Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Efektivitas Pijat Oksitosin Untuk Mempercepat Proses Involusi Uterus Asti Mukarromah; Ade Kurniawati; Rissa Nuryuniarti
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/bimtas.v4i1.1031

Abstract

Pendahuluan: Perdarahan yang tidak terkontrol menyumbang sekitar 20-25 % kematian ibu. Pada masa post partum pengkajian tonus uterus yang cermat dan upaya mempertahankan kontraksi uterus merupakan bagian terpenting. Oksitosin merupakan suatu hormon yang dapat merangsang kontraksi uterus, mengompresi pembuluh darah dan membantu hemostasis ibu, sehingga proses involusi menjadi lebih bagus. Pijat oksitosin dapat dilakukan sebagai stimulasi untuk merangsang pengeluaran oksitosin. Dampak apabila involusi terhambat adalah terjadinya subinvolusi yang pada peristiwa ini lochea bertambah banyak dan tidak jarang terdapat pula perdarahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijat oksitosin terhadap proses involusi uterus. Metode: Pencarian artikel jurnal dilakukan secara elektronik dengan menggunakan beberapa database, yaitu: Garuda Ristekbrin, Science Research Publishing dan Science and Technology Index (SINTA), sehingga didapatkan 13 artikel untuk di review. Hasil: Intervensi berupa pemberian pijat oksitosin pada ibu postpartum memberikan pengaruh dan efektif untuk mempercepat proses involusi uterus. Pembahasan: Penggunaan teknik pijat oksitosin dengan pemijatan tulang belakang pada costa ke 5-6 sampai ke scapula akan mempercepat kerja parasimpatis dalam merangsang hipofisis posterior untuk mengeluarkan oksitosin. Kesimpulan: Pijat oksitosin efektif untuk mempercepat proses involusi uterus.
Hubungan Kebiasaan Olahraga Dengan Dismenorea Pada Mahasiswa Program Studi Diploma III Kebidanan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Ida Herdiani; Sri Susilawati; Ade Kurniawati
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/bimtas.v4i1.1032

Abstract

Dismenorea merupakan kekakuan atau kejang di bagian bawah perut yang terjadi pada waktu menjelang atau selama menstruasi. Untuk mengatasi dismenorea dibutuhkan penanganan yang terintegrasi dan menyeluruh, karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari . Salah satu cara untuk mengatasi rasa sakit pada dismenorea yaitu dengan melakukan olahraga secara teratur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan olahraga dengan kejadian dismenorea pada mahasiswa Prodi DIII Kebidanan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Metode penelitian ini dilakukan secara survei analitik dengan menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat I dan II Hasil penelitian ini didapatkan bahwa 76,4 % responden mengalami dismenorea. Responden yang melakukan olahraga secara teratur didapatkan sebanyak 4 mahasiswa (26,7%) yang mengalami dismenorea, sedangkan 11 mahasiswa (73,3 %) yang tidak merasakan dismenorea. Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square didapatkan nilai p-value 0.000 Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan olahraga dengan dismenorea pada mahasiswa Prodi DIII Kebidanan Universitas Muhammadiyah.
Kapasitas Tens dalam Mengontrol dan Menurunkan Nyeri Kala I Persalinan (Pilot Project) Neni Nuraeni; Ade Kurniawati; Gugun Gundara
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 16, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.043 KB) | DOI: 10.31101/jkk.615

Abstract

TENS salah satu terapi non farmakologi dalam penanganan nyeri.TENS dilengkapi dengan elektroda yang diletakkan pada punggung ibu untuk menyalurkan arus listrik yang merangsang saraf pada daerah yang mengalami nyeri. Tujuan penelitian ingin mengetahui kemampuan TENS dalam mengontrol dan menurunkan nyeri persalinan kala 1. Metode penelitian pilot studi kepada 5 orang ibu bersalin kala I. Hasil didapatkan TENS yang dirancang menghasilkan frekuensi sebesar 108 Hz dan tegangan sebesar 82 Volt dan data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji T dependen. TENS tidak efektif terhadap nyeri persalinan kala 1 dengan ρ-value 0,374. Perlu uji alat kembali sehingga dapat membantu memanajemen nyeri persalinan.
MANAJEMEN NON FARMAKOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KELANCARAN ASI PADA IBU NIFAS Tria Jania; Winda Windiyani; Ade Kurniawati
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/bimtas.v6i1.2436

Abstract

ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, kandungan gizi dari ASI sangat khusus dan sempurna serta sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi. ASI dihasilkan oleh kelenjar payudara wanita melalui proses laktasi. Keberhasilan laktasi ini dipengaruhi oleh kondisi sebelum dan saat kehamilan berlangsung. Salah satu upaya non farmakologis yang bisa dilakukan untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin pada ibu setelah melahirkan adalah dengan manajemen non farmakologi untuk meningkatkan kelancaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen non farmakologi untuk meningkatkan kelancaran ASI pada ibu nifas. Metode penelitian yaitu literature review dengan pencarian artikel jurnal ini dilakukan secara elektronik dengan menggunakan beberapa database, yaitu  : portal garuda dan  Science Research Publishing dan Science And Technology Index (SINTA). Manajemen non farmakologi untuk meningkatkan kelancaran ASI diantaranya pijat oksitosin, pijat marmet, pijat punggung dengan menggunakan aromaterapi, konsumsi jantung pisang sangat efektif meningkatkan kelancaran ASI. Manajemen non farmakologi ini efektif digunakan untuk meningkatkan kelancaran ASI pada ibu nifas.
PENERAPAN KOMPRES HANGAT UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III FISIOLOGIS Risa Melliana Hanifah; Dewi Nurdianti; Ade Kurniawati
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/bimtas.v6i2.2918

Abstract

Nyeri punggung adalah rasa tidak nyaman yang diakibatkan karena rahim yang semakin membesar dan berat badan bertambah yang menyebabkan otot jadi bekerja lebih berat, jadi dapat menyebabkan stress pada otot dan sendi. Bahkan nyeri akan menyebar ke bagian pelvis dan akan kesulitan untuk berjalan maka dari itu memerlukan alat bantu jalan. Tujuan asuhan ini adalah untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester III fisiologis yang telah diberikan kompres hangat. Asuhan tentang penerapan kompres hangat untuk mengurangi nyeri punggung telah dilakukan di Puskesmas Karanganyar pada 5 orang ibu hamil trimester III fisiologis selama 3 hari kunjungan. Hasil setelah dilakukan kompres hangat sebelum dikompres dan sesudah dikompres hangat sebanyak 3 orang pada kategori nyeri berat, 2 orang nyeri sedang, kemudian setelah diberikan kompres hangat nyeri punggung ibu hamil trimester III fisiologis selama 3 hari mengalami penurunan yaitu sebanyak 3 orang pada kategori ringan, 1 orang pada kategori sedang, dan 1 orang pada kategori tidak nyeri. Kesimpulan dari asuhan ini adalah kompres hangat dapat menurunkan nyeri punggung.
PENGETAHUAN IBU HAMIL MENGENAI PERAWATAN MASA NIFAS DAN BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KERSANEGARA KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2020 Dewi Nurdianti; Ade Kurniawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 2 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.333 KB)

Abstract

Perawatan masa nifas dan bayi baru lahir merupakan hal sangat penting yang harus di ketahui oleh setiap ibuhamil. Pengetahuan mengenai perawatan masa nifas dan bayi baru lahir merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas ibu paska melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil trimester III mengenai perawatan masa nifas dan bayi baru lahir di wilaya kerja Puskesmas Kersanegara Kota Tasikmalaya 2020. Metode yang digunakan adalah cross sectional, teknik sampling menggunakan simple random sampling, dengan perhitungan besar sample diperoleh sebanyak 30 ibu hamil. Hasil penelitian pengetahuan ibu mengenai perwatan masa nifas dan bayi baru lahir dengan 30 responden, pengetahuan kategori baik sebanyak 7 orang (23%), pengetahuan kategori cukup sebanyak 18 orang (60%), pengetahuan kategori kurang sebanyak 5 orang (17%).Kesimpulan tingkat pengetahuan ibu hamil tm III mengenai perawatan masa nifas dan bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Kersanegara sebagian besar termasuk kategori pengetahuan cukup yaitu 18 orang (60%).
Formation and Training of Peer Counselors on PKPR and Post-Covid-19 AKB Socialization Sri Susilawati; Winda Windiyani; Dewi Nurdianti; Ade Kurniawati
AbdimasMu UMTAS Vol. 1 No. 1 (2022): AbdimasMu UMTAS: Journal Of Community Service
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.038 KB) | DOI: 10.35568/amu.v1i1.1833

Abstract

Limited knowledge of students about adolescent reproductive health is a problem that is often found in Islamic boarding school. The behavior of teenagers who often wear clothes or towels alternating with friends will be very influential for the reproductive health of adolescents, and it is feared that it could become a medium of spread of covid-19. Therefore, it is necessary to establish youth counselors and training through the provision of information as well as counseling practices on Youth Care Health Services (PKPR) and Socialization of New Habit Adaptation (AKB) after covid-19 in Al-Ittihaad Islamic Boarding School Purbaratu. The purpose of this PKM activity is to train and provide information on the importance of maintaining health by paying attention to adolescent reproductive health behaviors in Islamic boarding school with the implementation of health protocols / adaptation of new habits (AKB), which in the end participants are able to relay the information that has been obtained during the training process to others. The method in this activity is the establishment of youth counselors from santri sons and daughters. Providing training by directly training participants conduct counseling practices to their peers in the post-covid-19 PKPR and AKB. Conduct health protocols to prevent the spread of covid-19 virus in Islamic boarding school. The result of this activity is the increasing knowledge and skills of peer counsellors about PKPR and AKB post-covid-19 in Islamic boarding school.Conclusion is that participants can know and better understand and apply directly the material about PKPR and AKB post-covid-19 in Islamic boarding school.
Upaya Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Di Puskesmas Tamansari Sri Wahyuni Sundari; Ade Kurniawati; Meti Patimah; Sri Susilawati; Dewi Nurdianti; Winda Windiyani; Rissa Nuryuniarti; Melsa Sagita Imaniar; Noorhayati Novayanti; Tatu Septiani; Ratni N; Endah Nurmahmudah
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/balarea.v2i2.3720

Abstract

Remaja sebagai penerus dan calon pemimpin bangsa di masa depan, mendapatkan hak dan kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, terjamin kelangsungan hidupnya, bebas dari tindakan diskriminasi dan perlakuan yang salah, termasuk terlindungi dari berbagai masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang sering dijumpai pada remaja diantaranya anemia, masalah gizi, penyalahgunaan NAFZA, terutama yang disebabkan karena kecenderungan untuk perilaku yang berisiko. Beberapa upaya yang selama ini sudah dikembangkan oleh pihak Puskesmas untuk meningkatkan status kesehatan remaja adalah dengan program Upaya Kesehatan Sekolah (UKS). Program UKS berada di bawah naungan puskesmas sebagai fasilitas kesehatan. Puskesmas Tamansari merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dengan kampus Universitas Muahmmadiyah Tasikmalaya dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan remaja melalui program pokok UKS, akan tetapi tidak semua sekolah mempunyai kegiatan UKS yang aktif dan rutin. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran dan fungsi UKS. Kegiatan Pengabdian telah dilaskanakan di SMA 8, yang merupakan sekolah diwilayah kerja PKM Tamansari. Kegiatan menunjukan antusiasme dari siswa dan siswi, dengan berkunjung ke UKS untuk dilakukan pemeriksaan dan pendidikan kesehatan. Hasil menunjukan bahwa sebagian besar sasaran memiliki status IMT normal sebesar 67,6%, tidak anemia sebear 67% serta dengan status kesehatan normal sebear 89,3%. Namun demikian amsih ada diantaranya siswa dengan masalah kesehatan dan ini memerlukan perhatian dan dukungan berbagai pihak. Sehingga Diperlukan pendampingan pada petugas UKS untuk mengembangkan program dan keberkalaan kegiatan supaya bias dilaksanakan setiap waktu dan dapat diakses oleh remaja.
PRAKTIK PENGOLAHAN MPASI BERBASIS BAHAN PANGAN LOKAL UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Dewi Nurdianti; Ade Kurniawati; Melsa Sagita Imaniar; Annisa Nafauloh; Yuni Kurniawati; Siti Rutbatul Aliyah; Enok Cahyat; Riena Srinurdian; Rd. Siti Aminah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.47033

Abstract

Latar Belakang : Puskesmas Manojaya salah satu puskesmas dengan angka stunting tinggi di kabupaten Tasikmalaya tahun 2022, dikarenakan kurangnya pemberian ASI Ekskklusif, praktik pemberian MPASI yang tidak memadai serta kader yang tidak terlatih praktik pemberian PMBA. Studi ini  membahas pelatihan praktik PMBA  kepada kader dan ibu dari bayi usia 6-12 bulan, pemanfaatan aplikasi golden1000 serta terbentuknya dapur MPASI. Kontribusi: Pelatihan PMBA diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengolahan Menu MPASI bayi, memanfaatkan aplikasi golden 1000 sebagai media edukasi 1000 HPK bagi kader dan ibu bayi serta terbentuknya dapur MPASI posyandu sebagai bentuk wirausaha mandiri kader. Metode: kami mengintegrasikan pelatihan kepada kader dan ibu bayi serta pemanfaatan aplikasi Golden1000 sebagai media edukasi , membentuk dapur MPASI Posyandu.  Hasil: Pelatihan MPASI memberikan dampak peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta terbentuknya dapur mpasi posyandu Kesimpulan:  Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan keterampilan pengolahan MPASI serta terbentuknya dapur MPASI posyandu
Relationship Between Maternal Parenting Practices and Risk of Stunting in Toddlers Aged 12–59 Months in Talagasari, Tasikmalaya Rosye Syifa Fadillah; Ade Kurniawati; Sri Wahyuni Sundari; Meti Patimah; Rissa Nuryuniarti
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): MAY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v4i2.963

Abstract

Stunting is chronic nutritional problem that impacts physical growth, cognitive development, learning abilities, and future productivity. Among the indirect factors suspected to influence this is maternal parenting, especially for toddlers aged 12–59 months who are in a period of active growth. This study seeks to examine the association between maternal caregiving practices and stunting in Talagasari Village, within the Kawalu Community Health Center, Tasikmalaya City. The study used a quantitative method with a cross-sectional design and involved 82 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected using a maternal parenting questionnaire and toddler anthropometric data from the Integrated Health Post (Posyandu), then analyzed using the Chi-square test at significance level of p < 0.05. Results showed that the majority of mothers had good parenting patterns (91.5%), while the remainder had adequate parenting patterns (8.5%). In addition, the majority of toddlers did not suffer from stunting (78.0%), while 22.0% experienced stunting. The statistical test results showed p-value of 0.162 (p > 0.05), indicating no significant association between maternal parenting patterns and stunting. This finding indicates that stunting is triggered by various other factors, such maternal nutritional status during pregnancy, socioeconomic conditions, recurrent infectious diseases, environmental sanitation, and long-term nutritional adequacy. Therefore, stunting prevention requires a comprehensive approach through nutrition education, improved sanitation, family support, and cross-sector collaboration.