Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengenalan Tradisi Rokat Tase’ untuk Meningkatkan Kecintaan Budaya Lokal Anak Usia Dini Syakuro, Moh. Abdan; Apriliyana, Lisa; Putro, Khamim Zarkasih; Reswari, Ardhana; Hukamak, Saiful
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i2.27334

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran tempat wisata, khususnya Pantai Ekasoghi, sebagai agen pendidikan non formal yang efektif dalam memperkenalkan tradisi budaya Rokat Tase' kepada anak-anak usia dini. Penelitian ini mengungkap bagaimana lingkungan wisata yang menarik dapat menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Pengenalan budaya lokal pada anak-anak usia dini ditemukan sebagai investasi penting dalam pelestarian budaya, karena anak-anak yang tumbuh dengan pengetahuan dan rasa cinta terhadap tradisi leluhur lebih cenderung untuk menjaganya dan meneruskannya ke generasi berikutnya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengenalan tradisi budaya Rokat Tase' melalui tempat wisata seperti Pantai Ekasoghi memiliki dampak positif dalam meningkatkan kecintaan budaya lokal pada anak-anak usia dini. Ini bukan hanya memberikan pengetahuan tentang warisan budaya, tetapi juga menciptakan fondasi kuat untuk pelestarian budaya di masa depan. Oleh karena itu, kontribusi tempat wisata dalam memperkenalkan dan memelihara budaya lokal merupakan contoh yang penting dalam upaya menjaga kearifan lokal sebagai aset berharga bagi negara. Peran keluarga dalam mendukung pengenalan budaya lokal pada anak-anak juga diakui sebagai faktor kunci. Orang tua dan keluarga lainnya memiliki tanggung jawab untuk mendukung anak-anak dalam menjelajahi budaya dan tradisi lokal mereka. Dalam konteks ini, Pantai Ekasoghi menjadi tempat yang ideal untuk menggabungkan pengenalan budaya dengan hiburan yang menyenangkan. Perayaan Rokat Tase' di tempat ini memberikan kesempatan unik bagi anak-anak untuk merasa lebih terhubung dengan budaya lokal mereka.   This research aims to explore the role of tourist destinations, particularly Pantai Ekasoghi, as an effective agent of non-formal education in introducing the cultural tradition of Rokat Tase' to young children. The study reveals how an appealing tourist environment can create enjoyable learning experiences for children. The introduction of local culture to young children is found to be a significant investment in cultural preservation, as children who grow up with knowledge and love for their ancestral traditions are more likely to preserve and pass them on to the next generation. The results of this study demonstrate that introducing the cultural tradition of Rokat Tase' through tourist destinations like Pantai Ekasoghi has a positive impact on increasing the love for local culture among young children. It not only imparts knowledge about cultural heritage but also lays a strong foundation for cultural preservation in the future. Therefore, the contribution of tourist destinations in introducing and preserving local culture is a significant example in efforts to safeguard local wisdom as a valuable asset for the nation. The role of families in supporting the introduction of local culture to children is also acknowledged as a key factor. Parents and other family members have the responsibility to support children in exploring their local culture and traditions. In this context, Pantai Ekasoghi becomes an ideal place to combine cultural introduction with enjoyable entertainment. The Rokat Tase' celebration at this location provides a unique opportunity for children to feel more connected to their local culture.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA PELAJAR SMA KELAS XI DI SMAN 76 JAKARTA TIMUR Reswari, Ardhana; Juanda, Juanda; Khair, Abdul
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i2.5959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik terhadap status gizi pada siswa kelas XI di SMAN 76 Jakarta Timur. Penelitian dilakukan dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 128 siswa sebagai responden. Data diperoleh melalui kuesioner APAR-Q untuk menilai aktivitas fisik dan SQ-FFQ untuk pola makan, serta pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai indikator status gizi. Hasil menunjukkan mayoritas siswa memiliki status gizi normal (75,8%), sedangkan 15,6% mengalami obesitas dan 8,6% memiliki gizi kurang. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dan status gizi (p = 0,032), di mana siswa yang mengonsumsi lebih banyak karbohidrat dan lemak cenderung mengalami obesitas. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan status gizi (p = 0,084). Selain itu, faktor jenis kelamin juga memengaruhi status gizi, dengan siswa perempuan lebih berisiko mengalami obesitas dibandingkan laki-laki. Rekomendasi penelitian ini mencakup perlunya peningkatan edukasi tentang pola makan sehat, penyediaan makanan bergizi di kantin, serta mendorong siswa untuk lebih aktif melalui program yang lebih menarik. Kata Kunci: Status gizi, pola makan, pola aktivitas This study aims to examine the relationship between dietary patterns and physical activity on the nutritional status of 11th-grade students at SMAN 76 East Jakarta. The research employed a cross-sectional approach, involving 128 students as respondents. Data were collected using the APAR-Q questionnaire to assess physical activity and the SQ-FFQ to evaluate dietary intake, along with Body Mass Index (BMI) measurements to determine nutritional status. The results showed that the majority of students had normal nutritional status (75.8%), while 15.6% were classified as obese, and 8.6% were undernourished. Statistical analysis revealed a significant relationship between dietary patterns and nutritional status (p = 0.032), with students consuming higher amounts of carbohydrates and fats being more likely to experience obesity. However, no significant relationship was found between physical activity and nutritional status (p = 0.084). Additionally, gender was found to influence nutritional status, with female students being more at risk of obesity compared to males. The study recommends improving education on healthy eating, providing more nutritious food options in school canteens, and encouraging students to be more physically active through engaging programs. Keywords: Nutritional staìus, diet, activity patterns
Pemikiran Penyelamat Dalam Krisis 1930 dan 1998 Dengan Perkebunan Rakyat dan Angkringan Reswari, Ardhana
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 4 No. 2 (2024): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi November 2024)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v4i2.124

Abstract

Indonesia terkena dampak krisis yang cukup terkenal yaitu Depresi Ekonomi (sekitar tahun 1930an) dan Krisis Ekonomi (sekitar tahun 1998). Dalam hal ini ada beberapa ekonomi skala kecil yang justru bertahan pada masa krisis. Hal ini sangat menarik karena selama ini yang dibicarakan mengenai krisis selalu tentang ekonomi makro dan ekonomi skala besar yang mengalami kehancuran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dalam sejarah yaitu heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber), interpretasi dan penulisan. Pertanian skala kecil pada tingkat tertentu memperoleh keuntungan dari masalah yang dihadapi sektor ekonomi ekspor hal ini terutama terjadi pada masa penurunan produksi gula pada 1929-1936 sehingga petani skala kecil terutama petani beras mendapat lahan yang lebih luas. Pada masa krisis moneter 1998 ada juga ekonomi skala kecil yang survive seperti smallholder pada masa Depresi Ekonomi yaitu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang survive dari Krisis Ekonomi 1997 kemandirian UKM justru menyelamatkan dari krisis disaat perbankan Indonesia mengalami kehancuran. Salah satu contoh UKM yang survive pada masa krisis adalah angkringan. Dari kedua krisis tersebut terdapat smallholder dan UKM yang merupakan ekonomi dengan skala yang kecil dapat mencuri perhatian ekonomi nasional dengan kontribusinya sebagai “penyelamat” perputaran ekonomi pada saat krisis.
Implementation of Transformative Learning in Fostering the Spirit of Early Childhood Entrepreneurship in Child Friendly PAUD Aziz, Thorik; Astuti, Ria; Yuniatari, Yuniatari; Muhlis, Achmad; Munafiah, Nida’ul; Rosfalia Nabila , Dina; Reswari, Ardhana; Shiddiq, Jamaluddin
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini SPECIAL EDITION: ARAKSA I
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.12781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran transformatif dalam menumbuhkan jiwa entrepreneurship pada anak usia dini di TK Al Falah Surabaya. Metode penelitian melibatkan wawancara dengan guru dan kepala sekolah, observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam penentuan sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran transformatif di PAUD Ramah Anak, (TK Al-Falah Surabaya), dilaksanakan melalui pendekatan berbasis sentra (BCCT). Anak usia dini aktif terlibat dalam proses pembelajaran, sedangkan peran guru lebih sebagai fasilitator. Kegiatan transformatif seperti Cooking Class, Market Day, Sedekah dan Outing Class menjadi sarana utama dalam membentuk karakter kewirausahaan, termasuk kemandirian, keberanian, dan kreativitas, pada anak usia dini.
Exploration of The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Curriculum Policy in The Early Childhood Islamic Education Study Program in Indonesia Prastyo, Danang; Herlina, Herlina; Kholisussa’di, Kholisussa’di; Nugroho, Aries Edy; Yulianingsih, Wiwin; Reswari, Ardhana; Meilan, Nanda Mustika
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 11 No. 2 (2025): June
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i2.13997

Abstract

This study aims to explore the development of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) curriculum in the PIAUD study program in Indonesia. This research adopts a qualitative descriptive approach with a literature review method. The subjects of this research are faculty members and curriculum developers from the PIAUD study programs at State Islamic University of Syekh Nurjati Indonesia, State Institute for Islamic Studies of Kudus, and State Islamic University of Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Data collection techniques involve literature study, and data analysis techniques employ data reduction and data identification. The results of the study reveal that the MBKM curriculum is a designed framework that addresses the challenges of the 21st century by emphasizing the freedom and independence to learn various fields of knowledge. The development of the MBKM curriculum consists of five stages: preparation, planning, development, implementation, and evaluation. Its implementation comprises nine key activities such as curriculum adjustment, collaboration with partners, and continuous assessment.
Optimalisasi Pemasaran Multi-Platform sebagai Strategi Pengembangan UMKM Reswari, Ardhana; Hidayah, Retnoningrum; Yanto, Heri
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Lentera Vol. 2 No. 08 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/djpl.v2i08.1024

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta masyarakat umum di Desa Giling, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, dalam memahami dan menerapkan strategi pemasaran berbasis digital. Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan berbagai platform pemasaran seperti Instagram, Facebook, WhatsApp Business, dan Shopee, yang dirancang agar mudah diakses dan diaplikasikan oleh pelaku usaha lokal. Metode kegiatan terdiri dari empat tahapan, yaitu: pra kegiatan (riset kebutuhan pelatihan), persiapan (penyusunan materi dan logistik), pelaksanaan (sosialisasi dan praktik langsung), serta pasca kegiatan (pendampingan dan evaluasi). Pelatihan dilaksanakan pada Sabtu, 5 Juli 2025 dengan pendekatan interaktif dan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman baru serta kepercayaan diri untuk memasarkan produk secara digital. Beberapa peserta mulai aktif mempromosikan produknya melalui media sosial dan platform e-commerce. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi digital UMKM desa serta menciptakan ekosistem wirausaha yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
The Role of Ghuruh Alep In Instilling Islamic Values In Early Childhood: Towards Child-Friendly And Islamic-Oriented Formal Education Moh. Abdan Syakuro; Reswari, Ardhana; Danang Prastyo; Lisa Apriliyana
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini SPECIAL EDITION: ARAKSA I
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.12649

Abstract

Ghuruh Alep, the pioneer in teaching the Arabic alphabet found in the Qur'an to children or students, plays a crucial role in instilling Islamic values in early childhood. This qualitative case study aims to describe Ghuruh Alep role in planting Islamic values in young children. The analysis focuses on Quranic verses as a perspective to understand Ghuruh Alep role. The research is conducted at Mushalla Nurul Islam in the village of Karduluk, Sumenep Regency. The informants include one teacher, three parents of students, and five students from Mushalla Nurul Islam. The findings reveal that Ghuruh Alep holds a key role in imparting religious values to young children. Through a careful approach, he introduces the Arabic alphabet until students can read the Qur'an. Guidance in worship, moral education, affection, positive examples, and wise advice are central to his approach. Ghuruh Alep ensures progression from desired behaviors to moral principles and cognitive maturity before teaching abstract concepts. This article highlights the significance of Ghuruh Alep role in shaping religious values, emphasizing adaptation to the changing times.
Desain Setting Kelas Ramah Anak Sebagai Penguatan Profil Pancasila Pada Sekolah Penggerak Kabupaten Bangkalan Prastyo, Danang; Iftitah, Selfi Lailiyatul; Kumalasari, Trisa; Wahyuni; Reswari, Ardhana
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini SPECIAL EDITION: ARAKSA I
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.12964

Abstract

Menciptakan ruang kelas yang aman dan nyaman memiliki efek positif pada anak, meningkatkan motivasi mereka dalam proses belajar. Oleh sebab itu itu, lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi anak-anak diperlukan. Bermain adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi anak. penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain kelas paud ramah anak sebagai penguatan profil pelajar pancasila. Konsep ini tidak lepas dari prinsip dasar pembelajaran anak, yaitu melalui bermain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. data dianalisis dengan melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Desain kelas sangatlah penting bagi tumbuh kembang anak usia dini. Hal tersebut dikarenakan anak dapat bebas berkarya berkreasi sesuai dengan jatidirinya tanpa ada tekanan. Desain kelas yang nyaman bagi anak akan membuat mereka lebih semangat dalam bermain sebagai upaya memberikan pembelajaran bermakna. Selain nyaman tentunya tak lepas dari aman. Profil pelajar Pancasila sebagai pondasi pendidikan karakter terumata bagi anak usia dapat diterapkan seiring dengan desain kelas. Gotong royong, berkebhinekaan global, nalar kritis, kreatif semua dapat dilaksanakan dengan melibatkan anak secara langsung.
Penguatan Moderasi Beragama pada Anak Usia Dini sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme di Masa Pandemi Covid- 19 Amala., Nisa`el; Reswari, Ardhana; Iftitah, Selfi Lailiyatul
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 6 No 1 (2022): AnCoMS, APRIL 2022
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v6i1.377

Abstract

Polemics of radicalism continue to emerge in early childhood education and radical movements have explored and involved in early childhood. Strengthening moderate Islam in early childhood must be carried out from an early age through educational arrangements that are programmed and adapted to the stages of child development characteristics so that children have moderate values and prevent children from having radical ideas later in life. The purpose of this study was to determine the strength of religious moderation in early childhood as an effort to prevent radicalism during the Covid-19 pandemic. The golden period of early childhood is the most appropriate time to implement the values of religious moderation so that later a strong Islamic foundation is formed in children so that they can ward off radicalism in the future. During this pandemic, learning activities, especially to strengthen understanding of religious moderation in schools, are carried out online or blended learning which is a combination of face-to-face and the use of information technology in implementation. The method used in this research is descriptive qualitative with a case study approach. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses the Mile and Huberman model, namely data reduction, display, and verification. The results of this study indicate that strengthening religious moderation in early childhood is an effort to prevent radicalism during the Covid-19 pandemic. The strengthening of religious moderation consists of four components, namely instilling national commitment, tolerance, introducing and preserving local culture, and anti-violence. The strengthening of religious moderation is given so that children have moderate values and are a form of prevention against radicalism in the future.
Pengaruh Permainan Angklung Terhadap Keterampilan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun Lailiyah, Nazilatul; Reswari, Ardhana
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 11 No 1 (2026): JANUARI
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.11.1.42-53

Abstract

Social-emotional skills are the foundation of early childhood development that determine the success of social interactions and emotional regulation in later stages of development. Initial observations at Sejahtera Larangan Luar Pamekasan Kindergarten showed that 67% of children in group B had social-emotional skills that were not yet optimally developed, especially in the areas of cooperation and emotion management. This study aims to determine the effect of angklung games on the social-emotional skills of 5-6-year-old children at Sejahtera Larangan Luar Pamekasan Kindergarten. The research subjects consisted of 15 children. The method used was quantitative research with a one-group pretest-posttest pre-experimental design. The data were analyzed using a paired sample t-test. The results of the study show an increase in the average score from 7.33 to 22.73 with a t-value of -22.680, p<0.001. The absolute value of the t-count (22.680) is greater than the t-table (2.145), so Ho is rejected and H1 is accepted, meaning that angklung games have a significant effect on the social-emotional skills of 5-6 year old children at Sejahtera Larangan Luar Pamekasan Kindergarten. This study recommends integrating angklung games into the early childhood education curriculum as a local culture-based learning strategy to optimize children's social-emotional development.