Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan aktivitas fisik dengan status gizi pada siswa X dan XII IPA SMAN 7 Surakarta periode 2017/2018 Hayuningrat Odyssey Saint; Ernawati Ernawati
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5858

Abstract

Obesitas pada remaja menjadi permasalahan penting tidak hanya di Indonesia saja, melainkan berbagai negara di seluruh dunia. Prevalensi kegemukan terus meningkat setiap tahunnya. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2014 sebanyak 39% anak berusia 18 tahun mengalami kelebihan berat badan. Faktor penyebab obesitas pada remaja bersifat multifaktorial. Tujuan penelitian ini adalah diturunkannya prevalensi status gizi berlebih pada kelompok remaja di Jawa Tengah agar dapat dilakukan upaya pencegahan. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional dan sampel diambil dengan total sampling. Sebanyak 123 siswa SMA kelas X dan XII SMA Negeri 7 Surakarta dilakukan pengukuran status gizi dan pengisian kuisoner IPAQ (International Physical Activity Questionnaire). Sebanyak 74% responden memiliki status gizi normal dan 11.4% memiliki aktivitas fisik vigorous. Responden yang aktivitas fisiknya kurang (sedentary) dan mempunyai status gizi berlebih hanya 1 orang (7.7%).  Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi (p value 0.892).
Hubungan tingkat pendidikan formal ibu terhadap kepatuhan dalam pemberian imunisasi dasar di bawah usia 1 tahun di Puskesmas Pancoran Jakarta Selatan periode 2017 – 2018 Kurnia Elsa Oktaviana; Ernawati Ernawati
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5873

Abstract

Imunisasi adalah prosedur terpercaya untuk mencegah penyakit menular yang dapat menimbulkan kecacatan atau kematian pada manusia seperti penyakit tuberkulosis, campak, difteri, pertusis, tetanus, radang selaput otak dan polio. Terdapat faktor yang memengaruhi keputusan orang tua untuk mengimunisasi anaknya, seperti tingkat pendidikan formal ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan formal ibu terhadap kepatuhan imunisasi dasar yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Pancoran pada ibu yang memiliki bayi berumur lebih dari 9 bulan. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional serta pengambilan sampel menggunakan metode consecutive non random sampling dan didapatkan 70 responden. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan 18 orang (25,7%) memiliki pendidikan formal yang tidak cukup atau tidak tamat SMA, dan 52 orang (74,3%) memiliki pendidikan formal cukup atau tamat SMA. Terdapat 33 orang (47,1%) melakukan imunisasi secara lengkap dan tidak tepat waktu (tidak patuh), dan 37 orang (52,9%) melakukan imunisasi secara lengkap dan tepat waktu (patuh). Tidak ada hubungan bermakna antara pendidikan formal tidak cukup (< SMA) dengan tidak tepat waktunya imunisasi dasar (p value = 0,099), tetapi didapatkan bahwa responden dengan pendidikan formal tidak cukup memiliki kemungkinan 1,651 kali (PR = 1,651) lebih besar untuk tidak patuh dalam pemberian imunisasi dasar.
Gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku orang tua tentang faktor risiko terjadinya pneumonia pada balita (0-5 tahun) di RSUD Ciawi tahun 2018 Kintana Muarabagja; Ernawati Ernawati
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7845

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh berbagai macam patogen. Pneumonia dapat dicetuskan oleh bermacam faktor risiko. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku orangtua tentang faktor risiko pneumonia pada balita di RSUD Ciawi. Studi deskriptif dengan desain potong lintang dilakukan terhadap 101 orangtua yang memiliki balita. Sampel diambil secara consecutive non random sampling. Didapatkan pengetahuan orangtua yang masih kurang tentang pneumonia pada balita sebanyak 52 responden (51,5%) tetapi  57 responden (56,4%) mempunyai sikap yang cukup baik dan 52 responden (51,5%) mempunyai perilaku yang juga sudah cukup baik. Masyarakat disarankan untuk meningkatkan pengetahuan dengan mencari sumber informasi kesehatan di pelayanan kesehatan dan media informasi yang terpercaya serta meningkatkan sikap dan perilaku tentang faktor risiko pneumonia pada balita dengan pemberian ASI eksklusif, dilakukan imunisasi rutin, pemberian makanan bergizi, serta menjauhkan balita dari polusi udara baik di dalam maupun di luar rumah.
Hubungan kebiasaan menyikat gigi dengan karies pada siswa SD X di Jakarta Barat tahun 2019 Giovanno Sebastian Yogie; Ernawati Ernawati
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9728

Abstract

Karies gigi adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi sehingga menyebabkan gigi berlubang. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menimbulkan rasa nyeri, penanggalan gigi, infeksi, bahkan sampai kematian. Berdasarkan studi Global Burden of Disease tahun 2015, karies gigi merupakan penyebab utama kerusakan gigi permanen pada 2,3 miliar orang dan juga penyebab kerusakan gigi sulung pada 560 juta anak. Peningkatan prevalensi karies banyak dipengaruhi dari perubahan pola makan, seperti banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung karbohidrat. Menyikat gigi adalah suatu kegiatan membersihkan gigi dan mulut dari sisa makanan, plak dan mikroorganisme yang merugikan. Menurut Riskesdas 2018, proporsi perilaku menyikat gigi dengan benar penduduk Indonesia berusia >3 tahun terbilang rendah, yaitu 2,8%. Tujuan studi ini untuk melihat hubungan antara kebiasaan menyikat gigi dengan kejadian karies pada siswa SD X di Jakarta Barat. Studi ini adalah studi analitik dengan desain potong lintang. Sampel studi adalah 116 siswa yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi-square. Proporsi karies gigi didapatkan sebanyak 65 (40,4%) siswa dan proporsi kebiasaan menyikat gigi buruk didapatkan sebanyak 57 (35,4%) siswa. Secara statistik, tidak didapatkan hubungan kebiasaan menyikat gigi dengan kejadian karies dengan p-value = 0,870, tetapi secara epidemiologi didapatkan risiko karies gigi lebih tinggi pada siswa yang memiliki kebiasaan sikat gigi buruk (PR = 1,068). Kebiasaan menyikat gigi yang buruk termasuk salah satu faktor yang berperan terhadap kejadian karies gigi.
Hubungan faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan imunisasi dengan kepatuhan imunisasi MR (Measles Rubella) lanjutan di wilayah kerja Puskesmas Air Rami Kabupaten Muko-muko Bengkulu Elsa Mathica Naibaho; Ernawati Ernawati
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i1.13721

Abstract

Imunisasi MR (Measles Rubella) merupakan pemberian vaksin hidup yang dilemahkan untuk memberikan kekebalan tubuh kepada seseorang. Imunisasi MR berfungsi untuk memberikan kekebalan dari dua penyakit yaitu campak (measles) dan rubella yang dikenal juga Campak Jerman. Indonesia sendiri belum mencapai target cakupan imunisasi MR yang ditetapkan yaitu 95%. Hal ini disebabkan oleh beberapa penyebab yaitu kekawatiran akan efek samping vaksin, adanya masalah penerimaan akan faktor kepercayaan, keluarga tidak mengizinkan, sibuk dan kurangnya kepatuhan ibu yang disebabkan kurangnya pengetahuan ibu dalam mengolah informasi. Cakupan imunisasi campak lanjutan di wilayah kerja Puskesmas Air Rami Kabupaten Muko-muko, Bengkulu tahun 2018 hanya sebesar 45%. Oleh karena itu, studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Air Rami Kabupaten Muko-muko, Bengkulu. Studi ini adalah analitik observasional dengan desain potong lintang. Pengambilan 142 responden dilakukan dengan teknik non-random consecutive sampling. Studi ini dilakukan pada bulan Januari – Februari 2020. Dari 142 responden terdapat 77 (54,2%) ibu yang patuh imunisasi dan 65 (45,8%) yang tidak patuh imunisasi. Berdasarkan hasil uji statistik pada penelitian ini, didapatkan hubungan bermakna antara tingkat pendidikan ibu (p = 0,002; PRR = 1,79), jumlah anak (p = 0,007; PRR = 1,63), pekerjaan (p = 0,016; PRR = 1,57), sikap ibu (p = 0,001; PRR = 1,89) dan pengetahuan ibu (p = 0,001; PRR = 1,78) terhadap kepatuhan imunisasi MR.
Kepuasan ibu balita terhadap pelayanan kesehatan dengan kelengkapan dan ketepatan waktu imunisasi dasar Alyn Kristiani; Ernawati Ernawati
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18437

Abstract

Imunisasi terbukti merupakan intervensi kesehatan yang efektif dan berhasil menyelamatkan jutaan jiwa terhadap penyakit menular. Cakupan imunisasi dasar masih di bawah cakupan global. Faktor ibu dan pelayanan Kesehatan ikut memengaruhi cakupan imunisasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan ibu terhadap pelayanan imunisasi, kelengkapan imunisasi anak ketepatan waktu dan hubungan antara kepuasan ibu atau orang tua dengan kelengkapan imunisasi anak. Studi analitik dengan pendekatan potong lintang ini dilakukan di Puskesmas Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Jumlah responden adalah 37 responden yang merupakan orang tua dengan anak berusia 12-24 bulan di wilayah kerja Puskemas Grogol Petamburan Jakarta Barat yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Dari 37 responden didapatkan sebanyak 25 responden atau 67,6% responden puas terhadap pelayanan imunisasi di Puskesmas Grogol Petamburan Jakarta Barat. Cakupan imunisasi atau kelengkapan imunisasi dari penelitian ini didapatkan sebanyak 24 responden atau 64,9% responden sudah melengkapi imunisasi anaknya. Hasil analisis bivariat antara kepuasan ibu atau orang tua dengan kelengkapan dan ketepatan waktu imunisasi anak menunjukan hubungan yang tidak signfikan dengan p-value = 1,000 (p-value>0,05). Disarankan kepada petugas kesehatan agar lebih meningkatkan kepuasan orang tua yang anaknya ingin diimunisasi dan lebih meningkatkan pengetahuan dan sikap orang tua tentang imunisasi melalui penyuluhan tentang imunisasi dasar kepada ibu atau orang tua. 
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU REMAJA PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI SMA TARAKANITA CITRA RAYA TANGERANG TAHUN 2022 Olivia Larissa; Ernawati Ernawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2022): AGUSTUS 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i2.5532

Abstract

Semua kelompok usia memiliki risiko untuk terpapar virus COVID 19 termasuk usia remaja. Meskipun remaja yang terinfeksi COVID 19 hanya memiliki gejala ringan atau asimtomatik, remaja tersebut dapat berperan besar sebagai carrier COVID 19 bagi orang lain. Hal ini tentu dapat meningkatkan potensi penularan kepada masyarakat sehingga terjadi peningkatan jumlah pasien positif di era pandemi COVID 19. Semakin luasnya penyebaran kasus COVID 19, maka perlu tindakan pencegahan yang dilakukan oleh setiap individu termasuk usia remaja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dan perilaku remaja pada masa pandemi COVID 19 di SMA Tarakanita Citra Raya tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain pre-experimental dan analisis data dilakukan dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian pada 100 responden didapatkan bahwa yang memiliki pengetahuan baik 28 orang (28%) dan perilaku baik 27 orang (27%) sebelum penyuluhan. Setelah penyuluhan didapatkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik 68 orang (68%) dan perilaku baik 83 orang (83%). Terdapat pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku remaja pada masa pandemi COVID 19 di SMA Tarakanita Citra Raya Tangerang (Nilai sig. = 0,000).
Management of Type 2 Diabetes Mellitus Cases with Diabetic Neuropathy Complication and Hypertension Grade II through the Approach of Family Medicine Normalisa Aulia; Ernawati Ernawati
Science Midwifery Vol 10 No 5 (2022): December: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i5.925

Abstract

Family medicine is an academic and clinical discipline focused on providing sustainable, comprehensive, coordinated and contextual primary health care for individuals, families, and communities. Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder accompanied by disturbances in carbohydrate, fat, and protein metabolism due to reduced insulin function. Based on the IDF, it is estimated that there are 537 million people in the world suffering from DM in 2021 with 19.5 million people coming from Indonesia. In 2018, there were 23,262 cases found in Banten province. DM is the 3rd most common disease in the world. Mrs. E is one of the patients suffering from diabetes mellitus with hypertension and diabetic neuropathy Controlled blood sugar levels and blood pressure in Mrs. E aimed to there are no worsening complications of diabetic neuropathy and prevent other complications. A female patient, 49 years old, came to the Kresek Health Center to take part in Prolanis activities, the patient claimed to have a history of DM for the last 3 years. Currently the patient feels tingling in both legs since about 2 weeks ago. Complaints of tingling come and go and the last 3 days the complaints were increasingly felt. The problem analysis was carried out with a family medicine approach using the Mandala of Health so that a holistic diagnosis was obtained for comprehensive management. After the intervention, there was clinical improvement, GDS decreased from 325 mg/dL to 260 mg/dL and blood pressure decreased from 150/80 mmHg to 130/80 mmHg. The risk factors, internal and external factors cause the disease in Mrs. E and the findings of comprehensive management and the results of its management.
PENGARUH DURASI TIDUR DENGAN KLASIFIKASI TEKANAN DARAH PADA USIA PRODUKTIF DI KOTA MEDAN Darren Gosal; Yohanes Firmansyah; Ernawati Ernawati
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i1.8976

Abstract

Hypertension is defines as elevated blood pressure in adult, where systolic above 140 mmHg and diastolic above 90 mmHg. Blood pressure classification can be divided into: optimal, normal, normal- high, hypertension grade 1, hypertension grade 2, and hypertension grade 3. Hypertension, especially primary hypertension can be caused by several factors, one of them is sleep duration. This study includes 352 subjects which are suitable to the inclusion criteria with cross sectional method in several factories and offices in Medan, August 2014. This study will be analyzed with Kruskal Wallis, followed by Post Hoc Mann Whitney. The result is short sleep duration (less than 6 hours) is associated with elevated hypertension incidence (p- value < 0,001), where there are significant differences in several groups such as, optimal with hypertension grade 1 (p- value = 0,001); optimal with hypertension grade  2 (p-value : 0,003); optimal with hypertension grade 3 (p-value : 0,027), normal with hypertension grade 1 (p-value : 0,002), normal with hypertension grade 2 (p-value : 0,003), normal with hypertension grade 3 (p-value : 0,003), normal- high with hypertension grade 1 (p-value : 0,028), normal- high with hypertension grade 2 (p-value : 0,012), and normal- high with hypertension grade 3 (p-value : 0,023). Conclusions of the study is there is an effect between sleep duration and hypertension incidence. Keywords: Hypertension; Sleep Duration; Productive Age AbstrakHipertensi merupakan peningkatan tekanan darah pada dewasa dimana sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90mmHg. Kejadian hipertensi terdapat pada dua per tiga negara berpenghasilan rendah, dan menengah. Klasifikasi tekanan darah dibagi menjadi optimal, normal, normal tinggi, hipertensi derajat 1, hipertensi derajat 2, hipertensi derajat 3. Hipertensi terutama hipertensi primer dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah durasi tidur. Penelitian ini meliputi 352 responden yang termasuk dalam kriteria inklusi dengan metode pengambilan data potong lintang di beberapa pabrik dan kantor di Kota Medan periode Agustus 2014. Analisis dilakukan dengan uji Kruskal Wallis, dilanjutkan dengan Post Hoc Mann Whitney. Hasilnya, durasi tidur yang pendek (kurang dari 6 jam) berhubungan dengan meningkatnya kejadian hipertensi (p- value  <0,001), dimana terdapat perbedaan signifikan antara kelompok optimal dengan hipertensi tingkat 1 (p-value : 0,001), optimal dengan hipertensi tingkat 2 (p-value : 0,003), optimal dengan hipertensi tingkat 3 (p-value : 0,027), normal dengan hipertensi tingkat 1 (p-value : 0,002), normal dengan hipertensi tingkat 2 (p-value : 0,003), normal dengan hipertensi tingkat 3 (p-value : 0,003), normal tinggi dengan hipertensi tingkat 1 (p-value : 0,028), normal tinggi dengan hipertensi tingkat 2 (p-value : 0,012), dan normal tinggi dengan hipertensi tingkat 3 (p-value : 0,023). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh antara durasi tidur dengan kejadian hipertensi.
Community diagnosis in efforts to reduce new cases of pulmonary tuberculosis at the kresek health center Wilda Najmi Hentihu; Ernawati
Science Midwifery Vol 10 No 6 (2023): February: Midwifery and Health Sciences
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i6.1090

Abstract

Tuberculosis (TB) is a disease caused by Mycobacterium tuberculosis. It is estimated that nearly 2 billion people are infected with M. tuberculosis. Every year, around 10 million people get TB disease and 1.6 million people die from it. According to data from the Kresek District Public Health Center, there has been an increase in TB cases in the last 3 years. This activity aims to reduce the number of new cases of pulmonary TB in the working area of the Kresek Health Center. problem identification using paradigm Blum, priority problem with Delphi non-scoring technique, identify root cause problems with Fishbone, and an intervention plan was developed. Evaluation of activities is carried out with a systems approach. The results of problem identification found that lifestyle factors play a role in the high number of new cases of pulmonary TB. The results of the identification of the root causes revealed that there was a lack of public knowledge about pulmonary TB due to a lack of education, so counseling was chosen as one of the educational media. Counseling was carried out to the community and the results of the intervention found that there was an increase in knowledge in the Kresek village community. The conclusion is that the community diagnosis obtained in the working area of the Kresek Health Center is pulmonary TB. Kresek Village is a location that has the main problem of pulmonary TB. After the intervention, there was an increase in the knowledge of the people who attended the counseling, so community diagnosis activities were suggested to address other health problems