Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Scientech Research and Development

VALUASI EKONOMI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN KEPULAUAN PADAIDO KABUPATEN BIAK NUMFOR PROVINSI PAPUA Leffy Hermalena; Hijaz Jalil; Toni Junaedi; Ivonne Ayesha; Herda Gusvita
Journal of Scientech Research and Development Vol 1 No 1 (2019): JSRD, December 2019
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.721 KB) | DOI: 10.56670/jsrd.v1i1.3

Abstract

Ketahanan pangan laut merupakan hal krusial untuk pemenuhan protein hewani sebagian besar masyarakat pesisir. Namun, ketersediaan pangan laut telah menjadi kekhawatiran banyak pihak terutama karena besarnya tingkat ancaman terhadap ekosistem pesisir akibat aktivitas manusia. Produktivitas perikanan di banyak lokasi di Indonesia menjadi tidak optimal karena rusaknya habitat biota laut sehingga berakibat pada rendahnya nilai ekonomi lokal. Inventarisasi kawasan konservasi wilayah pesisir mencakup dua sasaran utama yakni masyarakat sebagai pelaku ekonomi dan sumberdaya alam sebagai sumber ekonomi. Data yang digunakan dalam kajian ini dibagi menjadi 2 (dua) jenis data, yaitu data sekunder dan data primer, teknik wawancara yang mendalam (in-depth interview), teknik pengambilan responden menggunakan teknik survei yang digabungkan dengan teknik snow-bowling. Nilai ekonomi total kawasan berdasarkan kesesuaian dan daya dukung di Kepulauan Padaido Kabupaten Biak Numfor dapat dikembangkan.
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN Ivonne Ayesha; Agus Rizal; Herda Gusvita
Journal of Scientech Research and Development Vol 2 No 1 (2020): JSRD, June 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.509 KB) | DOI: 10.56670/jsrd.v2i1.10

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi sawah dan untuk mengetahui bentuk kemitraan serta peran kelujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi embagaan dalam mendukung perkembangan agribisnis tersebut di Nagari Lubuk Pandan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan di Nagari Lubuk Pandan, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa A. Kelembagaan pada agribisnis padi sawah, teridentifikasi yaitu: 1. Subsistem hulu: GAPOKTAN, penyedia input, kios saprodi, tetangga dan saudara, 2) Subsistem usahatani: penyedia tenaga kerja. 3) Subsistem hilir: penggilingan padi (RMU).4) Subsistem pemasaran: pengumpul. 5) Subsistem penunjang: penyedia modal. B) Bentuk kemitraan dan peran kelembagaan agribisnis padi sawah di Nagari Lubuk Pandan adalah: a) Bentuk Kemitraan yang terjadi antara Gapoktan dengan pemberian pupuk pemerintah; Gapoktan harus terorganisasi dengan jelas; petani harus mempunyai lahan yang tergabung di dalam Gapoktan; petani harus menjemput langsung pupuk atau benih yang telah disediakan oleh pemerintah. Bentuk kemitraan kios saprodi dengan petani dengan kesepakatan; 1) petani membayar/membeli input dengan sistem bayar tunai; 2) petani harus menjemput langsung pupuk yang dibelikan ke kios saprodi. Bentuk kemitraan yang terjadi dengan lembaga input produksi lainnya menimbulkan kesepakatan, yaitu: 1) benih yang ditukar yaitu dalam varietas yang berbeda; 2) benih/gabah yang ditukar yaitu gabah yang telah di jemur atau gabah kering; 3) apabila petani mendapatkan benih dengan sistem meminjam, benih di kembalikan setelah panen. Peran subsistem hulu: menghasilkan barang-barang modal bagi proses produksi. b) Bentuk kemitraan petani dengan buruh tani menimbulkan kesepakatan yaitu: 1) upah yang diterima buruh tani laki-laki yaitu Rp.70.000/hari dan wanita Rp.60.000/hari; 2) upah tersebut di bayar langsung tunai kepada buruh tani apabila pekerjaan telah selesai; 3) ketentuan kerja yaitu mulai dari pencabutan benih sampai selesai penanaman. Peran subsistem usahatani adalah melakukan kegiatan yang menggunakan barang-barang modal dan sumberdaya alam untuk menghasilkan komoditas padi. c.) Bentuk kemitraan petani padi sawah dengan pemilik penggilingan padi (RMU) menimbulkan kesepakatan yaitu; 1) padi/gabah yang digiling yaitu dalam bentuk gabah kering atau gabah yang telah di jemur; 2) upah yang diberikan petani ke penggilingan yaitu 1 (satu) belek beras, upahnya 2 liter beras; 3) pengilingan datang langsung ke rumah petani untuk menggiling padi di jadikan beras. Peran dari penggilingan padi (RMU) adalah ketika pasca panen yaitu mengolah padi/gabah untuk di jadikan beras. d)Bentuk kemitraan dan peran kelembagaan pada subsistem pemasaran menimbulkan kesepakatan, yaitu: 1) pengumpul datang langsung ke sawah untuk membeli padi/gabah; 2) apabila petani meminjam modal terlebih dahulu ke pengumpul petani harus menjual padinya ke pengumpul tempat meminjam modal tersebut; 3) agen/pengumpul yang membelikan padi ke petani yaitu dengan sistem bayar tunai. Peran subsistem pemasaran adalah melakukan kegiatan pemasaran produk padi/gabah sampai ke pengumpul. e) Pinjaman modal yang diberikan pemilik penggilingan padi ke petani dengan bentuk kemitraan yang terjadi, adalah: 1) apabila panen nanti padi atau hasil panen di jual ke pemilik Penggilingan; 2) padi/gabah dijemput langsung oleh pemilik Penggilingan; 3) apabila petani meminjam uang atau pupuk petani harus menjemput sendiri ke tempat penggilingan. Peran dari lembaga penyedia modal adalah menyediakan modal bagi petani untuk melakukan usahatani padi sawah.
ANALISIS USAHA SIRUP PALA DI NAGARI KAPUJAN KOTO BERAPAK, KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Diki Ulil Azmi; Herda Gusvita
Journal of Scientech Research and Development Vol 3 No 2 (2021): JSRD, December 2021
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.727 KB) | DOI: 10.56670/jsrd.v3i2.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan dari buah pala menjadi sirup pala dan menganalisis keuntungan dan titik impas dari usaha sirup pala Bayang Bungo Indah di Nagari Kapujan Koto Berapak Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Maret 2020. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pengumpulan data secara wawancara langsung dengan informan kunci yaitu pimpinan usaha dan tenaga kerja usaha Bayang Bungo Indah. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan bahwa produksi sirup pala dilakukan dalam beberapa tahapan, mulai dari penyortiran kulit buah pala, pengupasan, pencucian, penggilingan, pemerasan, pemasakan air perasan setelah dicampur dengan bahan penolong, pendinginan, kemudian sampai pada proses pengemasan.Laba bersih/keuntungan yang diperoleh usaha Bayang Bungo Indah selama periode bulan Maret 2020 adalah sebesar Rp.3.910.318,75, dengan kuantitas titik impas produk sebanyak 39 botol, dan titik impas penjualan sebesar Rp.970.213,38. Usaha Bayang Bungo Indah sudah berproduksi diatas titik impas dengan total produksi sebanyak 320 botol Usaha Bayang Bungo Indah layak diusahakan.
FACTORS INFLUENCING THE PRODUCTION OF PAD RICE (Oryza sativa L.) IN ARAH TIGA VILLAGE, LUBUK PINANG DISTRICT, MUKOMUKO DISTRICT Murnita Murnita; Herda Gusvita; Dedef sefrianti
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 1 (2023): JSRD, June 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i1.94

Abstract

This study aims to analyze what factors affect rice production in the Three-Attire Village of the Mukomuko District Pinang Powder. This study was conducted in June – July 2022. This research method is quantitative descriptive research. The population in this study was all rice farmers with a population of 374 farmers with a sample of 193 people. The data analyzer used is multiple linear regression with the Cobb-Douglas function. The results showed that the factors of production were land area, number of seeds, fertilizer costs, pesticide costs, labor costs, farmer's age, education level, farming experience, and the number of dependents of the head of the family together significantly influences the amount of rice production, while the partial effect is significant, the number of seeds, the cost of pesticides, and labor wages, while the area of land, fertilizer costs, farmer age, education level, farming experience, and the number of dependents on the head of the family has no effect on the amount of rice production. The suggestions in this study are the existence of policies by the government and related institutions in carrying out agricultural development, specifically paddy rice.