Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Evaluasi Penerapan Aplikasi PWS-KIA untuk Pelaporan Bidan Desa di Puskesmas Gunungsindur Wilayah Desa Pabuaran Kabupaten Bogor Tahun 2022 Ainal Ikhrami; Fenny Raharyanti; Wirda Syari
PROMOTOR Vol. 6 No. 4 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i4.259

Abstract

Kemajuan teknologi digital saat ini diharapkan dapat mendukung program pelayanan kesehatan di Indonesia. Salah satunya dalam sistem pencatatan dan pelaporan PWS-KIA yang sudah menerapkan sistem digitalisasi berupa aplikasi PWS-KIA untuk mendukung pelaporan PWS-KIA. Dalam penerapannya masih banyak yang harus di evaluasi karena masih belum tercapainya sasaran dalam pemahaman dan penggunaan sistem digitalisasi di Puskesmas Gunungsindur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tahapan input (Sumber Tenaga), proses (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, penilaian), output (kebutuhan) pada penerapan aplikasi PWS-KIa di Puskesmas Gunungsindur wilayah Desa Pabuaran. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitian RAP (Rapid Assessment Procedure). Informan dalam penelitian ini adalah 9 orang yang terdiri dari 1 orang bidan desa yang memakai aplikasi PWS-KIA, 6 orang yang memakai aplikasi E-Kohort, dan 2 orang pembuat aplikasi PWS- KIA. Instrumen dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dan observasi. Hasil penerapan aplikasi PWS-KIA, bidan desa tidak keberatan dalam penggunaan aplikasi PWS-KIA dan pada aplikasi E-Kohort masih banyak yang perlu di evaluasi dan di perbaiki. Dalam penerapan aplikasi digital health, bidan lebih menginginkan satu aplikasi yang sudah mencakup semua pelaporan dan pencatatan bidan.
Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24 -59 Bulan di Puskesmas Sindang Barang Kota Bogor Tahun 2020 Annas Aulia Malik; Wirda Syari; Ade Saputra Nasution
PROMOTOR Vol. 6 No. 4 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i4.260

Abstract

Kualitas sumber daya manusia dimasa yang akan datang dipengaruhi oleh status gizi. Gizi buruk kronis (stunting) tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja tetapi disebabkan oleh banyak faktor. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 70 responden dikarenakan desain penelitian case control maka dibagi menjadi 35 (50%) stunting dan 35 (50%) tidak stunting. Dan berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa tidak terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan kejadian stunting dengan p-value 0,297, tidak terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian stunting dengan p-value 0,265, tidak terdapat hubungan antara ASI eksklusif dengan kejadian stunting dengan p-value 1,000, tidak terdapat hubungan antara asupan makanan dengan kejadian stunting dengan p-value 0,259, tidak terdapat hubungan antara status imunisasi dengan kejadian stunting dengan p-value 1,000, terdapat hubungan antara BBLB dengan kejadian stunting dengan p-value 0,010 dan nilai OR = 6,303, tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dengan p-value 0,458, dan tidak terdapat hubungan antara status kehamilan dengan kejadian stunting dengan p-value 1,000.
Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Penderita Hipertensi Peserta BPJS Mengikuti Prolanis Puskesmas Pancasan Kota Bogor Tahun 2022 Kartika Agustika; Wirda Syari; Indira Chotimah
PROMOTOR Vol. 6 No. 4 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i4.268

Abstract

Hipertensi menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya dan merupakan penyakit yang sering ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap, keterjangkauan akses pelayanan, dukungan keluarga, dan dukungan petugas kesehatan terhadap partisipasi penderita hipertensi peserta BPJS dalam mengikuti Prolanis. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dan pengambilan data dilakukan dengan design cross sectional dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 93 responden pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pancasan. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Hasil menunjukan terdapat pengaruh antara pengetahuan dengan partisipasi penderita hipertensi mengikuti Prolanis (p value = 0,002) terdapat pengaruh antara sikap dengan partisipasi penderita hipertensi mengikuti Prolanis (p value = 0,000) tidak terdapat pengaruh antara keterjangkauan akses pelayanan dengan partisipasi penderita hipertensi mengikuti Prolanis (p value = 0,678) terdapat pengaruh antara dukungan keluarga dengan partisipasi penderita hipertensi mengikuti Prolanis (p value = 0,000) terdapat pengaruh antara dukungan petugas kesehatan dengan partisipasi penderita hipertensi mengikuti Prolanis (p value = 0,000). Bagi Puskesmas Pancasan disarankan untuk dapat menciptakan kerjasama antara petugas kesehatan dengan keluarga, tokoh masyarakat, dan pihak yang dapat membantu agar mendapatkan dukungan serta motivasi dari lingkungan sekitar agar dapat berpartisipasi mengikuti Prolanis di Puskesmas.
Hubungan Mutu Pelayanan terhadap Citra di Rumah Sakit X Kota Bogor Tahun 2022 Maharani Mahdiyah Safira; Indira Chotimah; Wirda Syari
PROMOTOR Vol. 6 No. 4 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i4.270

Abstract

Rumah sakit merupakan salah satu pelayanan publik kesehatan yang pastinya memiliki citra di mata masyarakat. Citra rumah sakit ini dilihat dari mutu dari pelayanan yang direfleksikan dari beberapa hal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana hubungan dari kualitas pelayanan yang diproyeksikan dengan bukti fisik, keandalan, daya tanggap, janiman, dan empati terhadap citra rumah sakit X di Kota Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel diambil menggunakan Teknik accidental sampling dengan penentuan jumlah sampel dengan menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati terhadap citra rumah sakit X di Kota Bogor. Saran yang dapat diberikan adalah manajemen perlu mengadakan evaluasi secara khusus terkait jaminan yang didapatkan oleh pasien, ruangan dan fasilitas perlu lebih ditingkatkan agar tidak menyebabkan kebingungan bagi pasien. Selain itu pihak rumah sakit harus memastikan pelayanan yang diterima oleh pasien sesuai dengan apa yang pasien inginkan (terhadap paket-paket tertentu dan jenis penyakit). Rumah sakit perlu bersiap dengan kemajuan jaman sehingga dapat terus melakukan evaluasi dan peningkatan pelayanan seiring dengan kemajuan teknologi.
Pengaruh Mutu Pelayanan Kesehatan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di RSUD Bantargebang Tahun 2022 Try Melliniawati; Wirda Syari; Indira Chotimah
PROMOTOR Vol. 6 No. 4 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i4.276

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan adalah suatu hal yang diharapkan dan sudah menjadi kebutuhan dasar setiap orang. Terdapat lima dimensi mutu pelayanan kesehatan yaitu responsivenes, reliability, assurance, empathy, dan tangibles. Kepuasan pasien merupakan cerminan mutu pelayanan kesehatan yang diterima. Belum adanya survei maupun penelitian tentang kepuasan pasien dan belum bekerjasamanya RSUD Bantargebang dengan BPJS Kesehatan adalah hal yang mendasari peneliti melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Bantargebang. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat jalan RSUD Bantargebang tahun 2021 yaitu sebanyak 2.195 dan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan rumus Slovin, sehingga didapatkan 96 responden menjadi sampel penelitian. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari jumlah kunjungan pasien. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square dan confidence interval sebesar 90%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara mutu pelayanan kesehatan berdasarkan dimensi responsivenes, reliability, assurance, empathy, dan tangibles terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Bantargebang tahun 2022 dengan p-value = 0,000 (< 0,10). Berdasarkan hasil penelitian ini, RSUD Bantargebang diharapkan dapat melakukan perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatannya dengan mengadakan pelatihan pengembangan kemampuan petugas, menetapkan peraturan dan sanksi, menerapkan budaya kerja tanpa kesalahan, meluangkan waktu mendengarkan keluhan dan kebutuhan pasien, serta meningkatkan fasilitas untuk pasien.
Factors Associated with Unsafe Actions for Kujang Boga Factory Workers, Bubulak Village, West Bogor District, Bogor City in 2023 Chandra Pratama Hidayat; Sugih Setia Raharja; Wirda Syari
PROMOTOR Vol. 6 No. 5 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i5.447

Abstract

Work accidents that occur are influenced by 2 (two) direct causes, namely unsafe action and unsafe conditions. Based on preliminary study data at the Kujang Boga Village Factory, data on unsafe actions such as smoking at work by as many as 25% of 36 workers, not wearing PPE when opening the oven by as much as 25%, and doing work with an unergonomic posture as much as 50% of all these unsafe actions can cause work accidents. This type of research is quantitative research with a cross-sectional approach. The population of this study was 36 Kujang Boga Factory workers with total sampling techniques. The data analysis used is chi-square. The results of the study obtained variables related to unsafe actions, namely knowledge variables (value = 0.001), work attitude variables (p-value = 0.003), PPE availability variables (p-value = 0.000), and K3 supervision variables (p-value = 0.003) while variables that were not related to unsafe actions were motivation (p-value = 0.468). This study concludes that there is a relationship between knowledge, work attitudes, availability of PPE, and K3 sup,ervision with unsafe actions on Kujang Boga Factory workers, Bubulak Village, West Bogor District, Bogor City in 2023. Suggestions for prelude factories to provide PPE with good quality and can be affordable by factory funds and create a reward and punishment system for workers.
Evaluasi Ekonomi Parsial antara Pemberian Terapi Rivaroxaban dan Terapi Kombinasi (Unfractionated Heparin + Warfarin) untuk Pengobatan Trombosis Vena Dalam pada Pasien Kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais Syari, Wirda; Nadjib, Mardiati; Ranuhardy, Dody
Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Vol. 5, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on previous studies, rivaroxaban therapy has several advantages compared to combination therapy (UFH+warfarin) for the treatment of deep vein thrombosis (DVT). However, the use of rivaroxaban in Dharmais Cancer Hospital is still low. This partial economic evaluation study aims to analyze cost and outcome of rivaroxaban therapy and combination therapy (UFH+warfarin) for DVT treatment in cancer patients at the Dharmais Cancer Hospital during 2016 – 2018. Data collection was done using cohort-retrospective and individual unit of analysis. Due to limited number of patient treated with rivaroxaban therapy within 3-6 months, we estimated the cost and outcome related to patients who were successfully treated in one month. The outcome was the intermediate outcome, i.e length of stay, recovery, and the occurrence of bleeding. The cost was calculated based on hospital perspective including drugs, laboratory tests, procedures, as well as the administrative and accommodation costs. The results showed that patients with rivaroxaban therapy were not admitted to inpatient care, 40% of patients were recovered from DVT, and none of the patients experienced bleeding. The average cost of rivaroxaban therapy to reach the expected outcome was Rp 8,824,791.00. The study also showed that patients with combination therapy (UFH+warfarin) had a hospital length of stay between 8 to 14 days, 46% of patients were recovered from DVT, and none of the patients experienced bleeding. The average cost of combination therapy (UFH+warfarin) to reach the expected outcome was Rp 13,201,698.00.
ANALYSIS OF WASTE SORTING BEHAVIOR AMONG RESIDENTS OF PESANTREN PERTANIAN DARUL FALLAH BOGOR Syari, Wirda; Fitriani, Fitriani; Asnifatima, Andi; Nauli, Humaira Anggie; Fatimah, Ratih; Aulia, Silva Aura
HEARTY Vol 13 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i1.18554

Abstract

Based on the results of observations and interviews with administrators, currently there has been no waste sorting carried out by residents of the Pesantren Pertanian Darul Fallah. In fact, if residents of Darul Fallah implement waste sorting behavior, the waste can be utilized as a resource that has economic value. The purpose of this study was to determine the factors related to waste sorting behavior among residents of Darul Fallah. This study is a quantitative study with a cross-sectional research design. The population were all residents of Darul Fallah with a sample size of 89 people taken using the accidental sampling method. The researcher used a questionnaire instrument which contained statements regarding knowledge, attitude, availability of facilities and waste sorting behavior. Data analysis conducted in this study included univariate and bivariate analysis using the chi square test with a significance level of 95%. Based on the results of the analysis, it is known that the attitude variable has a relationship with waste sorting behavior, while the other two variables (knowledge and availability of facilities), have no relationship with waste sorting behavior. Based on the results of the study, it is recommended that Darul Fallah carry out education regarding waste sorting followed by the implementation of regulations regarding waste sorting and the provision of the facilities needed to implement waste sorting behavior.
Analysis of the Effectiveness of the CEKAS Program as a Promotive Preventive Service System for Non-Communicable Disease Control in Accordance with Minimum Service Standard Nauli, Humaira Anggie; Yahya, Frida Laila; Syari, Wirda; Anggraini, Sevrima; Alfariyadi, Adwina Salsabila
PROMOTOR Vol. 8 No. 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v8i1.1236

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) have become a serious threat to public health worldwide, including in Indonesia. Puskesmas is a primary health care facility that plays an important role in the prevention and control of NCDs. The CEKAS (Cek Kesehatan Masyarakat - Community Health Check) Program is a NCD prevention initiative at the Puskesmas of Cianjur District. This article aims to analyze the effectiveness of the CEKAS Program in providing promotive preventive services for NCD control in Cianjur District based on program evaluation and its impact on the local community. This study used observational methods and secondary data analysis from Puskesmas reports related to the CEKAS Program. The results showed that the CEKAS Program played an effective role in reducing the incidence of NCDs in Cianjur Regency through prevention efforts and community education. With early detection and health education provided by the program, the community can take preventive measures to prevent non-communicable diseases and adopt a healthy lifestyle. However, there are still some challenges in the implementation of CEKAS, namely low public awareness, limited resources, lack of interdisciplinary cooperation, and non-comprehensive handling of examination results.
EDUKASI POLA HIDUP MINIM SAMPAH DAN BANK SAMPAH DI LINGKUNGAN PESANTREN Wirda Syari; Andi Asnifatima; Fitriani
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.15047

Abstract

Pengelolaan sampah di Pesantren Pertanian Darul Fallah masih dilakukan secara konvensional yaitu pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan akhir di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di lahan terbuka di pesantren. Selain itu, sampah yang dikumpulkan di TPS pesantren jika sudah menumpuk akan dikurangi dengan cara digali dan dikubur di tanah (untuk sampah organik) dan dibakar (untuk sampah anorganik). Pengelolaan sampah seperti ini akan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan, diantaranya dapat mencemari tanah dan udara. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu mengoptimalkan upaya pengelolaan sampah di Pesantren Pertanian Darul Fallah secara terpadu agar dapat memberikan manfaat ekonomis serta terciptanya lingkungan pesantren yang bersih dan sehat. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dari program sampah produktif di Pesantren Pertanian Darul Fallah. Tahapan pelaksanaan program ini yaitu assessment final lokasi, sosialisasi program sampah produktif dan pembentukan pengurus, serta edukasi dan pelatihan mengenai penerapan pola hidup minim sampah dan bank sampah. Pelaksanaan program bank sampah bekerjasama dengan Rumah Sinergi Lestari (RUSELA). Seluruh kegiatan telah dilaksanakan dengan baik pada bulan Agustus tahun 2023. Hasil pengisian kuisioner pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap peserta dalam pengelolaan sampah setelah mengikuti edukasi dan pelatihan. Kedepannya, diperlukan pelatihan khusus untuk pengurus program sampah produktif agar program dapat berjalan dengan optimal.