Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelatihan Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah untuk Naik Kelas di Kota Cimahi Purnomo, Yudiyanto Joko; Lesmi, Kirana; Martowinangun, Kasino; Priadi, Muhammad Dadi; Pringgandinie, Desty Rara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): JULY-JPM
Publisher : PDPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58818/jpm.v3i2.119

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Cimahi agar mampu naik kelas, baik dari segi manajerial, pemasaran, maupun pemanfaatan teknologi digital. Pelatihan difokuskan pada peningkatan pengetahuan tentang strategi bisnis, pencatatan keuangan sederhana, akses perizinan dan legalitas usaha, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan branding. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi melalui presentasi, diskusi interaktif, dan praktik langsung. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 70 UMKM, lokasi kegiatan digedung Techno Park Cimahi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola usaha secara lebih profesional dan modern. Para peserta menyadari pentingnya penguasan teknologi terutama dalam melakukan pemasaran dan pembuatan legalitas usaha. Dengan adanya pelatihan ini, pelaku UMKM diharapkan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
CULTIVATION OF ETHICS IN EARLY CHILDHOOD lesmi, Kirana; Khotimah, Iim; Darojatun, Nunun; Pringgandinie, Desty Rara; Muluk, Kiki Abdul; Andikarya, R. Oke
Jurnal Abdisci Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No 2 Tahun 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v2i2.577

Abstract

Ki Hajar Dewantara argues that ethics education focuses on forming children's character, behavior, and personality through several good habits from early childhood to adulthood. This means that the moral education that Ki Hajar Dewantara refers to is not teaching theories about good and bad, along with their very complicated postulates. However, the habit of doing good that is practiced every day until the action becomes steady in the child's psyche so that the teaching of theory and postulates can be valuable as an affirmation and a means, not as an end. Community service activities are carried out at RA Persis Bandung City with the aim of gaining new knowledge or discoveries regarding the cultivation of ethical values. To develop knowledge from research findings regarding the cultivation of pre-existing ethical values. To test, prove, or validate the truth and knowledge from research on the cultivation of pre-existing ethical values. This activity instills to find out what ethical values are instilled in early childhood at RA Persis 3 Bandung City. To find out the driving factors and inhibiting factors in instilling ethical values in early childhood at RA Persis 3 Bandung City. To find out what improvement efforts are being made by teachers in instilling ethical values in early childhood at RA Persis 3 Bandung City
MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS DRAMA PADA SISWA MTs AL QOMARIYAH GARUT Deni Hadiansah; Desty Rara Pringgandinie; Rani Rabiussani; Yun Yun Qurota Ayunin
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6 No 1 (2021): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v6i1.1456

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan menulis teks drama pada siswa MTs Al Qomariyah Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen nonequivalent control group design. Dari populasi siswa sejumlah 252 orang, diambil sampel 60 siswa terdiri dari Kelas VIII A-1 (Eksperimen) 30 siswa dan Kelas VIII B-1 (Kontrol) 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam meneulis teks drama dengan model PBL rerata nilai pretes 67,66 dan rerata nilai postes 87.50. Adapun kemampuan siswa yang menggunakan model Direct Instruction (DI) rerata nilai pretes 60.00 dan rerata nilai postes 79.50. Artinya hipotesis diterima, kemampuan siswa dalam menulis teks drama melalui pembelajaran model PBL lebih baik daripada pembelajaran menggunakan model DI. Adapun gambaran kemampuan keterampilan berbahasa yang lain pada siswa MTs Al Qomariyah Garut, tentu saja perlu dilaksanakan penelitian lanjutan. Kata Kunci: menulis, project based learning, teks drama
Matematika Ekonomi dalam Mengoptimalisasi UMKM Pasca Pandemi di Desa Mekarwangi Pringgandinie, Desty Rara
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v6i1.673

Abstract

Pembangunan disektor fisik yang terus melaju seiring dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu diimbangi dengan kemajuan masyarakat pada aspek nonfisik atau digitalisasi. Tidak bisa dipungkiri di masa pandemi Covid-19 ini, perekonomian menjadi semakin melemah dengan banyaknya regulasi yang semakin membatasi bahkan tak jarang mematikan sektor perekonomian skala kecil. Tentu ini semua dimaksudkan untuk tetap menjaga hal yang paling utama yaitu kesehatan masyarakat. Sehingga munculah alternatif - alternatif seperti digitalisasi yang semakin meningkat bahkan menjadi laju utama perekonomian dimasa pandemi ini. Tujuan daripelaksanaan kegiatan ini sebagai berikut: (a) Turut serta berkontribusi dalam bentuk optimalisasi potensi ekonomi masyarakat melalui media digital. (b)Memberi pengalaman belajar tentang pengembangan ekonomi ditengah masyarakat melalui matematika ekonomi (c) Meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat Desa Mekarwangi secara langsung. Manfaat dari pelaksanaan kegiatan ini sebagai berikut: (a) Membantu meningkatkan ekonomi UMKM yang ada di Desa Mekarwangi (b) Membantu UMKM untuk turut serta mengikuti dan mengaplikasikan ilmu matematika ekonomi dimasa pandemi.(1)Penyuluhan mengenai ilmu ekonomi khususnya keseimbangan pasar dan BEP untuk UMKM.(2) Pembuatan buku laporan sederhana untuk UMKM. Kegiatan tersebut diatas telah terlaksana baik dan lancar, dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan keterampilan UMKM di Desa Mekarwangi dalam mengembangkan potensi desa ditengah pandemi Covid-19 agar dapat bertahan dan produktif dalam menjalankan bisnis di era kebiasaan baru (new normal).
Meningkatkan Kesadaran Tentang Mencegah Dan Mengatasi Stunting Di Desa Palasari Kecamatan Ciater Kabupaten Subang Anne Rahaju; Desty Rara Pringgandinie; Dedeng Jauhari
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 1 No 01 (2024): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v1i01.686

Abstract

Anak-anak adalah sumber daya manusia yang memerlukan perhatian khusus untuk kecukupan gizinya sejak lahir dan bahkan selama kehamilan. Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badannya tidak sesuai dengan usianya karena masalah gizi kronis, yaitu kekurangan makanan yang cukup dalam jangka waktu yang lama. Pemerintah Indonesia telah menetapkan program penanganan stunting sebagai program prioritas nasional untuk menekan peningkatan kasus, karena stunting masih menjadi masalah besar yang memerlukan penanganan serius dari semua pihak. Stunting bukan hanya masalah pertumbuhan fisik yang tidak normal, tetapi juga menyebabkan anak sakit dan mengganggu perkembangan otak dan kecerdasan. Karena itu, stunting masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Karena permasalahan kualitas talenta, maka penting untuk mengatasi stunting pertumbuhan. Stunting tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya stunting fisik dan berbagai penyakit, tetapi juga menyebabkan gangguan perkembangan kognitif yang mempengaruhi kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Beberapa penyebabnya antara lain kurangnya asupan gizi, penyakit menular, pola asuh orang tua yang buruk, sanitasi yang buruk, dan pelayanan kesehatan yang tidak memadai. Selain itu, masyarakat tidak memandang stunting sebagai suatu masalah karena anak stunting dipandang sebagai anak yang aktif secara sosial. Dengan mempertimbangkan masalah yang dihadapi, Pengabdian Kepada Masyarakat FKIP-UICM melakukan kegiatan seminar parenting di Masyarakat Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cara mencegah dan mengatasi stunting. Dengan metode yang digunakan adalah metodologi yang digunakan terdiri dari ceramah, tanya jawab, dan diskusi untuk meningkatkan pemahaman tentang stunting. Sebagai hasil dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut, peserta telah memperoleh pemahaman tentang: (a) definisi dan karakteristik stunting; (b) faktor penyebabnya; (c) efeknya; (d) Strategi pencegahan dan penanggulangan stunting; (e) Bagaimana meningkatkan layanan gizi anak.
Meningkatkan Kesadaran Tentang Mencegah Dan Mengatasi Stunting Di Desa Palasari Kecamatan Ciater Kabupaten Subang Anne Rahaju; Desty Rara Pringgandinie; Dedeng Jauhari
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 1 No 01 (2024): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v1i01.686

Abstract

Anak-anak adalah sumber daya manusia yang memerlukan perhatian khusus untuk kecukupan gizinya sejak lahir dan bahkan selama kehamilan. Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badannya tidak sesuai dengan usianya karena masalah gizi kronis, yaitu kekurangan makanan yang cukup dalam jangka waktu yang lama. Pemerintah Indonesia telah menetapkan program penanganan stunting sebagai program prioritas nasional untuk menekan peningkatan kasus, karena stunting masih menjadi masalah besar yang memerlukan penanganan serius dari semua pihak. Stunting bukan hanya masalah pertumbuhan fisik yang tidak normal, tetapi juga menyebabkan anak sakit dan mengganggu perkembangan otak dan kecerdasan. Karena itu, stunting masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Karena permasalahan kualitas talenta, maka penting untuk mengatasi stunting pertumbuhan. Stunting tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya stunting fisik dan berbagai penyakit, tetapi juga menyebabkan gangguan perkembangan kognitif yang mempengaruhi kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Beberapa penyebabnya antara lain kurangnya asupan gizi, penyakit menular, pola asuh orang tua yang buruk, sanitasi yang buruk, dan pelayanan kesehatan yang tidak memadai. Selain itu, masyarakat tidak memandang stunting sebagai suatu masalah karena anak stunting dipandang sebagai anak yang aktif secara sosial. Dengan mempertimbangkan masalah yang dihadapi, Pengabdian Kepada Masyarakat FKIP-UICM melakukan kegiatan seminar parenting di Masyarakat Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cara mencegah dan mengatasi stunting. Dengan metode yang digunakan adalah metodologi yang digunakan terdiri dari ceramah, tanya jawab, dan diskusi untuk meningkatkan pemahaman tentang stunting. Sebagai hasil dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut, peserta telah memperoleh pemahaman tentang: (a) definisi dan karakteristik stunting; (b) faktor penyebabnya; (c) efeknya; (d) Strategi pencegahan dan penanggulangan stunting; (e) Bagaimana meningkatkan layanan gizi anak.