Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Literature Review: Gambaran Efektivitas Penggunaan Media Video terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Bahaya Narkoba Alfin Nur Faridhotul Khasanah; Dwi Handayani; Mursyidul Ibad; Agus Aan Adriansyah
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/knhyg661

Abstract

Latar Belakang: Kenakalan remaja yang terus meningkat dapat merusak generasi penerus bangsa. Salah satu bentuk kenakalan remaja adalah penyalahgunaan penggunaan obat-obat terlarang (Narkoba). Penyalahgunaan dan peredaran narkoba di kalangan pelajar/mahasiswa Indonesia pada tahun 2018 di 13 Ibu kota provinsi, mencapai angka prevalensi sebesar 3,20% atau setara dengan 2.297.492 orang dari 15.440.000 orang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media video terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba. Metode: Literature review ini dilakukan dengan metode traditional literature review. Sumber artikel didapatkan dari database google cendekia dan portal garuda. Pada google cendekia menggunakan kata kunci “media promosi kesehatan narkoba pada remaja” dengan rentang waktu dari tahun 2013-2020 diperoleh 8 artikel, portal garuda menggunakan kata kunci “narkoba dan video” dengan rentang waktu daru tahun 2016-2020 diperoleh 2 artikel, sehingga total artikel yang didapat yaitu 10 artikel. Hasil: Hasil literature review berdasarkan 10 jurnal penelitian mengenai efektivitas media video terdapat 9 jurnal penelitian yang menyatakan adanya pengaruh penyuluhan narkoba menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang narkoba dan 1 jurnal penelitian yang menyatakan media video kurang efektif dalam memengaruhi pengetahuan remaja tentang narkoba pada saat penyuluhan. Kesimpulan: penggunaan media video efektif dalam meningkatkan dan merubah pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba pada saat penyuluhan. Oleh karena itu, saran dari penelitian ini bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memperluas ruang lingkup materi dengan pembahasan yang lebih mendalam. Sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam penyuluhan
Analisis Karakteristik Individu Dengan Gejala Cacingan Pada Anak Kampung Pasar Keputran Surabaya : Anak gejala cacingan, karakteristik individu Noer Farakhin; Dwi Handayani Handayani; Renjani Sulistianah
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/txtv4k07

Abstract

LatarBelakang: Anak di Kampung Pasar Keputran Kota Surabaya 57% bergejala cacingan,sebagian besargejala yang dimiliki di antaranya, batuk, perut sering sakit, anemia, kurus, pucat,nafsu makan kurang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik individudengan gejala cacingan pada anak usia 6-15 tahun di Kampung Pasar Keputran Kota Surabaya.Metode: Penelitian ini merupakan studi epidemiologi deskriptif pendekatan kuantitatif rancangancross sectional dengan menggunakan sumber data sekunder. Populasi pada penelitian ini adalahseluruh anak usia 6-15 tahun berjumlah 42 responden. Penelitian ini mengambil total populasi.Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi tabulasisilang dengan melihat nilai OR dan probabilitas. Hasil: Penelitian menunjukan 59,5% respondenbergejala cacingan. Responden yang lebih berisiko mengalami gejala cacingan berkarakteristikperempuan (35,7%; OR = 1,050; P = 51%), usia ≥ 10-15 tahun (26,7%; OR = 1,440; P = 59%),status giziwasted (4,7%; OR = 1,739; P = 63%), status ekonomi bawah (40,5%; OR = 1,889; P =65%) dan berpengetahua nkurang (23,8%; OR 1,600; P = 62%). Kesimpulan: Karakteristik individuyang berstatus gizi wasted, ekonomi bawah dan berpengetahuan kurang menunjukkan risikomengalami gejala cacingan lebih besar dibandingkan dengan karakteristik lainnya
Gambaran Personal Hygiene dengan Gejala Cacingan pada Anak di Kampung Pasar Keputran Kota Surabaya Renjani Sulistianah; Dwi Handayani; Noer Farakhin
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/jt3q6b27

Abstract

Latar Belakang:Penyakit cacingan banyak dijumpai di negara berkembang beriklim tropis dansubtropis, seperti Indonesia. Kejadian cacingan merupakan penyakit yang sering dialami oleh anakdengan personal hygiene buruk. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaranpersonal hygiene dengan gejala cacingan pada anak di Kampung Pasar Keputran Kota Surabaya.Metode:Penelitian ini merupakan studi epidemiologi deskriptif pendekatan kuantitatif denganrancangan cross sectional. Penelitian ini menggunakan seluruh total populasi yang berjumlahsebanyak 49 anak berusia 5-12 tahun. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data dianalisissecara deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi tabulasi silang dengan melihat nilai Odd Rasio(OR) dan probabilitas (P). Hasil:Hasil penelitian menunjukkan (38,8%) responden bergejalacacingan dan sebagian besar memiliki personal hygienebaik (73,5%). Responden yang memilikikebiasaan defekasi yang buruk memiliki kemungkinan 1,059 kali mengalami gejala cacingan(P=51%). Kesimpulan:Personal hygiene yang buruk terutama pada kebiasaan defekasi dapatberisiko menimbulkan gejala cacingan pada anak. Oleh karena itu diharapkan peran orang tua dalampola asuh dapat mengajarkan dan membiasakan anak untuk senantiasa berperilaku hidup bersih dansehat.
Workshop: Stunting Prevention Effort in Sidoraharjo Village, Kedamean District, Gresik Regency Setianto, Budhi; Hasina, Siti Nur; Bistara, Difran Nobel; Adriansyah, Agus Aan; Wikurendra, Edza Aria; Asih, Akas Yekti Pulih; Fasya, Abdul Hakim; Handayani, Dwi; Alfaridzi, Aditya Rizky; Zahro, Novianti Fatimahtus; Imamate, ewi Sinta Nuriatul
Journal of Health Community Service Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Health Community Service: 2024 January
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhcs.v4i1.6786

Abstract

Stunting is a condition in which children fail to grow, both physically and mentally Reported from Jawa Pos news on July 23, 2022, information obtained by Jawa Pos, NEW data from the Gresik Regency Health Office, until July 2021, there were 5,288 stunting toddlers. This figure comes from the number of children who were weighed and measured as many as 80,663 toddlers. So KKN activities from Group 18 of Sidoraharjo Village held socialization of stunting prevention activities aimed at residents of Sidoraharjo village. The purpose of this activity is to provide knowledge related to stunting prevention. The method used is holding a workshop involving residents of Sidoraharjo, as well as making brochures and posters so that people are more aware of the importance of stunting prevention. The satisfaction of the workshop participants was 89.3% and there was an increase in knowledge of 16.6%. From this activity, it was concluded that this workshop was very beneficial to the participants. The presentation in simple language and followed by a discussion made the participants happy and increased awareness together to prevent stunting.
Workshop on Making MPASI as an Effort to Prevent Stunting in Sukoraharjo Village, Kedamean District, Gresik Regency Setianto, Budhi; Hasina, Siti Nur; Bistara, Difran Nobel; Adriansyah, Agus Aan; Wikurendra, Edza Aria; Asih, Akas Yekti Pulih; Fasya, Abdul Hakim; Handayani, Dwi
Journal of Health Community Service Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Health Community Service: 2024 January
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhcs.v4i1.6788

Abstract

Stunting is a condition in which a child's body fails to grow due to chronic malnutrition so that the child's age is too short. The prevalence of stunting in children under five according to the World Health Organization (WHO) is the country with the third highest prevalence in the Southeast Asia/South-East Asia Regional (SEAR) region, the prevalence of stunting in Indonesia in children under five in 2017 was 36.4% and in 2018 it was 30.8%. One of the stunting preventions can be provided by providing complementary foods from 6-24 months. By holding a workshop related to making complementary foods to prevent stunting, this workshop aims to provide insight to Sidoraharjo residents about the importance of knowledge in compiling complementary foods, and how to make them, as well as preparing the complementary food process. 87.8% and 16.2% increase in knowledge.
Development of Peer Educators as the Empowerment of Santri Husada in Islamic Boarding Schools Towards a Healthy and Marriage Age Maturity (PUP) Ibad, Mursyidul; Handayani, Dwi; El Muna, Kuuni Ulfah Naila
Journal of Health Community Service Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Health Community Service: 2025 January
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage is conducted with the aim of establishing a household between partners, requiring maturity and responsibility both physically and mentally. According to the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (SDKI) for East Java Province, 17 percent of women of reproductive age (20–24 years) were married by the age of 18, while two percent reported marrying at the age of 15. Islamic boarding schools (Pesantren) face similar issues regarding early marriage. Many students are forced to drop out of both formal schools and Pesantren due to the constraints of a still conservative socio-cultural environment. The community service program was conducted from May to September 2024 at Pondok Pesantren X, located in Krembung District, Sidoarjo Regency. A total of 17 Santri Husada participated in the activities. Strengthening the role of Santri Husada and improving their knowledge and attitudes toward the maturation of marriage age (Pendewasaan Usia Perkawinan or PUP) are essential. Education through peer educators has been shown to positively impact Santri Husada knowledge on stunting (88.2%), reproductive health (82.4%), and the maturation of marriage age (88.2%). Additionally, this initiative has encouraged behavioral changes among students, particularly in managing the cleanliness and organization of their sleeping environment.
Pendampingan Kader Kesehatan Dalam Sosialisasi Stop Merokok di Lingkungan Pondok PP Wahid Hasyim Bangil Irawan, Danny; Ali P, Abraham Ahmad; Awwalia, Evi Sylvia; Rohmawati, Riska; Handayani, Dwi; Ulum F, Ahmad Misbahul; Magna, Chaedar Sufy; Yuli, Aizah Ari Setyana
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2023
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v1i2.252

Abstract

Merokok merupakan tindakan menghirup dan menghembuskan asap yang berasal dari tanaman yang dihisap. Merokok sudah banyak dilakukan oleh remaja. Remaja merupakan masa kanak-kanak dan dewasa dari usia 10 hingga 19 tahun. Pada tahap ini merupakan tahap perkembangan yang unik dan penting dalam membuat dasar kesehatan yang baik. Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan dan lembaga sosial keagamaan yang menjadi barometer dalam pertahanan moralitas masyarakat di lingkungannya. Pengabdian Masyarakat terkoordinasi oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) FK UNUSA berkoordinasi dengan LPPM mengadakan seminar kesehatan pendampingan kader kesehatan dalam sosialisasi stop merokok di PP Wahid Hasyim Bangil. Seminar ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang stop merokok dikalangan remaja. Pengabdian masyarakat dilakaksanakan dengan webinar melalui platform zoom meeting dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Kelompok sasaran pada kegiatan ini adalah santri PP Wahid Hasyim Bangil. Dilakukan pretest dan posttest dan hasil dianalisa menggunakan Wilcoxon. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan, sikap, dan perilaku merokok. Perbedaan pretest dan posttest pengetahuan memiliki nilai p Value 0,012, hasil pretest dan posttest sikap memiliki nilai p value 0,011 dan perilaku memiliki p value 0,011. Seminar kesehatan yang dilakukan memberikan dampak positif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengetahuan, sikap, perilaku.
Literature Review: Using HIRADC Method Analyzing the Risk of Work Accidents in The Manufacturing Sector in Indonesia Nafa Khusufi, Uyun; Hakim Zakkiy Fasya, Abdul; Handayani, Dwi; Wijaya, Satriya
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 2 No 5 (2023): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v2i5.134

Abstract

Introduction: The development of industrialization in Indonesia has a fairly high level of development. These developments can give rise to new industry challenges and problems. One of them is the risk of work accidents in the work environment. Objective: This study aims to describe the risk of work accidents based on the HIRADC method in the manufacturing sector in Indonesia.  Method: This study is a literature review. The data sources obtained come from various databases, namely Google Scholar and the Garuda Portal in the 2017-2021 period. Result and Discussion: The results of the literature review show that physical hazards that are found in various industries such as, industries such as slipping, noise, falls and chemical hazards are hazards that are often found in basic and chemical industries.  Conclusion: The conclusion of this literature review describes the process of occupational risk analysis based on OHSAS 18001:2007. There are 5 types of hazards in the manufacturing sector. The classification of risks with high or extreme risks is the top priority to be given control. The use of HIRADC based on OHSAS 18001:2007 in the manufacturing sector shows that there are conditions that are not optimally carried out.
Literature Review: Obstacles in Implementation of Chronic Disease Management Program (Prolanis) in Public Health Centers Nifta Salsabilah, Ersa; Aan Adriansyah, Agus; Jannatul Firdausi, Nurul; Handayani, Dwi
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 2 No 5 (2023): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v2i5.135

Abstract

Introduction: BPJS Kesehatan created a chronic disease management program (Prolanis) to prevent complications of chronic diseases. But in fact, the implementation of prolanis is still not running optimally as evidenced by this activity has not shown a good impact on the community. Objective: This review literature aims to identify constraints in the implementation of chronic disease management programs (Prolanis) at the Center for Public Health.  Method: This study is a literature review. The data sources used are from google scholar and garuda portals in the 2017-2022 times frame. The keywords used are constraints, chronic disease management programs, prolanis, Public Health Centers.  Result and Discussion: The results of the study showed 10 aspects of communication, namely lack of coordination, clarity in delivering success indicators, and lack of socialization. The human resources aspect of 12 articles is the lack of quantity and quality of officers. The funding aspect was obtained by 12 articles, namely the process of submitting and disbursing old claims and withdrawing service fees.  Conclusion: from this literature review, it is found that the implementation of the Center for Public Health in implementing the prolanis program in Indonesia has not run optimally.  Advice improves routine health promotion every month
Peningkatan Pengetahuan Santri Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Serta Pengelolaan Sampah di Pondok Pesantren An Nahdloh, Malaysia Syafiuddin, Achmad; Handayani, Dwi; Yanti, Alfiyah Indah; Mulia, Mimin Indriani; Nasrullah, Amanda Amalia; Iswahyudi, Iswahyudi
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 02 (2025): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2025.6.02.236-240

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan berasrama sering menghadapi tantangan kebersihan dan kesehatan lingkungan, termasuk tingginya kasus scabies dan rendahnya kebiasaan memilah sampah di kalangan santri. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri Pondok Pesantren An Nahdloh, Malaysia, melalui intervensi edukasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pengelolaan sampah. Kegiatan dilaksanakan dengan metode pra–pasca intervensi menggunakan kuesioner kepada 35 santri, disertai sosialisasi interaktif, demonstrasi enam langkah cuci tangan, serta praktik pemilahan sampah. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, nilai rata-rata PHBS naik dari 49,65 menjadi 96,8, dan pengelolaan sampah dari 57,69 menjadi 97,56. Program ini terbukti efektif menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan hidup bersih, serta berpotensi menjadi model berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan pesantren yang sehat dan ramah lingkungan.
Co-Authors Abdul Hakim Z. F. Abraham Ahmad Ali P Afridah, Wiwik Agung Dwi Laksono Agus Aan Adriansyah Ahmad Misbahul Ulum Aini, Fathiyah Nur Aizah Ari Setyana yuli Akas Yekti Pulih Asih Akmalina Ziadati Sukmaningtyas Alfaridzi, Aditya Rizky Alfin Nur Faridhotul Khasanah Ali P, Abraham Ahmad Amanatul Istifaiyah Ambiyak, Bharokatul Atik Qurrota A’Yunin Al Isyrofi Awwalia, Evi Sylvia Bintari, Tri Wahyuni Budhi Setianto Chaedar Sufy Magna Danny Irawan Danny Irawan Dayu Satriya Wibawa Difran Nobel Bistara dr. Evi Sylvia Awwalia, Sp. PD Edza Aria Wikurendra Endang Sulistiyani Fasya, Abdul Hakim Fasya, Abdul Hakim Zakkiy Fatimatul Azkiyatuz Zahro Hakim Zakkiy Fasya, Abdul Herdiantri Sufriyana HUMAYRAH - - Imamate, ewi Sinta Nuriatul ISWAHYUDI ISWAHYUDI Ivan Adriansyah Nugroho Jannatul Firdausi, Nurul Jauharoh, Indi Aula Jihan Aulia - Kardina, Rizki Nurmalya Kuuni Ulfah Naila El Muna Lestari, Marselli Widya Magna, Chaedar Sufy Maulidatul Hasanah Mufiroh Mulia, Mimin Indriani Mursyidul Ibad Nada, Ahfiatin Nadila Imania Awanda Nafa Khusufi, Uyun Nasrullah, Amanda Amalia Nifta Salsabilah, Ersa Noer Farakhin Noer Farakhin Noer Farakhin Noer Farakhin Novera Herdiani, Novera Nur Masruroh Nur Muhammad Ali Al-Faizi Nurul Jannatul Firdausi Nurul Jannatul Firdausi Odilia Ika Auliya Odilia Ika Auliya Rahmawati, Guines Ayu Renjani Sulistianah Renjani Sulistianah Renjani Sulistianah Rifky Dwi Aditya Iryawan Rohmawati, Riska Satriya Wijaya Savira Auliya Abdullah Syafiuddin, Achmad Ulum F, Ahmad Misbahul Yanti, Alfiyah Indah Yuli, Aizah Ari Setyana Zahro, Novianti Fatimahtus