Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Optimalisasi Penggunaan Obat Tradisional Saat Pandemi COVID-19 Ditinjau Dari Presepsi Dan Perilaku Masyarakat Kresnamurti, Angelica; Izazi, Farizah; Rakhma, Dita Nurlita; Nailufa, Yuyun Nurlita; Najih, Yuli Ainun
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 3 No. 01 (2022): IJCDH Vol 03 No 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijcdh.v3i01.4237

Abstract

Pada masa pandemi covid-19, meningkatkan sistem kekebalan tubuh merupakan salah satu upaya penting sebagai pertahanan tubuh melawan virus. Penggunaan obat tradisional menjadi salah satu upaya yang dilakukan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Tingkat pengetahuan masyarakat yang beragam tentang obat tradisional, menyebabkan perbedaan persepsi dan perilaku masyarakat. Untuk mengetahui persepsi dan perilaku masyarakat terhadap Obat Tradisional terutama dalam meningkatkan daya tahan tubuh, cara penggunaan, dan pembuatannya selama masa pandemi Covid-19, maka dilakukan survey secara online, dan didapatkan 310 responden. Berdasarkan hasil survey didapatkan bahwa responden menunjukkan ketidaktauan isi jamu yang dibeli, membeli produk tanpa register BPOM, dan menggunakan jamu dengan jumlah bahan >5jenis/hari. Bahan jamu yang paling banyak dipilih responden untuk meningkatkan daya tahan tubuh pada masa pandemi ini adalah Jahe, Kunyit, Temulawak, Jahe Merah, dan Empon-empon. Kesimpulan pada survey ini adalah bahwa responden berpersepsi positif dalam penggunaan OTI untuk peningkatan daya tahan tubuh dalam mencegah Covid-19 namun belum terlihat hubungan antara persepsi dan perilaku responden dalam penggunaan OTI. Selain itu analisis perilaku responden terkait cara mendapatkan, mengkonsumsi OTI dan membuat jamu masih terdapat kaidah yang belum tepat. Oleh karena itu masih diperlukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam penggunaan OTI sebagai upaya preventif terhadap Covid-19.
Edukasi Bahan Kimia Berbahaya untuk Pengawetan Ikan serta Pelatihan Pembuatan Ikan Asin Menggunakan Bahan yang Aman Putri, Astrid Kusuma; Kresnamurti, Angelica; Nailufa, Yuyun; Rakhma, Dita Nurlita; Izazi, Farizah
PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/parahita.v4i1.97

Abstract

Medokan Ayu di Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Jawa Timur merupakan kelurahan penghasil ikan bandeng yang diperoleh dari tambak warga. Kelurahan tersebut mengelola ikan bandeng dimulai dari penjualan hasil tambak hingga pemasaran hasil olahannya, namun belum memiliki produk olahan ikan asin. Griya Amerta Regency, perumahan di Kelurahan Medokan Ayu, sebagian besar warganya mempunyai usaha mikro kecil dan menengah. Masyarakat ini terbuka dengan informasi dan pendampingan dari perguruan tinggi yang berorientasi kepada pembuatan produk yang baik dan sehat yang dapat meningkatkan pendapatan dalam berjualan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dengan: (1) Pembuatan power point dan leaflet tentang edukasi bahan kimia berbahaya untuk pengawetan ikan serta cara pembuatan ikan asin yang aman; (2) Penyuluhan kepada warga; dan (3) Pelatihan pembuatan ikan asin menggunakan media video tutorial. Pelatihan ini diharapkan dapat membentuk kemandirian masyarakat dalam mengolah ikan segar menjadi produk ikan asin sehingga dapat memperpanjang umur simpan ikan hasil tangkapan. Kegiatan ini melibatkan warga Griya Amerta Regency berjumlah 36 orang warga dengan persentase terbesar adalah ibu rumah tangga yang memiliki usaha sampingan berjualan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan warga tentang bahan kimia berbahaya untuk pengawetan ikan serta cara pembuatan ikan asin menggunakan bahan yang aman.
Optimasi Formulasi, Stabilitas Fisik dan Uji Iritasi Lotion Tabir Surya Kombinasi Benzophenone-4 dan Octocrylene Najih, Yuli Ainun; Nailufa, Yuyun; Rakhma, Dita Nurlita; Azhanzi, Davan Ercha Wafi; Syah, Farid Zulkarnain Nur
PHARMADEMICA : Jurnal Kefarmasian dan Gizi Vol 5 No 2 (2026): Oktober - Maret
Publisher : LPPM-KI - POLTEKKES PIM (Formerly AKAFARMA-AKFAR PIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54445/pharmademica.v5i2.153

Abstract

Ultraviolet (UV) radiation exposure necessitates the creation of sunscreen formulas that are stable, safe for the skin, and photoprotective. Although benzophenone-4 (BZP-4) and octocrylene (OCT) are widely used as chemical UV filters, studies on the physical stability and irritation of optimizing the combination of the two in lotion formulations are still limited. The purpose of this study is to improve the physical stability, formulation, and irritation testing of a sunscreen lotion that combines BZP-4 and OCT. Variations in single and combination concentrations (1–5%) were included into five formulations. Organoleptic testing, pH, viscosity, spreadability, adhesion, emulsion type, physical stability using centrifugation and six cycles of testing, and irritation testing based on a non-animal alternative method using the Hen's Egg Test–Chorioallantoic Membrane (HET-CAM) were all used to evaluate the preparations. A paired t-test was used for statistical analysis to compare parameters prior to and during the physical stability test. The combination formula of 1% BZP and 1% OCT produced the best physical properties (pH 6.44; viscosity 2793 cP), was stable in centrifugation and cycle tests (p>0.05), and did not irritate the skin (HET-CAM score 0.98±0.04). Conversely, single formulas and high concentrations showed moderate to strong irritation. The results of this study contribute scientifically to the conclusion that the combination lotion formulation of BZP-4 1% and OCT 1% has good physical stability and does not cause irritation.
Formulasi Nanoemulgel Minyak Cendana-Aloe Vera Berbasis Gelling Agent Derivat Selulosa: Studi Karakteristik Dan Stabilitas Dita Nurlita Rakhma; Nanda Aprilia; Yuyun Nailufa; Yuli Ainun Najih
Jurnal Pharmacopoeia Vol 5 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v5i1.1286

Abstract

Minyak cendana memiliki potensi antiinflamasi untuk penanganan sunburn; namun, sifatnya yang mudah menguap dan kelarutan air yang rendah membatasi efektivitas topikalnya. Aloe vera secara luas telah diketahui memiliki efektivitas sebagai pelembab dan antiinflamasi. Kombinasi kedua bahan tersebut dalam formulasi topikal berbasis nanoemulgel memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Sistem nanoemulgel dapat meningkatkan stabilitas dan penghantaran zat aktif ke kulit, sementara jenis gelling agent berperan penting dalam menentukan karakteristik fisik dan stabilitas sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis gelling agent terhadap karakteristik fisik dan stabilitas nanoemulgel minyak cendana. Tiga formula nanoemulgel diformulasikan menggunakan gelling agent derivate selulosa yang berbeda (MC, HPMC, dan HEC). Evaluasi fisik meliputi pengamatan organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, ukuran partikel, indeks polidispersitas (PDI), serta uji stabilitas sentrifugasi. Data dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA (p<0,05). Seluruh formula menunjukkan nilai pH yang sesuai dan droplet berukuran nano (30–50 nm) dengan PDI <0,35 yang menandakan distribusi homogen. Perbedaan signifikan ditemukan pada viskositas dan ukuran partikel (p<0.05). Formula berbasis HEC menunjukkan viskositas tertinggi dan ukuran partikel terkecil. Peningkatan viskositas berkaitan dengan penurunan mobilitas droplet serta peningkatan stabilitas fisik. Daya sebar berbanding terbalik dengan viskositas, sedangkan daya lekat tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar formula. Seluruh formula tetap stabil secara fisik tanpa pemisahan fase setelah uji sentrifugasi. Jenis gelling agent berpengaruh signifikan terhadap karakteristik fisik nanoemulgel, dan formula berbasis HEC menunjukkan performa paling optimal dalam aspek karakteristik dan stabilitas fisik.