Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISIS WACANA KRITIS: DIMENSI SOSIAL DALAM NOVEL TENTANG KAMU KARYA TERE LIYE Fitriani Lubis; Gita Widia; Salsabila
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2023): Juni: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v3i2.12196

Abstract

This study aims to describe Norman Fairclough's social dimensions by using critical discourse analysis procedures. This study used descriptive qualitative method. The data collection technique used was to record the data found from observations of discourse in the novel. About you by Tere Liye. The data that has been collected is then analyzed using the socially practical steps of the Fairclough critical discourse analysis method. The results and discussion in social practice are divided into three stages, namely situational, institutional and social. There are 31 data in the novel about you by Tere Liye.
MELACAK AKAR BUDAYA: MEMAHAMI MAKNA DAN NILAI TRADISI LISAN MALAM BARINAI SEBAGAI WARISAN BUDAYA MASYARAKAT MELAYU BATUBARA Fahira Adinda; Khairana Zira; Muhammad El Fahrizi Noor; Mutiara Putri Nabila; Fitriani Lubis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v2i6.3599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan nilai tradisi lisan malam barinai sebagai warisan budaya masyarakat Melayu Batubara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Metode ini dipilih untuk memahami makna dan nilai tradisi lisan Malam Barinai secara mendalam, dengan mengeksplorasi berbagai aspek tradisi ini melalui pengumpulan data dan analisis yang komprehensif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi (content analysis). Malam Barinai bukan hanya sebuah ritual, tetapi juga medium komunikasi antar generasi. Malam Barinai merupakan salah satu tradisi lisan yang memegang peranan penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Melayu Batubara.
ANALISIS TRADISI LISAN DAN RELEVANSI NILAI MORAL DALAM CERITA RAKYAT MANDAILING: STUDI KASUS KISAH SI BOLAK DAN PUTRI UJUNG PANDANG Adellia Luisa; Amelia Nurul Oktaviani Rangkuty; Ayu Wardani Sitompul; Fatin Riza Azizah; Romauli Angelika Silitonga; Fitriani Lubis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v2i6.3601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tradisi lisan dan relevansi nilai moral dalam cerita rakyat Mandailing, dengan fokus pada kisah Si Bolak dan Putri Ujung Pandang. Melalui pendekatan analisis kualitatif, artikel ini mengungkapkan bagaimana cerita rakyat Mandailing mempertahankan tradisi lisan sebagai medium untuk menyampaikan pesan moral yang relevan dengan nilai-nilai budaya dan kehidupan masyarakat. Dengan merujuk pada teori-teori folklor dan etnografi sastra, analisis mendalam dilakukan terhadap struktur naratif, karakter, dan pesan moral yang terkandung dalam kisah tersebut. Hasilnya, penelitian ini menyoroti pentingnya cerita rakyat sebagai sarana pendidikan moral dan pemeliharaan identitas budaya di tengah perubahan zaman. Implikasi dari penelitian ini adalah penawaran wawasan baru terhadap kekayaan budaya Mandailing serta pentingnya memahami dan melestarikan tradisi lisan sebagai bagian integral dari warisan budaya yang berharga.
MENINGKATKAN KEPAHAMAN BUDAYA: MENGGALI MAKNA UMPASA DAN UMPAMA DALAM TRADISI SIMALUNGUN Altina Sianturi; Astuti Simanullang; Olly Risfa Sitohang; Natalia Debrianti Siringo-ringo; Fitriani Lubis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v3i1.3625

Abstract

Tradisi lisan umpasa memiliki peran penting dalam budaya masyarakat Simalungun. Umpasa adalah bentuk puisi yang digunakan untuk menyampaikan pesan, nasehat, dan nilai-nilai kehidupan. Dalam penelitian ini, kami menggali makna umpasa dan umpama dalam tradisi Simalungun serta mengidentifikasi nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini dilakukan di Desa Simbou Baru, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpasa dalam tradisi Simalungun memiliki konsep religi yang terkait dengan nilai-nilai budaya. Dalam data umpasa yang mengindikasikan konsep religi, terdapat dua makna umpasa Makna Menasihati: Terdapat empat umpasa yang berfungsi sebagai nasihat kepada masyarakat, Makna Mengharapkan Sesuatu: Terdapat sembilan umpasa yang mengandung harapan terhadap kehidupan, Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam umpasa Simalungun antara lain. Nilai Kesejahteraan, Termasuk nilai kerja keras, pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan gender, Nilai Kedamaian, Meliputi kesetiakawanan sosial, kerukunan, penyelesaian konflik, komitmen, dan pikiran positif.
PERAN CERITA RAKYAT GOA UMANG DALAM MELESTARIKAN BUDAYA MASYARAKAT KARO DI SEKITAR GOA KEMANG DESA DURITANI SIBOLANGIT Christine Hagaina Ginting; Fitriani lubis; Iren Christin Ferbina Ginting; Tania Stevani Bangun; Yesi Jesika Sitepu
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v3i1.3645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran cerita rakyat Umang dalam melestarikan budaya masyarakat Karo di sekitar Gua Kemang, Desa Duritani, Sibolangit. Cerita rakyat Umang telah diwariskan secara turun-temurun dan terbingkai dalam situs arkeologi yang dikenal sebagai Gua Kemang. Fokus penelitian ini adalah untuk menelusuri apakah cerita rakyat Umang masih dikenal oleh masyarakat sekitar dan sejauh mana relevansinya dalam kehidupan mereka saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang melibatkan observasi, wawancara, dan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Umang masih dikenali oleh sebagian masyarakat, terutama mereka yang berusia 40 tahun ke atas. Namun, relevansi cerita ini telah berkurang akibat pengaruh modernisasi, pendidikan, agama, dan teknologi. Temuan ini menunjukkan adanya tantangan dalam mempertahankan warisan budaya di tengah perubahan sosial yang cepat, serta pentingnya upaya pelestarian yang lebih intensif untuk menjaga keberlanjutan cerita rakyat tersebut dalam masyarakat Karo.
ANALISIS MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF PADA UMPASA DALAM RITUAL KEMATIAN ADAT BATAK TOBA : SEBUAH KAJIAN TRADISI LISAN SUMATERA UTARA Agriva Randika Tarigan; Angelica Simanjuntak; Fitriani Lubis; Sepriyani Malau; Trivani Laura Manullang
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v3i1.3650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna umpasa Batak Toba secara denotatif dan konotatif yang sering digunakan dalam acara adat kematian. Metode penelitian yang digunakana dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatif. Sedangkan sumber data dari penelitian ini berasal dari wawancara kepada salah satu parhata yang kental dengan adat masyarakat Batak Toba. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni teknik rekam dan teknik wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan di dalam karya sastra yang dimana umpasa sebagai tradisi lisan etnis Batak Toba tidak hanya memiliki makna denotatif saja. Meskipun makna denotatif lebih umum dalam umpasa, ada kemungkinan makna konotatif juga ditemukan dalam sastra Batak Toba.
INTEGRASI NILAI-NILAI TRADISIONAL DALAM PERNIKAHAN ETNIS ANGKOLA DI SIPIROK Fitriani Lubis; Maria Cristin TC Aritonang; Artha Situmorang; Ruth Tio Rohana br. Sianturi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v3i1.3726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis integrasi nilai-nilai tradisional dalam pernikahan etnis Angkola di Sipirok. Nilai-nilai tradisional tersebut mencakup adat istiadat, norma sosial, dan simbol-simbol budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan etnis Angkola masih kuat dipengaruhi oleh nilai-nilai tradisional, meskipun ada beberapa adaptasi terhadap perubahan zaman. Integrasi ini terlihat dalam berbagai tahapan upacara pernikahan, seperti marpokat (musyawarah keluarga), manulak balu (pemberian mas kawin), dan marsibuhai-buhai (pemberian nasihat). Nilai-nilai seperti gotong royong, hormat kepada orang tua, dan kebersamaan menonjol dalam setiap prosesi. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih dalam mengenai keberlanjutan budaya tradisional dalam konteks
STRATEGI PENULISAN EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROPOSAL PENGABDIAN MASYARAKAT Emitiur Malau; Denada Septiani Yesa; Kezia Merry Ivanya Devita Purba; Fitriani Lubis
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 03 (2024): JUNI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian melibatkan proses sistematis untuk menemukan jawaban dan mengembangkan ilmu melalui pemeriksaan dan hipotesis. Laporan penelitian dari aktivitas pengabdian masyarakat membantu menyusun proposal yang berisi latar belakang, tujuan, metode, jadwal, dan anggaran untuk mendapatkan pendanaan . Mahasiswa sering menghadapi masalah dalam penulisan proposal, seperti kesalahan bahasa dan keterbatasan sumber daya. Pengabdian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami fenomena dalam konteks alamiah dan penelitian kepustakaan untuk menemukan pola dan tema dalam literatur. Pengabdian kepada masyarakat, bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, memerlukan proposal berkualitas untuk menarik pendanaan, menjelaskan latar belakang, tujuan, metode, luaran, dan anggaran secara jelas. Hambatan penulisan proposal mencakup kesulitan merumuskan pertanyaan dan memilih metodologi. Strategi yang efektif, seperti memahami kebutuhan mitra, merancang metode pelaksanaan yang tepat, dan menyusun anggaran realistis, serta proofreading dan editing, penting untuk memastikan kualitas proposal, meningkatkan peluang pendanaan, dan melaksanakan kegiatan yang bermanfaat.
Pengaruh Strategi Pembelajaran RAFT (Role, Audience, Format, Topic) Terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Kelas VIII SMP Swasta GKPS 3 Pematangsiantar Diera Elika Purba; Fitriani Lubis
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa (JURRIBAH)
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurribah.v4i1.4366

Abstract

This study aims to (1) analyze the skills of class VIII students of GKPS 3 Pematangsiantar Private Middle School in compiling explanatory texts before the implementation of the RAFT strategy. (2) Analyze the skills of class VIII students of GKPS 3 Pematangsiantar Private Middle School in compiling explanatory texts after the implementation of the strategy. (3) Analyze the impact of the RAFT learning strategy on the skills of compiling explanatory texts of class VIII students of GKPS 3 Pematangsiantar Private Middle School. The population in this study were class VIII students of GKPS 3 Pematangsiantar Private Middle School, namely class I with 26 students and class II with 27 students. The method used in this study was a two-group posttest design. Analysis assumption tests, normality tests and hypothesis tests were used in data analysis. The results of the study in the control class reached an average of 69.5 and were included in the "sufficient" category. The results of the study obtained with the RAFT strategy were 86.03 and were included in the "very good" category. Through the hypothesis test, namely tituing>ttable, namely 7.109>1.67528, it can be concluded that there is a significant influence of the use of the RAFT strategy on the ability to write explanatory texts of Class VIII students of SMP Swasta GKPS 3 Pematangsiantar.
Analisis Kritik Sosial Berbasis Postkolonialisme dalam Puisi Sajak Sebatang Lisong Karya W.S. Rendra Nasya Nabila Said; Ratna Lolane Sianipar; Stella Parta Siagian; Stevani Situmorang; Erfanintia Siringoringo; Jesicha Nainggolan; Fitriani Lubis
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa (JURRIBAH)
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurribah.v4i1.5222

Abstract

This study examines the poem Sajak Sebatang Lisong by W.S. Rendra through a postcolonial lens, focusing on the underlying social criticism embedded within the text. The poem reflects the persistent social inequalities that continue to affect Indonesian society in the post-independence era, particularly in the realms of education and the marginalization of impoverished children. Through symbols such as the cigarette (lisong), wealthy elites (cukong), and the imagery of an endless road, the poem highlights the lingering presence of colonial structures within contemporary social and educational systems. Employing a qualitative descriptive approach, the study utilizes textual analysis and socio-cultural context as primary analytical tools. The findings reveal that political independence has not been fully accompanied by social justice. Structural oppression and limited opportunities continue to hinder the younger generation in their pursuit of a better future. As such, the poem serves as a powerful literary critique of neocolonial practices and ongoing social alienation. These findings contribute to a deeper understanding of how literature can reflect colonial legacies and the socio-political dynamics of post-independence Indonesia, while also enriching the discourse in postcolonial literary studies.