Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Permainan Tarik Tambang terhadap Pemahaman Konsep Usaha dan Energi Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 1 Jeneponto Istimewa, Putri Ratu; Jafar, Andi Ferawati; Hasrianti, Andi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30358

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep peserta didik sebelum penerapan model pembelajaran problem based learning berbantuan permainan tarik tambang kelas XI SMA Negeri 1 Jeneponto, untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep peserta didik setelah penerapan model pembelajaran problem based learning berbantuan permainan tarik tambang kelas XI SMA Negeri 1 Jeneponto, dan untuk mengetahui pemahaman peserta didik setelah penerapan model pembelajaran problem based learning berbantuan permainan tarik tambang kelas XI SMA Negeri 1 Jeneponto terhadap ketuntasan belajar secara klasikal. Jenis penelitian ini tergolong penelitian metode pra-eksperimen dengan desain penelitian one group pre-test post-test design. Populasi kelas XI yang ada pada sekolah tersebut adalah 8 kelas dengan total keseluruhan yaitu 261 siswa/i, dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI 4 di SMA Negeri 1 Jeneponto. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pilihan ganda dan modul ajar. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar peserta didik sebelum (pre-test) penerapan model pembelajaran problem based learning berbantuan permainan tarik tambang diperoleh nilai rata-rata sebesar 40.62, sedangkan untuk nilai rata-rata hasil belajar peserta didik setelah (post-test) penerapan model pembelajaran problem based learning berbantuan permainan tarik tambang diperoleh nilai rata-rata sebesar 56.71. Maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman peserta didik setelah penerapan model pembelajaran problem based learning berbantuan permainan tarik tambang kelas XI SMA Negeri 1 Jeneponto terhadap ketuntasan belajar secara klasikal belum mencapai ketuntasan secara klasikal, yaitu sebesar 75%-85%.
Pengembangan E-Modul Berbasis Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Termodinamika Kelas XI UPT SMAN 3 Takalar Abnur, Adelia Putri; Suhardiman, Suhardiman; Hasrianti, Andi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31228

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengembangan e-modul berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi Termodinamika, serta untuk mengukur tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan e-modul tersebut dalam pembelajaran fisika di kelas XI UPT SMAN 3 Takalar. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D), karena bertujuan menghasilkan produk berupa e-modul serta menguji kualitas produk tersebut berdasarkan aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI MIA 2 UPT SMAN 3 Takalar. Instrumen penelitian meliputi angket validasi, soal pilihan ganda untuk tes hasil belajar, dan produk e-modul ajar. Pada tahap uji keefektifan, digunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis statistik deskriptif terhadap hasil belajar peserta didik. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-modul memiliki nilai validitas sebesar 0,87, yang berada pada kategori valid. Hal ini menunjukkan bahwa e-modul termodinamika berbasis PBL layak digunakan dalam pembelajaran. Aspek kepraktisan ditinjau dari hasil respon peserta didik terhadap penggunaan e-modul, dengan rincian: 24% sangat praktis, 67% praktis, 6% cukup praktis, dan 3% kurang praktis. Adapun aspek keefektifan didasarkan pada hasil post-test peserta didik, yang menunjukkan bahwa 82% dari mereka mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah, yaitu 72. Berdasarkan keseluruhan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa e-modul termodinamika berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan tergolong valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran fisika di jenjang SMA.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Peseta Didik Kelas VIII MTs Madani Nurul Khaerani, Fahrizah; Suharti, Suharti; Hasrianti, Andi; Kadir, Putri Wulandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 3 (2024): JPMI - Juni 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2374

Abstract

Rendahnya hasil belajar matematika peserta didik dalam pembelajaran matematika menjadi salah satu masalah besar dalam pendidikan saat ini. Oleh karena itu, pendidik telah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik salah satunya adalah dengan penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII MTs Madani berjumlah 35 peserta didik yang terdiri dari 21 peserta didik laki-laki dan 14 peserta didik perempuan. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil belajar matematika peserta didik dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw mengalami peningkatan dalam tiga siklus dengan enam kali pertemuan dan satu kali pertemuan untuk ulangan harian. Hasil pretest menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik mencapai 46,13% dan mengalami peningkatan pada siklus ketiga dengan nilai ulangan harian sebesar 71,59%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw mampu meningkatkan hasil belajar peseta didik.
THE USE OF REFERENCE AS MARKERS OF PROPOSITIONAL RELATIONS IN JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS’ ESSAYS Wahid, Abdul; Sukri Syamsuri, Andi; Hasrianti, Andi; Syahrin, Alfi
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 17, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v17i2.61042

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the use of reference as markers of propositional relations in essays written by junior high school students. This study employed a qualitative method in data collection and data analysis. The population and research samples were 94 eighth-grade students from SMP Negeri 1 in Balikpapan, Indonesia, ranging in age from 13 to 14. Data collection in this research was carried out using the listening method after the essay as a source of research data obtained from the research sample.The data analysis in this study consisted of three stages that were completed interactively: data reduction, data display, and conclusion drawing. This study suggest that participants utilized three distinct kinds of reference to denote propositional relations in their essays: third-person pronoun, non-person pronoun, and demonstrative pronoun. The third person pronoun was found to be widely used but did not vary significantly among participants. Meanwhile, participants’ usage of non-person pronouns resulted in numerous interpretations, and it was discovered that derived demonstrative pronouns were overused. These findings demonstrate the participants’ strengths and shortcomings in using reference to connect one proposition to another.
Vulgar Verbal Messages on Pete-Pete's Public Transport in Makassar City Rahim, Abd. Rahman; Munirah, Munirah; Hasrianti, Andi; Yusuf, Nurdin; Arifuddin, Arifuddin; Agus, Muh
Advances In Social Humanities Research Vol. 2 No. 3 (2024): Advances in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v2i3.215

Abstract

The main problem studied in this study is what is the form of eating vulgar language used in land transportation modes? The purpose to be achieved in this study is to describe the form of vulgar language used in the public sector, this research is categorized into qualitative descriptive research types. The subject of this study is public transportation while the data source is all public transportation or land transportation modes in Makassar City. Data collection techniques are carried out through documentation techniques while data analysis is carried out in three stages, namely, data reduction, data classification, and data interpretation. The results of the study showed that the form of using vulgar language in land transportation modes in Makassar City consisted of: 1) Vulgar expressions of very rude categories, 2) Vulgar expressions of rude categories; 3. Medium category vulgar expressions.  
Pengaruh Penerapan Metode Simak Terka terhadap Kemampuan Menyimak Peserta Didik Jurana, Jurana; Halimah, Andi; Hasrianti, Andi
FONDATIA Vol 9 No 4 (2025): DESEMBER
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/fondatia.v9i4.5962

Abstract

Although listening skills constitute a crucial component of Indonesian language instruction at the primary school level, students' Enthusiasm and competence in this area remain notably weak. This study aims to examine the effect of the Simak Terka method on improving the listening skills of fourth-grade students at SDN 028 Ugi Baru, Polewali Mandar Regency. A quantitative approach was employed using a pretest-posttest control group experimental design, involving 20 students selected through total sampling. Data were collected through listening tests (pretest and posttest) and documentation, then statistically analyzed using normality testing and the paired sample t-test at a 0.05 significance level. The results indicate a significant improvement in listening skills following the implementation of the Simak Terka method, as evidenced by a two-tailed significance value of 0.000 (p < 0.05). The average pretest score of 45.00 (low category) increased to 74.50 (high category) in the posttest. These findings confirm the effectiveness of the Simak Terka method in enhancing listening skills at the elementary level. The study contributes empirical support to Indonesian language instruction strategies focused on receptive skills and recommends the adoption of similar methods in primary education contexts to enhance instructional effectiveness.