Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

THE EFFECT OF PSOP (PUBLIC SPEAKING ON ONLINE PRESENTATION) PROGRAM AS A SOLUTION TO INCREASE STUDENT'S SELF EFFICACY PENGARUH PROGRAM PSOP (PUBLIC SPEAKING ON ONLINE PRESENTATION) SEBAGAI SOLUSI MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA Muna, Zurratul; Iramadhani, Dwi; Astuti, Widi; Julistia, Rini
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 7 No. 1 (2022): PSIKOISLAMEDIA: JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v7i1.11440

Abstract

The main problem in online presentations is that there is a sense of worry about other people's assessments of themselves, namely about what and how things will be delivered. The thing that can be done to increase confidence in doing online presentations is to improve online public speaking skills. Public speaking is a skill that must be considered in online presentations. As a solution to this problem, researchers are interested in creating a Public Speaking on Online Presentation (PSOP) training program. This study uses a quantitative method in the form of a quasi-experimental research design with one group pretest posttest design. Sampling using purposive sampling. Data collection using a confidence scale. The results of the paired sample t-test analysis showed that there was a significant difference between the pretest and posttest after the implementation of the training. PSOP (Public Speaking On Online Presentation) can increase students' confidence in facing the online learning system.  Permasalahan utama dalam presentasi secara online adalah adanya rasa khawatir tentang respon atau penilaian orang lain terhadap dirinya, yaitu mengenai apa yang disampaikannya dan bagaimana ia menyampaikannya. Hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri melakukan presentasi online adalah dengan meningkatkan kemampuan public speaking secara online. Public speaking merupakan skill yang harus diperhatikan pada presentasi online. Sebagai solusi dari permasalahan ini peneliti tertarik membuat sebuah program pelatihan Public Speaking on Online Presentation (PSOP). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berupa quasi eksperimen dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala kepercayaan diri. Hasil analisis paired sample t-test diketahui bahwa ada perbedaan signifikan antara pretest dan posttest setelah pelaksanaan pelatihan. PSOP (Public Speaking On Online Presentation) dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi sistem pembelajaran daring.
THE DESCRIPTION OF SELF CONTROL IN PERPETRATORS OF CYBERBULYING Anastasya, Yara Andita; Julistia, Rini; Astuti, Widi
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 8 No. 1 (2023): PSIKOISLAMEDIA: JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v8i1.15078

Abstract

The use of technology and information can increase the risk of the phenomenon of cyberbullying. One of the factors of cyberbullying is self-control. Individuals with high self-control will be able to instruct and control themselves in facing unexpected situations. In contrast, individuals with low self-control lack instruction and control for themselves; hence they tend to behave negatively. This study engaged a descriptive quantitative method using a cluster random sampling of 100 students. The instrument used in this study was a self-control scale. The data were analyzed by engaging descriptive analysis. The result shows that perpetrators of cyberbullying have moderate self-control. High self-control indicates that students can control their behavior, cognition, and decision. Thus, they can control their behavior in various situations to obtain positive consequences. Low self-control indicates that students do some unacceptable actions to their environment, especially in school. The higher self-control is, the lower the negative behavior individuals will take. Suboptimal self-control is caused by low aspects of self-control in behavior, cognition, and decision. The lowest aspect is behavior control, which means that perpetrators of cyberbullying tend to spend time with their peers. Therefore, self-control does not work optimally.
The Relationship Between Social Support And Culture Shock Among Overseas Students At Malikussaleh University Julistia, Rini; Anastasya, Yara Andita; Astuti, Widi; Maszura, Leni; Muna, Zurratul; Rahmadani, Chindy Novita
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49718

Abstract

Aceh merupakan salah satu daerah istimewa di Indonesia yang memiliki status otonomi khusus, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan culture shock pada mahasiswa rantau di Universitas Malikussaleh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik insedental sampling. Subjek penelitian ini berjumlah 338orang mahasiswa rantau di Universitas Malikussaleh. Teknik pengumpulan data menggunakan skala dukungan sosial yang terdiri dari empat puluh sembilan aitem dan skala culture shock yang terdiri dari dua puluh enam aitem. Hasil penelitian menggunakan analisis spearman’s rho dengan nilai (r)= -0,233 dengan signifikansi (P<0.000) menunjukkan terdapat hubungan negatif antara dukungan sosial dengan culture shock yang artinya semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah culture shock, begitu sebaliknya semakin rendah dukungan sosial maka semakin tinggi culture shock pada mahasiswa rantau di Universitas Malikussaleh. Hal ini bermakna bahwa mahasiswa rantau yang mendapatkan dukungan sosial dari keluarga, teman, dan orang lain dapat membantunya agar terhindar dari hal-hal negatif serta mengatasi gejala culture shock.
Kepuasan Pernikahan Pasangan yang Menjalani Long Distance Marriage Marital Satisfaction Julistia, Rini; Muna, Zurratul; Anastasya, Yara Andita; Maszura, Leni; Astuti, Widi; Fissilmi, Siti Rahiel; Syahputra, Muhammad Fadillah
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v11i2.16012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pernikahan pada pasangan yang menjalani long distance marriage (LDM). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik snowball sampling, melibatkan 385 responden yang sedang menjalani LDM. Instrumen yang digunakan adalah Skala Kepuasan Pernikahan berdasarkan teori Fowers dan Olson (1993). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang tinggi (N = 49,6%), dengan aspek aktivitas bersama sebagai faktor yang dominan (61,6%) dan aspek komunikasi yang memperoleh kategori rendah (26%). Analisis berdasarkan jenis kelamin menunjukkan tingkat kepuasan pernikahan perempuan yang lebih tinggi daripada laki-laki, hal ini perempuan lebih cenderung menyesuaikan diri secara emosional dan memiliki kemampuan coping yang lebih baik dalam menghadapi dinamika relasi jarak jauh. Selain itu, analisis berdasarkan lama LDM menunjukkan responden yang menjalani LDM lebih dari lima tahun memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang tinggi dibandingkan kelompok lainnya, hal ini didukung oleh komitmen yang kuat, kemampuan adaptif, serta kemampuan dalam menyelesaikan masalah bersama. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hubungan dapat terjaga meskipun secara fisik terpisah.