Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PSIKOEDUKASI KESADARAN FONOLOGI DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KOTA TASIKMALAYA anggia suci pratiwi; Rikha Surtika Dewi; Asti Tri Lestari
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Vol. 2 No. 2a (2018): Early Childhood : Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.977 KB) | DOI: 10.35568/earlychildhood.v2i2a.284

Abstract

ABSTRAK Makalah ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan mengimplementasikan psikoedukasi kesadaran fonologi di sekolah dasar. Psikoedukasi kesadaran fonologi merupakan pelatihan yang mengembangkan sensitivitas anak terhadap struktur bunyi. Psikoedukasi ini dilakukan sebagai upaya stimulasi dan optimalisasi terhadap potensi berbahasa yang dimiliki anak sesuai dengan tahap perkembangannya dan memberikan layanan, serta bimbingan yang dibutuhkan anak dalam melewati tahap-tahap periode sensitif yang dilaluinya dengan cara menggunakan berbagai aktivitas praakademik untuk mengembangkan kesadaran fonologi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan metode observasi dan wawancara dengan guru. Observasi dilakukan di dalam kelas untuk melihat kesadaran fonologi anak. Upaya guru dalam pengembangan kesadaran fonologi anak didapatkan melalui wawancara dan pengamatan secara langsung. Setelah dilakukan observasi dan wawancara, selanjutnya dilaksanakan psikoedukasi kesadaran fonologi kepada siswa dan guru. Pemilihan metode yang akan digunakan dalam psikoedukasi pada anak dapat disesuaikan dengan tingkat usia anak. Deteksi aliterasi dan deteksi fonem tunggal relatif mudah bagi anak, yaitu untuk mengenali bunyi silabel awal yang sama (pada purwakanti) dan bunyi silabel akhir yang sama (pada sajak) dari kata-kata yang disajikan. Adapun teknik psikoedukasi dapat melalui lagu anak yang bersajak ataupun melalui kegiatan berpantun. Metode dengan tingkat yang lebih sulit yang dapat digunakan seperti metode deteksi fonem tunggal; di sini tingkat kesulitannya sudah meningkat, karena anak harus mengenali unit bunyi yang lebih kecil daripada silebel. Apabila keterampilan tersebut telah dikuasai, lebih lanjut anak dapat diberi pelatihan dengan metode yang semakin tinggi tingkat kesulitannya seperti metode ketukan fonem. Kata Kunci: Psikoedukasi, Kesadaran Fonologi, Pendidikan Anak Usia Dini. ABSTRACT This paper is the result of a study aimed at implementing psychoeducation in phonological awareness in primary schools. Psychoeducation of phonological awareness is a training to develop children's sensitivity to the sound structure. This psychoeducation serves to stimulate and optimize the language potential of children according to the stage of development, to provide services and to provide guidance that children need to go through the sensitive stage in which they use various preschool activities to develop phonological awareness. The approach used in this study is a qualitative approach using descriptive methods. The data collection technique in this study is the observation method and interviews with the teacher. Observations were carried out in the classroom to see the phonological awareness of the child. Teacher's efforts in developing children's phonological awareness achieved through interviews and direct observation. After conducting observations and interviews, then psychoeducation phonological awareness was carried out to students and teachers. The selection of methods to be used in psychoeducation in children can be adjusted to the age level of the child. Alliteration detection and detection of single phonemes are relatively easy for children to recognize, namely the same initial syllable sound (in purwakanti) and the same final syllable sound (in poetry) of the words presented. The psychoeducation technique can consist of children's songs which are poetry, or dance activities. More difficult level methods can be used such as single-phonemic detection methods; here the level of difficulty has increased as the child has to recognize a sound unit that is smaller than the silebel. If these skills have been mastered, furthermore the child can be given training with methods that increase the level of difficulty such as the phoneme knock method. Kata Kunci: Psychoeducation, Phonological Awareness, Early Childhood Education
SENI TEREBANG GEBES GRUP CANDRALIJAYA DI KAMPUNG CIRANGKONG DESA CIKEUSAL KECAMATAN TANJUNGJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA Asti Tri Lestari
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1 No. 2 (2018): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1, No. 2, Desember 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.22 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v1i2.466

Abstract

This research is intended to find out the development of art in the gebes in Cirangkong Village, Cikeusal Village, Tanjung Jaya District, Tasikmalaya Regency. This has become important regarding the art of gebes which is a product of local communities whose existence is now increasingly marginalized by the invasion of foreign cultures as a result of globalization. The research method used is descriptive method with a qualitative approach. Based on the data collected successfully, it is illustrated that the art of gebes felling has a function as a ritual in the celebration of harvest for the supporting community. A new phenomenon that is as entertainment in enlivening various national events. Another symptom of the emergence of art groups was broken down in schools played by school students. The structure of the performance of the art is broken down in the event of the purpose of overtime, which starts from the preparation, implementation, and closing.
TRANSFORMASI PERAN RONGGENG AMEN DI DESA BATULAWANG KOTA BANJAR herlina19 lisgiyanti; Asti Tri Lestari
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 2 No. 1 (2019): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol.2, No. 1, Juni 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.26 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v2i1.848

Abstract

Penelitian ini berjudul “Transformasi Peranan Ronggeng Amen di Desa Batulawang Kota Banjar”. Kesenian Ronggeng amen adalah kesenian yang tumbuh dan berkembang di Batulawang, yang merupakan perkembangan dari Ronggeng Gunung. Ronggeng Amen pernah di pertunjukan pada Upacara Ngaruat sampai saat ini ke Upacara Ngabungbang setiap tanggal 1 0ktober dan biasanya bertepatan dengan malam bulan purnama, kesenian ini rutin di gelar pada setiap tahunnya, karena dari itu peneliti membatasi permasalahan pada penelitian ini melalui beberapa rumusan masalah yakni meliputi: (1) mengapa upacara Ngaruat mengalami perubahan menjadi upacara Ngabungbang,(2) Bagaimana Transformasi fungsi peran Ronggeng Amen dari upacara Ngaruat ke upacara Ngabungbang. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan perubahan upacara Ngaruat ke upacara Ngabungbang (2) mendeskripsikan trasnformasi peran Ronggeng Amen dari Upacar Ngaruat ke upacara Ngabungbang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunkan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian ini, Ronggeng Amen merupakan simbol ritual karena dalam pelaksanaannya merupakan proses ritual yang semu.Ronggeng berfungsi sebagai hiburan bagi masyarakat desa Batulawang dan dipertunjukan di awal dan pada saat proses upacara berlangsung.
ANALISIS STRUKTUR PERTUNJUKAN SENI EBEG GRUP CONDONG CAMPUR DI DESA MARUYUNGSARI KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN ahmadfaozan faozan; Asti Tri Lestari; Arni Apriani
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 2 No. 1 (2019): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol.2, No. 1, Juni 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.461 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v2i1.926

Abstract

Ebeg merupakan suatu bentuk tarian yang diiringi dengan beberapa ricikan gamelan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui struktur pertunjukan Seni Ebeg Grup Condong Campur di Desa Maruyungsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, (2) Mengetahui struktur gerak pada pertunjukkan Seni Ebeg Grup Condong Campur di Desa Maruyungsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, (3) Mengetahui struktur musik pada pertunjukkan Seni Ebeg Grup Condong Campur di Desa Maruyungsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, (4) Mengetahui struktur Pertunjukkan Seni Ebeg Group Condong Campur di desa Maruyungsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Maruyungsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Subyek dalam penelitian ini adalah Grup Kesenian Seni Ebeg dan masyarakat yang ikut dalam pertunjukan Seni Ebeg, serta tokoh masyarakat di Desa Maruyungsari. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan pengamatan (observasi), wawancara dan studi dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang dilakukan adalah Triangulasi metode dengan cara membandingkan informasi atau data dengan cara yang berbeda. Ada pun analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini bahwa struktur pertunjukan Seni Ebeg Group Condong Campur di Desa Maruyungsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran membahas tentang struktur dasar dan dalam. Struktur dasar mengungkap pola pertunjukan meliputi pembuka atau pra tontonan, inti pertunjukan dan penutup, dan mengungkap elemen pertunjukan meliputi lakon, pelaku, gerak, iringan musik, tata rias dan busana, tempat dan waktu pertunjukan, dan tata suara, serta penonton. Struktur dalam mengungkap tata hubungan antara elemen-elemen pertunjukan yang dibangun yang menghasilkan tatanan hubungan elemen gerak, iringan, rias dan busana, properti atau perlengkapan dan pentas.
PEMBELAJARAN LAGU DAERAH MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETEPATAN NADA PADA SISWA KELAS 6 DI SDN 3 SIRNAJAYA KABUPATEN CIAMIS Desi Rahmawati; Asep Wasta; Asti Tri Lestari
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 2 No. 1 (2019): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol.2, No. 1, Juni 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.014 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v2i1.928

Abstract

Penelitian yang berjudul “Pembelajaran Lagu Daerah Menggunakan Media Audi Visual Untuk Meningkatkan Ketepatan Nada Pada Siswa Kelas 6 di SDN 3 Sirnajaya Kabupaten Ciamis” ini di latar belakangi oleh kondisi belajar siswa dalam pembelajaran SBDP khususnya dalam pembelajaran lagu-lagu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan pembelajaran lagu-lagu daerah menggunakan media audio visual untuk meningkatkan ketepatan nada yang meliputi pemilihan materi, proses pembelajaran, dan hasil pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan dibantu dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Temuan yang di dapat dalam penelitian ini terdiri dari pemilihan materi dan hasil pembelajaran. Materi lagu yang diajarkan yaitu lagu Cing Cangkeling, Tokecang, Manuk Dadali dari Jawa Barat. Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa penerapan pembelajaran lagu daerah menggunakan media audio visual untuk meningkatkan ketepatan nada dalam kategori baik siswa-siswi SDN 3 Sirnajaya masih berminat terhadap lagu-lagu daerah dan mempunyai rasa memiliki terhadap aset kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia ini.
PERUBAHAN STRUKTUR PENYAJIAN DAN FUNGSI SENI BANGRENG PADA LINGKUNG SENI GIRI ASIH DI KECAMATAN SALAWU Asyifa Gustia Noer; Asti Tri Lestari; Arni Apriani
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 2 No. 1 (2019): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol.2, No. 1, Juni 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.523 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v2i1.929

Abstract

Makalah ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk melestarikan budaya yaitu kesenian bangreng, selain itu bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan struktur penyajian pertunjukan dan perubahan fungsi kesenian bangreng di Kecamatan Salawu. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan agar menjawab permasalahan yang diajukan dengan data yang telah dikumpulkan. Melalui tahap-tahap penelitian diantaranya tahap perencanaan, observasi, wawancara, studi dokumentasi, analisis data, pengolahan data, pengecekan data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini mengkaji permasalahan tentang bagaimana perubahan struktur pertunjukan dan fungsi. Temuan pada perubahan struktur pertunjukan dibagi menjadi 3 bagian yaitu struktur iringan, struktur tarian, dan struktur busana. Sedangkan pada perubahan fungsi kesenian bangreng terdapat 2 fungsi utama yaitu fungsi primer dan fungsi sekunder. Fungsi primer terdiri dari sarana upacara dan sarana hiburan. Fungsi sekunder terdiri dari sarana pendidikan, sarana sosialisasi, dan sarana ekonomi.
Analisis Upacara Adat Nyuguh Di Kampung Adat Kuta Kabupaten Ciamis : Analisis Bentuk dan Fungsi Upacara Adat Nyuguh Di Kampung Adat Kuta Kabupaten Ciamis Rika Yuliana Putri; Asti Trilestari; Arni Apriani
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 4 No. 2 (2021): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol.4, No. 2, Desember 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.992 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v4i2.1107

Abstract

Kebudayaan pada dasarnya adalah alat komunikasi pemersatu dan jati diri sebuah masyarakat. Oleh karena itu kebudayan menjadi pedoman bagi sikap dan tingkah laku dan pergaulan antar warganya sehingga akan berpengaruh pada pembentukan sikap, kepercayaan, dan perilaku anggota masyarakat yang bersangkutan. akan terjadi pergeseran dan perubahan dalam kehidupan masyarakat terutama sangat terlihat pada sikap dan prilaku dikalangan generasi muda, dengan demikian kesenian tradisional sangat perlu mendapatkan pemeliharaan, pembinaan, kemudian dikembangkan, dan dipertahankan kelestariannya, agar generasi penerus bisa memahami tradisi yang diwarisakan dari leluhur. Seperti halnya di Kabupaten Ciamis, terdapat tradisi yang masih dilestarikan dan dijaga sampai saat ini, tepatnya di Kampung Adat Kuta, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambak Sari, yang masih memegang teguh adat kebudayaannya dari nenek moyang yaitu tradisi Upacara Adat Nyuguh yang merupakan ritual wajib yang selalu diselenggarakan pada tanggal 25 Shafar setiap tahunnya. Maka dari itu peneliti membatasi permasalahan pada penelitian ini melalui beberapa rumusan masalah yaitu : (1) Bagaimana bentuk penyajian Upacara Adat Nyuguh di Kampung Adat Kuta? (2) Bagaimana fungsi Upacara Adat Nyuguh di Kampung Adat Kuta Ciamis? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian untuk menghimpun data yaitu dengan menggunakan instrumen observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil survei lapangan, Upacara adat Nyuguh ini merupakan rasa syukur kepada sang pencipta karena telah memberikan rezeki berlimpah melalui hasil bumi.
Analisis Motif Kerajinan Anyaman Bambu Di Desa Mandalagiri Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya Tuti Alawiyah; Wan Ridwan Husen; Asti Tri Lestari
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 4 No. 1 (2021): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol.4, No. 1, Juni 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.643 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v4i1.1408

Abstract

Desa Mandalagiri Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi alam bambu yang melimpah untuk dijadikan bahan baku anyaman bambu, maka dari itu pengranjin anyaman bambu hampir tersebar diseluruh Desa Mandalagiri. Didaerah tersebut kerajinan anyaman bambu masih di lestarikan bahkan dijadikan sebagai usaha untuk mencari nafkah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif dan mengetahui teknik pembuatan motif kerajinan anyaman di desa Mandalagiri Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Motif anyaman bambu yang tedapat di Desa Mandalagiri sangat beragam tetapi hanya dua motif saja yang sering digunakan yaitu motif anyaman sasag dan motif anyaman kepang, teknik pembuatan anyaman bambu di Desa Mandalagiri tidak menggunakan mesin bubut melainkan menggunakan tangan manual. Teknik pengumpulan data melalui, observasi, wawancara, dokumentasi dan studi literatur.
Analisis Struktur Gerak dan Fungsi Kesenian Pencak Silat Di Sanggar Putra Santana Desa Rajadatu Kabupaten Tasikmalaya Titin Paridatul Fuadah; Asti Trilestari; Asep Wasta
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 4 No. 2 (2021): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol.4, No. 2, Desember 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.628 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v4i2.1423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur gerak serta mendeskripsikan fungsi kesenian pencak silat Sanggar Putra Santana di Desa Rajadatu Kecamatan Cineam kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yakni hasil analisis struktur gerak melalui jurus 10 yang memiliki nilai keagamaan sebagai makna yang terkandung dalam setiap gerakannya. Dengan struktur pertunjukan yang didukung oleh unsur pendukung lain, diantaranya Iringa music,rias dan busana, bentuk penyajian dan struktur pertunjukan. Hal tersebut menunjukan bahwa pencak silat memiliki kegunaan dan peranan penting dalam masyarakat terutama dalam fungsi yang ada didalamya diantaranya fungsi hiburan, ritual, presentasi estetis dan pendidikan. Dengan demikian bahwa penelitian ini dapat memberikan wawasan serta pemaparan sebagai deskripsi dari kesenian pencak silat.
Komparasi Kostum Kesenian Pontrangan Di Kampung Salawe Desa Cimaragas Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis Dan Kesenian Jurig Sarengseng Dari Desa Binangun Kota Banjar Hutman Abdillah; Asti Tri Lestari; Deden Setiaji
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 4 No. 2 (2021): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol.4, No. 2, Desember 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.041 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v4i2.1499

Abstract

Komparasi merupakan metode yang bertujuan untuk mencari persamaan dan perbedaan antara dua variable atau lebih dengan tujuan untuk menentukan atau mengetahui kesamaan dan perbedaan dari variable-variabel tersebut. Kostum selain berfungsi sebagai pelindung badan, kostum juga bisa dijadikan sebagai gambaran dari pemakainya dan kostum yang baik yaitu yang memiliki makna didalammnya. Kesenian Pontrangan adalah kesenian daerah yang perintisannya dilakukan sejak awal tahun 2014 dan dipertunjukan pada tahun 2015 serta telah diakui oleh pemerintah Kabupaten Ciamis sebagai kesenian khas dari Desa Cimaragas. Dan kesenian Jurig Sarengseng merupakan salah satu kesenian dari Kota Banjar namun berbatasan dengan Kabupaten Ciamis yang awal dipertunjukan pada tahun 2013 serta telah diakui oleh pemerintah Kota Banjar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkomparasikan proses pembuatan kostum kedua kesenian tersebut dan makna apa yang terkandung dalam pakaian dan aksesoris kedua kesenian tersebut. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Objek yang diteliti adalah bagian-bagian yang terdapat pada kostum Kesenian Pontrangan dan Kesenian Jurig Sarengseng dan subjek dalam penelitian ini adalah informan atau narasumber yang mengetahui tentang objek penelitian. Hasil penelitian menunjukan proses pembuatan atau terbentuknya Kesenian Pontrangan dan Kesenian Jurig Sarengseng dari mulai topeng, baju, boneka serta aksesoris yang digunakan oleh penari wanita sehingga dikatakan sebagai kesenian Pontrangan dan Kesenian Jurig Sarengseng. Selanjutnya mengkomparasikan makna apa yang terkandung dalam kostum Kesenian Pontrangan dan Kesenian Jurig Sarengseng dari mulai topeng, baju boneka kesenian hingga aksesoris yang dikenakan.
Co-Authors Aan, Andriana Aceng Sambas Aep Sunendar Ahmad, Sidiq ahmadfaozan faozan Ami Rahma Nursiam Ami, Ashari Anggia Suci Pratiwi Anggia Suci Pratiwi Anggita Yulizar Nada Pratiwi Annisa Icha, Nurul apriani, arni Apriliana, Arina Aqilla Sekar Febrianti Arief Asep Setiawan Asep Wasta Asep Wasta Asep Wasta Asyifa Gustia Noer Belgis Nurhaliza Budi Dharma Budi Dharma Budi Hendrawan Budi Hendrawan Damayanti, Tsalsa Putri Deden Setiaji Denden Setiaji Desi Rahmawati Desta Hikmah Ramdani Eri Puspitasari Febrian, Kaka Azi Fadhilah Fika, Rafikawati Fitri Nurlina Gilang Sepriangga Nuryudi Gugun Gundara Hasanah, Nauriatul herlina19 lisgiyanti Hutman Abdillah Indra Gunawan Joan Sepni Subagja Juju Masunah Kurniawati, Ade Lilis Lismayanti Lilis Lismayanti Maylisa Hayati Meiliana Nurfitriani Meiliana Nurfitriani Meiliana Nurfitriani Meiliana Nurfitriani, Meiliana Mia Indah Lestari Miftahul Falah Miftahul Falah Milah Nurkamilah Mochamad, Wildan Alimufti Muhaimin, Muhammad Taufik Muhammad Saefulloh Muharani, Yesi Mujiarto N. Wiwin Wahyuni Neni Nuraeni Nita Puspitasari Nova Puspita Novi Silmi, Pebriyani Nuranisa, Rifni Nuriyah, Winda Nurrahmah, Rara Nurrina Firdaus Patiniah, Shinta Alvionita Permana, Lutfi Gista Pratiwi, Anggia Suci Qoriah, Sohibah Nur Rani Nurhidayah Rika Yuliana Putri Rikha Surtika Dewi Rikha Surtika Dewi Rikha Surtika Dewi, Rikha Surtika Risna Ristiyani Risna, Siti Nurahmah Ristiyani, Risna Rizka Pajrin Juliasari Sabrina, Putri Nur Sari, Nina Pamela Seni Lidusyiami Setiaji, Denden Sinta Hopipah Siska Febriani Slamet Rebiyanto Sri Wulandari Tami Aspi Zahda Hidayah Tantri Ayu Rahmati Taofik Muhammad Taofik Muhammad Titin Paridatul Fuadah Tuti Alawiyah Virna Lestiyani Wan Ridwan Husen, Wan Ridwan Widya, Imardhea Yani H Yuda Yuda Zamaludin, Helmi Fauzan