Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Kesehatan Mental Dengan Pencapaian Prestasi Akademik Mahasiswa Tahun Pertama di Stikes Bahrul Ulum Jombang Laili, Hanifah Nur; Fitriyah, Erna Ts.; Roni, Faishol; Wijaya, H. Arif; Camelia, Dina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16370

Abstract

Student learning achievement will decrease if students experience learning difficulties related to achievement and anxiety. So someone who has a high learning intensity will tend to get good learning results. This research aims to determine the relationship between mental health and academic achievement of first year students at STIKES Bahrul Ulum Jombang. The type of research used is correlational analysis with a retrospective approach. The population in this study was all First Year STIKES Bahrul Ulum Jombang students totaling 94 students with sampling using a total sampling of 90 respondents. The research instruments used were the SRQ-29 questionnaire and the KHS score results. The statistical test in this study used the Spearman rank statistical test. The results of statistical tests using Spearman rank showed that there was a relationship between mental health and academic achievement at STIKES Bahrul Ulum Jombang with significant values ​​for anxiety and depression ρ = 0.161 > 0.05, psychotic disorders ρ = 0.569 > 0.05, and PTSD ρ = 0.761 > 0.05. He research results show that there is no relationship between mental health and the academic achievement of first year students at STIKES Bahrul Ulum Jombang. It is hoped that future researchers will carry out the same research with different samples and pay attention to the questionnaire measuring instruments that will be used.
PENERAPAN TERAPI TEKNIS NAPAS BUTEYKO DAN POSISI ORTHOPNEA TERHADAP PENURUNAN SESAK NAPAS PADA PASIEN ASMA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG GATOTKACA RSUD JOMBANG : STUDI KASUS Utari, Sri Defi; Camelia, Dina; Pratiwi, Tiara Fatma; Wahyudi, Yuyud; Fitriyah, Erna Ts
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37180

Abstract

Asma adalah suatu penyakit di mana terjadinya inflamasi kronik pada saluran pernapasan sehingga dapat meningkatkan hiperresponsif jalan napas dengan gejala berupa mengi, sesak napas, batuk pada malam hari hingga dini hari, serta dada yang terasa berat. Pasien asma yang mengalami kekambuhan akan mengalami sesak napas sehingga dapat diterapkan terapi non farmakalogi seperti Teknik Napas Buteyko dan Posisi Orthopnea. Tujuan penelitian mampu melakukan penerapan intervensi Teknis Napas Buteyko dan Posisi Orthopnea pada pasien asma dalam mengatasi masalah Pola Napas Tidak Efektif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus dengan pendekataan asuhan keperawatan, subyek yang digunakan yaitu dua pasien asma dengan masalah pola napas tidak efektif. Penelitian dilakukan selama 3 hari menggunakan metode pengumpulan data meliputi pengkajian, menentukan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan sesak napas pada pasien pertama hari kesatu ditemukan RR 26x/menit menurun pada hari kedua menjadi 22x/menit dan pada hari ketiga pasien sudah tidak sesak ditemukan RR 18x/menit, sedangkan pada pasien kedua hari kesatu ditemukan RR 26x/menit menurun pada hari ketiga menjadi 20x/menit. Kesimpulan dari hasil yang didapatkan terkait terapi posisi othopnea dan teknis napas buteyko dapat diterapkan pada pasien asma dengan sesak napas pada masalah pola napas tidak efektif.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN YANG MENGALAMI DIABETES MILLITUS TIPE II DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR MENGGUANAKAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF DIRUANG NAKULA RSUD JOMBANG parakoso, gigih; Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Sari, Ika Puspita; Roni, Faishol; Wijaya, Arif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35826

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus Tipe II dapat menyebakan gangguan pola tidur ditandai dengan poliura (banyak kencing), polidipsi (banyak minum), poliphagi (banyak makan) dan gangguan lainnya yang terjadi pada malam hari yang dapat mengganggu tidurnya. Pasien Diabetes Mellitus Tipe II mengalami kualitas tidur tidak nyenyak yang dapat mengganggu metabolisme dan dapat memicu mencari makan berlebihan sehingga bisa mengacaukan kinerja insulin dan pengendalian gula darah menjadi buruk sehingga menyebabkan kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah melaksanakan Asuhan Keperawatan pada klien Diabetes Mellitus Tipe II dengan masalah keperawatan gangguan pola tidur menggunakan terapi relaksasi otot progresif. Metode dari penelitian ini menggunakan studi kasus subjek 2 klien Diabetes Mellitus Tipe II dengan masalah keperawatan gangguan pola tidur dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari berturut-turut menggunakan intervensi relaksasi otot progresif. Hasil dari penelitian ini telah didapatkan pada kedua klien dengan masalah keperawatan gangguan pola tidur dengan masalah sulit tidur telah berkurang setelah diberikan terapi relaksasi otot progresif selama tiga hari. Diskusi dan Kesimpulan dari penelitian ini adalah relaksasi otot progresif digunakan sebagai terapi tambahan untuk mengendalikan gangguan pola tidur dan mengurangi insomnia pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II secara non farmakologis.
PENGARUH HYDROTHERAPY AIR HANGAT GARAM DI KAKI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI: THE EFFECT OF WARM SALT WATER HYDROTHERAPY ON LOWERING BLOOD PRESSURE IN ELDERLY INDIVIDUALS WITH HYPERTENSION Roni, Faishol; Wijaya, Arif; Fitriyah, Erna Ts; Pratiwi, Tiara Fatma; Kusumaningtyas, Putri
WELL BEING Vol 9 No 2 (2024): Well Being
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v9i2.281

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah lebih tinggi dari batas normal yaitu sistole > 140 mmHg dan diastole > 90 mmHg, jika tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi seperti gagal jantung, stroke, gagal ginjal. Maka, perlu diberikan penanganan dengan terapi nonfarmakologi yaitu hydrotherapy air hangat dengan campuran garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hydrotherapy air hangat dengan campuran garan di kaki terhadap penurunan tekanan darah pada lanjut usia (lansia) dengan hipertensi di PSTW Pare Kediri Jombang. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-eksperiment menggunakan pendekatan “one-group pretest-posttest design”. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lanjut usia (lansia) yang mengalami hipertensi dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berjumlah 34 responden. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata pre-test 156/96 mmHg dan post-test 148/88 mmHg. Instrumen penelitian yang digunakan adalah sphygmomanometer, stetoskop, lembar observasi. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan paired t-test dengan nilai signifikan p-value = 0,000 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh hydrotherapy air hangat dengan campuran garan di kaki terhadap penurunan tekanan darah pada lanjut usia (lansia) dengan hipertensi di PSTW Pare Kediri Jombang. Diharapkan untuk peneliti selanjutnya melakukan penelitian yang sama untuk permasalahan kesehatan yang lain seperti edema, nyeri sendi dan otot atau menggunakan kombinasi dengan bahan lain seperti serai, jahe
PENERAPAN KOMPRES AIR GARAM HANGAT PADA PASIEN RHEUMATOID ARTHRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI KRONIS: APPLICATION OF WARM SALT WATER COMPRESSES IN RHEUMATOID ARTHRITIS PATIENTS WITH CHRONIC PAIN NURSING PROBLEMS Arifillah, Farid Jafar; Camelia, Dina; Pratiwi, Tiara Fatma; Wijaya, Arif; Fitriyah, Erna Ts
WELL BEING Vol 9 No 2 (2024): Well Being
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v9i2.290

Abstract

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri, menyebabkan peradangan berkepanjangan pada sendi dan mengakibatkan nyeri yang berkepanjangan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien rheumatoid arthritis dengan masalah keperawatan nyeri kronis  dengan menggunakan terapi kompres air garam hangat di UPT PSTW Jombang. Metode yang digunakan yaitu desain diskriptif studi kasus dengan metode asuhan keperawatan. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 pasien yang memiliki rheumatoid arthritis dengan masalah keperawatan nyeri kronis, penelitian dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut dengan intervensi kompres air garam hangat selama 15 – 20 menit dan sebelum maupun sesudah pemberian kompres hangat diukur skala nyeri menggunakan NRS, menggunakan pengumpulan data yang meliputi pengkajian, menentukan diagnosa, membuat intervensi, melakukan implementasi, dan mengevaluasi. Hasil studi kasus menunjukan bahwa pemberian terapi kompres air garam hangat dapat menjadi terapi alternatif untuk mengatasi nyeri kronis, nyeri mulai berkurang atau turun di hari ke 4 dari skala nyeri 6 turun menjadi skala nyeri 4. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kompres air garam hangat dapat dijadikan terapi non farmakologi pada pasien dengan rheumatoid arthritis yang mengalami masalah keperawatan nyeri kronis sehingga pasien terhindar dari kelumpuhan
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK MENGGUNAKAN TERAPI RANGE OF MOTION (ROM) PASIF DI RUANG ABIMANYU RSUD JOMBANG: NURSING CARE FOR NON-HEMORRHAGIC STROKE PATIENTS USING PASSIVE RANGE OF MOTION (ROM) THERAPY IN THE ABIMANYU ROOM OF JOMBANG REGIONAL HOSPITAL Karmilasari, Elok Lintang; Camelia, Dina; Fitriyah, Erna Ts; Wahyudi, Yuyud; Wijaya, Arif
WELL BEING Vol 9 No 2 (2024): Well Being
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v9i2.313

Abstract

Stroke non hemoragik terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah otak yang disebabkan oleh penumpukan lemak/ kolestrol atau gumpalan darah yang mengeras di pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti kehilangan fungsi motorik dan sensorik yang menyebabkan gangguan mobilitas fisik. Gangguan mobilitas fisik merupakan keterbatasan dalam gerakan fisik dari satu atau lebih ekstermitas. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik menggunakan terapi range of motion (ROM) pasif. Desain penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada 2 klien dengan penyakit dan msalah keperawatan yang sama dan dilakukan selama 6 hari berturut-turut. Hasil pada penelitian ini menunjukkan setelah dilakukan terapi range of motion (ROM) pasif dua kali sehari dengan durasi 10-15 menit setiap latihan selama 6 hari berturut-turut dapat meningkatkan kekuatan otot dan mengurangi kekakuan sendi pada klien stroke non hemoragik pada hari ke enam. Kesimpulan Terapi Range Of Motion (ROM) pasif efektif meningkatkan kekuatan otot dan mengurangi kekakuan sendi pada klien stroke non hemoragik
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN INTEGRITAS KULIT MENGGUNAKAN TERAPI VIRGIN COCONUT OIL DI RUANG SADEWA RSUD KABUPATEN JOMBANG Muyassaroh, Fiki Ula; Pratiwi, Tiara Fatma; Camelia, Dina; Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Roni, Faishol
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38523

Abstract

Kondisi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa biasanya akan merasakan pruritus, perubahan warna kulit, uremic frost, dan kulit kering. Jika tidak ditangani dengan segera maka akan menimbulkan iritasi sampai luka yag menjadi infeksi akibat kegiatan menggaruk pada kulit yang gatal. Tujuan penelitian ini adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien gagal ginjal kronik stadium 5 yang menjalani hemodialisa dengan terapi virgin coconut oil. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan subjek peneliti berjumlah dua pasien gagal ginjal kronik stadium  yang menjalani hemodialisa dan dilakukan intervensi selama 14 hari berturut-turut setiap pagi dan sore hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa gangguan integritas kulit teratasi sebagian setelah dilakukan intervensi. Pada kedua pasien terjadi penurunan tingkat Pruritus Grade System kategori ringan dari nilai 5 menjadi 4 di hari ke 6 dengan kondisi kulit sedikit lembab dan terjadi penurunan Pruritus Grade System kategori ringan dari nilai 4 menjadi 3 di hari ke 11 dengan kondisi kulit menjadi lembab. Kesimpulan dari penelitian bahwa pemberian terapi virgin coconut oil terbukti dapat menurunkan gangguan integritas kulit yang dirasakan pasien gagal ginjal kronik stadium 5 yang menjalani hemodialisa. Saran bagi peneliti selanjutnya berharap bisa menambah wawasan, pengetahuan dan menjadi referensi sejauh mana efektifitas terapi virgin coocnut oil dalam mengatasi masalah gangguan integrita kulit/jaringan sehingga peneliti selanjutnya dapat mengembangkan menjadi lebih sempurna.
Pengaruh Faktor Ibu (Pengetahuan Ibu, Pemberian ASI-Eksklusif & MP-ASI) Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Wati, Siska Kusuma; Kusyani, Asri; Fitriyah, Erna Tsalatsatul
Journal of Health Science Community Vol. 2 No. 1 (2021): August
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun (TNP2K, 2017). Salah satu masalah stunting yaitu faktor Ibu (pengetahuan ibu mengenai status gizi, pemberian ASI-eksklusif & MP-ASI). Literature review ini menjelaskan tentang pengaruh faktor Ibu terhadap kejadian stunting pada Anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui adakah pengaruh faktor ibu (pengetahuan Ibu mengenai status gizi, pemberian ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI) terhadap kejadian stunting pada anak. Metode yang digunakan dala penelitian ini adalah literature review. Database yang digunakan yaitu google scholar. Untuk penelitian sebelumya yang diterbitkan mulai dari 2015-2020. Kata kunci yang digunakan yaitu pengetahuan ibu mengenai status gizi, pemberian ASI eksklusif serta peberian MP-ASI. PRISMA flowchat digunakan untuk meringkas proses pemilahan artikel. Sebanyak 4.835 artikel diidentifikasi. Peneliti menemukan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Pengetahuan Ibu mengenai status gizi, pemberian ASI eksklusif serta pemberian MP-ASI memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada Anak. Faktor Ibu yang memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada Anak yaitu pengetahuan Ibu engenai status gizi pada Anak, pemberian ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI
NURSING CARE FOR PEDIATRIC GASTROENTERITIS PATIENTS WITH NURSING PROBLEMS OF HYPOVOLEMIA USING HONEY IN THE SRIKANDI ROOM AT THE JOMBANG GENERAL HOSPITAL Riatus Salamah; Achmad Wahdi; Erna Ts Fitriyah; Faishol Roni; Tiara Fatma Pratiwi
Journal for Quality in Women's Health Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v6i1.189

Abstract

Background  :  Gastroenteritis is also a disease characterized by changes in the shape of the stool with excessive bowel movements (more than 3 times in one day) which causes dehydration.Method  : This research was conducted with a case study research design. Research data obtained from the results of WOD (interviews, observations, and documents).Result   : Inflammation that occurs in the stomach, small intestine, large intestine caused by food infections containing bacteria or viruses, causing symptoms of diarrhea with more frequency with a liquid consistency, while giving ORS with honey can be used as a treatment for diarrhea. Conclusion : Some of the benefits of vitamin C in honey are that it has anti-inflammatory, anti-bacterial, anti-viral and anti-oxidant properties which are useful for dealing with bacteria and viruses that cause diarrhea, giving honey to children with diarrhea.
PENERAPAN TERAPI GENGGAM BOLA KARET TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI RUANG SADEWA RSUD JOMBANG Sakdiah, Hawana Halimatus; Pratiwi, Tiara Fatma; Camelia, Dina; Wijaya, Arif; Fitriyah, Erna Ts.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38988

Abstract

Stroke adalah sebuah penyakit yang dikarenakan penyempitan di pembuluh darah pada otak, yang dapat menghalangi aliran darah dan juga oksigen pada otak, dan juga bisa berhenti. Jika terjadi penyumbatan bisa membuat sistem saraf terhenti, suplai pada darah dan juga oksigen akan mati, yang membuat organ dalam tubuh yang terhubung dengan sistem saraf akan kesulitan atau bahkan tidak dapat bergerak. Salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan otot adalah dengan menerapkan terapi genggam bola karet. Tujuan dari penelitian ini yaitu pasien mampu melakukan penerapan terapi genggam bola untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian studi kasus dengan pendekataan asuhan keperawatan, subyek yang digunakan yaitu dua pasien dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Penelitian dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan frekuensi 1 kali sehari selama 7 menit dengan menggunakan metode pengumpulan data meliputi pengkajian, menentukan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot pada hari ketiga, dengan kekuatan otot 3 menjadi 4 dan kekuatan otot 2 menjadi 3. Kesimpulan dari hasil yang didapatkan terkait terapi genggam bola pada pasien stroke non hemoragik dapat diterapkan dengan adanya peningkatan kekuatan otot.