Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemberdayaan Ayah Asuh Cegah Stunting (CETING) Suprida, Suprida; Nursanti, Rina; Aprilina, Aprilina; Rohaya, Rohaya; Saputra, Andre Utama
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 3 (2025): Volume 4, Issue 3 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15684933

Abstract

Stunting masih saja menjadi problem kesehatan mendasar di dunia, hingga tahun 2020 UNICEF mencatat kejadian stunting anak usia lima tahun sebanyak 149,2 juta. Sementara itu di Indonesia, prevalensi stunting pada tahun 2022 sebesar 21,6%. Pada tahun yang sama, kejadian stunting di Sumatera Selatan tercatat 18,6%. Menyusul kota Palembang dengan angka stunting 16,1% pada tahun 2022 (BKKBN). Berbagai program dan kebijakan pemerintah telah dilakukan untuk menurunkan angka kejadian stunting, meskipun demikian masih belum mencapai angka yang diharapkan, yaitu sebesar 14% di tahun 2024 (SSGI). Kecamatan Ilir Timur II merupakan wilayah kerja Puskesmas 11 Ilir dengan indeks status gizi balita pendek tertinggi di kota Palembang yaitu sebesar sebesar 6,6% atau 82  anak BALITA dengan TB/U (Profil Kesehatan Kota Palembang Tahun 2021). Pola asuh yang buruk di duga menjadi penyebab tingginya kasus anak dengan status gizi BALITA pendek. Selama ini, peran Ayah sebagai kepala keluarga belum terlibat banyak dalam pola asuh keluarga, sehingga tanggung jawab pengasuhan diambil alih oleh Ibu.Sehingga, solusi yang ditawarkan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah melalui kegiatan edukasi dan peningkatan keterampilan Ayah Asuh yang memiliki anak BADUTA melalui program MINDTING (Mindfulness Parenting) dengan tujuan meningkatkan kesadaran Ayah dalam pengasuhan. Kegiatan diawali dengan membentuk Kelas Ayah Asuh yang nantinya akan dipilih Duta Ayah Asuh sebagai role model dalam pengasuhan dan melanjutkan program MINDTING sebagai upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas 11 Ilir. Dengan terbentuknya Kelas Ayah Asuh, diharapan dapat menjadi program unggulan Puskesmas 11 Ilir sebagai upaya pencegahan stunting. 
Optimalisasi Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sebagai Upaya Motivasi Menyusui secara Eklusif pada Ibu Hamil Nursanti, Rina; Suprida, Suprida; Eprila, Eprila; Wilma, Wilma
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v5i1.1678

Abstract

Di Indonesia saat ini cakupan pemberian ASI eksklusif masih jauh dari target 80% cakupan ASI esklusif Dinas Kesehatan tahun 2018 60.7%, sedangkan target Dinas Kesehatan kota Palembang 76.5%. ASI merupakan makanan utama bagi bayi baru lahir sampai enam bulan pertama kehidupan. ASI eksklusif diartikan pemberian ASI saja kepada bayi tanpa tambahan makanan atau minuman lain kecuali obat, vitamin dan mineral. Motivasi menyusui kepada ibu hamil dalam pemberian ASI sangat diperlukan. Motivasi ibu untuk menyusui bayinya menjadi stimulasi terproduksinya ASI, sehingga hanya ASI yang diberikan ibu kepada bayi selama 6 bulan pertama kehidupan. Keberhasilan menyusui berpengaruh dari tingkat pengetahuan yang dimiliki ibu. Diharapkan dengan memberikan dukungan kepada ibu hamil melalui peningkatan pengetahuan dan motivasi menyusui ibu akan memberikan ASI kepada bayinya sebagai upaya mendukung masa 1000 hari kehidupan. Tujuan dari kegiatan ini terlaksananya pendidikan kesehatan mengenai motivasi menyusui oleh ibu hamil melalui pendidikan kesehatan. Metode pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat ini adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Jumlah peserta yang hadir dalam pelatihan ini berjumlah 9 orang ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC di BPM Husniyati. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dengan membandingkan hasil kuesioner pre test dan post test. Kesimpulan ada peningkatan motivasi dalam menyusui ibu hamil sebelum dan sesudah mengikuti pendidikan kesehatan.
PENGARUH TERAPI NYERI NON INVASIFPADA IBU POSTPARTUM BERDASARKAN EVIDACE BASED TERHADAP INTENSITAS NYERI DI BPM KOTA PALEMBANG TAHUN 2017 VASRA, ELITA; SUPRIDA, SUPRIDA; SUKARNI, DIAH; HENDAWATI, HENDAWATI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Nyeri dapat dirasakan pada berbagai macam tingkatan mulai dari nyeri ringan-sedang sampai nyeri berat. Tingkatan nyeri yang dirasakan pasien post partum tergantung dari banyaknya sumber penyebab nyeri, toleransi pasien terhadap nyeri, dan faktor psikologis dan lingkungan Tujuan Penelitian untuk menemukan pengaruh terapi non invasif sesuai evidance based terhadap intensitas nyeri pada ibu postpartum di BPM Kota Palembang tahun 2017. Desain penelitian adalah eksperimen semu (quasi experiment). Jumlah sampel sebanyak 32 orang. Dengan masing-masing kelompok berjumlah 16 orang. Tempat penelitian di BPM Limarini dan Husniyati Palembang. Hasil Penelitian: umur ibu postpartum risiko tinggi 46,9 % (15 orang) dan rendah 53,1 % (17 orang) dan paritas tinggi 59,4 % (19 orang) dan paritas rendah 40,6% (13 orang), hasil uji Chi-square umur mempunyai hubungan terhadap intensitas nyeri (p value 0,016 < á = 0,05) dan paritas tidak mempunyai hubungan terhadap intersintas nyeri (p value 0,095<á=0,05). Intesistas nyeri ibu sebelum intervensi: sedang 71,9% (23 orang) dan berat dapat dikontrol 28,1% (9 orang). Intensitas nyeri ibu postpartum sesudah dilakukan intervensi adalah : tidak nyeri 18,8% (6 orang), ringan 65,6% (21 orang) dan sedang 15,6% (5 orang). Rata-rata intensitas nyeri sesudah intervensi 1,97 dengan SD 0,595 sedangkan sebelum 3,28 dengan SD 0,497. Hasil uji statistik didapatkan p–value 0,000 pada alpha 5% terlihat ada perbedaan yang signifikan rata-rata intensitas nyeri. Kesimpulan: Masase bertujuan untuk menstimulasi produksi endhorpin dan dinorpin yang memblokade transmisi nyeri melalui system control desenden. Sedangkan interaksi bayi merupakan media distraksi untuk mendominasi impuls yang masuk dalam system Manajemen Nyeri Non Invasive pada Ibu PostPartum (Nikmatur Rohmah) control asenden sehingga dapat menutup pintu gerbang penghantar nyeri.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, TAKUT EFEK SAMPING DAN PARITAS DENGAN PENGGUNAAN KB IMPLAN DI PUSKESMAS LUBUK BATANG yayanzi, yayanzi; Suprida, Suprida; Anggraini, Arie; Mastina, Mastina
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.1973

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan dengan populasi keempat terbesar di dunia, pada tahun 2025 Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan penduduk Indonesia berjumlah sekitar 273,65 juta jiwa. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya Hubungan Pengetahuan, Takut Efek Samping dan Paritas secara simultan dengan Penggunaan KB Implan di Puskesmas Lubuk Batang Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2023. Jenis penelitian ini penelitian observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 619 orang dengan sampel berjumlah 30 responden. Jenis data menggunakan data primer, variabel dependen Penggunaan KB Implan, variabel independen Pengetahuan, Takut Efek Samping Dan Paritas. Hasil penelitian bivariat hubungan Pengetahuan, Takut Efek Samping Dan Paritas dengan Penggunaan KB Implan berdasarkan uji statistik chi square pengetahuan p-value 0,025 < 0,05, Takut Efek Samping p-value 0,009 <0,05 dan Paritas p-value 0,004< 0,05 dapat disimpulkan ada hubungan Pengetahuan, Takut Efek Samping Dan Paritas secara simultan dengan penggunaan KB Implan di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Batang Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2023. Saran kepada pimpinan UPTD Puskesmas Lubuk Batang meningkatkan informasi mengenai Penggunaan KB Implan dengan melibatkan tokoh masyarakat, tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan dan konseling, serta menyebarkan brosur, baliho, dan iklan dimedia cetak dan elektronik sehingga masyarakat mengetahui pentingannya Penggunaan KB Implan
Reducing Nausea in Early Pregnancy with Lavender Aromatherapy: A Case Study Approach Martini, Sri; Pastari, Marta; Suprida, Suprida; Rohaya, Rohaya; Jamila, Jamila
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4815

Abstract

Emesis gravidarum (EG) is a common complaint of first-trimester pregnancy. EG shows nausea accompanied by vomiting, which usually occurs in the morning. EG can cause decreased appetite, vomiting, up to weight loss, risk of dehydration, and electrolyte imbalance. The psychology of pregnant women with EG will also be disturbed because of nausea and vomiting experienced. That's why EG events must be taken seriously. Limitations of the use of drugs during pregnancy must be considered. Alternative therapies such as lavender aromatherapy can be an alternative non-pharmacological therapy for pregnant women in the first trimester. Lavender aromatherapy can produce a strong refreshing Fragrance, affecting the hypothalamus's nerves to reduce nausea and vomiting. Research objective: to determine the application of lavender aromatherapy to reduce nausea intensity in first-trimester pregnant women in the Simpang Periuk Health Center Working Area, Lubuklinggau City, in 2024. Research Methods: This research is descriptive research with a case study approach. This study was conducted from April 18 to April 23, 2024. The subjects of this study were 2 pregnant women in the first-trimester with nausea category of mild to moderate nausea and vomiting, with measurement of the nausea scale before and after the intervention, using the Pregnancy Unique Quantification Of Emesis assessment. (PUQE). Both subjects were given 3-5 drops of lavender aromatherapy, using a diffuser, inhaled for 5-30 minutes for three days in the intervention. Results: after giving lavender aromatherapy therapy, both subjects showed a decrease in the PUQE score, from moderate to mild nausea and vomiting. Conclusion: Interventation lavender aromatherapy effectively reduces nausea in first-trimester pregnant women, with several influencing factors including; pregnancy history, parity, occupation, and age.
The Effect of Mind Fullness Parenting (Mindting) Module on Father's Parenting Patterns Lestari, Dian; Nursanti, Rina; Suprida, Suprida
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5062

Abstract

Parental care greatly influences the growth and development of children. As a country with a strong patriarchal culture, the role of fathers in parenting is minimal. Mindfulness parenting is a pattern of parenting that consciously gives attention to children. The mindfulness parenting module (Mindting) has been previously developed and found suitable for use in this study. This study aims to assess the effect of this module on the parenting of fathers with children under five years old. This research method uses quasi-experimental with one group, pre-post test. The subjects of this study were fathers who have children under five years old totaling 35 results: There is an effect of the Mindting module with changes in father's parenting (p-value: 0.013). The Mindfulness Parenting (Mindting) module affects the father's parenting pattern significantly.
The influence of toddler mothers class application on maternal behavior in complementary breastfeeding Setiawati, Desy; Virgian, Kharisma; Suprida, Suprida
Science Midwifery Vol 12 No 3 (2024): August: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i3.1608

Abstract

An important period in a child's growth and development is the period under five years (toddlers), because this period is a period of basic growth that will affect and determine the child's subsequent development. During toddlerhood, children experience rapid growth and development and are often referred to as the golden period as well as the critical period. Health workers have a role in promoting knowledge about the health of toddlers to parents. The toddler mother class is a form of activity that provides knowledge to mothers about the health of their toddlers. This study analyzes the influence of android applications for mothers under five on maternal behavior in providing complementary foods for breast milk to toddlers 1-2 years old at the Palembang City Independent Practice Midwifery. The research method uses a Quasi experiment research design using a one-group pretest and posttest design approach. Based on the results of the statistical test using the McNemar statistical test, a ρ value of 0.000 (α<0.005) was obtained, a meaningful difference was obtained between the behavior of mothers before and after using the Mother of Toddler Class application through the android application. This research is expected to be useful for mothers of toddlers and can be used as input material for midwives as an alternative method of implementing classes for mothers under five years old.
Hubungan Keaktifan Penggunaan Media Sosial Lingkungan dan Sikap Remaja dengan Pengetahuan Seks Bebas di SMP PG Bunga Mayang Lampung Utara Rolya, Vivi Nur; Suprida, Suprida; Anggraini, Arie
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i12.12234

Abstract

ABSTRACT Adolescence is a critical period where teenagers experience physical, emotional and psychological changes, so adequate knowledge about sexuality is important to avoid the risk of unwanted pregnancy, sexually transmitted diseases and risky sexual behavior. Currently, internet penetration among teenagers is increasing, and easy access to sexual information also implicitly influences teenagers' sexual behavior. The aim of this research is to find out the relationship between attitudes and knowledge about free sex among teenagers at SMP PG Bunga Mayang, North Lampung in 2023. The research design uses quantitative analytics with a cross sectional approach. The population in the study for classes VII, VIII and IX of SMP PG Bunga Mayang, North Lampung, totaled 360 people and the sample was 44 people. Data collection using questionnaires, univariate and bivariate data analysis using the Chi Square test. The results of the univariate analysis regarding active use of social media showed that of the total 44 respondents, 13 people (29.5%) used social media heavily and 31 respondents (70.5%) used social media lightly. 16 respondents (36.4%) thought the environment around them was good, 18 respondents (40.9%) thought the environment was adequate, and 10 respondents (22.7%) thought the environment was not good. 31 respondents (70.5%) had unfavorable attitudes and 13 respondents (29.5%) had unfavorable attitudes. The results of bivariate analysis show that there is a significant relationship between the use of social media and knowledge of free sex (p value=0.043). There is a relationship between environment and knowledge of free sex (p value=0.011). There is a significant relationship between attitude and knowledge of free sex (p value=0.047) at SMP PG Bunga Mayang, North Lampung. In conclusion, there is a significant relationship between Active Use of Environmental Social Media and Adolescents' Attitudes with Knowledge of Free Sex at SMP PG Bunga Mayang, North Lampung, in 2023. It is hoped that the results of this research can add references related to knowledge of free sex in adolescents. Keywords: Social Media, Environment, Attitudes, Free Sex, Teenagers    ABSTRAK  Masa remaja adalah periode kritis di mana remaja mengalami perubahan fisik, emosional, dan psikologis, sehingga pengetahuan yang memadai tentang seksualitas menjadi penting untuk menghindari risiko kehamilan tidak diinginkan, penyakit menular seksual, dan perilaku seksual berisiko. Saat ini, penetrasi internet di kalangan remaja meningkat, dan akses mudah terhadap informasi seksual secara implisit juga mempengaruhi perilaku seks remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Untuk mengetahui hubungan sikap dengan pengetahuan tentang seks bebas pada remaja di SMP PG Bunga Mayang Lampung Utara Tahun 2023 . Desain penelitian menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian  kelas VII, VIII dan IX SMP PG Bunga Mayang Lampung Utara yang berjumlah 360 orang dan sampel berjumlah 44 orang. Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil Analisis univariat mengenai keaktifan penggunaan media sosial menunjukkan bahwa dari total 44 responden, 13 orang (29.5%) menggunakan media sosial secara berat dan 31 responden (70.5%) menggunakan media sosial secara ringan. 16 responden (36.4%) menganggap lingkungan di sekitar mereka baik, 18 responden (40.9%) menganggap lingkungan cukup, dan 10 responden (22.7%) menganggap lingkungan kurang baik.  31 responden (70.5%) memiliki sikap baik , sementara 13 responden (29.5%) memiliki sikap kurang baik. Hasil analisis Bivariat diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara Penggunaan Media Sosial dengan Pengetahuan Seks Bebas (p value=0,043). Terdapat hubungan antara Lingkungan dengan Pengetahuan Seks Bebas (p value=0,011). Terdapat hubungan yang signifikan antara Sikap dengan Pengetahuan Seks Bebas  (p value=0,047) di SMP PG Bunga Mayang Lampung Utara. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara Keaktifan Penggunaan Media Sosial Lingkungan dan Sikap Remaja dengan Pengetahuan Seks Bebas pada SMP PG Bunga Mayang Lampung Utara, tahun 2023.  Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah referensi yang berhubungan dengan pengetahuan seks bebas pada remaja. Kata Kunci: Media Sosial, Lingkungan, Sikap, Seks Bebas, Remaja