Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Laboratorium Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya Tahun 2009 Henny Isnainy; Hamzah Hasyim; Rico Januar Sitorus
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Laboratorium kimia merupakan fasilitas untuk pendidikan, penelitian, pelayanan dan uji mutu. Di laboratorium terdapat bahan kimia yang memiliki risiko bahaya dan dapat menimbulkan efek bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi implementasi keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium kimia.Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Teknik instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan observasi. Penelitian ini diperoleh dengan cara wawancara mendalam, FGD (Focus Group Discussion), telaah dokumen dan hasil observasi.Hasil Penelitian : Dalam peralatan dan bahan kimia di laboratorium kimia, telah diterapkan pelabelan pada setiap bahan kimia. Di laboratorium kimia belum lengkapnya perlengkapan keselamatan kerja seperti alarm, pintu darurat dan APAR (Alat Pemadaman Api Ringan).Kesimpulan : Belum lengkapnya pelengkapan keselamatan kerja seperti alarm, pintu darurat dan APAR (Alat Pemadaman Api Ringan). Laboratorium harus dilengkapi alarm kebakaran dan APAR (Alat Pemadaman Api Ringan), dibuatkan ventilasi khusus. Perlengkapan keselamatan kerja perlu ditempelkan poster kewajiban menggunakan APD, kondisi bahaya, intruksi kerja dan aturan dasar keselamatan kerja, memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran tata-tertib.Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Laboratorium Kimia.
Kepadatan Penghuni Rumah Terhadap Kasus Tuberkulosis di Indonesia: Systematic Literature Review Semiardji, Adji; Elvi Sunarsih; Hamzah Hasyim
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): Vol. 8 No. 1 (2026): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit infeksi paling mematikan di dunia, dengan lebih dari 10 juta orang terdampak setiap tahunnya, dan berdasarkan Laporan Global TBC Tahun 2024, Indonesia menempati posisi kedua dengan kontribusi 10% kasus dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepadatan penghuni rumah dengan kejadian TBC di Indonesia melalui pendekatan tinjauan sistematis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan meninjau artikel-artikel observasional yang menggunakan desain case-control dan cross-sectional, yang dipublikasikan dalam rentang waktu antara tahun 2015 hingga 2025. Artikel-artikel relevan diperoleh dari basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, dengan kualitas publikasi yang dinilai menggunakan JBI Critical Appraisal Tools. Dari 1.369 artikel yang ditemukan, sebanyak 21 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil sintesis tematik menunjukkan bahwa dari 21 studi yang dianalisis, sebanyak 14 studi melaporkan hubungan signifikan antara kepadatan hunian dan kejadian tuberkulosis, sedangkan 7 studi tidak menemukan hubungan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa kepadatan hunian merupakan faktor risiko dominan, meskipun dipengaruhi oleh faktor lingkungan lain seperti ventilasi, kelembapan, dan perilaku penghuni. Implikasi kebijakan dari temuan ini adalah perlunya intervensi berbasis lingkungan, termasuk pengaturan standar kepadatan hunian, peningkatan kualitas ventilasi rumah, serta penguatan edukasi masyarakat dalam pencegahan penularan tuberkulosis di lingkungan masyarakat.   Kata kunci: Tuberkulosis, Kepadatan Penghuni Rumah, Indonesia, Tinjauan Sistematis ABSTRACT . Tuberculosis (TBC) is one of the most lethal infectious diseases globally, with over 10 million people affected each year. According to the 2024 Global Tuberculosis Report, Indonesia ranks second, contributing 10% of global cases. This study aims to analyze the relationship between household crowding and TBC incidence in Indonesia through a Systematic Review approach. The method employed in this study involved reviewing observational articles using case-control and cross-sectional designs published between 2015 and 2025. Relevant articles were sourced from databases such as PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar, with publication quality assessed using the JBI Critical Appraisal Tools. Out of 1.369 articles identified, 21 met the inclusion criteria and were analyzed further. The synthesis results indicate that out of 21 studies analyzed, 14 reported a significant association between household crowding and tuberculosis incidence, while 7 studies found no significant relationship. These findings suggest that household crowding is a dominant risk factor, although it is influenced by other environmental determinants such as ventilation, humidity, and residents’ behavior. The policy implications of these findings highlight the need for environment-based interventions, including the regulation of housing density standards, improvement of household ventilation quality, and strengthening community education to prevent the transmission of tuberculosis in community.   Keywords: Tuberculosis, Household Crowding, Indonesia, Systematic Review