Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

MENGENAL HUMAN PAPILOMA VIRUS SEBAGAI FAKTOR RESIKO KANKER SERVIKS Kusnul, Zauhani; Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Sasmito, Nanang Bagus
WELL BEING Vol 3 No 1 (2018): WELL BEING
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v3i1.33

Abstract

Cervical cancer is a problem that deserves great attention in order to improve the health status of the community, especially women's health. WHO data states that cervical cancer is the fourth most common cancer cases among women. In Indonesia cervical cancer is the highest case of cancer in Indonesia, that is equal to 0,8% o. The most important risk factor of cervical cancer is the infection of human papillomavirus (HPV) of persistent high risk type. HPV infection triggers a variety of mechanisms that result in increased proliferation of infected cells, gene mutations and lateral expansion leading to the formation of cancerous issue.
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DENGAN PERSONAL HYGIENE PADA LANSIA DI DESA BAKALAN BOJONEGORO Azizah, Umi; Fitriyah, Erna Tsalasatul; Anam, Muhammad Syaiful
WELL BEING Vol 3 No 2 (2018): WELLBEING
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v3i2.40

Abstract

The occurrence of aging process accompanied with various changes from both physical and psychosocial , which will cause a lack of independence of someone .This means weak seniors could no longer care for oneself , it takes the role of family , in addition the family also serves to implement health practice upbringing , namely prevent the occurrence of an impairment of health and care for family members .Based on it then the researcher interested to scrutinize the role of family relationship with personal hygiene on seniors. Research aims to understand the role of family relationships with personal hygiene in the village in in Kapas Bojonegoro district 2017 year .The research is research analytic the correlation with cross sectional approach .The population were 52 elderly , to technique sampling purposive sampling and obtained 39 elderly sample. This research result namely most of the role of family in the category of less as many as 28 ( 71,8 % ) , and cleanliness self-seniors in the category of as many as 16 less ( 41,0 % ) .Based on statistical tests analysis using rank spearman test that the results show that the value of significance in 0.04 ( it p &; 0.05 ) which means h1 accepted and there is the role of family relationship with personal hygiene at elderly in the village of Bakalan Kapas sub-district Bojonegoro district . Grew old one, they will suffered a setback especially in physical performance.It is causing the disorder in providing for his life especially cleanliness needs themselves; thereby increasing dependency need help others especially family.
THE RELATIONSHIP OF PARENTING PARENTS WITH DIFFICULT EATING BEHAVIOR IN PRESCHOOL CHILDREN IN LAMONGAN Ulandari, Nanis; Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Rozi, Fahrur
WELL BEING Vol 4 No 2 (2019): well Being
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v4i2.109

Abstract

Parents have an obligation and are responsible for caring for, caring for, educating, and protecting children. Difficult eating behavior in children can be characterized by refusing food to consume food or drink with the type and amount according to age. This study aims to analyze the relationship between parenting parents with difficult eating behaviors in preschool children. This research uses correlation analytic design with cross sectional approach. The sample used was 42 respondents. The sampling technique used is total sampling. Data collection using a questionnaire. The results showed that most respondents adopted democratic parenting 26 respondents (61.9%), while the majority of respondents with the criteria for difficult eating behavior were 24 respondents (57.1%). Data analysis using Chi-Square statistical test results obtained p value = 0.007 <α = 0.05, then there is a relationship between parenting parents with difficult eating behavior in pre-school children. The level of relationship is in the medium category where the correlation value is 0.483. Democratic parenting upholds openness in recognition of children's opinions and cooperation, children are given freedom but freedom can be accounted for. Keywords: Parenting Parenting, Difficult Eating Behavior, Preschoolers
PENERAPAN INTERVENSI RANGE OF MOTION (ROM) PASIF EKSTERMITAS KIRI PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DALAM MENGATASI MASALAH GANGGUAN MOBILITAS FISIK: PENERAPAN INTERVENSI RONGE OF MOTION (ROM) PASIF EKSTERMITAS KIRI PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DALAM MENGATASI MASALAH GANGGUAN MOBILITAS FISIK Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Camelia, Dina; Roni, Faishol; Wijaya, Arif; Maelani, Windy Silegar
WELL BEING Vol 7 No 2 (2022): Well Being Volume 7 Nomor 2
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v7i2.156

Abstract

Stroke non hemoragik adalah suatu masalah utama dunia. Masalah yang munncul pada pasien stroke adalah adanya suatu masalah pada anggota gerat atau ekstermitas. Stroke non hemoragik disebabkan karena penderita memiliki riwayat penyakit terdahulunya adalah hipertensi atau diabetes. Tujuan dari penelitian ini diharapkan mampu melakukan penerepan intervensi ROM pasif ekstermitas kiri pada pasien stroke non hemoragik dalam mengatasi masalah gangguan mobilitas fisik. Jenis penelitian karya ilmiah ini adalah pendekatan rancangan deskriptif dengan pendekatan studi kasus, subyek yang digunakan yaitu dua pasien dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Lokasi penilitian dilakukan di Ruang Nakula RSUD Jombang, dilakukan selama tiga hari (tiga kali latihan selama sehari) menggunakan metode pengumpulan data meliputi pengkajian, menentukan diagnosis, membuat intervensi, melaksanakan implementasi, dan melakukan evalusi. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pemberian latihan ROM pasif dapat menjadi latihan untuk penderita stroke non hemoragik saat di rumah. Kesimpulan bahwa penerapan pemberian latihan ROM pasif dapat dilakukan oleh perawat dalam melakukan upaya represif pada pasien stroke non hemoragik dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik untuk menghindari dari cacat permanen.
PENERAPAN KOMBINASI TERAPI NAFAS DALAM DAN MUSIK KLASIK DALAM MENGURANGI NYERI AKUT POST OPERASI APPENDICITIS DI RUANG BIMA RSUD JOMBANG: PENERAPAN KOMBINASI TERAPI NAFAS DALAM DAN MUSIK KLASIK DALAM MENGURANGI NYERI AKUT POST OPERASI APPENDICITIS DI RUANG BIMA RSUD JOMBANG huda, alfin rulian; Roni, Faishol; Wahdi, Achmad; Wijaya, Arif; Fitriyah, Erna Tsalatsatul
WELL BEING Vol 7 No 2 (2022): Well Being Volume 7 Nomor 2
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v7i2.162

Abstract

Appendicitis adalah peradangan yang terjadi pada appendiks vermiformis akibat adanya infeksi pada appendiks atau umbai cacing. Nyeri akut merupakan sebuah pengalaman sensorik atau emosional yang berhubungan dengan sebuah kerusakan jaringan fungsional, dengan waktu yang mendadak atau lambat dan berintensitas ringan sampai berat yang berlangsung selama kurang dari 3 bulan . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil perubahan penurunan intensitas nyeri akut pada pasien post operasi appendicitis setelah pemberian teknik relaksasi nafas dalam dan terapi musik klasik. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Dengan metode observasi dan wawancara langsung. Asuhan keperawatan yang dilakukan melibatkan dua orang pasien remaja yang terkena appendicitis setelah dilakukan operasi dengan memberikan intervensi terapi nafas dalam dan musik klasik dilakukan selama 6 hari. Hasil penelitian sebelum dilakukan terapi nafas dalam dan musik klasik skala nyeri 6 dan 5, setelah dilakukan tindakan skala nyeri menjadi 2 dan 2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi nafas dalam dan musik klasik dapat menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi appendicitis sehingga teknik nonfarmakologi ini sangat direkomendasikan.
MANAJEMEN HALUSINASI UNTUK MENGURANGI MASALAH GANGGUAN PERSEPSI SENSORI PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SINGGAH AL HIDAYAH MOJOKERTO : STUDI KASUS : studi kasus Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Wijaya, Arif; Pratiwi, Tiara Fatma; Sholihah, Mar Atus
WELL BEING Vol 8 No 2 (2023): Well Being
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v8i2.215

Abstract

Hallucination are a condition in which a person experience changes in the number and pattern of external and internal stimuli accompanied by decreased or exaggerated response or damage responses to stimuli .(Stuart & Laraia, 2005 dalam Muhith 2018). The provision of hallucination management interventions to minimize the appearance of hallucinations can be done by teaching patients to rebuke hallucinations when they appear. This study was conducted by involving 2 respondents from Al Hidayah Mojokerto Halfway House with problems of sensory perception disorders, auditory hallucinations. Researchers conducted nursing care, namely hallucination management by applying SP 1 to SP 4 with outcome criteria guided by SLKI. Nursing care for 7 days from both clients obtained the results of verbalization hearing whispers quite decreased, sensory distortion decreased enough, hallucinatory behavior decreased enough, suspicion decreased enough, pacing decreased enough, response according to stimulus improved enough, concentration improved enough, and orientation improved enough. From the results of the study, it can be concluded that the application of hallucinatory management interventions can reduce hallucinatory signs and symptoms if done routinely and correctly, and can be one way for clients to control their hallucinations.
ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA PADA PASIEN RHEUMATOID ARTHRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI KRONIS MENGGUNAKAN TERAPI KOMPRES HANGAT JAHE MERAH Eko, Saugi Apang; Wijaya, Arif; Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Roni, Faishol; Wahdi, Achmad
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2508

Abstract

Rheumatoid Arthritis merupakan pienyakit autoimun yang dapat tierjadi kariena tubuh disierang olieh systiem kiekiebalan tubuhnya siendiri yang  miengakibatkan pieradangan dalam waktu lama pada siendi dan mienyiebabkan nyieri. Rhieumatoid Arthritis adalah suatu pienyakit yang dapat mienyierang bierbagai usia dan jienis kielamin. Untuk mielaksanakan dan  miembahas asuhan kiepierawatan kliien yang miengalami Rhieumatoid arthritis diengan Nyieri Kronis. Diesain pienielitian ini studi kasus diengan piendiekatan prosies kiepierawatan pada 2 partisipan. Asuhan kiepierawatan dilaksanakan sielama 7 hari bierturut-turut diengan intierviensi kompries hangat jahie mierah sietiap pasiien. Nyieri awal pasiien piertama yaitu skala 6, sietalah dibieri tindakan kompries jahie mierah skala nyieri bierkurang mienjadi 2 dan nyieri awal pasiien kiedua yaitu 5, sietielah dibieri tindakan kompries jahie mierah skala nyieri bierkurang mienjadi 1. Kompries hangat jahie mierah iefiektif untuk miengatasi nyieri kronis siehingga dapat dijadikan siebagai altiernatif tierapi non farmakologis pada lansia diengan Rhieumatoid Arthritis
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN KLIEN PENYAKIT DIABTES MELITUS TIPE 2 DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN INTEGRITAS KULIT DENGAN TINDAKAN PERAWATAN LUKA DI RUANG NAKUA RSUD JOMBANG Susanti, Susanti; Pratiwi, Tiara Fatma; Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Wijaya, Arif; Wahdi, Achmad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25771

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya hiperglikemia akibat sekresi insulin yang tidak memadai pada penyakit Diabetes Melitus tipe II yang bertahun-tahun, tidak optimal dalam   mengatur metabolisme glukosa darah, berdampak pada kondisi fisik seperti retinopat diabetik, nefropati diabetik, neuropati diabetik, dan diabetes mellitus juga berdampak pada kerusakan jaringan atau gangguan integritas kulit. Tujuan terapi ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan anak pada pasien Diabetes Mellitus dengan masalah keperawatan gangguan integritas kulit dengan tindakan perawatan luka. Metode desain penelitian ini mengunakan penerapan terapi selama 6 hari bertutut turut dengan partisipan 2 klien diabetes mellitus dengan masalah keperawatan gangguan integritas kulit menggunakan intervensi perawatan luka. Hasil: yang ditemukan pada kedua klien setelah dilakukan intervensi perawatan luka selama 3x24 jam didapatkan hasil luka membaik tidak terjadi infeksi pada hari ke-3 dengan kriteria hasil perfusi jaringan cukup meningkat dari skala 3 ke 5. dan kemerahan menurun dari skala 2 ke 5. Diskusi dan Kesimpulan: asuhan keperawatan ini dapat digunakan oleh klien untuk mengurangi infeksi pada luka Diabetes Mellitus.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR FEMUR DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT MENGGUNAKAN TERAPI KOMPRES COLD PACK DI RUANG YUDISTIRA RSUD JOMBANG Maria, Rahmadiyah Hana; Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Sudarso, Sudarso; Camelia, Dina; Yosdimyati R, Leo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37664

Abstract

Kondisi pada pasien pasca operasi fraktur femur biasanya akan merasakan nyeri. Jika nyeri pasca operasi tidak segera diatasi, dapat menyebabkan penundaan dalam proses rehabilitasi dan perpanjangan masa rawat inap. Tujuan penelitian ini adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien post operasi fraktur femur dengan masalah keperawatan nyeri akut menggunakan terapi kompres cold pack. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan subjek peneliti berjumlah dua pasien post operasi fraktur femur dengan masalah keperawatan nyeri akut dan dilakukan intervensi selama 3 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa nyeri akut teratasi sebagian pada hari ketiga yaitu dengan keluhan nyeri menurun dan meringis menurun dengan skala nyeri pasien 1 pada hari pertama yaitu skala nyeri 5 berkurang ke skala 2 dan pada pasien 2 dari skala nyeri 6 berkurang ke skala nyeri 4. Kesimpulan dari penelitian dengan pemberian terapi kompres dingin metode cold pack terbukti dapat menurunkan intesitas nyeri yang dirasakan pasien post op fraktur femur. Saran penelitian ini adalah terapi kompres cold pack dapat diaplikasikan pada area luar bebatan luka post operasi untuk mengurangi rasa intensitas nyeri.
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN MASALAH KEPERAWATAN KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN TERAPI SENAM DIABETIK DI UPT PTW JOMBANG Uswatun, Nadifah; Pratiwi, Tiara Fatma; Sudarso, Sudarso; Wijaya, H. Arif; Fitriyah, Erna Tsalatsatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37930

Abstract

Lanjut usia (lansia) atau yang disebut dengan gerontik adalah bagian dari proses tumbuh kembang. Penyakit yang dapat dialami oleh seorang lansia cukup kompleks seiring dengan perubahan yang dialami secara biologis atau psikologis, salah satunya yaitu Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus atau kencing manis didefinisikan sebagai suatu penyakit gangguan metabolisme kronis yang dapat ditandai dengan kenaikan kadar glukosa dalam darah yang disebabkan karena defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan gerontik pada klien Diabetes Mellitus dengan masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah menggunakan terapi senam diabetik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada 2 klien dengan penyakit dan masalah keperawatan yang sama dan dilakukan selama 7 hari berturut-turut. Hasil responden setelah dilakukan asuhan keperawatan berupa senam diabetik selama15-30 menit selama 7 hari berturut-turut yaitu pada klien 1 masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah teratasi pada hari ke 4 dengan GDA : 176 mg/dL menunjukkan mulai stabil tetapi masih dalam keadaan dipantau, sedangkan klien 2 masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah teratasi sebagian pada hari ke 1-6 dengan nilai GDA : 262 mg/dL menunjukkan kadar glukosa sudah dibatas normal dan masih dipantau. Hasil dari penelitian ini adalah senam diabetik efektif menurunkan kadar glukosa darah pada lansia dengan Diabetes Mellitus apabila dilakukan dengan frekuensi teratur dan berulang.