Claim Missing Document
Check
Articles

Menerapkan Teori Konseling Realitas Sebagai Intervensi untuk Mengurangi Perilaku Bullying Harefa, Meiwati; Munthe, Mondang; Damanik, Hosianna Roderanni; Lase, Famahato
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Wibawa
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/wib.v4i2.312

Abstract

Prilaku dan korban bullying baik secara verbal, non verbal maupun tidak langsung dapat dientaskan dengan konseling realitas teknik WDEP. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan teori konseling realitas sebagai intervensi untuk mengurangi perilaku bullying pada peserta didik menggunakan metode eksperimen desain one group pretest- posttest design yaitu untuk mengetahui efek sebelum dan sesudah perlakuan atau O1 X O2. O1 adalah nilai pretest X adalah perlakuan atau treatmen atau konseling realitas dan O2 adalah nilai posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IX SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara dan sampel ditarik secara purposive sampling berjumlah 30 orang. Data dikumpulkan melalui intrumen tes awal dan akhir serta dianalisis dengan membandingkan hasil O1 dengan O2 dan selanjutnya hasilnya dideskripsikan. Hasil peneltian menyimpulkan bahwa konseling realitas teknik WDEP sangat ampuh mengentaskan masalah bullying pada peserta didik, baik bullying verbal, non verbal maupun tidak langsung. Hal ini dibuktikan dengan tiga orang peserta didik (10%) yang melakukan bullying verbal dengan perilaku memberi panggilan jelek terhadap teman dan mengejeknya, 2 orang (6,67%) yang melakukan bullying nonverbal terhadap temannya seperti meludahi, menunjukkan ekspresi muka yang jelek dan membentak, dua (2) orang (6,67%) melakukan bullying verbal tidak langsung yakni melakukan perilaku mengucilkan dan mendiamkan temannya serta dua puluh tiga (23) orang lainnya (76,67%) adalah ikut-ikutan dalam melakukan bullying. Korban bullying juga sudah mampu mengatasi masalahnya, baik baik bullying verbal, non verbal maupun tidak langsung. Hal ini dibuktikan dengan menurunnya kecemasan konseli sampai pada taraf nol, mereka mempunyai rencana hidup yang berguna, menilai rencana perilaku yang dibuatnya dan perubahan perilaku yang telah terjadi pada dirinya serta proses dan tujuan konseli. Disarankan kepada guru konselor sekolah untuk merencanakan dan melaksanakan layanan konseling realita teknik WDEP untuk mengentaskan perilaku bullying pada peserta didik.
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Perilaku Konformitas Harefa, Indah Jelita; Zebua, Elizama; Lase, Famahato; Damanik, Hosianna Rodearni
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Wibawa
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/wib.v4i2.313

Abstract

Layanan bimbingan kelompok (BKp) dapat mengentaskan masalah perilaku konformitas teman sebaya dan mengubahnya menjadi perilaku yang baik pada peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap efektivitas layanan BKp terhadap perilaku konformitas peserta didik, menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimen desain one group pretest-posttest design. Data dikumpulkan dengan tes dan dianalisis secara kuantitatif dan hasilnya dideskripsikan. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Permata Kasih Gunungsitoli dan sampel ditarik secara purposive sampling dari satu rombongan belajar kelas XI berjumlah 25 orang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa layanan BKp yang diberikan oleh konselor sangat ampuh dalam mengentaskan, meningkatkan dan memecahkan masalah perilaku konformitas pada peserta didik. Sebelum diberi layanan BKp perilaku konformitas teman sebaya mereka sangat buruk, sedangkan setelah diberi layanan perilaku konformitas mereka berubah menjadi berperilaku amat baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil post-test yang menunjukan bahwa perilaku konformitas peserta didik dari 7 subjek penelitian ditemukan ada peningkatan positif pada perilaku mereka sebagai hasil dari pemberian perlakuan yakni layanan BKp. Juga didapatkan 6 peserta didik berperilaku sedang dengan tingkat persentase 24% dan 19 peserta didik atau 76% yang berperilaku menjadi tinggi atau amat baik. Artinya pemberian layanan BKp sangatlah efektif untuk memperbaiki perilaku konformitas peserta didik. Hasil perlakuan yakni selisih antara pre-test dengan post-test total rata-rata sebesar 22,24 dengan hasil uji N-Gain 0,89 atau 89,43% maka dapat dinyatakan bahwa layanan BKp dapat memberi dampak yang baik. Disarankan kepada guru BK atau konselor sekolah agar merencanakan dan melaksanakan layanan BKp untuk mengentaskan masalah konformitas dan kepada peserta didik agar mengikutinya dengan baik.
Pengaruh Stigma Teman Sebaya Terhadap Hubungan Interpersonal Telaumbanua, Junevalim; Zebua, Elizama; Damanik, Hosianna Rodearni; Lase, Famahato
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Wibawa
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/wib.v4i2.314

Abstract

Kemampuan hubungan interpersonal dapat ditingkatkan dengan upaya pengentasan masalah stigma teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pengaruh pengentasan masalah stigma teman sebaya (variabel X) terhadap hubungan interpersonal (variabel Y) menggunakan metode kuantitatif strategi asosiatif. Lokasi penelitian adalah UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII berjumlah 320 dan sampel ditarik secara purposive sampling sebanyak 32 orang. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner angket tertutup yang dibagikan kepada sejumlah responden. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier untuk menjawab pertanyaan penelitian sesuai hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan stigma teman sebaya (X) terhadap hubungan interpersonal (Y) yaitu semakin dientaskan masalah stigma teman sebaya maka semakin meningkat kemampuan hubungan interpersonal peserta didik. Sumbangan atau kontribusi variabel X terhadap Y sebesar 96,1 % sedangkan sisanya sebesar 3,1 % dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti, dan pengaruh ini dikategorikan sangat besar. Nilai koefisien regresi variabel X bernilai positif, yaitu 0,491, artinya bahwa setiap peningkatan pengentasan stigma teman sebaya sebesar 1,00 % maka akan diikuti dengan peningkatan hubungan interpersonal sebesar 0,491 % dengan asumsi variabel independen lainnya tetap. Disarankan kepada guru BK agar merencanakan dan melaksanakan layanan bimbingan kelompok kepada peserta didik dengan materi yang cocok dan tepat untuk mengentaskan masalah stigma teman sebaya dan meningkatkan hubungan interpersonal peserta didik. Juga kepada peserta didik disarankan agar mengikutinya dengan baik.
Pengaruh Bimbingan Kelompok dengan Teknik Self Management terhadap Disiplin Belajar Zendrato, Elphisman; Foera-era Lase, Justin; Rodearni Damanik, Hosianna; Lase, Famahato
Counseling Milenial (CM) Vol. 7 No. 1 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/konselor.v7i1.10966

Abstract

Group guidance is an activity carried out by a group of individuals utilizing group dynamics, namely interactions in the form of sharing opinions, responses, suggestions, and so forth. Learning discipline is not only obedience to rules but also the realization of individual awareness to take responsibility for their own learning process. This study aims to determine the significant influence of group guidance using self-management techniques on students’ learning discipline at SMK Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa. This research is a quantitative study. Quantitative research involves the collection and analysis of numerical data with controlled variables, which allows researchers to investigate phenomena and relationships between variables in a structured manner. The results of the hypothesis test using the paired sample t-test with a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.001 < 0.05 indicate that the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted, thus it can be concluded that group guidance using self-management techniques has a significant influence on learning discipline.
Pengaruh Teknik Konseling Person Centered Therapy (PCT) terhadap Peningkatan Konsep Diri Darman Gulo, Sukur; Rodearni Damanik, Hosianna; Lase, Famahato; Foera-era Lase, Justin
Counseling Milenial (CM) Vol. 7 No. 1 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/konselor.v7i1.10967

Abstract

This study aims to determine the extent of the effect of the Person Centered Therapy (PCT) counseling technique on improving students’ self-concept at SMP Negeri 2 Mandrehe. Self-concept is an individual’s idea about themselves, which includes beliefs, perceptions, and evaluations of their own identity. This research employed a quantitative approach. The sampling technique used was probability sampling with a random sampling method. The instruments used in this study were a self-concept questionnaire and a Person Centered Therapy (PCT) questionnaire. The hypothesis testing using simple linear regression with a t-test showed a significance level where the t-value was 1.750 and Sig value was 0.001 < 0.005. This indicates that the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected. Therefore, it can be concluded that there is a significant effect of the Person Centered Therapy (PCT) counseling technique on improving students’ self-concept at SMP Negeri 2 Mandrehe.
Penguatan Kesadaran Anti Bullying Dan Cyber Bullying Melalui BK Klasikal Di SMP Negeri 4 Gunungsitoli Lase, Justin Foera-era; Lase, Famahato
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Multi Disiplin Vol. 3 No. 1 (2026): JUPENGEN - Februari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/jupengen.v3i1.1274

Abstract

This Community Service Program (PKM) aims to enhance students’ understanding and awareness of the dangers of bullying and cyberbullying through classical Guidance and Counseling (GC) services at SMP Negeri 4 Gunungsitoli. The main issue addressed is the low level of students’ knowledge regarding the forms, impacts, and prevention strategies of bullying and cyberbullying in both school environments and digital spaces. The program was implemented using communicative material delivery, case-based group discussions, question-and-answer sessions, and simple simulations designed to foster empathy and mutual respect. The activities were conducted in a structured manner involving lecturers and students from the Guidance and Counseling Study Program as part of the implementation of the Tri Dharma of Higher Education. The results indicate an improvement in students’ understanding of bullying and cyberbullying concepts, increased awareness of their psychological and social impacts, and the development of attitudes rejecting all forms of verbal, physical, and digital violence. Furthermore, classical GC services proved effective as a preventive approach in creating a safe, comfortable, and supportive school environment. In conclusion, this PKM activity provides a meaningful contribution to strengthening empathy, social responsibility, and an anti-bullying culture in schools.
Efektivitas Teknik Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Untuk Meningkatkan Konsep Diri pada Siswa di UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara: Penelitian Zebua, Ningsih Rahman; Damanik, Hosianna Rodearni; Lase, Famahato; Lase, Justin Foera-Era
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5411

Abstract

Self-concept is one of the key elements where individuals are able to understand their own identity from the influence of social interactions. However, in reality, students at UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara are still found to have a low self-concept. So that with this, students experience obstacles both in recognizing themselves, disrupting their learning process, so that students tend to stay away from social interactions in their environment. The purpose of this study was to improve students' self-concept through individual counseling services with Cognitive Behavioral Therapy (CBT) techniques. This type of research is quantitative research with an experimental approach. Based on the results of the study, it was found that the posttest value in the experimental group was 82.93 higher than the posttest value in the control group 56.93. The value of the two groups indicates that in the experimental group the service is more effective in improving students' self-concept. This can be strengthened based on the results of the N-gain test in the experimental class, which is 67.6701 / 68% in the moderately effective category (56-75%). So it can be concluded that the provision of individual counseling services with CBT techniques is declared quite effective.
Pengaruh Layanan Penguasaan Konten Terhadap Peningkatan Konsep Diri Di UPTD SMP Negeri 3 Gunungsitoli Alo’oa Telaumbanua, Boroli; Damanik, Hosianna Rodearni; lase, Justin Foera-era; Lase, Famahato
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Layanan Penguasaan Konten Terhadap Peningkatan Konsep Diri Siswa di UPTD SMP Negeri 3 Gunungsitoli Alo'oa. Layanan penguasaan konten merupakan bentuk layanan bimbingan dan konseling yang membantu siswa menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif yang berdampak pada terbentuknya konsep diri yang lebih baik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen. Sampel terdiri dari siswa kelas IX-1 dan IX-2 dengan Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket konsep diri sesudah pelaksanaan layanan. Analisis data menggunakan uji statistik untuk menguji pengaruh layanan terhadap perubahan konsep diri dimana besar pengaruh layanan penguasaan konten (X), terhadap peningkatan konsep diri (Y) sebesar 0,484. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada konsep diri siswa setelah diberikan layanan penguasaan konten yaitu nilai t hitung > t tabel (7,991 > 1,667) atau nilai signifikansi hitung lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,050) maka Ho ditolak Ha diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan penguasaan efektif dalam membantu siswa mengembangkan konsep diri konten positif di SMP Negeri 3 Gunungsitoli Alo’a.
EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMA NEGERI 1 GIDO Halawa, Yatisama; Lase, Justin Foera-era; Lase, Famahato; Damanik, Hosianna Rodearni
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9511

Abstract

ABSTRACT Bullying behavior in the school environment remains a serious issue affecting students’ social and emotional development. This study aims to analyze the effectiveness of behavioral counseling in reducing bullying among eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Gido. The study employed a quantitative approach using a one-group pretest–posttest experimental design. The sample consisted of 90 students from class XI-1 selected through cluster random sampling. The intervention was conducted in six group counseling sessions, each lasting 60 minutes over three weeks. Data were collected using a bullying behavior questionnaire that had met validity and reliability standards. The data were analyzed using a paired sample t-test and N-Gain analysis to measure the effectiveness of the intervention. The results showed a significant decrease after the intervention, with an N-Gain value of 88.36% (effective category) and a significance value of 0.000 < 0.05. These findings indicate that behavioral counseling is effective as an intervention strategy in guidance and counseling services to reduce aggressive behavior in schools. Practically, the results provide empirical evidence for school counselors in designing structured and sustainable counseling programs to foster more adaptive and positive student behavior. ABSTRAK Perilaku bullying di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan serius yang berdampak pada perkembangan sosial dan emosional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas konseling behavioral dalam menurunkan tingkat bullying pada peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Gido. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 90 peserta didik kelas XI-1 yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Intervensi dilaksanakan dalam enam sesi konseling kelompok, masing-masing berdurasi 60 menit selama tiga minggu. Pengumpulan data menggunakan angket perilaku bullying yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test dan uji N-Gain untuk mengukur efektivitas perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan yang signifikan setelah pemberian layanan, dengan nilai N-Gain sebesar 88,36% (kategori efektif) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling behavioral efektif sebagai strategi intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling untuk menekan kecenderungan perilaku agresif di sekolah. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan dasar empiris bagi guru BK dalam merancang program konseling yang terstruktur dan berkelanjutan guna membentuk perilaku peserta didik yang lebih adaptif dan positif.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI COPING UNTUK MENGURANGI STRES BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 3 BAWOLATO Lase, Murniati; Damanik, Hosianna Rodearni; Lase, Justin Foera-era; Lase, Famahato
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9512

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the increasing academic pressure that affects students’ emotional conditions, concentration, and learning motivation, thereby requiring effective guidance and counseling interventions to help students manage academic stress. The purpose of this study was to examine the effectiveness of group counseling services using coping strategies in reducing students’ learning stress. The research employed a quantitative method with an experimental approach using a Pretest-Posttest Control Group Design. The population consisted of all students of SMP Negeri 3 Bawolato in the 2024/2025 academic year, with samples selected through purposive sampling, namely class VIII-A as the experimental group and class VIII-B as the control group, based on preliminary observations indicating relatively high levels of learning stress. The research instrument was a closed-ended questionnaire using a five-point Likert scale that met validity and reliability requirements, with a Cronbach’s Alpha value of 0.909, indicating high reliability. Data were collected through pretest and posttest procedures and analyzed using normality tests, homogeneity tests, and an independent t-test with the assistance of SPSS version 25 at a significance level of 0.05. The results revealed a significant difference between the experimental and control groups after the intervention, indicating that group counseling services with coping strategies are effective in reducing students’ learning stress. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tekanan akademik yang berdampak pada kondisi emosional, konsentrasi, dan motivasi belajar siswa, sehingga diperlukan intervensi bimbingan dan konseling yang efektif untuk membantu siswa mengelola stres belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan konseling kelompok dengan strategi coping dalam menurunkan stres belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen menggunakan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 3 Bawolato Tahun Pelajaran 2024/2025, dengan sampel yang ditentukan melalui teknik purposive sampling, yaitu kelas VIII-A sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-B sebagai kelompok kontrol berdasarkan hasil observasi awal yang menunjukkan tingkat stres belajar relatif tinggi. Instrumen penelitian berupa angket tertutup skala Likert lima tingkat yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,909, sehingga dinyatakan reliabel. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t-test dengan bantuan SPSS versi 25 pada taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah perlakuan diberikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan strategi coping efektif dalam menurunkan stres belajar siswa.