Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan SPC (Statistical Process Control) Pada Proses Produksi Air Minum Dalam Kemasan Untuk Meningkatkan Yieldoutput Produksi Achmad Syaichu; Syafinatan Naja
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 1 No. 01 (2023): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taliati Telaga Tanjung merupakan perusahaan yang memiliki perlengkapan dan peralatan untuk mengolah air minum dalam kemasan, dari bahan mentah menjadi minuman yang layak dan siap dikonsumsi. Di setiap produksi air kemasan tidak seluruhnya sesuai spesifikasi, ada beberapa yang tidak sesuai spesifikasi. Usaha untuk meningkatkan kualitas produk memerlukan pengendalian kualitas. Pengendalian kualitas melibatkan beberapa faktor yaitu manusia (man), metode (metode), mesin (machine), dan bahan baku (material). SPC (statistical process control) merupakan penerapan metode-metode statistik untuk pengukuran dan analisis variasi proses. Dengan menggunakan statistical process control (SPC), maka dapat dilakukan analisis dan minimasi penyimpangan, mengevaluasi kemampuan proses, dan membuat hubungan antara konsep dan teknik yang ada untuk mengadakan perbaikan proses. Dari hasil penelitian menggunakan metode SPC (statistical process control) alat pengendalinya control chart (P-Chart) dan fishbone diagram menunjukkan adanya perbaikan yang dilakukan pada penyok kemasan dengan nilai prosentase 6,9% dan bocor kemasan dengan nilai prosentase 7,6%. Dan didapatkan penyebab kecacatan ada 4 faktor yaitu Man (manusia), Material (bahan baku), Method (metode), Machine (mesin).
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Batako Dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Pada Pabrik ND Geneng Benton Deny Kurniawati; Achmad Syaichu; Rani Ayu Wandari
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 1 No. 02 (2023): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pabrik ND Geneng Benton tidak hanya memproduksi batako, melainkan produksi paving dan genteng. Bahan baku yang digunakan ada tiga macam, antara lain : pasir, semen, dan fly ash. Ketika permintaan batako meningkat maka terjadi permasalahan terhadap persediaan bahan baku. Permasalahan tersebut timbul karena adanya sistem persediaan bahan baku pada Pabrik ND Geneng Benton belum menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity). Maka dari itu sangat diperlukan perencanaan persediaan bahan baku untuk kelancaran dan pengoptimalan produksi. Analisis EOQ (Economic Order Quantity) dapat digunakan untuk merencanakan berapa kali bahan yang harus dikeluarkan guna untuk kelancaran proses produksi. Dari analisis menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity) diperoleh : Pemesanan yang optimal untuk bahan baku pasir 38.254,93kg persediaan pengamanan (Safety Stock) 786 kg, dan pemesanan kembali (Reorder Point) 9.025 kg dengan total persediaan sebesar Rp 6.278.000. Untuk bahan baku semen 29.872,18 kg persediaan pengamanan (Safety Stock) 1.022 kg, dan pemesanan kembali (Reorder Point) 6.780 kg dengan total persediaan sebesar Rp3.838.000. Untuk bahan baku fly ash 12.238,34kg persediaan pengamanan (Safety Stock) 370 kg, dan pemesanan kembali (Reorder Point) 960 kg dengan total persediaan sebesar Rp 885.000.
Analisis Manajemen Risiko Rantai Pasok Pada Ikm Tahu Takwa Mikimos Menggunakan Metode House Of Risk (HoR) RM.Andi Selajati; Achmad Syaichu
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 2 No. 01 (2024): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IKM Tahu Takwa Mikimos merupakan salah satu produsen tahu yang ada di Kota Kediri. Aliran rantai pasok yang aman merupakan salah satu kunci keberhasilan sebuah perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas secara konsisten. Oleh sebab itu, penting untuk menciptakan aliran rantai pasok yang dapat menghindari berbagai macam risiko yang berpotensi terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk bagaimana analisis manajemen risiko rantai pasok pada IKM Tahu Takwa Mikimos menggunakan metode HOR (House of Risk). Hasil dari penelitian ini dengan menggunakan motode house of risk yaitu terdapat 16 kejadian risiko dan 17 sumber risiko. Dengan menggunakan diagram pareto untuk mengetahui prioritas agen risiko berdasarkan nilai tertinggi didapatkan empat sumber risiko dominan yaitu naiknya nilai tukar dolar terhadap rupiah (A2), stok kedelai impor menipis (A3), kesalahan supplier dalam menyimpan kedelai impor (A6), dan IKM Tahu Takwa Mikimos tidak melakukan riset pasar sesuai dengan ilmu marketing yang baik (A1). Berdasarkan sumber risiko dominan tersebut didapatkan 8 strategi aksi mitigasi yang dapat diterapkan, yaitu mencari supplier kedelai lokal terpercaya (PA1), memperbesar kapasitas stok gudang penyimpanan bahan baku kedelai (PA4), memanfaatkan data historis untuk membuat model prediksi yang lebih akurat terkait dengan permintaan pasar (PA7), meminta supplier untuk membenahi gudang penyimpanan kedelainya (PA5), mencari supplier kedelai impor lain yang lebih menjaga kualitas kedelainya (PA6), mencari supplier kedelai impor lain yang memberikan harga lebih murah dan stabil (PA3), membuat kontrak dengan supplier tentang penetapan harga kedelai impor dalam jangka waktu tertentu (PA2), dan mengikuti kursus marketing (PA8).
Perbandingan  Biaya Proyek  Pemasangan Bata Ringan Citicon  Dan Bata Merah Pada Bangunan  Asrama Putri (Studi Kasus di UPT Pokja Pomosda Nganjuk) Achmad Syaichu; Riki Hermawan; Bakti Yulisar
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 2 No. 01 (2024): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan material bahan bangunan semakin maju seiring dengan tuntutan kebutuhan dalam mencapai biaya,mutu yang paling efektif dan efisien. Munculnya teknologi bata ringan sebagai material dinding, cukup memberikan dampak positif bagi masyarakat pada bidang konstruksi khususnya. Penentuan keputusan pada sebuah proyek mengenai bahan mana yang akan dipakai, akan memiliki dampak yang cukup besar pada perencanaan jadwal dan biaya proyek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besarnya biaya antara bata ringan dan bata merah dari mulai sampai proses finising. Material bata ringan merupakan bahan yang paling murah biayanya dalam pekerjaan pasangan dinding per m² dibandingkan material bata merah. Biaya total untuk pekerjaan pasangan dinding bata merah di tambahkan dengan biaya plesteran dan acian adalah sebesar Rp.18.573.000 sedangkan biaya total dari pekerjaan pasangan batu bata ringan di tambahkan dengan biaya plesteran dan acian adalah sebesar Rp.15.371.000. Dan selisih biaya dari kedua pekerjaan tersebut adalah Rp.3.202.000 Dari segi kecepatan pemasangan dinding per m², material bata ringan lebih cepat dibandingkan material bata merah. volume yang mampu dikerjakan untuk pasangan dinding bata merah perhari adalah ± 10 m2 sedangkan volume yang mampu dikerjakan untuk pekerjaan pemasangan dinding bata ringan adalah ± 20 m2 jadi dapat disimpulkan pemasangan bata ringan lebih cepat dan efisien ketimbang menggunakan bata merah.
Optimasi Biaya Pengiriman Roti Dengan Metode Transportasi Stepping Stone Pada UMKM Niki Sari Bakery Rihaadatul ‘Aisyah; Achmad Syaichu
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM Niki Sari Bakery yang bertempat di Jl.Hasanudin no.84, Pilangbango, Brumbung, Kec.Tanjunganom, Kab.Nganjuk, Jawa Timur. Dalam distribusi produk Niki Sari Bakery mengalami beberapa kendala yaitu tidak adanya pencatatan/pendataan sehingga terjadi pembengkakan biaya pengeluaran. Tujuan penelitian ini adalah mengoptimasi biaya pengiriman. Hasil penelitian pada solusi awal diperoleh masing-masing metode NWCR Rp.169.100, LC Rp.167.250 dan VAM Rp.164.250. Dari masing-masing distribusi dengan nilai paling minimum yaitu pada metode VAM, akan tetapi diperlukan pembuktian uji optimalisasi dengan metode Stepping Stone. Dengan menggunakan tiga metode NWCR, LC, dan VAM diperoleh nilai biaya paling minimal Rp. 164.250. Rute yang dihasil kan dari metode yang terpilih yaitu mobil (A) menuju Blitar, mobil (B) menuju Tulungagung dan Nganjuk, mobil (C) menuju Kediri dan Tulungagung, mobil (D) menuju Tulungagung. Pendistribusian produk roti pada UMKM Niki Sari Bakery mendapatkan hasil yang optimal. VAM merupakan metode paling optimum diantara dua metode lainnya dengan hasil biaya yang paling minimum sebesar Rp.164.250/minggu. Kemudian diuji optimal menggunakan metode Stepping Stone, dan diketahui biayanya sebesar Rp. 164.250. Hasil perhitungan manual dibandingkan dengan software POM QM V4 dengan biaya yang dihasilkan sama yaitu Rp.164.250.
Analisis Kegagalan dan Usulan perbaikan Produk Air Minum dalam Kemasan (AMDK) menggunakan FMEA dan FTA Nur Muflihah; Putut Ade Irawan; Achmad Syaichu
Discovery Vol 9 No 2 (2024): October 2024
Publisher : LPPM Universitas Hasyim Asy'ari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/discovery.v9i2.8690

Abstract

Produksi air minum dalam kemasan (AMDK) sering mengalami cacat produk yang tidak terhindarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis mode kegagalan dalam proses produksi AMDK di PT. ABC, serta memberikan rekomendasi untuk mengurangi tingkat kecacatan produk. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan laporan kecacatan dari sistem manajemen kualitas perusahaan. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) untuk menganalisis penyebab utama dan distribusi kegagalan pada tahapan produksi seperti Filling, Sealing, dan Packaging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mode kegagalan utama adalah Press Cup Pecah dengan nilai RPN tertinggi sebesar 252, disebabkan oleh suhu press yang tidak konsisten dan material yang tidak sesuai standar. Rekomendasi perbaikan mencakup kalibrasi mesin, pengawasan bahan baku, dan inspeksi proses secara berkala. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi peningkatan kontrol kualitas dalam industri AMDK dan dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut mengenai manajemen risiko produksi
STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN EMAS DI PT. PEGADAIAN (PERSERO) CABANG NGANJUK Yeti Sinta Dewi; Achmad Syaichu; Agustin Sukarsono
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 7 No 3 (2020): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v7i3.2398

Abstract

Marketing is one of the most important keys in the business world. Marketing goods or services is an activity of offering or selling but more broadly than that, a company is said to be successful in terms of how the company is able to overcome the constraints of the company's internal and external factors. This study aims to determine the marketing strategy of the Gold Savings product in PT. PEGAGAIAN (Persero) Nganjuk Branch. The analysis used in this study is a SWOT analysis in which there are internal and external factors in the company. This type of research is field research (field research) using descriptive research methods with a qualitative approach. Based on the results of the IFE matrix 2.98 and EFE 2.98, it illustrates that the company is in an average internal condition and the business response to external factors is high, while for the IE matrix the company occupies the V quadrant, namely the strategy to maintain and maintain (hold and maintain) strategies that can be applied are market penetration strategies and product development, the results of the QSPM matrix of product development (product development) with a total TAS of 6.63, while other alternatives have lower market penetration (product development). with a total TAS of 5.94. So that the best alternative strategies that can be applied to these companies are market penetration and product development strategies.
Penerapan Peramalan Untuk Menentukan Jumlah Produksi Jamu Kunir Asem Pada UPT. Makarti Pomosda Achmad Syaichu; Nurul Mahmudah; Denny Kurniawati
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 1 No. 01 (2023): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peramalan permintaan produk jamu Kunir Asem merupakan produk dari UPT. Makarti Pomosda selama ini masih diprediksi permintaan dengan dasar permintaan bulan lalu dan intuisi semata. Hal inilah yang menyebabkan permintaan pada periode berikutnya tidak terpetakan dengan baik. Jika hal ini terus dibiarkan tanpa adanya perbaikan, akan berdampak pada kurang jelasnya jumlah produk yang akan diproduksi. Pendekatan yang dilakukan menggunakan metode peramalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode peramalan permintaan produk jamu Kunir Asem di UPT. Makarti Pomosda pada periode berikutnya. Penelitian ini menggunakan alat penghitungan QM for WINDOWS V5 dengan data yang diolah adalah data sekunder dari data permintaan produk jamu Kunir Asem tahun 2021-2022. Dari pola historis data permintaan yang ada, metode peramalan yang sesuai adalah metode metode Weighted Moving Average (WMA) dan Exponential Smoothing Model (ESM). Setelah dilakukan penghitungan, penentuan akurasi diukur dari nilai MAD, MSE, dan MAPE terkecil serta keandalan dengan peta kontrol tracking signal. Dari analisa keandalan dengan tracking signal didapat metode terbaik adalah metode ESM dengan konstanta 0,9. Hal ini menunjukkan metode peramalan permintaan bisa diterapkan untuk meramalkan permintaan produk periode berikutnya. Untuk permintaan di bulan januari di tahun 2023 berikutnya adalah 681,botol.
Penerapan SPC (Statistical Process Control) Pada Proses Produksi Air Minum Dalam Kemasan Untuk Meningkatkan Yieldoutput Produksi Achmad Syaichu; Syafinatan Naja
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 1 No. 01 (2023): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taliati Telaga Tanjung merupakan perusahaan yang memiliki perlengkapan dan peralatan untuk mengolah air minum dalam kemasan, dari bahan mentah menjadi minuman yang layak dan siap dikonsumsi. Di setiap produksi air kemasan tidak seluruhnya sesuai spesifikasi, ada beberapa yang tidak sesuai spesifikasi. Usaha untuk meningkatkan kualitas produk memerlukan pengendalian kualitas. Pengendalian kualitas melibatkan beberapa faktor yaitu manusia (man), metode (metode), mesin (machine), dan bahan baku (material). SPC (statistical process control) merupakan penerapan metode-metode statistik untuk pengukuran dan analisis variasi proses. Dengan menggunakan statistical process control (SPC), maka dapat dilakukan analisis dan minimasi penyimpangan, mengevaluasi kemampuan proses, dan membuat hubungan antara konsep dan teknik yang ada untuk mengadakan perbaikan proses. Dari hasil penelitian menggunakan metode SPC (statistical process control) alat pengendalinya control chart (P-Chart) dan fishbone diagram menunjukkan adanya perbaikan yang dilakukan pada penyok kemasan dengan nilai prosentase 6,9% dan bocor kemasan dengan nilai prosentase 7,6%. Dan didapatkan penyebab kecacatan ada 4 faktor yaitu Man (manusia), Material (bahan baku), Method (metode), Machine (mesin).
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Batako Dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Pada Pabrik ND Geneng Benton Deny Kurniawati; Achmad Syaichu; Rani Ayu Wandari
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 1 No. 02 (2023): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pabrik ND Geneng Benton tidak hanya memproduksi batako, melainkan produksi paving dan genteng. Bahan baku yang digunakan ada tiga macam, antara lain : pasir, semen, dan fly ash. Ketika permintaan batako meningkat maka terjadi permasalahan terhadap persediaan bahan baku. Permasalahan tersebut timbul karena adanya sistem persediaan bahan baku pada Pabrik ND Geneng Benton belum menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity). Maka dari itu sangat diperlukan perencanaan persediaan bahan baku untuk kelancaran dan pengoptimalan produksi. Analisis EOQ (Economic Order Quantity) dapat digunakan untuk merencanakan berapa kali bahan yang harus dikeluarkan guna untuk kelancaran proses produksi. Dari analisis menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity) diperoleh : Pemesanan yang optimal untuk bahan baku pasir 38.254,93kg persediaan pengamanan (Safety Stock) 786 kg, dan pemesanan kembali (Reorder Point) 9.025 kg dengan total persediaan sebesar Rp 6.278.000. Untuk bahan baku semen 29.872,18 kg persediaan pengamanan (Safety Stock) 1.022 kg, dan pemesanan kembali (Reorder Point) 6.780 kg dengan total persediaan sebesar Rp3.838.000. Untuk bahan baku fly ash 12.238,34kg persediaan pengamanan (Safety Stock) 370 kg, dan pemesanan kembali (Reorder Point) 960 kg dengan total persediaan sebesar Rp 885.000.