Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Manajemen Risiko Rantai Pasok Pada Ikm Tahu Takwa Mikimos Menggunakan Metode House Of Risk (HoR) RM.Andi Selajati; Achmad Syaichu
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 2 No. 01 (2024): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IKM Tahu Takwa Mikimos merupakan salah satu produsen tahu yang ada di Kota Kediri. Aliran rantai pasok yang aman merupakan salah satu kunci keberhasilan sebuah perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas secara konsisten. Oleh sebab itu, penting untuk menciptakan aliran rantai pasok yang dapat menghindari berbagai macam risiko yang berpotensi terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk bagaimana analisis manajemen risiko rantai pasok pada IKM Tahu Takwa Mikimos menggunakan metode HOR (House of Risk). Hasil dari penelitian ini dengan menggunakan motode house of risk yaitu terdapat 16 kejadian risiko dan 17 sumber risiko. Dengan menggunakan diagram pareto untuk mengetahui prioritas agen risiko berdasarkan nilai tertinggi didapatkan empat sumber risiko dominan yaitu naiknya nilai tukar dolar terhadap rupiah (A2), stok kedelai impor menipis (A3), kesalahan supplier dalam menyimpan kedelai impor (A6), dan IKM Tahu Takwa Mikimos tidak melakukan riset pasar sesuai dengan ilmu marketing yang baik (A1). Berdasarkan sumber risiko dominan tersebut didapatkan 8 strategi aksi mitigasi yang dapat diterapkan, yaitu mencari supplier kedelai lokal terpercaya (PA1), memperbesar kapasitas stok gudang penyimpanan bahan baku kedelai (PA4), memanfaatkan data historis untuk membuat model prediksi yang lebih akurat terkait dengan permintaan pasar (PA7), meminta supplier untuk membenahi gudang penyimpanan kedelainya (PA5), mencari supplier kedelai impor lain yang lebih menjaga kualitas kedelainya (PA6), mencari supplier kedelai impor lain yang memberikan harga lebih murah dan stabil (PA3), membuat kontrak dengan supplier tentang penetapan harga kedelai impor dalam jangka waktu tertentu (PA2), dan mengikuti kursus marketing (PA8).
Perbandingan  Biaya Proyek  Pemasangan Bata Ringan Citicon  Dan Bata Merah Pada Bangunan  Asrama Putri (Studi Kasus di UPT Pokja Pomosda Nganjuk) Achmad Syaichu; Riki Hermawan; Bakti Yulisar
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 2 No. 01 (2024): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan material bahan bangunan semakin maju seiring dengan tuntutan kebutuhan dalam mencapai biaya,mutu yang paling efektif dan efisien. Munculnya teknologi bata ringan sebagai material dinding, cukup memberikan dampak positif bagi masyarakat pada bidang konstruksi khususnya. Penentuan keputusan pada sebuah proyek mengenai bahan mana yang akan dipakai, akan memiliki dampak yang cukup besar pada perencanaan jadwal dan biaya proyek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besarnya biaya antara bata ringan dan bata merah dari mulai sampai proses finising. Material bata ringan merupakan bahan yang paling murah biayanya dalam pekerjaan pasangan dinding per m² dibandingkan material bata merah. Biaya total untuk pekerjaan pasangan dinding bata merah di tambahkan dengan biaya plesteran dan acian adalah sebesar Rp.18.573.000 sedangkan biaya total dari pekerjaan pasangan batu bata ringan di tambahkan dengan biaya plesteran dan acian adalah sebesar Rp.15.371.000. Dan selisih biaya dari kedua pekerjaan tersebut adalah Rp.3.202.000 Dari segi kecepatan pemasangan dinding per m², material bata ringan lebih cepat dibandingkan material bata merah. volume yang mampu dikerjakan untuk pasangan dinding bata merah perhari adalah ± 10 m2 sedangkan volume yang mampu dikerjakan untuk pekerjaan pemasangan dinding bata ringan adalah ± 20 m2 jadi dapat disimpulkan pemasangan bata ringan lebih cepat dan efisien ketimbang menggunakan bata merah.
Perpindahan Konsumen Belanja Online Menggunakan Analisa Markov Chain Putut Ade Irawan; Achmad Syaichu
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja online menjadi topik yang penting di era digital, mengingat ketatnya persaingan antar platform e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang perpindahan konsumen di empat platform belanja online utama: Bukalapak, Lazada, Shopee, dan Tokopedia, dengan menggunakan model Rantai Markov. Metode ini dipilih untuk mengidentifikasi pola perpindahan konsumen dan memproyeksikan kondisi steady state, di mana perpindahan konsumen antar platform mencapai titik ekuilibrium. Data diperoleh melalui kuesioner yang mengeksplorasi preferensi belanja online responden dari waktu ke waktu. Hasil analisis menunjukkan bahwa probabilitas pelanggan beralih antar platform mencapai kondisi steady state pada bulan ke-3. Temuan utama termasuk penurunan pelanggan setia di semua platform dengan persentase penurunan tertinggi di Bukalapak, dari 30% menjadi 20%, dan peningkatan total pelanggan di Shopee dan Tokopedia masing-masing sebesar 136% dan 124% dibandingkan dengan jumlah awal. Sementara itu, Lazada mengalami penurunan jumlah pelanggan sebesar 60% dibandingkan dengan jumlah awal. Riset ini mengungkapkan bahwa meskipun konsumen cenderung berpindah platform, Shopee dan Tokopedia memiliki daya tarik yang lebih kuat dalam mempertahankan dan meningkatkan jumlah konsumen. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah pentingnya strategi manajemen loyalitas pelanggan dan inovasi layanan untuk menghadapi pergeseran preferensi dalam berbelanja online. Implementasi dari temuan ini dapat membantu platform e-commerce untuk mengoptimalkan strategi pemasaran dan mempertahankan konsumen di pasar yang kompetitif. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi loyalitas dan peralihan konsumen, seperti harga, kualitas layanan, dan kemudahan penggunaan platform.
Optimasi Biaya Pengiriman Roti Dengan Metode Transportasi Stepping Stone Pada UMKM Niki Sari Bakery Rihaadatul ‘Aisyah; Achmad Syaichu
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM Niki Sari Bakery yang bertempat di Jl.Hasanudin no.84, Pilangbango, Brumbung, Kec.Tanjunganom, Kab.Nganjuk, Jawa Timur. Dalam distribusi produk Niki Sari Bakery mengalami beberapa kendala yaitu tidak adanya pencatatan/pendataan sehingga terjadi pembengkakan biaya pengeluaran. Tujuan penelitian ini adalah mengoptimasi biaya pengiriman. Hasil penelitian pada solusi awal diperoleh masing-masing metode NWCR Rp.169.100, LC Rp.167.250 dan VAM Rp.164.250. Dari masing-masing distribusi dengan nilai paling minimum yaitu pada metode VAM, akan tetapi diperlukan pembuktian uji optimalisasi dengan metode Stepping Stone. Dengan menggunakan tiga metode NWCR, LC, dan VAM diperoleh nilai biaya paling minimal Rp. 164.250. Rute yang dihasil kan dari metode yang terpilih yaitu mobil (A) menuju Blitar, mobil (B) menuju Tulungagung dan Nganjuk, mobil (C) menuju Kediri dan Tulungagung, mobil (D) menuju Tulungagung. Pendistribusian produk roti pada UMKM Niki Sari Bakery mendapatkan hasil yang optimal. VAM merupakan metode paling optimum diantara dua metode lainnya dengan hasil biaya yang paling minimum sebesar Rp.164.250/minggu. Kemudian diuji optimal menggunakan metode Stepping Stone, dan diketahui biayanya sebesar Rp. 164.250. Hasil perhitungan manual dibandingkan dengan software POM QM V4 dengan biaya yang dihasilkan sama yaitu Rp.164.250.
Analisa Perbandingan Biaya dan Waktu Pemasangan Lantai M-Panel Dan Dak Cor Konvensional” Studi kasus Proyek Pembangunan Gedung SMA POMOSDA Rendy Prasetyo; Achmad Syaichu
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 3 No. 01 (2025): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan adanya perkembangan inovasi dan teknologi pembangunan di Indonesia, terdapat teknologi dan material di bidang konstruksi yang mampu menggantikan material pelat lantai bangunan konvesional, salah satunya M-Panel. M-Panel mempunyai susunan material dengan bahan utama EPS (Expanded Polystyrene System) dan kawat baja galvanized (lapisan agar tidak berkarat) pada setiap sisi dan juga dalamnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan biaya dan waktu pekerjaan pelat lantai menggunakan material M-Panel dan konvensional. Data penelitian yang digunakan untuk analisa perbandingan biaya dan waktu diperoleh dengan mengamati secara langsung pekerjaan di lapangan. Selain itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perbandingan. Dari analisa dan perhitungan, dalam pekerjaan pelat lantai M-Panel pada luasan bangunan 210 m² sebesar Rp.112.372.000, dengan rincian untuk biaya pekerja / tukang (borongan 210 m²) sebesar Rp 19.950.000, untuk estimasi waktu pengerjaan dengan 10 pekerja membutuhkan waktu 25 hari. Untuk hasil analisa dan perhitungan, dalam pekerjaan pelat lantai Cor Konvensional pada luasan bangunan 210 m² sebesar Rp 118.113.000, dengan rincian untuk biaya pekerja / tukang (borongan 210 m²) sebesar Rp 19.950.000, untuk estimasi waktu pengerjaan dengan 10 pekerja membutuhkan waktu 53 hari.
Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Karyawan Proyek Konstruksi (Studi Kasus Upt Pokja Bangunan Pomosda) Mochamad Jihad Maschurun; Achmad Syaichu
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 3 No. 01 (2025): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada bagian pengembangan bangunan yang ada di Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deksriptif, teknik analisa data yang dilakukan yaitu dengan cara mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Peneliti juga melakukan penelitian langsung melalui obervasi dan wawancara dengan koordinator POKJA Bangunan. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa penerapan K3 di UPT POKJA Bangunan belum dijalankan dengan baik, hambatan yang mempengaruhi penerapan K3 di UPT POKJA Bangunan dikarenakan kurangnya pengetahuan dan kesadaran karyawan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Penerapan K3 yang kurang baik mengakibatkan terjadinya kecelakaan, ada sembilan kecelakaan kerja dikategorikan cukup parah yang pernah terjadi di UPT POKJA beberapa diantaranya yaitu terjatuh dari ketinggian, terkena goresan benda tajam,dan tertimpa material berat. Kecelakaan kerja tersebut terjadi dikarenakan kelalaian karyawan yang tidak tertib dalam menggunakan alat pelindung diri. Seperti sarung tangan, helm pelindung, sepatu boots, kacamata, dan sabuk pengaman. Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi hambatan yaitu dengan memberikan pemberitahuan dan himbauan secara lisan untuk selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) pada saat melakukan kegiatannya. Sehingga diperlukan tim ahli untuk menangani K3 di UPT POKJA Bangunan agar sesuai dengan peraturan undang-undang yang telah ditetapkan.
Pendampingan Produksi dan Perizinan Legalitas Usaha Setaci di Kabupaten Nganjuk Budi Santoso, Eko; Achmad Syaichu; Sukarsono, Agustin; Kurniawati, Denny
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i1.840

Abstract

Home industry setaci merupakan usaha kecil menengah yang bergerak dibidang jajanan tradisional. Usaha kecil menengah ini dimiliki oleh Afifatul Afngidah yang berada di ranting Getas atau di Desa Getas, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Home industri Setaci berdiri sejak tahun 2020 dengan modal seadanya. Usaha ini memproduksi jajanan tahu walek, sempol dan cireng. Melalui kepercayaan orang kepada Afifatul ini. Penjualan awal hanya sempol ayam saja dan buka lapak didepan rumah dengan perlengkapan seadanya. Seiring bertambahnya hari, Afifatul menambah varian menunya dengan tahu walek. Akibat melonjaknya harga bahan baku, Afifatul memutuskan untuk menjual cireng saja seraya menunggu modal lebih untuk membeli bahan baku lainnya. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu pengurusan aspek legalitas hukum usaha yang dijalankan yaitu Nomor Induk Berusha (NIB), SPP-IRT (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga) dan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), hal ini agar usaha yang dirintis benar-benar mempunyai aspek legalitas formal dan diakui oleh negara.
PERENCANAAN DAN ANALISIS PEMBUATAN MESIN PENYAYAT BAN BEKAS Santoso, Eko Budi; Achmad Syaichu; Agustin Sukarsono
JMMT Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v6i1.6129

Abstract

Ban bekas merupakan salah satu jenis limbah karet yang sulit diuraikan didalam tanah sehingga keberadaannya sangat mengganggu. Hal ini akan semakin parah jika tidak ada tindakan untuk pengolahan limbah ban bekas. Padahal ban bekas dapat diolah menjadi bahan dasar untuk produk kerajinan. Untuk merubah ban bekas menjadi produk kerajinan ban diperlukan proses penyayatan. Oleh karena itu diperlukan mesin yang mampu menyayat ban bekas. Pemanfaatan limbah ban bekas yang diformulasikan dalam bentuk belahan atau sayatan yang memanjang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kerajinan bermacam-macam alat kebutuhan rumah tangga yang awet dan murah, diantaranya yaitu gladhak (tali timba), jok kursi dan lain-lain, sehingga akan berdampak pada peningkatan nilai ekonomi para pengrajin ban bekas oleh karena itu dilakukan perencanaan dan perbujutan dalam pembuatan mesin penyayat limbah ban bekas. Metode uji coba sangat penting dilaksanakan yaitu untuk mengetahui besarnya gaya yang diperlukan dalam proses penyayatn limbah ban bekas sehingga limbah ban bekas dapat dijadikan produk yang diformulasikan dalam bentuk sayatan memanjang sebagai bahan dasar pembuatan kerajinan alat rumah tangga dari ban bekas. Percobaan penyayatan ban bekas dilakukan dengan cara membelah awal ban bekas yang pada pangkal sayatan terdapat pisau vertikal kemudian ujung ban bekas ditarik menggunakan neraca pegas yang otomatis akan menyayat pangkal belahan ban bekas dengan gaya potong 27 kg pada penunjuk neraca pegas. Berdasarkan uji coba maka dapat di tentukan mesin penyayat ban bekas ini berpenggerak motor bensin 5,5 hp yang di konversikan dengan gearbox rasio 1:70 yang pada putaran 25 rpm dapat menyayat ban bekas sepanjang 6,751 meter dalam waktu 1 menit.
ANALISA KECACATAN PRODUK AIR MINUM DALAM KEMASAN TELAGA TANJUNG DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA Rais Kusumasari Yuliani; Achmad Syaichu; Denny Kurniawati
CYBER-TECHN Vol. 14 No. 01 (2020): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UPT. Makarti merupakan perusahaan yang selalu menjaga mutu suatu produk yang dihasilkan untuk memenuhi kepuasan konsumen dan selalu menjaga kepercayaan konsumen. Akan tetapi dalam kegiatan manufaktur produk tidak pernah jauh dari kecacatan (defect). Dari hasil penelitian dan hasil wawancara yang dilakukan dalam proses kegiatan produksi air minum dalam kemasan Telaga Tanjung kecacatan yang dihasilkan mencapai 41% (defect) dari total produksi 41000 pcs pada tahun 2018, dikarenakan SDM yang kurang maksimal dan Mesin produksi yang masih manual dan juga SOP yang digunakan masih belum berstandar intenasional. Untuk meminimalizir kecacatan tersebut akan dilakukan Analisa dengan metode six sigma. Metode six sigma memiliki nilai DPMO 3,4 yang memiliki zero defect. Saat ini Pupuk Manutta Gold masih mencapai rata – rata 3,3% deffect dengan nilai DPMO 34.166. Jadi untuk mencapai tinggal 6 level sigma dengan nilai zero defect perusahaan harus melakukan perbaikan yang sigsinifikan untuk mengurangi kecacatan pada produk. Maka dilakukan perbaikan dengan melakukan pengendalian kualitas metode SIX SIGMA dengan proses DMAIC meliputi Define (identifikasi masalah), Measure (Pengukuran masalah), Analyze (Analisa masalah), Improve (Perbaikan), Control (Pengendalian).
OPTIMALISASI PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN LABORATORIUM IPA SMA POMOSDA DENGAN METODE CPM DAN PERT (study kasus pada UPT POKJA Bangunan) Achmad Syaichu; Badar Ramadhanu Ibnu Mustofa
CYBER-TECHN Vol. 17 No. 01 (2023): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek adalah unit terkecil dari pembangunan, maka pembangunan ekonomi suatu negara tidak dapat dipisahkan dari kegiatan yang berbentuk proyek. Demikian pula, pengembangan perusahaan dalam kerangka suatu perusahaan juga membayangkan kegiatan proyek seperti proyek pembangunan pabrik, proyek pengembangan produk baru, atau proyek lainnya. Dua metode perencanaan menggunakan PERT dan CPM. Teknik ini digunakan untuk mengoptimalkan sebuah proyek, teknik PERT dan CPM digunakan secara bersama untuk saling mendukung. Dengan membandingkan status dan rencana saat ini, dimungkinkan untuk mengevaluasi apakah kemajuan setiap proyek sesuai jadwal atau di belakang jadwal, dan terdiri dari beberapa fase. CPM Jalur Kritis = C-F-H-J : 14+16+14+9 = 53. Jalur Kritis PERT = C-F-H-J : 12+14+12+7 = 45. Pada tabel Distribusi Normal mendapat Perhitungan untuk menyelesaikan proyek diperoleh peluang dalam jangka waktu 120 hari adalah 93,45% yang sebelumnya hanya 85% dalam penyelesaian proyek LAB. IPA SMA POMOSDA ini artinya dengan menggunakan metode CPM dan PERT ada pengoptimalan sebesar 8,45% (93,45% - 85%).