Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Factors Associated with the Irregularity of Antenatal Care Visits at the Amandraya Health Center in South Nias Regency in 2022 Hondro, Surya Meistin Kristianti; Pasaribu, Veronika Sinar Open; Purba, Edy Marjuang; Manurung, Herna Rinayanti; Dewi, Eva Ratna; Marliani, Marliani
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.813 KB)

Abstract

Antenatal care is an activity of supervising pregnant women to prepare pregnant women as well as possible both physically and mentally, as well as saving mothers and babies during pregnancy, childbirth and the postpartum period. In South Nias District the coverage of Antenatal Visits 1 (K1) was 87.10% in 2019 and K4 was 73.32. At the Amandraya Health Center the coverage of K1 to K4 in 2021 has not reached the expected target of 95%. The aim of this study was to find out the factors associated with the irregularity of antenatal care visits at the Amandraya Health Center in South Nias Regency in 2022. This type of research is an analytic observational study using a cross sectional approach. The population was all pregnant women at the Amandraya Health Center in South Nias Regency, namely 217 people. The sample in this study were 73 people obtained through simple random sampling technique. Data analysis was carried out to determine the distribution of frequencies and percentages of each variable to be studied which included: age, education, employment, parity, income and staff support. Data analysis was performed by statistical test using chi-square. There is a relationship between knowledge (p=0.001) and income (p=0.007), mothers and irregular antenatal care visits at the Amandraya Health Center in South Nias Regency in 2022. There is no relationship between mother's education, number of children and health workers and irregular antenatal care visits. It is suggested to the staff of the Amandraya Health Center in South Nias Regency to increase counseling activities so that pregnant women's knowledge about antenatal care increases and antenatal care visits can be carried out regularly from the 1st to the 3rd trimester.
Penguatan Peran Keluarga Melalui Edukasi dan Inovasi Pemanfaatan Moringa Oleifera sebagai Laktagogum Alami bagi Ibu Nifas dalam Mendukung Keberhasilan ASI Eksklusif di Desa Bangun Rejo, Sumatera Utara Simamora, Lasria; Purnamasari, Eka; Pinem, Srilina Br; Dewi, Eva Ratna; Sembiring, Mediana Beru; Pasaribu, Riska Susanti; Luwiana, Thessa Sri; Pasaribu, Juliyanti
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2025): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v8i4.10252

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi utama bagi bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Namun, banyak ibu nifas mengalami kendala produksi ASI yang menghambat keberhasilan ASI eksklusif. Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung zat gizi dan fitonutrien yang berfungsi sebagai laktagogum alami. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan produksi ASI melalui penguatan peran keluarga dengan inovasi jus daun kelor di Desa Bangun Rejo. Metode pelaksanaan program dilaksanakan melalui analisis situasi, edukasi mengenai ASI eksklusif dan manfaat kelor, pelatihan pembuatan jus kelor, serta pendampingan konsumsi pada ibu nifas. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner pengetahuan, observasi kepatuhan konsumsi, dan wawancara mengenai produksi ASI serta dukungan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu dan keluarga mengenai ASI eksklusif. Sebanyak 68% ibu nifas mengonsumsi jus kelor secara rutin, dan 55% melaporkan peningkatan produksi ASI. Keluarga, khususnya suami, mulai terlibat membantu pekerjaan rumah tangga sehingga ibu lebih fokus menyusui. Hal ini membuktikan bahwa edukasi dan inovasi pemanfaatan kelor mampu meningkatkan partisipasi keluarga serta mendukung optimalisasi pemberian ASI. Pemanfaatan jus daun kelor dengan dukungan keluarga terbukti efektif meningkatkan produksi ASI dan memperkuat peran keluarga dalam keberhasilan ASI eksklusif. Program ini berpotensi dikembangkan lebih luas sebagai strategi peningkatan kesehatan ibu dan bayi.
Self Help Approach Metode Education Health Belief Berbasis Telemedis Guna Aksesibilitas Layananan Kesehatan Mental Remaja Di Desa Bangun Rejo Sembiring, Isyos Sari Br; Pangaribuan, Ingka Kristina; Manurung, Basaria; Sinaga, Siti Nurmawan; Dewi, Eva Ratna; Zebua, Oktaviani; Suryani, Irma
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2025): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v8i4.10184

Abstract

Pendekatan Self-Help Approach diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kemandirian dan peran serta masyarakat Desa Bangun Rejo, khususnya dalam meningkatkan derajat dan aksesibilitas Kesehatan Mental Remaja, sejalan dengan tujuan utama Pembangunan Masyarakat yang berkelanjutan. Urgensi Pengabdian ini adalah untuk peningkatan peran serta masyarakat dalam peningkatan Kesehatan di wilayah kerja Desa Bangun Rejo, dengan menggunakan pendekatan Pendekatan Self-Help Approach. Kegiatan PKM ini Bertujuan Pendekatan Self-Help Approach guna meningkatnya kemandirian masyarakat berfocus pada Pendekatan pembangunan masyarakat yang mengutamakan sumber, potensi, dan kekuatan dari dalam masyarakat untuk meningkatkan derajat Kesehatan. Indikator Tujuan Utama Kegiatan ini adalah meningkatnya kemandirian masyarakat dalam Penurunan Total Fertility Rate. Dengan Metode pendekatan Self-Help Approach Guna Aksesibilitas Layananan Kesehatan Mental Remaja Di Desa Bangun Rejo. Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah hasil hasil Penilaian Self Help Approach Metode Education Health Belief Berbasis Telemedis Guna Aksesibilitas Layananan Kesehatan Mental Remaja Di Desa Bangun Rejo saat sebelum dilakukannya Edukasi atau Pre-Test mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 63 responden (63 %). Sedangkan setelah dilakukan atau Post-Test mayoritas responden berpengetahuan baik sebanyak 68 responden (68%). Kesimpulan adalah Remaja  dapat  meningkatkan  kesehatan Mental dirinya  dengan  cara  Pendekatan Self-Help Approach dan didukung pemanfaatan Aplikasi TeleMedis Me-BaWell (Metode Education Health Belief - Metode Self Awarness dan Self Efficacy.