Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kajian Sosiologi Feminisme dalam Cerpen Perempuan Musim Pagi Karya Emasta Evayanti Simanjuntak Siti Adila Putri Kurnia; Widya Utari; Fri Silvia Simanjuntak; Fitriani Lubis
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 1 (2022): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v5i1.1201

Abstract

Karya sastra dapat menjadi wadah bagi pengarang dalam mengutarakan dan mengungkapkan perasaaan, emosi, serta pemikirannya pada suatu tulisan dengan berbagai macam gaya tulisan. Di dalam kaitan karya sastra dengan masyarakat, asumsi yang berlaku adalah bahwa karya sastra adalah potret dari kondisi sosial masyarakat. Pada karya sastra cerpen sendiri banyak sekali yang menceritakan permasalahan-permasalahan yang sudah sedari dulu terjadi di kehidupan nyata. Isu feminisme yang berhubungan erat dengan sosial masyarakat sosiologi banyak ditemukan pada kehidupan nyata mau pun karya sastra. Praktik penerapan pendekatan sosiologi sastra di Indonesia terkini ada anggapan bahwa sosiologi sastra tidak cocok dengan kritik sastra feminis meski sudah jamak diketahui bahwa feminisme tidak bisa lepas dari konstruk sosial dan praktik patriarki di dalam masyarakat. Kritik sastra diperlukan untuk melihat lebih mendalam permasalahan tersebut pada suatu karya sastra. Oleh karena itu, Artikel ini hendak menunjukkan bentuk- bentuk sosiologi feminisme dalam cerpen Perempuan Musim Pagi karya Emasta Evayanti Simanjuntak pada buku antologi cerpen berjudul Tiur dan Poltak. Metode pengumpulan data menggunakan metode pembacaan cermat ekstensif terhadap literatur yang bertautan dengan sosiologi sastra, sosiologi feminis, dan kritik sastra feminis. Berdasarkan hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa bentuk-bentuk sosilogi feminisme berupa kekerasan emosional, kejahatan seksual, dan kejahatan publik.
Analisis Nilai Moral Religius dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata Yolanda Ginting; Nurhasnah; Fitriani Lubis
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 1 (2022): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v5i1.1202

Abstract

Nilai moral, budaya, kehidupan sosial, dan karya sastra memilikilingkup kehidupan masyarakat yang luas, karena sastra lahir daribudaya masyarakat. Aspek dalam kehidupan sosial yang telahada masyarakat merupakan cerminan dari munculnya karyasastra. Oleh karena itu, budaya Moral, kehidupan sosial, dankarya sastra berkaitan erat. Banyak nilai-nilai sosial dan budayayang secara tidak langsung maupun tidak langsung ingindisampaikan langsung oleh pengarang melalui karya yangdibuatnya. Sehubungan dengan penelitian ini, ada permasalahanyang akan diteliti sebagai berikut: (a) Nilai-nilai moral yangterkandung dalam Novel Tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, (b) Cara Menyampaikan Nilai Moral dalam NovelTetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitiankualitatif, karena data yang diperoleh berupa pernyataan, kalimat, atau kutipan, tidak dalam angka. Data untuk penelitian ini berupakutipan pernyataan atau kalimat yang mengandung nilai moraldalam novel tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Sedangkan teknik Pengumpulan data dalam penelitian inimenggunakan teknik tekstual, karena Objek penelitian adalahdokumentasi karya sastra yaitu novel Tetralogi Laskar Pelangioleh Andrea Hirata. Berdasarkan analisis dalam novel tetralogiLaskar Pelangi berisi: nilai moral dan nilai Akhlak tersebutumumnya tidak tersampaikan dalam tema, melainkan dijalinbersama dengan rangkaian cerita dan penyampaian secara tertulisdalam novel Laskar Pelangi.
Co-Authors Adellia Luisa Agriva Randika Tarigan Altina Sianturi Amelia Nurul Oktaviani Rangkuty Angel Oktoria Manise Marbun Angelica Simanjuntak Artha Situmorang Astuti Simanullang Ayu Wardani Sitompul Banjarnahor, Pretty Grace Christine Hagaina Ginting Claudya Stefany Tondang Daulay, Nadia Saputri Debora Cecilia Hutagalung Denada Septiani Yesa Diera Elika Purba Dista Elvin Yanti Waruwu Emitiur Malau Erfanintia Siringoringo Ester Mariam Silaban Fahira Adinda Fatin Riza Azizah Feni Amanda Putri Fri Silvia Simanjuntak Gita Widia HAMIDAH Helen Natalia Kembaren Iren Christin Ferbina Ginting Janli Aman Saragih Jesicha Nainggolan Jihan Fazillah Kezia Merry Ivanya Devita Purba Khairana Zira Khairu Zahra Nasution Khairun Nisa Lita Nurmeli Parhusip Maria Cristin TC Aritonang Muhammad El Fahrizi Noor Mutiara Putri Nabila Nabilla Putri Andriarsyah Nasya Nabila Said Natalia Debrianti Siringo-ringo Natasya Rumondang Sidabutar Natasya Sianturi Nurhasnah Olly Risfa Sitohang Priscillia Febrianty Purba Qriah Br Ginting Ratna Lolane Sianipar Romauli Angelika Silitonga Rouli Simanullang Ruth Tio Rohana br. Sianturi Salsabila Sanrais, Sanrais Josua Saragih Santa Hoky Hutagalung Sarah Humala Lubis Sari Ritonga, Siti Fatimah Sepriyani Malau Siti Adila Putri Kurnia Sitorus, William T Stella Parta Siagian Stevani Situmorang Suherlinda Syakirah Shalihah Nur Azzahra Nasution Tania Stevani Bangun Tri Bunga Arthaty Trivani Laura Manullang Uci Rahmadhani Wasti Maldini Sihombing Widya Octavianty Widya Utari Yesi Jesika Sitepu Yolanda Ginting