Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Konstruksi Miteme dalam Cerita Rakyat Sumbawa “Paruma Ero”: Kajian Strukturalisme Perspektif Levi-Strauss Eirzikri Rentarimasa; Mahsun; Johan Mahyudi
Jurnal LENTERA: Jurnal Studi Pendidikan Vol 5 No 1 (2023): Edisi Agustus 2022- Januari 2023
Publisher : Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Kabupaten Sumbawa Barat - NTB - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51518/lentera.v5i1.120

Abstract

This research aims to describe the myteme and structures of the Sumbawa Paruma Ero folklore level based on Levi Strauss structuralism of research. This research used a qualitative description methods with a structural approach. Methods of collecting data using library methods and note-taking techniques. Levi - Strauss structuralism theory as the basis of his analysis. The results of the analysis of the mytemes in the Sumbawa Paruma Ero folklore are divided into six mytemes: (1) The myteme of the stories Lalu Muhammad Maula paying attention to the take a bath of Bidadari, (2) The myteme of the story the Bidadari Married, (3) The myteme of loyalty and lying, (4) The myteme of the birth of a child then Muhammad Maula, (5) Myteme the story of the departure of the angel and then Muhammad Maula flew, (6) The mytee of the story revealed by Paruma Ero. The structures of the levels in the Paruma Ero stories is divided into four levels: (1) the geographical level, namely the level related to the setting of the place in the stories, (2) the techno-economic level, namely the level related to livelihoods, (3) the sociological level concerning the social life involved. bind the characters, (4) the cosmological level concerns the supernatural things experienced by the characters in the stories
Metafora Sufistik dalam Novel Jatiswara Karya Lalu Agus Fathurrahman: Kajian Stilistika dewi yuliana; Johan Mahyudi; Syahrul Qodri
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v3i2.2702

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana metafora eksplisit sufistik dan implisit sufistik dalam novel Jatiswara karya Lalu Agus Fathurrahman berdasarkan kajian stilistika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metafora eksplisit sufistik dan metafora implisit sufistik dalam novel Jatiswara karya Lalu Agus Fathurrahman berdasarkan kajian stilistika. Metode Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode simak dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana bentuk metafora seksplisit yang sufistik dan metafora implisit yang sufistik dalam novel Jatiswara, yaitu terdapat tiga kategori metafora ekplisit sufistik dan implisit sufistik diantaranya: kategori fisik, sifat, dan karakter.
Analisis Kemampuan Memproduksi Teks Persuasif Siswa Kelas VIII MTs Nurul Yaqin Praya Tahun Pelajaran 2021/2022 Rona Restu Victoria; Johan Mahyudi; Saharudin Saharudin
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v4i2.2722

Abstract

Teks persuasif merupakan teks yang berupa karangan yang bertujuan untuk memengaruhi pembaca. Karangan ini membutuhkan data sebagai penunjang. Kemampuan memproduksi teks persuasif di kelas VIII MTs Nurul Yaqin Praya masih tergolong rendah disebabkan oleh pembelajaran bahasa Indonesia yang kurang diminati siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan memproduksi teks persuasif siswa kelas VIII MTs Nurul Yaqin Praya dari aspek struktur teks dan kaidah kebahasaan teks persuasif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil memproduksi teks persuasif siswa kelas VIII MTs Nurul Yaqin Praya sebanyak 30 siswa dari 63 siswa kelas VIII yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan memproduksi teks persuasif siswa kelas VIII MTs Nurul Yaqin Praya pada aspek struktur teks dan kaidah kebahasaan berada pada kategori rendah. Hasil deskripsi data terkait kemampuan memproduksi teks persuasif siswa kelas VIII MTs Nurul Yaqin Praya tampak 28 siswa dari 30 siswa dalam sampel penelitian berada pada kategori kurang dalam memproduksi teks persuasif. Sementara siswa yang memenuhi kategori baik hanya 1 orang siswa dan berkategori cukup 1 orang siswa. Nilai tertinggi berada pada angka 84,5, nilai terendah berada pada angka 34,5, dan nilai rata-rata berada pada angka 51,5.
Citra Perempuan pada Novel Cinta dalam Diam Karya Shineeminka: Kajian Kritik Sastra Feminis Liberal Ana Rohana; Johan Mahyudi; khairussibyan khairussibyan
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v2i1.2732

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan citra perempuan yang terdapat pada novel Cinta dalam Diam karya Shineeminka menggunakan kajian kritik sastra feminis liberal. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif bersifat deskriptif. Data yang dikumpulkan berupa teks novel yang memuat citra perempuan dalam novel Cinta dalam Diam. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi dan studi Pustaka Teknik catat. Tahapannya adalah mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, dan mendeskripsikan citra perempuan pada novel Cinta dalam Diam menggunakan kajian kritik sastra feminis liberal. Hasil penelitian ini, yaitu citra perempuan meliputi citra diri dan citra sosial. Citra diri perempuan terdiri atas aspek fisik dan psikis, sedangkan citra sosial terdiri atas citra perempuan dalam keluarga dan citra dalam masyarakat. Gambaran citra perempuan dari aspek fisik didasarkan pada ciri muka, keadaan tubuh dan perempuan dewasa dalam novel ini digambarkan sebagai sosok yang cantik dan sudah dewasa. Gambaran citra perempuan dari aspek psikis yaitu sebagai makhluk yang berperasaan, berpikir, dan beraspirasi. Gambaran citra dari aspek sosial, yaitu perempuan dalam keluarga sebagai anak, istri, ibu, dan anggota keluarga. Adapun Gambaran citra perempuan dalam masyarakat, yaitu yang berpendidikan, dalam bidang pekerjaan, serta sebagai anggota masyarakat Abstract This study aims to describe the image of women found in Shineeminka's novel Cinta Dalam Diam using liberal feminist literary criticism. The method used is descriptive qualitative method. The data collected is in the form of novel texts that contain the image of women in the novel Cinta Dalam Diam. Data was collected using the method of observation and the study of technical literature notes. The stages are identifying, classifying, analyzing, and describing the image of women in the novel Cinta Dalam Diam using liberal feminist literary criticism. The results of this study, namely the image of women includes self-image and social image. The self-image of women consists of physical and psychological aspects, while the social image consists of the image of women in the family and the image in society. The image of women from the physical aspect is based on facial features, body condition and adult women in this novel are described as beautiful and mature. The description of the image of women from the psychological aspect is as beings who feel, think, and have aspirations. Image description from the social aspect, namely women in the family as children, wives, mothers, and family members. As for the description of the image of women in society, namely those who are educated, in the field of work, as well as members of society
Bentuk Patologi Sosial Kemiskinan, Korupsi dan Pembunuhan dalam Novel The Bloody Rose Karya Daras Resviandira Vina Melysa; Sapiin Sapiin; Johan Mahyudi
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v2i2.2735

Abstract

Penelitian ini berfokus pada bentuk-bentuk patologi sosial. Novel The Bloody Rose mengangkat cerita yang menyuguhkan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan patologi sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti kemiskinan, korupsi dan pembunuhan. Kemiskinan yang digambarkan penulis dalam novel The Bloody Rose ditandai dengan si tokoh kekurangan materi, hidup minimum, status kesehatan, pendapatan rendah, dan harga diri. Korupsi dilakukan dengan memonopoli kekuasaan dan mementingkan kepentingan pribadi. Pembunuhan dilakukan secara sengaja, berencana, kekesalan dan cemburu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra yang berfokus pada teori patologi sosial Soejono Soekanto. Pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan. Metode analisis data terdiri dari tiga yaitu tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel the bloody rose menggambarkan bentuk patologi sosial kemiskinan dengan ciri-ciri kekurangan materi, hidup minimum status kesehatan, pendapatan rendah, dan rendah diri. Bentuk patologi sosial korupsi digambarkan dengan memonopoli kekuasaan dan mementingkan kepentingan pribadi, serta bentuk patologi sosial pembunuhan dibagi menjadi pembunuhan sengaja, berencana, serta kekesalan dan kecemburuan. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang disampaikan kedepannya untuk lebih mengembangkan penelitian patologi sosial diantaranya dengan mengganti objek penelitian yang awalnya novel menjadi lingkungan peserta didik yakni sekolah ataupun masyarakat
Metafora Dalam Kumpulan Puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum Karya Kahlil Gibran Haliza Haliza; Johan Mahyudi; Mahmudi Efendi
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v5i1.2761

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penggunaan Metafora yang terdapat dalam kumpulan puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum karya Kahlil Gibran. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu bagaimana penggunaan metafora dalam kumpulan puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum karya Kahlil Gibran. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan metafora dalam kumpulan puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum karya Kahlil Gibran. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif yaitu penelitian yang tidak melakukan atau mengadakan perhitungan dengan objek penelitian kumpulan puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum karya Kahlil Gibran. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah metode dokumentasi dan metode simak. Metode analisis data yang di gunakan adalah deskriptif. Berdasarkan analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa Metafora yang telah di temukan pada kumpulan puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum berjumlah 82 data di antaranya yaitu metafora antropomorfis berjumlah 26 data, metafora hewan berjumlah 10 data, metafora dari abstrak ke konkret berjumlah 31 data, dan metafora sinestesia berjumlah 15 data
Kemampuan Mengonversi Teks Hikayat Menjadi Cerita Pendek Siswa Kelas X SMAN 4 Kota Biam Nurrahmawati Nurrahmawati; Mahsun Mahsun; Johan Mahyudi
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v5i1.2763

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan mengonversi teks hikayat menjadi cerita pendek pada siswa kelas X SMAN 4 Kota Bima. Berkaitan dengan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan mengonversi teks hikayat menjadi cerita pendek pada siswa kelas X SMAN 4 Kota Bima subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 4 Kota Bima .Objek penelitian dalam penelitian ini adalah cerita pendek yang ditulis oleh siswa dari hasil konversi teks hikayat yang diberikan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tekni tes berupa kemampuan siswa dalam mengonversi teks hikayat menjadi cerita pendek. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan dalam mengonversi siswa paling tinggi terlihat pada aspek penggunaan bahasa dengan perolehan nilai rata-rata 77,8. Sedangkan kemampuan mengonversi siswa paling rendah terlihat pada aspek makna dengan perolehan nilai rata-rata 59. Pada aspek makna tersebut siswa masih kurang mampu untuk mempertahankan makna yang terkandung dalam hikayat. Siswa masih belum bisa menentukan makna-makna hikayat untuk dikembangkan dalam cerita pendek yang mereka tulis. Berdasarkan hasil tersebut, tingkat ketuntasan belajar siswa dalam mengonversi tergolong rendah jika dilihat dari persentase ketuntasan klasikal sebesar 50%.
Analisis Struktur Cerita Rakyat Ditinjau dengan Perspektif Jason dan Segal Serta Nilai Pendidikan dalam Buku Tutur Daerah Sumbawa Barat Faridah Faridah; Mahsun Mahsun; Johan Mahyudi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.005 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i5.7024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur cerita rakyat ditinjau dengan perspektif Jason dan Segal serta nilai pendidikan dalam buku Tutur Daerah Sumbawa Barat yang didokumentasikan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2018. Tutur Daerah Sumbawa Barat yang digunakan dalam penelitian yakni: (1) Batu Liangongo, (2) Batu Dopa, (3) Santoana, (4) Balang Kitab Ode, (5) Jompang Motong, (6) Unter Nore, (7) Jompong Suar, (8) Kaki Aca, dan (9) Batu Rea. Pendeskripsian struktur cerita rakyat meliputi: the level of wording, the level of poetic texture, the level of naratif, dan the level of meaning. Melalui tingkatan makna (the level of meaning) dapat dijaring nilai-nilai pendidikan berupa nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, nilai sosiokultural, dan nilai kearifan lokal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analitik yaitu analisis data dengan cara memberi pemaparan dan penggambaran data dalam bentuk uraian yang diperoleh dari kedalaman penghayatan terhadap interaksi antarkonsep yang sedang dikaji secara empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) yang berfokus pada satu sasaran (subjek), yaitu buku Tutur Daerah Sumbawa Barat. Data kemudian dianalisis dengan pendekatan struktural dan mengikuti model analisis Huberman dan Miles yang terdiri dari empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penyimpulan dan verifikasi hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat dalam buku Tutur Daerah Sumbawa Barat secara umum memiliki empat tingkatan stuktur cerita yang dimulai dari tingkatan kata, tingkatan tekstur puitik, tingkatan naratif (jalinan alur atau plot), dan tingkatan makna. Keempat tingkatan struktur tersebut membentuk sebuah alur dan memiliki peran penting dalam pemaknaan yang berbeda dengan cerita rakyat dari daerah lain serta sesuai dengan ciri khas daerah Sumbawa Barat itu sendiri yang layak dinikmati, menarik, dan mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu, penjaringan melalui tingkatan makna ditemukan nilai pendidikan yang sangat bervariasi. Nilai pendidikan yang terdapat dalam kesembilan cerita tersebut antara lain nilai religius, nilai moral, nilai sosiokultural dan nilai kearifan lokal. Struktur dan nilai pendidikan dalam cerita rakyat Sumbawa Barat tersebut dapat memperkaya khazanah pengetahuan serta dijadikan rekomendasi kajian cerita rakyat dalam dunia pendidikan maupun masyarakat secara umum
PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA DI SMPN 1 KILO Kasdin Kasdin; Johan Mahyudi; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 8, No 1: January 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v8i1.13366

Abstract

This study aims to describe the picture of professional competence, the role of teachers and the influence of teacher professionalism on learning achievement Indonesian students at SMPN 1 Kilo. Data were collected using survey and experimental methods. The survey method to require a sufficient number of respondents for the validity of the findings to be achieved properly. Experimental method to explain the causal relationship between one variable and another (variable x and variable y). The results showed that the picture of teacher professional competence results of r calculation value and r table value with 10 items can be classified into the first two parts, 5 items are declared valid with a percentage of 50%, and 5 items are declared invalid with a percentage of 50%, while the role of the teacher can Indonesian be seen the results of the r calculation value and the r table value with 12 items classified into the first two parts,  5 items are declared valid with a percentage of 41%, while 7 items are declared invalid with a percentage of 58%.
Modernist Literary-Criticism in Indonesia: A Study on the Practices of Millenial Digital Literacy on the Youtube Comments Johan Mahyudi; Ahmad Sirulhaq
Lingua Cultura Vol. 17 No. 1 (2023): Lingua Cultura
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/lc.v17i1.9045

Abstract

The research was focused on investigating the tradition of modernist literary criticism, which could be found in the audience’s comments under the video on the YouTube website. As the center of the digital literary paradigm, digital poetry in videography has become an object of criticism for the Indonesian millennial generation. As was known, one of the markers of digital literacy was proficiency in using digital media. One of these media was used to produce criticism by voicing non-text semiotics. Because of that, in the research, thousands of criticisms that appeared on the poetry websites “Aksara Betha” and “Rotasi” were analyzed by reviewing examples of the critics’ expressions of non-text elements that could be found in the constructs of the two digital poetry. The results show that Indonesian millennials are digitally literate, and many explicitly mention digital art features that have attracted their interest. Some critics even express their subjective feelings about the show’s duration which is considered too short. Such practice explains that the Indonesian millennial generation has felt the effect of one of the morphological elements of digital poetry, namely space and time. Furthermore, suppose it can be called a tradition; in that case, the honesty of the critics in collecting criticism of the work they prepare is the milestone of the new tradition in literary criticism. This tradition is rarely, if not never, to be found in the tradition of printed literary criticism.