Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Teknika

PENGARUH KONDUKTIVITAS PANAS DAN MEDIA PENDINGIN TERHADAP SUHU MAKSIMAL DAN LAJU PENDINGINAN PADA PROSES INDUCTION HEATING BAJA AISI 4140 DAN 4340 Haikal, Haikal; Kasih, Tota Pirdo; Atmoko, Nugroho Tri
Teknika Vol 10 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v10i1.390

Abstract

Pemanas induksi merupakan proses pemanasan modern yang bebas kontaminasi, bebas emisi sehingga pemanas induksi sangat dikembangkan dalam teknologi heat treatment. Penelitian ini berfokus pada pengaruh konduktivitas material baja AISI terhadap laju pemanasan, suhu maksimal serta laju pendinginan yang terukur ketika material uji dipanasi menggunakan mesin pemanas induksi (induction heating). Dua buah material AISI yakni AISI 4140 dan AISI 4340 digunakan dalam penelitian ini. Material AISI 4140 memiliki nilai konduktivitas termal 42,6 W/m.K dan AISI 4340 memiliki nilai konduktivitas termal 44,5 W/m.K. Material tersebut dipanaskan menggunakan pemanas induksi selama 15 menit kemudian didinginkan menggunakan media udara dan air. Pengukuran suhu dilakukan pada material memanfaatkan thermocouple yang dikombinasi dengan Arduino sehingga pengukuran suhu dapat direkam secara real time . Berdasarkan pengambilan data suhu pada spesimen ketika dipanaskan menggunakan pemanas induksi menunjukkan bahwa suhu maksimal yang terukur pada material uji yakni 747,75°C ketika material AISI 4140 akan tetapi jika menggunakan material AISI 4340 menghasilkan suhu maksimal yang lebih tinggi yakni 754,5°C. Sedangkan jika ditinjau dari laju pendinginan, laju pendinginan Baja AISI 4340 sebesar 0,14°C/s pada media pendingin udara dan 5,27°C/s pada media pendingin air. Sedangkan Baja AISI 4140 menghasilkan laju pendinginan 0,08°C/s pada media pendingin udara dan 4,75°C/s pada media pendingin air. Penurunan suhu rata-rata pada media pendingin udara antara Baja AISI 4140 dengan Baja AISI 4340 memiliki perbedaan sebesar 0,06°C/s dan pada media pendingin air memiliki perbedaan sebesar 0,52°C/s. Baja AISI 4340 lebih cepat membuang panas sedangkan Baja AISI 4140 lebih lama menyimpan panas. Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin besar konduktivitas panas suatu material maka semakin tinggi suhu yang terukur dan laju pendinginan semakin cepat.
PENGARUH KOMPOSISI CANGKANG KEMIRI - BARIUM KARBONAT PADA BAJA KARBON RENDAH MENGGUNAKAN METODE PACK CARBURIZING Titok, Febrian; Supriyanto, Agung; Sarwono, Edi; Atmoko, Nugroho Tri
Teknika Vol 10 No 2 (2025): October 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v10i2.601

Abstract

Proses pack carburizing merupakan metode perlakuan panas pada logam dengan cara memanaskan material hingga mencapai fasa austenit, bertujuan untuk meningkatkan sifat fisik dan mekanisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi komposisi campuran karbon terhadap kekerasan dan struktur mikro baja. Pemanasan dilakukan menggunakan furnace pada suhu 930°C selama 4 jam. Karakterisasi dilakukan melalui Scanning Electron Microscopy – Energy Dispersive X-ray (SEM–EDX), uji kekerasan Vickers sesuai standar ASTM E92, serta uji keausan menggunakan metode Oghosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pack carburizing berhasil meningkatkan kekerasan material hingga 129,72 HV, atau sekitar 30,8% lebih tinggi dibandingkan spesimen tanpa perlakuan. Uji keausan spesifik menunjukkan tren yang berbanding lurus dengan kekerasan, di mana spesimen dengan kekerasan tertinggi memiliki ketahanan aus terbaik. Komposisi karbon sebesar 70% menghasilkan tingkat keausan paling rendah, yaitu 0,58380 mm³/kg·m. Dengan demikian, proses pack carburizing terbukti efektif dalam meningkatkan kekerasan dan ketahanan aus baja mild steel, dengan komposisi karbon 70% memberikan hasil paling optimal.