Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) PRODUK AKAR TANJUNG BOX ORIGINAL DI UPT MAKARTI POMOSDA Divia Islammatul Nur Khumaya; Achmad Syaichu
CYBER-TECHN Vol. 17 No. 01 (2023): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan kebutuhan bahan baku menjadi faktor penting dalam kelancaran sebuah proses diperusahaan. Perencanaan yang baik mampu memberikan hasil efisiensi dan efektivitas pada proses produksi. Selama ini yang menjadi sebuah hambatan atau dapat dikatakan permasalahan yang dihadapi perusahaan contohnya dalam perencanaan bahan baku yang kurang tepat. Sistem Material Requirement Planning (MRP) dirancang untuk membuat perencanaan produksi serta perencanaan kebutuhan material. Dengan disertainya perhitungan waktu tenggang atau lead time, dan terdapat penentuan jadwal induk produksi maka metode MRP dipilih oleh peneliti dalam menyelesaikan permasalahan pada penelitian ini. Dari hasil penelitian diambil kesimpulan dalam penerapan metode Lot Sizing Part Period Balancing dapat diterapkan untuk persediaan bahan baku pada produk Akar Tanjung box original. Metode lot sizing part period balancing tepat digunakan pada penentuan jumlah dan waktu pembelian bahan baku jahe emprit, jahe merah, kencur, kunci, kunyit, temu putih, daun sirsak, royal moringa, dan gula. Karena dapat menghemat biaya sebesar 675.985,5 dan efisiensi yang terjadi sebesar 45,3%.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN (Studi Kasus Pada Poskestren POMOSDA Nganjuk) Achmad Syaichu; Lika Mar,atush Sholikah; Agustin Sukarsono
CYBER-TECHN Vol. 16 No. 02 (2022): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menguji apakah ada pengaruh Tingkat Kualitas Pelayanan pada Poskestren Pomosda Terhadap Kepuasan Pasien. Pasien rawat inap Poskestren Pomosda sebagai populasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui metode kuesioner terhadap 68 responden. Dengan metode SERVQUAL (Service Of Quality). Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap responden sejumlah 68 pasien didapatkan data primer sebagai bahan analisis. Dari hasil analisis tersebut menjadikan bahwasanya variabel bebas yaitu tangibles, reliability, responsive, assurance, dan emphaty berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu kepuasan pasien terhadap pelayanan Poskestren Pomosda. Dari hasil pembahasan didapatkan gap negatif pada satu dimensi. Dan prioritas perbaikan pelayanan pada Poskestren Pomosda terdapat pada dimensi assurance (jaminan), dikarenakan mempunyai gap negatif terbesar yaitu -0,20.
ANALISIS SWOT UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN RELOKASI PABRIK START UP SUSU SAPI SEGAR MULK JAPO TANJUNGANOM NGANJUK Yuli Minartwi; Uswatun Hasanah; Achmad Syaichu; Agustin Sukarsono
CYBER-TECHN Vol. 16 No. 01 (2022): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata Letak pabrik yang berjauhan dengan lokasi pasar dapat menimbulkan biaya produksi yang tinggi, biaya transportasi dan tingkat kompetitifnya lemah dari sisi harga, maka dilakukanlah penelitian dengan merelokasi pabrik yang berdekatan dengan lokasi pasar. Data primer diperoleh langsung dari mewawancarai pihak start up dan data sekunder diperoleh secara tidak langsung melalui penelitian kepustakaan, metode penelitian menggunakan SWOT (Strenghts Weaknesses Opportunities Threats) untuk pembobotannya menggunakan AHP (Analytic Hierarchy Proses) dan analisis data berupa deskriptif kualitatif. Penelitian ini diperoleh rumusan keputusan terbaik yaitu strategi Hold and Maintain, yaitu strategi bertahan dan menjaga, yang artinya perusahaan harus bertahan menjalankan dan menjaga kondisi sekarang supaya tidak terburu-buru dalam menjalanan keputusan merelokasi lokasi produksi/ pabrik.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM (Studi Kasus Pada Desa Demangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur) Eddy Yuriancha; Achmad Syaichu; Agustin Sukarsono
CYBER-TECHN Vol. 15 No. 02 (2021): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram putih banyak dibudidayakan oleh masyarakat di berbagai wilayah kabupaten dan kota di Indonesia. Kabupaten nganjuk memiliki luasan panen 1.377 hektar, produksi 29.877 kwintal, dengan produksi tersebut belum mampu memnuhi kebutuhan pasar di kabupaten nganjuk. Minat budidaya jamur di Kabupaten Nganjuk masih rendah dibandingkan usaha budidaya komoditas sayuran lainnya. Kondisi tersebut sangat ironi melihat permintaan pasar untuk jamur tiram tergolong besar sedangkan pelaku usaha budidaya jamur masih sedikit. Layak atau tidaknya usaha budidaya jamur maka perlu dilakukan analisa. Berdasarkan aspek finansial, kriteria kelayakan investasi usaha budidaya jamur tiram putih layak untuk dijalankan, hal ini disebabkan usaha budidaya jamur memiliki nilai PP atau tingkat pengembalian modal akan kembali pada usia usaha 4 tahun, nilai PI sebesar 1,87, nilai NPV sebesar Rp 137.140.682 dengan usia investasi 5 tahun, tingkat pengembalian investasi IRR sebesar 39%, niali BEP titik impas produksi sebesar 7.515,15 kg, dan BEP Harga jual titik impas jamur tiram Rp 8.841.
PENERAPAN SISTEM ANTRIAN UNTUK MENGOPTIMALKAN PELAYANAN PENITIPAN UANG SANTRI POMOSDA (STUDI KASUS PADA UPT. KANTOR PUSAT POMOSDA TANJUNGANOM, NGANJUK) Rahayu Dwi Setianingsih; Achmad Syaichu; Eko Budi Santoso; Agustin Sukarsono
CYBER-TECHN Vol. 15 No. 01 (2021): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian antrian (queues) terjadi karena permintaan pelayanan lebih besar daripada fasilitas pelayanan yang ada dalam sistem antrian. Ada beberapa sistem antrian yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah antrian yaitu, single channel single phase, single channel multi phase, multi channel single phase, dan multi channel multi phase.Dengan tujuan untuk mengetahui penerapan sistem antrian dengan mengoptimalkan pelayanan penitipan uang santri POMOSDA yang efektif dan efisien.Dari hasil penelitian yang dilakukan maka dapat diketeahui sistem antrian yang tepat untuk memperbaiki pelayanan KPU POMOSDA supaya efektif dan efisein adalah sistem antrian single channel single phase, single channel multi phase dan multi channel multi phase, dengan hasil perhitungan tidak adanya pelanggan yang mengantri dalam sistem dan antrian di ketiga sistem tersebut. Dengan masing-masing waktu pelayanan di setiap sistem antrian, single channel single phase, rata-rata waktu menunggu dalam sistem (Ws) 0,013 jam, rata-rata waktu menunggu dalam antrian (Wq) 0,0026 jam, single channel multi phase dengan rata-rata waktu menunggu dalam sistem (Ws) 0,0202 jam, rata-rata waktu menunggu dalam antrian (Wq) 0,0094 jam, dan multi channel multi phase, rata-rata waktu menunggu dalam sistem (Ws) 0,0037 jam, dan rata-rata waktu menunggu dalam antrian (Wq) 0,0031 jam.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PRODUK BUBUK KEDELAI INSTAN MARASAKE (Studi kasus pada UPT. Makarti POMOSDA Tanjunganom Nganjuk) M. Asmin Firmansyah; Achmad Syaichu; Agustin Sukarsono
CYBER-TECHN Vol. 14 No. 02 (2020): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia industri persaingan yang semakin ketat saat ini menyebabkan setiap industri dituntut mampu bersaing dan mampu mengikuti persaingan sehingga mendorong industri tersebut semakin tumbuh dan berkembang. Untuk menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan suatu perusahaan, maka diperlukan suatu perencanaan yang strategis agar dalam pelaksanaannya terarah dan terpadu. Salah satunya adalah strategi pemasaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keputusan yang harus diambil oleh pihak menejer pemasaran untuk meningkatkan promosi. Analisis yang digunakan untuk menentukan perumusan strategi pemasaran UPT. MAKARTI POMOSDA dijabarkan melalui pendefinisian SWOT (strenght/kekuatan, weakness/kelemahan, opportunity/peluang, threats/ancaman). Setelah pemasangan faktor-faktor SWOT dapat disusun berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimiliki UPT. MAKARTI POMOSDA didapat strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk pembelian produk oleh warga jamaah, menjaga kualitas produk, meningkatkan teknologi alat produksi dan meningkatkan komunikasi, melakukan kegiatan promosi dengan terencana dan memaksimalkan kinerja sumberdaya manusia yang ada. Dengan menggunakan skor terbobot internal dan eksternal. Matriks IFE 2,68 sedangkan adalah EFE dengan total sebesar 2,43. Berada pada posisi sel V yaitu (Hold and Maintain) memperbaiki produk atau jasa. Strategi yang cocok dengan posisi ini adalah strategi yang diterapkan tanpa mengubah arah strategi yang telah diterapkan. Dari hasil strategi itu semua perlu diadakan penelitian lebih lanjut terkait analisis SWOT guna menjalin kerjasama untuk memperluas jaringan pemasaran.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PRODUK BUBUK KEDELAI INSTAN MARASAKE (Studi kasus pada UPT. Makarti POMOSDA Tanjunganom Nganjuk) M. Asmin Firmansyah; Achmad Syaichu
CYBER-TECHN Vol. 13 No. 02 (2019): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia industri persaingan yang semakin ketat saat ini menyebabkan setiap industri dituntut mampu bersaing dan mampu mengikuti persaingan sehingga mendorong industri tersebut semakin tumbuh dan berkembang. Untuk menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan suatu perusahaan, maka diperlukan suatu perencanaan yang strategis agar dalam pelaksanaannya terarah dan terpadu. Salah satunya adalah strategi pemasaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keputusan yang harus diambil oleh pihak menejer pemasaran untuk meningkatkan promosi. Analisis yang digunakan untuk menentukan perumusan strategi pemasaran UPT. MAKARTI POMOSDA dijabarkan melalui pendefinisian SWOT (strenght/kekuatan, weakness/kelemahan, opportunity/peluang, threats/ancaman). Setelah pemasangan faktor-faktor SWOT dapat disusun berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimiliki UPT. MAKARTI POMOSDA didapat strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk pembelian produk oleh warga jamaah, menjaga kualitas produk, meningkatkan teknologi alat produksi dan meningkatkan komunikasi, melakukan kegiatan promosi dengan terencana dan memaksimalkan kinerja sumberdaya manusia yang ada. Dengan menggunakan skor terbobot internal dan eksternal. Matriks IFE 2,68 sedangkan adalah EFE dengan total sebesar 2,43. Berada pada posisi sel V yaitu (Hold and Maintain) memperbaiki produk atau jasa. Strategi yang cocok dengan posisi ini adalah strategi yang diterapkan tanpa mengubah arah strategi yang telah diterapkan. Dari hasil strategi itu semua perlu diadakan penelitian lebih lanjut terkait analisis SWOT guna menjalin kerjasama untuk memperluas jaringan pemasaran.
Manajemen Risiko Bahaya Menggunakan Job Safety Analysis (JSA) Melalui Pendekatan Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko Dan Pengendalian Risiko (HIRARC) (Analisis kasus pada PT. Hadi Karya Nganjuk) Elivia Elok Putri Anggraeni; Achmad Syaichu
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 3 No. 02 (2025): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik K3 untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat merupakan aspek penting dalam industri konstruksi yang bertujuan untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan dalam lingkungan kerja. Penelitian ini berfokus pada analisis manajemen ancaman keselamatan yang ada di PT. Hadi Karya Nganjuk dengan menerapkan pendekatan Job Safety Analysis (JSA) serta pendekatan sistematis untuk mengenali bahaya, menilai tingkat risiko, serta menerapkan langkah pengendaliannya (HIRARC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa aktivitas dalam proyek, seperti pengurugan, pemasangan U-Ditch, dan pemasangan pagar panel precast, memiliki tingkat risiko tinggi sebelum dilakukan intervensi. Implementasi langkah-langkah pengendalian seperti penggunaan peralatan pelindung yang digunakan oleh pekerja, pemasangan rambu keselamatan, inspeksi rutin alat, serta kegiatan pelatihan yang ditujukan kepada para pekerja, berhasil menurunkan tingkat risiko menjadi sedang hingga rendah. Penggunaan sistem manajemen risiko yang efektif dalam proyek konstruksi sangat menentukan keberhasilan dalam memperbaiki keamanan di area kerja serta mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Analisis Indek Efektivitas Pembakaran Produksi Batu Bata Merah (Study Kasus Ud Restu Indah Di Desa Kaloran Kab.Nganjuk) Febri Khoirul Anwar; Achmad Syaichu; Agustin Sukarsono
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 3 No. 02 (2025): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembakaran dalam produksi bata merah merupakan tahap krusial dalam proses produksi yang menentukan kualitas akhir produk. Efektivitas pembakaran dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis bahan bakar, suhu, durasi pembakaran, serta metode penyusunan batu bata dalam tungku. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis indeks efektivitas pembakaran produksi bata merah di UD Restu Indah, Desa Kaloran, dengan mempertimbangkan efisiensi energi, tingkat keseragaman pembakaran, dan kualitas produk akhir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi langsung, wawancara dengan pekerja, serta pengukuran suhu dan analisis kualitas batu bata yang dihasilkan. Penggunaan kayu menghasilkan 498,1 batu bata berkualitas per 100 kg bahan bakar, dengan 51.527,6 batu bata berkualitas dihasilkan 4 hari 4 jam pembakaran, dan indeks efektivitas total mencapai 17,17 biji. Sementara itu, janggel jagung dan kayu menunjukkan kinerja yang sedikit lebih unggul dengan menghasilkan 534,64 batu bata berkualitas per 100 kg bahan bakar, 55.444,44 batu bata berkualitas dihasilkan 4 hari 4 jam pembakaran, dan indeks efektivitas total sebesar 19,8 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pembakaran dipengaruhi oleh jenis bahan bakar yang digunakan serta distribusi panas dalam tungku. Beberapa kendala utama yang ditemukan adalah ketidakseimbangan suhu dalam tungku dan ketidakteraturan dalam penyusunan batu bata, yang berkontribusi terhadap ketidaksempurnaan pembakaran. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi produsen batu bata dalam meningkatkan efisiensi proses pembakaran, baik melalui optimalisasi metode penyusunan maupun pemilihan bahan bakar yang lebih efisien. Dengan demikian, kualitas batu bata hasil pembakaran dapat lebih baik dan sesuai dengan standar yang diharapkan.
Optimalisasi Manajemen Produksi Pupuk Bokashi Di Ud. Tani Makmur Tulungagung Eka Septiana; Achmad Syaichu; Denny Kurniawati
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 3 No. 02 (2025): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM UD.Tani Makmur merupakan usaha yang bergerak dibidang industri pertanian dengan salah satu produknya adalah pupuk bokashi. Pada proses produksi pupuk bokashi tidak maksimal. Hal ini dikarenakan UMKM UD. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif teknik pengumpulan data mulai observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya produktivitas terkai kurangnya pelatihan tenaga kerja terkait standar oprasional, efisiensi terkait kurangnya pengawasan dan pegendalian mutu dan efektifitas terkait tidak konsistennya kualitas bahan baku dalam produksi pupuk bokashi. Biaya bahan baku produksi pupuk bokashi mencapai Rp.6.893.500, harga jual produk pupuk bokashi yaitu Rp.25.000.000, laba produksi sebesar Rp.18.106,500. Produktivitas hasil produksi pupuk bokashi mencapai 5 ton dalam waktu yang sama atau dengan sumber daya yang lebih sedikit. Efisiensi berkaitan dengan biaya produksi, melakukan proses produksi dengan cara yang lebih hemat degan cara menjual pupuk bokashi dengan harga Rp.20.000/pcs. Tujuannya adalah untuk meminimalkan pemborosan dan biaya produksi yang digunakan Rp.6.893.500. Efektivitas menghasilkan pupuk dengan kualitas yang lebih tinggi, kandungan nutrisi yang lebih lengkap, dan waktu fermentasi yang digunakan 1-4 minggu (28hari). Peningkatan kapasitas produksi (melakukan pelatihan bagi tenaga kerja dan meningkatkan kualitas alat produksi untuk mempercepat proses produksi). Penerapan standar operasional prosedur (SOP) (membuat panduan kerja untuk setiap tahapan produksi dan mengawasi proses fermentasi untuk menjaga kualitas pupuk). Pengelolahan bahan baku (bekerja sama dengan pemasok lokal untuk memastikan ketersediaan bahan baku berkualitas). Pengendalian mutu (melakukan pengujian kualitas produk secara rutin sebelum disribusi).