Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

UJI CEMARAN MIKROBA ANGKA LEMPENG TOTAL (ALT) DAN ANGKA KAPANG KHAMIR (AKK) PADA EKSTRAK ETANOL UMBI LOBAK PUTIH (Raphanus sativus L.) Kasmal Ilham; Wahyu Yuliana Solikah; Emelda Emelda; Rizal Fauzi
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no2p36-41

Abstract

White radish (Raphanus sativus L.) is a food plant with promising potential for development as a raw material for traditional medicines and functional foods. The microbiological quality of plant extracts is a critical parameter in ensuring product safety, particularly with regard to microbial contamination. By measuring the Total Plate Count (TPC) and Yeast and Mold Count (YMC), this study sought to assess the microbiological contamination of the ethanol extract of white radish tubers.  In order to measure live microorganisms expressed as CFU/g, the experiments were carried out using the pour plate technique on plate count agar (PCA).  The findings demonstrated that the ethanol extract's TPC and YMC values were both less than 1 × 10¹ CFU/g. These values are significantly lower than the maximum limits required by BPOM Regulation Number 29/2023, namely ≤10⁵ CFU/g for TPC and ≤10³ CFU/g for YMC. These findings indicate that the extraction and handling processes produced an extract with minimal microbial contamination. Overall, the results demonstrate that the ethanol extract of white radish meets microbiological safety requirements and is suitable for use as a raw material candidate in the development of traditional medicinal products.
FORMULASI KRIM TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL GANGGANG HIJAU (Ulva lactuca L.) DAN UJI IN VITRONILAI SPF (SUN PROTECTING FACTOR) Dinda Ayu Pratiwi; Emelda Emelda; Saddam Husein
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v4i1.1602

Abstract

Radiasi sinar ultraviolet atau sinar UV secara berlebih akan mengakibatkan jaringan epidermis pada kulit tidak cukup mampu melawan efek berbahaya. Tabir surya merupakan bahan kosmetik yang secara fisik maupun kimia berfungsi sebagai penghambat penetrasi sinar UV ke dalam kulit. Tanaman yang dapat berfungsi sebagai tabir surya karena memiliki senyawa fenolik salah satunya adalah ganggang hijau (Ulva lactucaL). Jenis Penelitian ini adalah eksperimental menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk menentukan kemampuan krim tabir surya dalam menghambat radiasi sinar UV ke kulit. Tujuan penelitian ini yaitu membuat formulasi sediaan krim tabir surya dari ekstrak etanol ganggang hijau (Ulva lactuca L.) dan mengetahui nilai SPF(Sun Protecting Factor) yang paling baik dari berbagai konsentrasi krim tabir surya ekstrak etanol ganggang hijau (Ulva lactuca L.). Hasil dari penelitian yaitu nilai SPF dari formula 1 (basis krim) sebesar 1,5077 yang berarti formula 1 tidak memiliki aktivitas sebagai tabir surya, formula 2 (ekstrak ganggang hijau 3%) memiliki formula 2 (konsentrasi ekstrak 3%) memiliki nilai SPF sebesar 7,311 yang tergolong dalam kategori proteksi ekstra, formula 3 (konsentrasi ekstrak 4%) memiliki nilai SPF sebesar 13,427 yang termasuk dalam kategori proteksi maksimal dan formula 4 memiliki nilai SPF sebesar 19,282 yang tergolong dalam kategori perlindungan ultra. Formulasi krim dengan nilai SPF yang paling tinggi adalah formula 4. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka makin semakin meningkat nilai SPF.
UJI MUTU FISIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FORMULA KRIM KOMBINASI EKSTRAK ETANOL GANGGANG HIJAU (Ulva latuca L.) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI PERAWATAN KULIT WAJAH Wening Hanifah; Emelda Emelda; Annisa Fatmawati; Veriani Aprilia
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v5i1.1670

Abstract

Antioksidan merupakan molekul yang dapat memperlambat atau mencegah proses terjadinya oksidasi. Oksidasi merupakan reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas. Paparan radikal bebas seperti sinar matahari, polusi udara, obat-obatan, asap rokok secara terus menerus akan menyebabkan kulit tampak kering, kusam, lesi kulit, dan juga penuaan dini. Ganggang hijau (Ulva Lactuca L.) dan lidah buaya (Aloe Vera) telah diteliti memiliki aktivitas antioksidan, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula terbaik berdasarkan mutu fisik dan aktivitas antioksidan krim kombinasi ekstrak etanol ganggang hijau (EEGH) dan lidah buaya (EELB) dengan metode DPPH. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium terhadap 5 formula sediaan krim dengan perbedaan jumlah ekstrak serta dilakukan uji mutu fisik dan aktivitas antioksidan sediaan krim pada hari ke-0 menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Krim formula 1 memiliki daya sebar, daya lekat dan aktivitas antioksidan sebesar 4,5 cm, 10,456 detik, IC50 802,038 µg/mL. Formula 2 sebesar 3,1 cm, 4,59 detik, IC50 1.643,955 µg/mL. Formula 3 sebesar 4,833 cm, 13,993 detik, IC50 304,41 µg/mL. Formula 4 sebesar 3,766 cm, 9,806 detik, IC50 559,453 µg/mL. Formula 5 sebesar 3,833 cm, 9,116 detik, IC50 2.227 µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula 3 merupakan formula terbaik berdasarkan uji mutu fisiknya dengan nilai daya sebar sebesar 4,833 cm, daya lekat 13,993 detik, dan aktivitas antioksian ditunjukkan dengan nilai IC50 sebesar 304,411 µg/mL.
OPTIMASI FORMULA PADA GRANUL PARACETAMOL DENGAN VARIASI KOMPOSISI BAHAN PENGISI LAKTOSA DAN AVICEL PH 101 SERTA EVALUASI PARAMETER KADAR LEMBAB MOISTURE CONTENT DAN LOSS ON DRYING Annisa Fatmawati; Emelda Emelda; Azza Elvana
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v4i1.1806

Abstract

Industri Farmasi selalu melakukan penelitian dan pengembangan formula obat, dimana untuk mendapatkan sediaan farmasetis yang berkualitas. Paracetamol merupakan obat yang berkhasiat sebagai analgetik dan antipiretik, dalam sediaan padat berupa sediaan tablet yang diformulasikan dengan metode granulasi basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan lembab berupa parameter MC (Moisture Content) dan LOD (Loss On Drying) pada granul paracetamol dengan variasi bahan pengisi laktosa dan avicel PH 101. Metode penelitian ini menggunakan metode gravimetri dengan membuat granul paracetamol dan menguji kandungan lembab pada menit ke- 15, 30, 60, 120 dan 180 pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formula 1 (100% Laktosa) dan Formula 3 (50% Laktosa : 50% avicel PH101) memiliki kandungan lembab < 3% pada menit ke 120, sedangkan Formula 2 (100% avicel PH101) memiliki kandungan lembab < 3% dinyatakan dengan LOD (2,52%) dan MC (2,58%) pada menit ke-60. Formula 2 merupakan formula yang paling baik untuk digunakan dalam formulasi sediaan tablet paracetamol dengan metode granulasi basah berdasarkan kandungan lembab MC dan LOD.
Pengaruh Kolaborasi Gizi Dan Farmasi terhadap Tingkat Pengetahuan Diabetes Mellitus Lansia Ratna Wijayatri; Yulinda Kurniasari; Lulu Fathnatul Ulya; Emelda Emelda
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v5i2.1924

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit menahun dan kronis yang pengobatannya memerlukan waktu yang lama. Penyakit DM memberikan dampak yang buruk untuk kesehatan karena adanya komplikasi yang serius baik mikrovaskuler maupun makrovaskuler.  Hampir 50% kasus DM dialami oleh pasien dengan usia 65 tahun keatas. DM pada usia lanjut berbeda secara metabolik dengan DM pada usia lainnya sehingga dibutuhkan pendekatan terapi yang berbeda pada kelompok ini. Hal ini dikarenakan pada usia lanjut telah mengalami kemunduran fisik dan mental yang berakibat pada penurunan kualitas hidup dan penurunan pemahaman dalam memahami perintah menggunakan obat. Metode CBIA (Community Based Intensive Aproach) yang bersinergi antara Gizi dan Farmasi diterapkan dalam peningkatan pengetahuan terhadap kadar gula darah dan pengontrolannya pada pasien usia lanjut yang menderita DM. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pre post test design, dengan kontrol design. Responden diambil dari 2 puskesmas di Bantul dengan metode purposive sampling, dan diperoleh 60 responden lansia yang masuk ke dalam kriteria inklusi.Hasil pengukuran tingkat pengetahuan setelah dilakukan intervensi berupa asuhan farmasi dan gizi yang bersama-sama dengan metode CBIA mengalami peningkatan dibandingkan kelompok kontrol. Tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan intervensi terdapat 4 responden dengan pengetahuan rendah, 26 responden dengan pengetahuan sedang, 30 responden dengan pengetahuan tinggi. Mengalami peningkatan pengetahuan menjadi terdapat 58 dengan pengetahuan tinggi, dan 2 rendah. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh pemberian intervensi CBIA yang bersinergi antara gizi dan farmasi dalam meningkatkan pengetahuan pasien lansia terhadap DM.
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Asam Salisilat pada Sediaan Kosmetika Semi Padat yang Beredar di Pasar Beringharjo, Yogyakarta Annisa Fatmawati; Depita Sucianingsih; Yessi Lestari; Rizal Fauzi; Emelda Emelda; Muhammad Abdurrahman Munir
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v6i2.1935

Abstract

Sediaan kosmetika yang diaplikasikan pada wajah dapat mempengaruhi struktur kulit dan penampilan. Bahan yang ditambahkan pada sediaan kosmetika untuk memperbaiki penampilan wajah salah satunya yaitu senyawa asam salisilat, zat anti acne & keratolitik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kualitatif dan kuantitatif senyawa asam salisilat dalam sediaan semi padat. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berasal dari Pasar Beringharjo Yogyakarta, dengan kriteria berupa sediaan semi padat yang dapat diaplikasikan pada wajah. Sampel A merupakan sediaan gel anti acne dengan hasil positif mengandung asam salisilat dan dilakukan penetapan kadar. Sedangkan sampel B (cream antibakteri & antijamur) dan sampel C (cream foundation), tidak mengandung asam salisilat. Persamaan regresi linier standar asam salisilat Y=0,0114X+0,0911 dengan nilai linieritas R=0,9963 dan LOD 5,186 ppm serta LOQ 15,714 ppm. Hasil penetapan kadar asam salisilat dalam sampel A yaitu 1,24 ± 0,06 % (b/b). Hal ini menunjukkan bahwa kadar asam salisilat dalam sampel A memenuhi persyaratan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia dan the Chinese Hygienic Standard, yaitu tidak lebih dari 2%.
Review: Eksplorasi Tanaman Herbal Indonesia sebagai Anti Inflamasi Emelda Emelda; Ratih Nugraeni; Kartika Damayanti
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v6i2.1938

Abstract

Inflamasi merupakan suatu kondisi dimana tubuh memberikan reaksi terhadap adanya infeksi, iritasi ataupun cedera yang ditandai dengan adanya kemerahan, panas, bengkak, dan juga nyeri. Reaksi inflamasi dikenal sebagai respon imun non spesifik. Tujuan dari review ini adalah untuk memberikan informasi mengenai tanaman herbal Indonesia, bagian tanaman maupun ekstrak dari herbal tersebut yang memiliki aktivitas sebagai anti-inflamasi. Dalam penelitian ini difokuskan pada review artikel-artikel pada studi eksperimental yang dilakukan secara in vivo dan komponen bioaktifnya. Penjelasan singkat mengenai pemberian, mekanisme anti inflamasi dari tanaman herbal tersebut dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk arah penelitian selanjutnya. Secara keseluruhan, artikel ini menyajikan profil tanaman herbal Indonesia sebagai anti inflamasi.
Uji Parameter Standarisasi dan Aktifitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Dari Kebun Tanaman Obat Farmasi Universitas Ata Yogyakarta dengan Metode DPPH emelda emelda; Metha Wulandari; Sundari Desi Nuryanti; Daru Estiningsih; Nurul Kusumawardani
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v8i2.4984

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi untuk menetralkan radikal bebas, molekul reaktif yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel biologis. Salah satu tanaman yang memiliki potensi antioksidan yang signifikan adalah bunga telang. Tanaman ini mengandung berbagai metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antioksidan.Proses standarisasi diperlukan untuk memastikan kualitas dan konsistensi ekstrak bunga telang dalam pembuatan sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter standarisasi serta aktivitas antioksidan dari ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) yang diperoleh dari tanaman obat farmasi Universitas Alma Ata dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium. Ekstrak etanol bunga telang dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dengan perbandingan bahan tanaman terhadap pelarut sebesar 1:10. Penelitian mencakup uji standarisasi spesifik dan non-spesifik untuk menilai kualitas ekstrak, serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH untuk menentukan potensi ekstrak dalam menangkal radikal bebas. Ekstrak etanol 70% bunga telang memenuhi standarisasi parameter spesifik (organoleptik, mikroskopik, skrining fitokimia)  dan non-spesifik (susut pengeringan, bobot jenis, kadar abu). Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol bunga telang diukur dengan nilai IC50 dan diperoleh hasil sebesar 58,78 ppm. Berdasarkan nilai IC50 tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bunga telang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
Perbedaan Jenis Pelarut Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) Emelda emelda; Ade Lia Putri; Abdul Rahman Lubis; Alvina Fitriya Dewi; Ani Octaviani; Bariqna&#039;im Katon Haryanggita
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.24406

Abstract

Lamtoro leaves (Leucaena leucocephala) have long been a traditionally used plant because they are rich in nutrients and have several health benefits. Antioxidants are compounds that can protect organisms from oxidation and free radicals, which are factors that cause cell damage. This study aims to determine the IC50 value and antioxidant activity of 70% ethanol extract and acetone extract from lamtoro leaves. The extraction of lamtoro leaves was carried out using the soaking method with 70% ethanol solvent and acetone solvent, respectively. The antioxidant activity test was carried out by determining the free radical inhibitory activity of DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Absorbance measurements were carried out using a UV-Vis Spectrofotometer at a wavelength of 517 nm. 70% ethanol extract and acetone extract of lamtoro leaves have very strong antioxidant activity with IC50 values of 41.18 ppm and 3,87 ppm, respectively. This result is the same as the comparison, namely vitamin C, which also has very strong antioxidant activity with IC50 value of 1.42 ppm. The conclusion of this research is that the acetone extract of lamtoro leaves have very strong antioxidant activity because they are still in the range of less than 50 ppm.
Pengaruh Variasi Jenis Pelarut Terhadap Kadar Flavonoid dan Fenolik Total Esktrak Etanol Umbi Lobak Putih (Raphanus sativus L.) Nadia Tus Saroya; Wahyu Yuliana Solikah; Emelda Emelda; Rizal Fauzi; Abdul Rahman Lubis
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.27991

Abstract

Lobak putih (Raphanus sativus L.) merupakan tanaman yang mengandung flavonoid, fenolik, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan. Flavonoid merupakan senyawa fenolik alami yang sangat umum ditemukan pada berbagai jenis tanaman. Senyawa ini mengandung satu atau lebih gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada cincin aromatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan jenis pelarut terhadap kadar total flavonoid dan fenolik dalam ekstrak umbi lobak putih. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi maserasi umbi lobak putih dengan menggunakan variasi pelarut yaitu etanol 70%, Etil Asetat, dan N-heksana. Pengukuran kadar flavonoid dan fenolik total dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis.Hasil skrining fitokimia pada masing-masing ekstrak mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan fenolik. Diperoleh kadar total flavonoid ekstrak umbi lobak putih pada pelarut etanol 70%, Etil Asetat, dan N-heksana berturut-turut 3,433 ± 0,298 mgQE/g; 0,146 ± 0,012 mgQE/g; 0,516 ± 0,026 mgQE/g. Sementara kadar total fenolik berturut-turut yaitu 24,53 ± 0,502 mgGAE/g; 4,4 ± 2,367 mgGAE/g; 6,65 ± 4,038 mgGAE/g. Berdasarkan hasil  analisis One Way ANOVA membuktikan bahwa variasi jenis pelarut memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar flavonoid dan fenolik total ekstrak umbi lobak putih dengan nilai signifikansi masing-masing 0,000* dan 0,001* (P<0,05).