Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

STUDI KASUS: EFEKTIVITAS RELAKSASI GENGGAM JARI DAN BACK MASSAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI PASIEN POST OP APENDIKTOMI [CASE STUDY: THE EFFECTIVENESS OF FINGER GRIP RELAXATION AND BACK MASSAGE ON PAIN INTENSITY IN POST-APPENDECTOMY PATIENTS] Erita, Chyntiya Ananda; Pratiwi, Tiara Fatma; Wahdi, Achmad; Roni, Faishol; Fitriyah, Erna Ts.
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v11i2.7554

Abstract

Appendectomy is a surgical procedure that involves an incision to remove an inflamed appendix. This surgical procedure can cause patients to experience pain due to the incision and tearing of tissue in the abdominal wall. If the pain is not addressed, it can interfere with the healing process, increase stress, and potentially affect the pulmonary, cardiovascular, gastrointestinal, and immune systems. This study aims to determine the effectiveness of finger grip relaxation and back massage in post-operative appendectomy patients with acute pain nursing problems. This research design is a case study involving two participants post-operative appendectomy patients with acute pain nursing problems. Nursing care was provided for three consecutive days using the interventions of finger grip relaxation and back massage with the pain scale measurement used as the Numeric Rating Scale (NRS). The results of the study showed that the acute pain problem was resolved by the third day, with patient 1's pain scale decreasing from 5 on the first day to 3 on the third day, and patient 2's pain scale decreasing from 6 to 4 on the third day. Finger grip relaxation and back massage can be applied as additional therapy to reduce pain intensity in post-operative appendectomy patients by providing physical and mental relaxation, thus relieving pain.BAHASA INDONESIA Apendiktomi merupakan proses pembedahan dengan cara disayat untuk mengangkat apendiks yang meradang. Tindakan pembedahan ini dapat menyebabkan penderitanya merasakan nyeri akibat dari insisi yang disebabkan oleh robeknya jaringan pada dinding perut. Apabila nyeri tidak diatasi maka dapat mengganggu proses penyembuhan, meningkatkan stress, dan dapat mempengaruhi sistem pernafasan, kardiovaskuler, gastrointestinal, dan imunologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas relaksasi genggam jari dan back massage pada pasien post op apendiktomi dengan masalah keperawatan nyeri akut. Desain penelitian ini adalah studi kasus menggunakan dua partisipan pasien post op apendiktomi dengan masalah keperawatan nyeri akut, dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari berturut-turut menggunakan intervensi relaksasi genggam jari dan back massage dengan pengukuran skala nyeri yang digunakan yaitu Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan masalah nyeri akut teratasi pada hari ketiga dengan skala nyeri pasien 1 pada hari pertama skala nyeri 5 menurun ke skala 3 pada hari ketiga dan pasien 2 dari skala nyeri 6 menurun ke skala 4 pada hari ketiga. Relaksasi genggam jari dan back massage dapat diterapkan sebagai terapi tambahan untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien post op apendiktomi karena memberikan relaksasi fisik dan mental sehingga mampu meredakan nyeri. 
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OP FRAKTUR TIBIA FIBULA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT MENGGUNAKAN RELAKSASI NAFAS DALAM DAN TERAPI MUROTTAL AL QUR’AN DI RUANG BIMA RSUD JOMBANG Tania Yesika Wantania; Roni, Faishol; Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Wahdi, Achmad; Pratiwi, Tiara Fatma
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v10i2.751

Abstract

Pasca pembedahan pasien biasanya merasakan gejala yaitu nyeri. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, maka akan memperlambat proses penyembuhan dan bahkan bisa berakibat buruk bagi pasien fraktur. Tujuan penelitian ini adalah melaksanakan dan membahas asuhan keperawatan pasien post op fraktur tibia fibula dengan masalah keperawatan nyeri akut. Metode peneliti menggunakan pendekatan studi kasus dengan subjek peneliti berjumlah dua pasien post op fraktur tibia fibula dengan masalah keperawatan nyeri akut dan dilakukan selama 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan nyeri akut teratasi pada hari ketiga yaitu dengan keluhan nyeri menurun dan meringis menurun dengan skala nyeri pasien 1 pada hari pertama skala 5 nyeri menurun ke skala 3 pada hari ke tiga dan pasien 2 dari skala nyeri 6 menurun ke skala 4 pada hari ketiga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah relaksasi nafas dalam dan terapi murottal al qur’an dapat di terapkan dirumah sakit sebagai terapi tambahan untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien post op fraktur tibia fibula.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HIPERVOLEMIA MENGGUNAKAN TERAPI KOMBINASI ANKLE PUMP EXERCCISE DAN ELEVASI KAKI 30 DERAJAT DI RUANGAN ABIMANYU RSUD JOMBANG Nurlita, Ajeng Dinda Ayu; Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Sudarso
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.984

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) adalah gangguan ginjal progresif yang menurunkan fungsi filtrasi. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah hipervolemia, ditandai dengan edema dan sesak napas. Penanganannya dapat dilakukan dengan farmakologis dan nonfarmakologis seperti terapi kombinasi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30 derajat. Penelitian ini merupakan studi kasus pada dua pasien CKD di Ruang Abimanyu RSUD Kabupaten Jombang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Intervensi dilakukan selama tiga hari, dua kali sehari, pagi dan sore. Hasil: Setelah enam sesi, edema pada responden 1 menurun dari derajat +2 menjadi +1, dan pada responden 2 dari +1 menjadi tidak ada. Kedua responden mengalami penurunan sesak napas dan perbaikan tekanan darah. Terapi ini efektif meningkatkan aliran darah balik, mengurangi retensi cairan, dan memperbaiki hemodinamik tubuh. Perubahan signifikan terlihat setelah enam sesi intervensi. Intervensi pagi dan sore memberikan hasil optimal karena sesuai dengan pola penumpukan cairan. Terapi ini dapat diterapkan sebagai bagian dari keperawatan mandiri pada pasien CKD dengan hipervolemia.