pioneer in teaching the Arabic alphabet found in the Qur'an to children or students, plays a crucial role in instilling Islamic values in early childhood. This qualitative case study aims to describe Ghuruh Alep role in planting Islamic values in young children. The analysis focuses on Quranic verses as a perspective to understand Ghuruh Alep role. The research is conducted at Mushalla Nurul Islam in the village of Karduluk, Sumenep Regency. The informants include one teacher, three parents of students, and five students from Mushalla Nurul Islam. The findings reveal that Ghuruh Alep holds a key role in imparting religious values to young children. Through a careful approach, he introduces the Arabic alphabet until students can read the Qur'an. Guidance in worship, moral education, affection, positive examples, and wise advice are central to his approach. Ghuruh Alep ensures progression from desired behaviors to moral principles and cognitive maturity before teaching abstract concepts. This article highlights the significance of Ghuruh Alep role in shaping religious values, emphasizing adaptation to the changing times.
Desain Setting Kelas Ramah Anak Sebagai Penguatan Profil Pancasila Pada Sekolah Penggerak Kabupaten Bangkalan Prastyo, Danang; Iftitah, Selfi Lailiyatul; Kumalasari, Trisa; Wahyuni; Reswari, Ardhana
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini SPECIAL EDITION: ARAKSA I
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.12964

Abstract

Menciptakan ruang kelas yang aman dan nyaman memiliki efek positif pada anak, meningkatkan motivasi mereka dalam proses belajar. Oleh sebab itu itu, lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi anak-anak diperlukan. Bermain adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi anak. penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain kelas paud ramah anak sebagai penguatan profil pelajar pancasila. Konsep ini tidak lepas dari prinsip dasar pembelajaran anak, yaitu melalui bermain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. data dianalisis dengan melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Desain kelas sangatlah penting bagi tumbuh kembang anak usia dini. Hal tersebut dikarenakan anak dapat bebas berkarya berkreasi sesuai dengan jatidirinya tanpa ada tekanan. Desain kelas yang nyaman bagi anak akan membuat mereka lebih semangat dalam bermain sebagai upaya memberikan pembelajaran bermakna. Selain nyaman tentunya tak lepas dari aman. Profil pelajar Pancasila sebagai pondasi pendidikan karakter terumata bagi anak usia dapat diterapkan seiring dengan desain kelas. Gotong royong, berkebhinekaan global, nalar kritis, kreatif semua dapat dilaksanakan dengan melibatkan anak secara langsung.
Digital Storytelling in Developing Expressive Language Skills in Early Childhood: A Phenomenological Study Prastyo, Danang; Purwoko, Budi; Rosyanafi, Rofik Jalal; Mardiani, Desika Putri; Reswari, Ardhana
Al Hikmah Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 9 No 1 (2025): IJECIE
Publisher : Universitas Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/ijecie.v9i1.986

Abstract

Digital technology advancements have created innovative opportunities in early childhood education, particularly through digital storytelling. This research is motivated by challenges in developing expressive language skills in children in the digital era and the lack of comprehensive literature on the effectiveness of digital storytelling in Indonesian early childhood education contexts. This study aims to explore and analyze the phenomenon of using digital storytelling as a learning medium to develop expressive language skills in children aged 5-6 years. The research employed a qualitative method with a phenomenological approach, involving 15 children and 8 teachers at Darul Mustofa Burneh Kindergarten, Bangkalan, Madura. The results indicate that digital storytelling significantly improves children's ability to express ideas, retell stories with more complex structures, and develop new vocabulary. Thematic analysis identified four main themes: (1) Improved Quality and Complexity of Expressive Language, (2) Increased Active Participation and Duration of Children's Speaking, (3) Positive Impact on Introverted Children, and (4) Increased Social and Collaborative Learning. This study concludes that appropriate and curriculum-integrated use of digital storytelling can be an effective strategy in developing expressive language skills in early childhood. This research contributes to the developme nt of innovative technology-based learning models that align with the developmental characteristics of children in the digital era.
Penguatan Moderasi Beragama pada Anak Usia Dini sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme di Masa Pandemi Covid- 19 Amala., Nisa`el; Reswari, Ardhana; Iftitah, Selfi Lailiyatul
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 6 No 1 (2022): AnCoMS, APRIL 2022
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v6i1.377

Abstract

Polemics of radicalism continue to emerge in early childhood education and radical movements have explored and involved in early childhood. Strengthening moderate Islam in early childhood must be carried out from an early age through educational arrangements that are programmed and adapted to the stages of child development characteristics so that children have moderate values and prevent children from having radical ideas later in life. The purpose of this study was to determine the strength of religious moderation in early childhood as an effort to prevent radicalism during the Covid-19 pandemic. The golden period of early childhood is the most appropriate time to implement the values of religious moderation so that later a strong Islamic foundation is formed in children so that they can ward off radicalism in the future. During this pandemic, learning activities, especially to strengthen understanding of religious moderation in schools, are carried out online or blended learning which is a combination of face-to-face and the use of information technology in implementation. The method used in this research is descriptive qualitative with a case study approach. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses the Mile and Huberman model, namely data reduction, display, and verification. The results of this study indicate that strengthening religious moderation in early childhood is an effort to prevent radicalism during the Covid-19 pandemic. The strengthening of religious moderation consists of four components, namely instilling national commitment, tolerance, introducing and preserving local culture, and anti-violence. The strengthening of religious moderation is given so that children have moderate values and are a form of prevention against radicalism in the future.