Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengalaman Orang Tua Pasien dalam Menemani Anaknya yang Akan Menjalani Operasi di Rumah Sakit Islam Banjarnegara Salsabila Agung Azzahra; Eza Kemal Firdaus; Amin Susanto
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 10 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i10.182

Abstract

Operasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan dan ketakutan bagi orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman orang tua dalam menemani anak yang akan menjalani operasi di Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif, yang melibatkan wawancara mendalam dengan enam orang tua pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua mengalami perasaan cemas, takut, dan khawatir saat menemani anaknya yang menjalani operasi. Beberapa orang tua juga menunjukkan kemampuan dalam mengendalikan diri melalui doa dan dukungan spiritual. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dukungan emosional dan spiritual penting dalam membantu orang tua mengatasi stres saat mendampingi anak selama proses operasi. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih mendalam tentang peran keluarga dalam proses perawatan medis, khususnya operasi pada anak.
Edukasi Kesehatan Tentang Penanganan Pertama Kegawatdaruratan Kejang demam pada Anak di Desa Ledug Salsabila Putri Hendrila; Wilis Sukmaningtyas; Eza Kemal Firdaus
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 10 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i10.183

Abstract

Penanganan pertama kejang demam pada anak merupakan tindakan krusial yang perlu diketahui oleh orang tua untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai penanganan pertama kejang demam pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pre-test dan post-test pada 30 responden di Desa Ledug. Edukasi diberikan melalui metode ceramah dan demonstrasi menggunakan media visual seperti video dan PowerPoint. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan responden setelah edukasi, dengan nilai pre-test pada kategori baik sebesar 63,3% meningkat menjadi 93,3% pada post-test. Kesimpulannya, edukasi kesehatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai penanganan kejang demam, sehingga dapat mengurangi risiko komplikasi pada anak yang mengalami kejang demam.
Pengalaman Mahasiswa Keperawatan Anestesi dalam Menghadapi Tugas Akhir di Universitas Harapan Bangsa Hanana Hanana; Eza Kemal Firdaus; Madyo Maryoto
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 10 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i10.201

Abstract

Mahasiswa sering kali menghadapi tantangan dalam menyelesaikan tugas akhir, terutama karena kurangnya pemahaman tentang metodologi penelitian, keterbatasan referensi, dan tekanan emosional seperti stres dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman mahasiswa keperawatan anestesi dalam menghadapi tugas akhir di Universitas Harapan Bangsa. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 8 partisipan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Analisis data dilakukan dengan mentranskrip hasil wawancara dan melakukan koding untuk memperoleh tema-tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi berbagai kendala, termasuk kesulitan mencari judul, referensi yang terbatas, serta tekanan dari dosen pembimbing. Dukungan lingkungan sosial, seperti keluarga dan teman, memainkan peran penting dalam membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir. Kesimpulannya, penting untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengelola stres dan menyediakan akses yang lebih baik terhadap referensi dan bimbingan akademik.
PENGARUH TERAPI AKUPUNTUR TERHADAP PENURUNAN HEMIPLEGIA SHOULDER PAIN PADA PASIEN STROKE: TINJAUAN LITERATUR Santalia Banne Tondok; Sitti Ramdasari Aksan; Eza Kemal Firdaus; Siti Na’imah
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i2.255

Abstract

Stroke merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf pusat yang dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Pada kasus stroke penderita biasanya mengalami nyeri bahu. Teknik akupuntur merupakan salah satu cara yang dapat mengatasi gejala tersebut. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk menemukan bukti pengaruh terapi acupuncture terhadap penurunan shoulder pain hemiplegia pada pasien stroke. Metode yang diterapkan dengan melakukan pencarian literatur publikasi artikel maksimal database yang diperoleh adalah 10 tahun terakhir: Science direct, Cochrane Library dan Pubmed dengan kata kunci stroke AND shoulder pain OR hemiplegia AND acupuncture. Artikel yang dipilih adalah artikel yang asli yang merupakan hasil review yang sesuai dengan kriteria inklusi: teks artikel utuh dan bahasa Inggris. Kriteria eksklusi: rumusan masalah tidak sesuai (PICOT). Review yang dilakukan peneliti adalah melakukan pengecekan duplikasi artikel, judul, dan membaca keseluruhan isi artikel. Setelah itu, melakukan ekstraksi data dari artikel yang telah dipilih. Peneliti menyesuaikan dengan panduan PRISMA flowchart. Diperoleh 4 artikel yang memenuhi kriteria. Akupuntur merupakan terapi komplementer yang efektif dan minim efek samping dalam menurunkan hemiplegia shoulder pain (HSP) pada pasien stroke yang dilakukan dengan menusukkan jarum kecil pada titik meridian kepala, lengan dan bahu.  Stroke is a disease that attacks the central nervous system that can cause paralysis and even death. In this case, the patient usually experiences shoulder pain. Acupuncture technique is one way that can overcome these symptoms. The purpose of this literature study was to find evidence on the effect of acupuncture therapy on reducing shoulder pain hemiplegic in stroke patients. The method applied by searching the literature for publication of articles, the maximum database obtained is the last 10 years: Science Direct, Cochrane Library and Pubmed with the keywords: stroke AND shoulder pain OR hemiplegia AND acupuncture. The selected article is the original article which is the result of a review that meets the inclusion criteria: full article text and English. Exclusion criteria: Incorrect problem formulation (PICOT). The review carried out by the researcher is by checking the duplication of articles, titles, and reading the entire contents of the article. After that, perform data extraction from the selected articles. Researchers adjusted to the PRISMA flowchart guide. Obtained 4 articles that meet the criteria. Acupuncture is a complementary therapy that is effective and has minimal side effects in reducing hemiplegia shoulder pain (HSP) in stroke patients by inserting small needles at the meridian points of the head, arms, and shoulders. 
Robotic Glove Therapy in Stroke Rehabilitation: A Scoping Review of Current Evidence and Research Trends Eza Kemal Firdaus; Jony Francisco Dos Santos Silva; Devi Harmita
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 24 No 1 (2026): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol24.Iss1.2367

Abstract

Stroke remains a leading cause of long-term disability worldwide, with persistent upper limb and hand impairments substantially restricting functional independence and quality of life. Robotic glove therapy has emerged as an innovative wearable rehabilitation technology designed to deliver high-intensity, repetitive, and task-specific hand training to stimulate neuroplastic recovery. Despite growing clinical interest, the breadth of current evidence and its translational implications remain insufficiently synthesized. This scoping review aimed to systematically map existing research on robotic glove therapy in stroke rehabilitation, identify methodological gaps, and analyze technological and clinical outcome trends. The review followed the PRISMA-ScR framework. A comprehensive search of PubMed, ScienceDirect, ProQuest, Google Scholar, and national index databases identified 110 records published between 2016 and 2026. After duplicate removal and eligibility screening, eight studies were included in the final synthesis, comprising randomized controlled trials, pilot trials, double-blind studies, and case reports conducted in Europe, Asia, and North America. The findings indicate that robotic glove interventions—including soft robotic gloves, EMG-driven systems, passive mobilization devices, and hand exoskeleton gloves consistently improved upper limb motor outcomes, hand dexterity, grip strength, spasticity, pain, and activities of daily living. Technologies incorporating intention-driven or EMG-triggered control demonstrated superior functional gains, underscoring the importance of active patient engagement in motor relearning. Importantly, robotic glove therapy demonstrates practical feasibility due to its wearable design, adaptability to various impairment levels, and potential for semi-supervised or home-based deployment. By increasing training intensity without proportionally increasing therapist workload, this innovation offers a scalable rehabilitation solution, particularly relevant for healthcare systems facing workforce limitations and growing stroke prevalence. While methodological heterogeneity and limited sample sizes constrain definitive conclusions, current evidence supports robotic glove therapy as a clinically promising and operationally feasible adjunct to conventional stroke rehabilitation, warranting larger standardized trials and contextual implementation studies in emerging healthcare settings.      
A DIGITAL NURSING CARE DELIVERY MODEL TO IMPROVE QUALITY OF LIFEIN HEART FAILURE: A SCOPING REVIEW Eza Kemal Firdaus; Letícia Carvalho Mendes; Eoin Patrick Byrne; Vijay Kumar
NurseLine Journal Vol. 10 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v10i2.60275

Abstract

Background: Conventional treatment reduces symptoms, hospitalizations but remains insufficient in enhancing long-term QoL. Telerehabilitation has emerged as a promising digital nursing care approach to address these limitations. Objective: Aimed to examine effectiveness of telerehabilitation in improving QoL for HF patients. Methods: Search was conducted in PubMed, SAGE , Wiley Online Library, ProQuest, ScienceDirect for randomized controlled trials published between 2012 and 2022. PRISMA framework guided study selection, while PICO model defined eligibility criteria. Methodological quality was assessed using the JBI appraisal tool. Results: 3,724 articles screened, 5 randomized controlled trials met inclusion criteria. Interventions included mobile phone-based telemonitoring, structured telephone support, home-based applications, nurse-led collaborative programs. All studies reported improvements in QoL, self-care behaviors, health outcomes, alongside reductions in hospital readmissions. JBI scores rangied from 11/ 13 to 13/13, indicating strong methodological rigor. Conclusion: Telerehabilitation effectively enhances QoL in HF patients by strengthening self-management, enabling continuous monitoring, supporting psychosocial well-being. Despite challenges related to accessibility, sustainability, resource allocation, telerehabilitation offers a feasible, evidence-based strategy to improve QoL in HF management.
Early Post-Cesarean Anxiety, Nausea, Vomiting, and Pain Under Spinal Anesthesia: Trajectories and Modifiable Predictors Indah Susanti; Eza Kemal Firdaus; Septian Mirova Sebayang; Amelia Andini; Alicia Dumes Berg; Margaret Atwood; Rantiningsih Sumarni; Mesya Mesya; Asmat Burhan
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 29 No 2 (2026): July
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v29i2.2207

Abstract

Recovery after caesarean under spinal anesthesia remains a quality gap, with scarce evidence on modifiable anesthetic practices improving recovery. Data linking the neuraxial technique, nausea, anxiety, and pain remain limited. The objective of this study was to describe postoperative nausea and vomiting, anxiety, and pain at 6, 12, and 24 hours after caesarean section under spinal anesthesia and to examine whether intrathecal adjuvant use, sensory block level, fasting duration, and American Society of Anesthesiologists (ASA) physical status were associated with these outcomes. Cross-sectional study across five hospitals; 534 women undergoing caesarean under spinal anesthesia. Exposures: intrathecal adjuvant, sensory level (≤ T6 and > T6), nil per os (NPO) time, and ASA class. Outcomes: postoperative nausea and vomiting (PONV) using Rhodes Index of Nausea, Vomiting, and Retching (RINVR), anxiety using State-Trait Anxiety-State STAI-S), pain at 6,12,24 h; generalized estimating equations Poisson and linear models. A total of 534 women completed the study (mean age, 31.8 years; mean body mass index, 29.3). Symptom burden was greatest in the early postoperative period: postoperative nausea and vomiting and pain were highest at 6 hours, whereas anxiety peaked at 12 hours. By 24 hours, symptoms had declined, although substantial proportions of women continued to report nausea and pain. Better ASA physical status (class I-II) was associated with lower RINVR and STAI-S. These findings suggest that modifiable perioperative factors may help inform strategies to improve early post-caesarean recovery and guide postoperative nursing monitoring and symptom management.